NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Tidur seranjang

.

Sharmila mencebik. Pria di hadapannya ini benar-benar sombong. Sayangnya semua kesombongannya itu benar-benar pada tempatnya, sehingga ia tak memiliki celah sedikitpun untuk membantah.

“Apa perlu membuat surat kontrak seperti ini. Kamu curiga aku akan menipumu?” Sharmila terlihat tidak suka.

"Tentu saja perlu. Semua orang sudah tahu kalau kita menikah. Dengan adanya surat kontrak ini aku bisa memastikan posisiku aman.”

Sharmila menggelengkan kepala benar-benar tak habis pikir dengan isi otak pria itu.

“Hanya sebagai contoh saja, jika suatu saat nanti kamu ketahuan selingkuh dariku, maka aku akan menguasai semua hartamu," ucap Zayden dengan seringai liciknya.

Sharmila tertawa kecil meskipun hatinya kesal, “Arya, aku katakan padamu, itu adalah sesuatu hal yang tidak mungkin, Karena aku bukan wanita seperti itu. Jadi kamu tenang saja."

"Tetap saja, aku butuh jaminan. Karena kata-kata yang hanya dimulut kadang bisa diingkari. Jadi, akan lebih baik jika ada bukti hitam di atas putih.”

Sharmila mengumpat dalam hati, Zayden benar-benar orang yang terlalu waspada. Bahkan pada dirinya pun Zayden tidak begitu saja percaya.

“Arya, apa kamu tidak berpikir dengan baik? Bagaimana jika suatu saat nanti kamu yang ketahuan selingkuh? Kamu akan kehilangan semua hartamu. Apa kamu tidak akan menyesal?”

Zayden tertawa terbahak-bahak lalu menatap ke arah Sharmila. “Rupanya kamu tidak melihatku dengan benar. Aku ini seorang raja, wanita-wanita yang di luar itu apa? Apa mereka selevel denganku hingga bisa membuatku selingkuh?"

Mata Sharmila mendelik kesal. Tentu saja itu benar, wanita-wanita di luar sana dibandingkan Zayden, ibarat lalat-lalat pengganggu. Sama sekali tidak sebanding.

Pada akhirnya wanita itu hanya bisa membuang nafas kasar. Matanya kembali menatap huruf demi huruf yang ada dalam surat kontrak meneliti setiap poin. Dan sejauh ia membaca tak satupun dari poin tersebut yang merugikan dirinya. Hingga matanya menatap poin terakhir.

“Kenapa kita juga harus tinggal bersama?"

“Sharmila, coba kamu pikir baik-baik. Aku sedang duduk di tengah-tengah rapat, lalu tiba-tiba saja ada seorang wanita melamarku lewat telepon. Dan wanita itu adalah calon pengantin Devan. Apa kamu tahu, hari itu para pemegang saham langsung ribut. Mereka takut pernikahan yang tiba-tiba akan membuat perusahaan gonjang-ganjing.”

Sharmila terdiam memikirkan setiap kata yang meluncur dari mulut Zayden. Memang tidak salah.

“Untuk membuat mereka tenang, aku menjanjikan bahwa tidak akan ada masalah apapun dalam pernikahan ini. Lalu kalau publik tahu kita tinggal terpisah, apa kamu tidak berpikir itu akan membahayakan posisiku? Kamu tahu kan, dunia bisnis itu kejam. Hal sekecil apapun bisa mereka gunakan untuk menjatuhkan lawan.”

Sharmila benar-benar tak bisa berkata-kata. Karena mungkin apa yang diucapkan oleh Zayden, juga akan terjadi pada dirinya jika publik mengetahui bahwa pernikahannya dengan Zayden ternyata hanya sandiwara.

“Sepertinya aku memang tidak memiliki pilihan lain," ucap Sharmila. Dengan berat hati akhirnya dia menandatangani juga kontrak pernikahan itu.

Di tempat duduknya Zayden menahan dirinya yang ingin melompat dan bersorak. “Mulai sekarang, jangan pernah berpikir untuk lari dariku."

Sharmila menutup berkas yang sudah ditandatangani lalu melemparkan kemeja ke hadapan Zayden. “Sudah aku tanda tangani, sekarang antar aku pulang!" ucapnya langsung bangkit.bangkit

Zayden ikut bangkit, namun bukan untuk mengantar pulang. Pria itu menarik tangan Sharmila untuk masuk ke dalam tempat peristirahatannya yang ada di ruang kerja tersebut.

“Mau apa kamu membawaku ke sini?" tanya Sharmila gugup.

“Hahhh,,," Zayden membuang nafas kasar. “Ini sudah tengah malam, apa kamu tega membangunkan sopir? Dia juga manusia yang butuh istirahat."

Mata Sharmila memicing, apa yang bicara di depannya ini benar-benar Zayden? Sejak kapan musuh yang terkenal sebagai pembuat onar dan kejam ini memiliki peri kemanusiaan?

Tapi, sesaat kemudian matanya memindai seluruh ruang. Sebuah ranjang tidur besar, tapi hanya satu yang ada dalam ruangan itu. “Apa kita akan tidur di satu ranjang?" tanyanya ragu.

Zayden menatap ke arah Sharmila, memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan mengejek. “Apa menurutmu, dadamu yang rata seperti papan setrikaan itu bisa membuatku bernafsu?”

Seketika dua tangan Sharmila terkepal, rahangnya mengeras dengan gigi yang saling beradu. Jika boleh, ingin sekali rasanya dia melepas sepatunya dan memukul kepala pria itu.

Mengambil nafas dalam-dalam membuangnya berkali-kali mencoba mempertahankan kesabaran. Setelah hari ini mungkin akan lebih banyak kata-kata pedas yang keluar dari mulut Zayden.

Wanita yang kemudian menghentakkan kaki dengan kesal, meninggalkan pria itu, melempar tasnya dengan sembarang ke atas nakas, berbaring setelah meletakkan guling di tengah sebagai pembatas, lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Zayden tergelak tanpa suara, “Imut sekali," gumamnya dalam hati. Pria yang kemudian menyusul berbaring di samping istrinya.

Di dalam selimut, mata Sharmila masih terbuka. Tanpa sadar memegang dadanya sendiri. Menggenggam dua buah squishy dengan dua telapak tangannya.

“Tidak rata kok," pikirnya dalam hati. “Cukup besar kalau digenggam," pikirnya lagi karena buah itu tak muat dalam genggaman tangannya. Wanita yang mengerutkan kening. Mengingat telapak tangan Zayden yang besar, menggelengkan kepala berkali-kali ketika merasa otaknya tiba-tiba tercemar.

“Oh tidak, Sharmila, Jangan berpikir aneh-aneh, cepat tidur!” perintahnya pada diri sendiri. “Dasar Arya sialan!"

Hanya mampu mengumpat dalam hati. Namun, perlahan matanya terpejam. Dengkuran halus terdengar dari mulutnya.

Bruk…

Guling pembatas terlempar ke lantai di sisi ranjang dihadapan Sharmila yang berbaring miring.

Srettt…

Tubuhnya ditarik. Namun, ia tak lagi merasakannya. Dekapan hangat membuatnya semakin terbuai mimpi.

Hingga kala pagi tiba…

Kedua matanya mengerjap berkali-kali, menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam retina nya. Merasakan sesuatu yang berbeda. Tangannya mulai meraba. Kenapa tekstur guling menjadi keras. Perlahan matanya benar-benar terbuka.

“Aaaa…”

“Kebakaran… kebakaran…!” Zayden yang terkejut ikut berteriak latah.

“Apa yang kau lakukan padaku?!" Ujung telunjuk Sharmila menuding ke arah wajahnya.

“Aku?" Zayden menunjuk ke arah hidungnya sendiri. Wajahnya benar-benar seperti orang bodoh. “Aku tidur pulas selalu terkejut karena teriakanmu, lalu kamu bertanya apa yang kulakukan?"

"Jelas-jelas kamu memelukku, jangan pura-pura tidak tahu!” bentak Sharmila.

Kepala Zayden menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu menunduk menatap kasur di mana dirinya berada.

“Apa kamu tidak salah? Jelas-jelas aku masih berada di posisiku. Justru kamu yang ikut menempati bagianku. Pasti kamu sendiri yang tadi malam datang memelukku mencari kehangatan." Matanya menatap ke arah Sharmila dengan pandangan menyelidik.

“Aku?" Sharmila merasa tidak terima karena dituduh. Ia mencari guling pembatas yang tadi malam ia letakkan di tengah. Wajahnya menjadi pucat ketika menyadari sesuatu.

“Itu buktinya, pasti kamu sendiri yang membuang guling," tuduh Zayden. Nada suaranya terdengar kesal, padahal dalam hatinya sedang tertawa terbahak-bahak.

1
Ari Sawitri
gimana sih sdh menikah kok tinggal dirumah masing-masing ya?? walaupun menikah krn kesepakatan harusnya ya tetap 1 rumah ya .. 🤔
Ari Sawitri
harusnya David jg didepak dr keluarga Natakusuma..toh bibinya Sarmila sdh meninggal. apalagi Vivian yg hanya orang luar. 😒😤
v_cupid
wahhh
Zakaria Nasution
kebanyakan masalalu
v_cupid
mulai deh
v_cupid
sip cerita nya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih kak
total 1 replies
Marina Tarigan
kedua veo oni bodoh soal perasaan pintar dlm minpin perusahaan mknya keterbukaan perlu dlm pernikahan
Marina Tarigan
katanya impoten sarmila juga pernah menhangka begitu
Marina Tarigan
hantam saja Karina semoga kamu bisa kalau kau berhasil terima kasih hancurpun lenya dari muka bumi ini emang kami pikori kami tdk makan dari perusahaan itu mampus pun kamu semua ke naraka sana apa urusan kami
Marina Tarigan
jgn binatang yg serakah itu menang thour sdh cukup korban ayahnya Aria yg korban dan mati sdh cukup aria yg susah payah membesarkan perusahannya itu berkembang buat Karina dan Tristan sepeperti Devan yg salah yg hancur bukan yg kerja keras
Marina Tarigan
hancurkan Tristan biadap sm kek ibunya serakah kurang ajar biadap mau merebut punys orang yg sdh kamu plototi uang ayahnya Rian sampai dipenjara dan meninggal ulah Karina biadap itu tak selamanya kamu bisa moroti orang niadap
v_cupid
waahh musuh baru muncul
v_cupid
lucu
Marina Tarigan
semoga otong Devan tifur selamanya karena niatnya mau meniduri Sarmila gak jadi deh
Marina Tarigan
hancur bagi orang yg menganggap sepele pd hal yg sangat pentimg masa pernikahan yg tgl beberapa memit lagi ditunda besok dimana letak otaknya sdh salah berulah terus nilmati daja nak
Marina Tarigan
terima ksh penyelamat semoga Devan tgl nama saja ya upah orang gila
Marina Tarigan
dlm situasi imi sedikit aku rasa Sarmila kurang peka pd hal sdh ber kali2 Devan selalu mengusiknya aturannya kantor itu kantor besar kgm lawan dgn kata2 membangkitkan kemarahan tpi dhn kelembutan supaya bisa terhinfar dr orang yg sdh lepas kendali tapi karena imo verita halu boleh2 saja harus pake taktik bukan marah2
Marina Tarigan
good Devan baru Devan namanys bagus sekali tdk bisa secara baik kekerasan ya semoga berhasil dan akibatnya Sarmila akan makin benci padamu dan keselamatanmu mkn terancam beserta perusahaanmu bodat
Marina Tarigan
orang gila mau merampas istri orang aneh
Marina Tarigan
tak ada itu seberaninya menilai orang presiden istrinya saja tak berani bertindak begitu ini artis ya 1 triliun honornya sekali manggung ya. ada2 saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!