NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga & Kasih Sayang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan deras

Itu dia tanamannya.

Dira bergumam dalam hati. Ia ingin segera mengambil tanaman tersebut namun langkahnya tertahan. Tidak mungkin melangkahi Ethan bukan? Laki-laki itu yang lebih dulu sampai, lebih dulu melihat. Walau jumlahnya banyak, bisa saja pria itu langsung ambil semuanya tanpa menyisakan beberapa untuk dia.

Ia melihat Ethan berjongkok di depan tanaman itu, tangannya terulur hati-hati menyentuh daun hijau gelap dengan serat keperakan di bagian tengahnya.  Tanaman yang selama ini hanya Dira lihat lewat jurnal dan foto-foto penelitian Zora.

Ethan melirik sekilas ke arahnya, kemudian mulai menggunting tanaman tersebut dengan gunting yang ia keluarkan dari ransel yang dia gendong. Dalam hati Dira terus berdoa agar pria itu sedikit berbaik hati menyisakan untuk dia.

Pria itu terus menggunting, sampai ...

Sisakan pleasee, sisakan ...

Dira menahan nafas. Ethan melirik sekilas sekilas ke arahnya. Hanya sekilas, lalu lanjut menggunting sampai habis.

Dira langsung kesal dalam hati.

Dasar laki-laki gak ada hati. Haruskah dia sedendam itu padaku? Ethan sialan, iblis, manusia dingin, laki-laki bi ...

Umpatan yang terus Dira ucapkan dalam hati itu terhenti begitu Ethan mendekatinya dan mengulurkan beberapa tanaman yang baru dia gunting tadi. Dira menatap pria itu dan tanaman yang entah apa namanya tersebut, dia lupa.

"Tidak mau? Kalau tidak mau aku akan buang sekarang." Ethan sudah siap-siap membuang tanaman di tangannya namun Dira segera merampasnya dalam kecepatan tinggi.

Tingginya yang hanya sebahu Ethan membuatnya agak kesusahan. Namun ia berhasil mengambil benda tersebut. Ethan tersenyum miring menatapnya.

"Jangan dibuang!" Seru Dira spontan, refleks, bahkan suaranya terdengar sedikit panik.

Ia memeluk tanaman itu seperti barang berharga. Pipinya terasa panas ketika menyadari betapa cepat reaksinya tadi.

Ethan menatapnya dengan alis sedikit terangkat, lalu mendengus pelan. Setelah itu, tanpa bicara apa-apa lagi, Ethan berjalan melewatinya, berbalik kembali menuju desa. Langit semakin gelap. Dira cepat-cepat memasukkan tanaman tersebut ke dalam kotak yang dia bawah, lalu dimasukkan lagi ke ranselnya, dan berjalan ke arah yang sama dengan Ethan.

Dalam hati ia menarik kembali umpatannya tadi. Ternyata pria itu masih punya hati, walau hanya sekian persen. Baru setengah perjalanan, belum sampai desa, hujan lebat tiba-tiba mengguyur hutan itu. Dira segera membuka payung yang selalu dia bawah dalam ranselnya. Sementara di depan sana, ia melihat Ethan telah masuk di pondokan tua. Kebetulan sekali ada pondokan.

Sebenarnya Dira ingin jalan terus dengan payung di tangannya. Tapi hujannya kencang sekali, disertai angin kencang yang menerpa dan akhirnya merusakkan payung Dira. Payung tersebut terangkat atasnya, lalu robek. Dira yakin Ethan pasti sedang melihat dan menertawainya sekarang.

Ya ampun, malu sekali. Dira menutup matanya dalam-dalam. Ia cepat-cepat berlari ke arah pondokan yang sama tempat Ethan berada. Tapi ia tidak masuk, hanya berdiri di pinggir. Batas hujan jatuh di depannya. Setidaknya tidak basah. Itu saja.

Entah sudah berapa menit dia berdiri. Kakinya mulai terasa pegal. Sementara itu di belakang sana, pandangan Ethan tidak pernah beralih sedikitpun dari wanita itu. Sesekali ia akan mendengus.

"Kau tidak naik?" Akhirnya Ethan tidak tahan untuk bicara. Nada suaranya datar.

Dira yang sejak tadi berdiri membelakanginya menoleh sedikit. Tatapan tajam itu lagi-lagi mengintimidasinya.

"Ah?"

"Kau merusak pemandangan dengan berdiri di situ."

Kesal? Jelaslah kesal. Tapi itu Ethan, Dira tidak berani melawannya. Akhirnya dia pun naik. Duduk di sisi yang berlawanan dengan Ethan. Mereka kembali diam-diaman. Tidak ada yang mulai pembicaraan, canggung, dan rasanya hening itu justru makin berat.

Hujan menghantam atap seng pondokan dengan suara berisik, seolah sengaja menegaskan jarak di antara mereka. Angin sesekali menyusup dari celah dinding kayu yang sudah lapuk, membuat udara makin dingin. Dira merapatkan jaket yang baru ia keluarkan dari dalam tas-nya.

Ia duduk memeluk lutut, pandangannya lurus ke depan. Berusaha keras tidak menoleh, tidak memperhatikan keberadaan Ethan yang duduk hanya beberapa langkah darinya. Terlalu dekat untuk diabaikan, terlalu jauh untuk dijangkau.

"Payungmu rusak," suara Ethan akhirnya terdengar lagi, datar seperti biasa.

Dira mengangguk kecil.

"Iya. Sepertinya memang sudah waktunya diganti."

"Payung murah."

Hah? Rasanya Dira ingin memaki Ethan sekarang. Tapi dia belum gila. Akhirnya dia pura-pura menguap dan menutup mata. Akhirnya malah ketiduran beneran.

Kepalanya miring sedikit, napasnya teratur. Jaket yang ia kenakan jelas tidak cukup tebal. Tanpa sadar, tubuhnya menggigil pelan.

Ethan menyadarinya.

Sejak tadi ia memang memperhatikan, meski berusaha terlihat acuh. Tatapan Dira yang canggung padanya, bahu yang sedikit bergetar, hingga kini, perempuan itu tertidur dalam posisi tidak nyaman. Ethan menghela napas pelan, nyaris tak terdengar di tengah suara hujan.

"Bodoh," gumamnya lirih. Entah ditujukan pada Dira … atau pada dirinya sendiri.

Ia bangkit perlahan, agar tidak menimbulkan suara. Mendekat satu langkah, lalu berhenti. Ia ragu sesaat. Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya ia melepas jaket luarnya dan menyampirkannya ke bahu Dira dengan hati-hati.

Dira bergerak sedikit, mengerang pelan, tapi tidak terbangun. Ethan refleks membeku, lalu mengendurkan napas ketika perempuan itu kembali diam. Ia membetulkan posisi jaket itu agar menutupi lebih baik. Kali ini Ethan memilih duduk di samping wanita yang sudah ketiduran seperti mayat itu.

Dari dulu Dira kalau tidur memang begitu. Dia masih ingat. Dan wanita itu memang belum berubah. Ethan terus memperhatikannya, lalu ia kaget saat kepala Dira jatuh ke bahunya. Ethan menegang seketika.

Tubuhnya refleks ingin menjauh, tapi ia menahannya. Kepala Dira kini bersandar di bahunya, rasanya hangat, bertolak belakang dengan udara dingin yang menyusup dari celah pondokan. Napas perempuan itu teratur, wajahnya tampak lebih lembut saat tidur, tanpa ekspresi waspada.

Tanpa sadar senyum tipis terpampang di wajah pria itu. Sudah lama sekali mereka tidak berada dalam posisi sedekat ini. Tangan Ethan terangkat, lalu mengusap-usap rambut Dira lembut. Ia melakukannya tanpa sadar. Pria itu cepat-cepat menurunkan tangannya begitu sadar.

Apa yang kau lakukan Ethan? Kau membenci wanita ini, dia sudah berkhianat padamu. Ingat itu.

Ucapnya dalam hati. Berusaha mengingat semua kesalahan Dira padanya. Meski ia terus mengucapkan kata-kata tersebut, matanya terus menatap Dira. Orang-orang yang melihatnya akan mengartikan itu sebagai tatapan penuh kerinduan kepada kekasihnya. Tapi Ethan, tentu saja dia terus menyangkalnya.

Tring! Tring!

Ponsel Dira yang ada di lantai pondokan berdering. Pandangan Ethan otomatis tertuju ke ponsel tersebut. Rahangnya mengeras ketika ia melihat nama penelepon.

My baby?

Detik itu juga Dira terbangun. Ethan dengan cepat mengambil mantel miliknya di tubuh Dira dan bergerak menjauh. Rahangnya masih tegang.

1
T1 T1n
thor kenapa to yg ini jarnggggggg banget di upnya😭
Nani heri Upitarini
bisa g sih bodohx dikurangi...
Meliana Siregar
Si Nur gak punya cermin ya...pedenya sangat memprihatinkan 😄😄
Nani heri Upitarini
dira terlalu kebah,lebay dan gmn y,istri seorang mafia hrsx seperti Dami dong kuat,strong satset g lemah gampang putus asa....
Nani heri Upitarini
wis Jan dunia halu koplak....
Nani heri Upitarini
dira....knp pemikiran kyk anak kcl....lebay...
Aida Kamil
kpan up thor
🍒WINA🍒
Gisel emang pengertian bingit kasih kesempatan arel menjaga aurora, gisel tahu arek dsn aurora pacara...

arel telah menemukan bukit berupa kancing baju nanti akan dicari siapa pemiliknya, sangat jahat dan tega mencelakai aurora...
🍒WINA🍒
Arel seorang komandan pasukan khusus, anggap aja mencari bukti-bukti yg mencelakai aurora.

tamat riwayat kamu nanti ulet bulu kegatelan dibalas lebih kejam lagi dan dipermalukan....
🍒WINA🍒
Belum tahu aja kejamnya arel klo ada yg sakiti orang yg dicintainya, akan membalas sama orang itu lebih kejam lagi...vini cari mati aja arel gak akan tinggal diam, pasti mencari bukti-bukti siapakah pelakunya.

hanya karena iri dan cemburu vini nekat berbuat kejam sama mencelakai aurora didorong kejurang.
arel menyelamatkan aurora mampooos aja kau vini sampai ketahuan sama arel, telah mendorong kekasihnya...
🍒WINA🍒
Ulet bulu kegatelan dah mulai beraksi ini, tega bingit hanya karena iri dan cemburu sampai tega mendorong aurora kejurang...
🍒WINA🍒
Tenang aja aurora ada bodyguard sangat tampan, manjaga dan melindungi kamu dari orang-orang yg jahat🤭
🍒WINA🍒
Arel sangat posesif sama aurora siapapun tidak boleh melukai gadis kesayangannya🤭 nyali cewek yg menyenggol aurora langsung mencium. takut tatapan tajam arel dan tidak bersahabat, makanya jangan sok jadi sombong dan arogan usil/jahil sama aurora🤣🤣🤣
🍒WINA🍒
dasar arel menggunakan kesempatan dalam kesempitan, aurora sangat polos dan lugu nurut aja. aurora tidak bisa menolak sentuhan arel sangat memabukan dan tidak berdaya, sampai katanya mau pipis aurora padahal mengalami pelepasan🤣🤣🤭
🍒WINA🍒
masak bodoh dengan dengan aurora, yg bisa berduaan sama aurora🤣🤣🤣
🍒WINA🍒
kan ada kak arel yg menemani klo ingin pergi kehutan🤭kak arel selalu siap aurora butuhkan😀
🍒WINA🍒
Itu tanda dari kak arel kepemilikan aurora, aurora sekarang miliknya kak arel gak boleh ada yg memiliki aurora🤣🤭

arel nuruni sifat papanya ethan, klo Orion meruni sifatnya mama dia. arel sudah tertarik pertama kali bertemu dirumah tante thalia dan om ethan, auroranya anaknya om luis sahabat kara ponakan ethan...
🍒WINA🍒
Arel main nyosor aja mencium bibir aurora, bibir aurora telah jadi candunya🤣🤭
Arel suka banget aurora sangat manja sangat seksi menggoda arel🤣 ingat arel gadis kecil masih berumur 16 tahun🤭
🍒WINA🍒
Ajari aurora belah diri arel biar bisa manjaga diri dengan baik klo ada bahaya, aurora gadis lemah lembut maish sangat polos dan lugu🤭

biarkan aurora fokus sekolah dulu dan konsentrasi sampai lulus, sabar ya arel menunggu aurora😀

gadis kecil kamu sudah kamu tandai menjadi milik kamu🤭
🍒WINA🍒
Aurora jadi salting gara-gara masih mengingat dicium sama arel🤣🤣🤣
arel hanya tersenyum penuh kemenangam gadis kecilnya malu-malu kucing dan canggung🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!