NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Berondong
Popularitas:695
Nilai: 5
Nama Author: nunna namjoon

seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Di perjalanan pulang hanya penuh keheningan di antara mereka berdua, hingga hajun pun terheran dengan mereka berdua.

"Apa kalian seperti ini setiap hari hah, yak gea apa kau betah dengan suga yang pendiam seperti batu ini, kalau aku jadi kau mungkin aku sudah meninggal kannya sejak lama" Canda hajun untuk membuyarkan keheningan.

"kak kau berisik sekali, tak bisakah kau diam -diam saja di belakang" Ucap suga.

"Kau lihat sendiri sendiri kan gea, si bodoh ini selalu bersikap ke kanan kanakan, untuk menaklukkan hati gadis yang dia sukai saja dia membutuhkan bantuan, apa kau tak mengingat nya gea? " Lanjut candaan hajun yang membuat gea tertawa saat mendengar nya.

*Flashback on*

gea : "haii"

suga : "apa kau ada waktu, aku ingin bertemu denganmu?"

gea : "eemm aku akan bersiap"

suga : "aku akan menunggu di taman dekat asrama"

Setelah menutup telfon gea segera bersiap berdandan tipis, dan memakai hodie pemberian suga.

Sesampainya gea di taman ia nampak bingung dengan keadaan sekitar yang sedikit gelap dan tak ada seorangpun di sana.

Ketika ia sampai di tengah taman yang terdapat air mancur dan tiba-tiba lampu menyala dalam sekitar air mancur di teruskan di sekitar taman dan lampu gantung yang terpasang dibatas gea juga ikut menyala.

Dan di belakang gea sudah ada teman-temannya yang mempersiapkan rencana yang sudah di buat, gea segera berbalik dan ia sangat terkejut ketika membaca tulisan yang di bawa teman-temannya bertuliskan "I LOVE YOU".

Dari sisi lain suga datang dengan membawa bucket bunga yang lumayan besar.

"Apa kau suka? " Ucap suga dengan suka cita.

Gea sangat terharu dengan kejutan yang suga berikan hingga ia tak bisa berkata kata lagi.

Di hadapan gea suga berlutut dan memberikan bucket itu ke gea.

"Maaf kalau aku terlambat mengutarakan perasaanku, aku bukan pria pemberani seperti kebanyakan pria yang lainnya, tapi aku ingin kau menerima ku dengan tulus gea" Ucap suga dengan bersungguh-sungguh.

Gea hanya menjawab dengan anggukan kepala tanda ia menyetujui untuk memulai hubungan dengan suga. Sungguh hatinya sangat senang sekali.

Mereka berdua berpelukan dengan di iringin sorak sorai dari teman-teman mereka.

*flashback off*

"Kenapa kau tersenyum seperti orang gila, apa kau mengingat kejadian manis mu bersama gea oh" Ejek hajun ke suga dengan menaik turunkan alisnya.

"kam berhentilah menggodaku, ada gea di sini" Jawab suga dengan sedikit kesal karena dari tadi di ejek terus menerus oleh hyungnya.

Gea hanya tersenyum sembari melihat suga yang terlihat gugup karna candaan hyungnya itu.

"Aku mencium bau- bau akan ada yang bermesraan setelah aku masuk rumah" Ucap hajun dengan menyenderkan badannya ke kursi.

"Aku berterima kasih pada mu gea, karna sudah mengubah adikku sedikit lebih dewasa, setidaknya dia tak terlalu bodoh seperti dulu" Lanjut hajun.

Pernyataan itu tak bisa gea jawab, ia memilih memalingkan pandanganya ke arah luar jendela.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di kediaman rumah hajun di sebuah bangunan bertingkat dan mewah.

Hajun lebih nyaman tinggal di sebuah apartemen dari pada di rumah orang tuanya. Ia sama seperti suga yang belum bisa menerima kehadiran ibu tirinya yang selalu bermuka dua.

Mobil sudah terparkir sempurna di tempat parkir.

"Suga bisakah kau membantuku mengangkat koperku yang satunya" Perintah hajun.

"Hhmm" Jawab suga dengan cuek namun ia segera menuruti perintah hyungnya.

Sesampainya di apartemen, gea masih tak menyangka jika ia sekarang berada di rumah penulis novel ternama di Korea.

Rumah hajun di desain dengan sangat klasik dan manly.

Dengan wangi ruangan yang begitu maskulin tapi gea ingat sesuatu jika wangi itu wangi faforit suga.

"Wangi ini.. " Gumam gea dengan suara rendah.

"Apa mengingatkan mu pada seseorang, hmm" Goda hajun yang tiba-tiba berbicara di samping gea.

"Ahh tidak kak hanya saja… " Ucap gea yang langsung di sahut oleh hajun.

"Aku tau kalian berdua masih sama -sama menyimpan perasaan satu sama lain, aku tau adikku seperti apa jadi bersabar lah" Ucap hajun.

"Sugaaaa bisa kah kau memesan makanan aku lapar sekali" Teriak hajun.

"semangat ya gea" Ucap hajun sambil berlalu meninggal kan gea menuju kamarnya.

Tak lama kemudian suga menghampiri gea yang terduduk di ruang tamu.

"Kau mau makan apa? " Tanya suga.

"Aku ikut kalian saja" Jawab gea.

"Eemmm bisakah kau membantuku sebentar, di dapur sedikit berantakan bisakah kau membersihkan nya karena aku masih memperbaiki kursi yang ada di dapur" Ucap suga sedikit ragu.

Gea hanya menggangguk dan mengikuti suga ke arah dapur.

Begitu telaten dan berhati-hati sekali saat Gea membersihkan beberap perabot yang sedikit berdebu karna di tinggal lama Oleh pemilik nya.

Ketika Gea akan menaruh piring di bagian atas kitchen set tak sengaja kakinya terpeleset dan dengan singgap suga yang berada di dekatnya langsung menangkap tubuh Gea.

Kedua mata mereka saling bertatapan cukup lama. Hingga ada seseorang yang bersuara membuyarkan pandangan mereka berdua.

"Ehhemm sudah ku duga kan, kalau mau bermesraan di kamar sana, aku tak akan melarang kalian, siapa tau aku bisa mendapat kan keponakan dengan cepat" Ucap hajun sambil menaruh makanan yang di pesan suga tadi di atas meja.

"Kurir pengantar makanan sampai menunggu lama di depan, ku kira kalian sudah pergi ternyata ada di sini" Lanjut ocehan hajun.

Gea tersipu malu dan canggung serasa seperti maling yang sedang terpergok mencuri barang.

"Biar aku yang menyiapkannya kak" Ucap Gea mengalihkan perhatian.

"Cepatlah bertindak bro, aku ingin segera melihat wajah keponakan ku, pasti lucu" Ejek hajun.

"Tak bisakah kau diam kak, ingin sekali ku sumpah mulutmu dengan kimchi ini" Jawab suga agak kesal namun di lubuk hatinya ia senang bisa sedekat ini dengan Gea walaupun mereka masih belum punya hubungan.

Mereka makan di ruang TV sambil menonton drama, tanpa di sadari Gea, ia ingin terus melirik ke arah suga yang tengah lahap menyantap makanannya.

Kini hatinya benar-benar goyah, ia bingung dengan perasaan nya, di sisi lain jujur saja ia masih sulit melupakan suga dan masih mempunyai rasa sayang terhadap suga di sisi satu lagi, ia takut akan terpisah lagi seperti sebelumnya, ia tak akan mungkin sanggup jika itu terulang lagi.

"Aku tau adik ku sangat tampan kan Gea" Ucap hajun yang sedari tadi memperhatikan tingkah Gea yang terus terusan mencuri pandang ke arah suga.

Uuhukk uhukk…

Gea sampai tersedak mendengarnya.

Suga hanya tersenyum tipis walaupun sebenarnya ia senang, ia yakin cepat atau lambat, ia akan bisa memenangkan hati Gea kembali.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Selamat membaca…

Terimakasih readers sudah membaca sejauh ini… .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!