NovelToon NovelToon
Diamonds & Deception

Diamonds & Deception

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."

Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.

Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan yang Tak Terelakkan

Lantai marmer Plaza Athénée seolah memantulkan bayangan Serena Rousseau Mane dengan sempurna. Malam itu, ia mengenakan gaun haute couture dari arsip terbaru Schiaparelli yang membungkus tubuh semampainya.

Sebagai supermodel yang dua tahun terakhir nekat banting setir ke dunia akting, Serena tahu betul cara menguasai ruangan. Namun, ketenangannya hancur saat manajernya, Marc, menyodorkan sebuah naskah tebal dengan logo rumah produksi ternama di atas meja kristal.

"Tidak," potong Serena bahkan sebelum Marc membuka mulut. "Aku sudah bilang, aku tidak akan bermain di proyek L’Amour Éternel jika pemeran utamanya adalah dia."

Dia yang dimaksud adalah "Nicholas Moreau Feng."

Nicholas bukan sekadar aktor; dia adalah pewaris takhta keluarga Feng yang menguasai jaringan hotel mewah di Asia dan Eropa. Pria blasteran Tionghoa-Prancis itu adalah legenda hidup sejak zaman mereka masih bersekolah di International School of Paris. Nicholas sudah mencicipi kamera sejak SMA, sementara Serena saat itu masih sibuk meniti karier di catwalk Milan.

"Serena, ini naskah pemenang Cannes," bujuk Marc frustrasi. "Kenapa kau begitu keras kepala?"

Serena menyesap Champagne vintage-nya dengan anggun, meski matanya menyiratkan api. "Kau tahu alasannya, Marc. Nicholas itu magnet masalah. Dia tidak hanya berakting, dia memangsa lawan mainnya. Aku tidak mau masuk dalam daftar panjang korban cinlok-nya."

Serena teringat gosip panas di majalah Vogue bulan lalu tentang bagaimana Nicholas membuat lawan mainnya tidak bisa berjalan tegak karena pesonanya. Dan yang paling mengerikan bagi Serena adalah reputasi teknis pria itu.

"Dan jangan lupakan teknik ciumannya," Serena bergidik, bibirnya mengerucut sinis.

"Media menyebutnya 'The Vacuum'. Kudengar bibir aktris terakhir yang beradu akting dengannya sampai bengkak jentol selama tiga hari karena hisapannya yang terlalu... antusias. Aku punya pemotretan wajah untuk Chanel minggu depan. Aku tidak mau tampil dengan bibir seperti disengat tawon."

Tepat saat Serena hendak berdiri, pintu lounge eksklusif itu terbuka. Aroma sandalwood dan oud yang sangat familiar menyeruak masuk. Nicholas Moreau Feng melangkah masuk dengan setelan jas hitam tanpa dasi, kancing atas kemejanya terbuka, menampilkan kesan santai namun sangat berkuasa. Mata sipitnya yang tajam langsung mengunci sosok Serena.

"Masih saja sombong, ma chérie?" suara Nicholas berat, dengan aksen Prancis yang kental dan menggoda.

Serena memutar bola matanya. "Kembalilah ke set filmmu, Nicholas. Aku sedang tidak butuh aktor pendukung dalam hidupku."

Nicholas terkekeh, langkahnya mendekat hingga ia berdiri tepat di depan Serena, menginvasi ruang pribadinya. Keunggulan tinggi badannya membuat Serena harus sedikit mendongak.

"Aku dengar kau takut bibirmu rusak karena aku," bisik Nicholas, menunduk hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Mata sipitnya berkilat penuh kenakalan. "Itu hanya rumor, Serena. Aku menyesuaikan tenaga sesuai dengan... kualitas lawanku."

"Kau pria brengsek, Nick. aku tahu semua trikmu," desis Serena, meski jantungnya berkhianat dengan berdegup lebih kencang.

Nicholas tersenyum miring, senyum yang telah meluluhkan jutaan wanita di seluruh dunia. "Kalau begitu, buktikan di depan kamera. Apa kau takut jatuh cinta Lagi padaku ? Atau kau takut kau sendiri yang tidak ingin berhenti saat aku menciummu?"

Serena mengepalkan tangannya di balik gaun mahalnya. Tantangan itu dilemparkan tepat di depan wajahnya. Di dunia kelas atas Paris, reputasi adalah segalanya, dan Serena Rousseau Mane tidak pernah lari dari tantangan, bahkan jika itu berarti mempertaruhkan bentuk bibirnya.

"Ambil kontraknya, Marc," ujar Serena tanpa melepaskan pandangan dari mata Nicholas. "Tapi satu syarat, Jika bibirku sampai jentol, aku akan menuntut keluarga Feng hingga bangkrut."

Nicholas tertawa lepas, suara yang terdengar seperti melodi berbahaya. "Kesepakatan yang menarik. Sampai jumpa di lokasi, Serena."

Keputusan Serena untuk menandatangani kontrak itu membawa ingatannya melayang kembali ke lorong-lorong International School of Paris tujuh tahun lalu. Saat itu, mereka adalah pasangan impian, sang pewaris Feng yang karismatik dan putri dari keluarga Rousseau yang menjadi primadona sekolah.

Hubungan mereka yang berjalan satu tahun itu sangat intens, penuh dengan janji-janji remaja di bawah menara Eiffel. Namun, semuanya hancur ketika Nicholas menerima peran layar lebar pertamanya saat kelas tiga SMA.

"Itu cuma akting, Serena! Hanya pekerjaan!" teriak Nicholas muda di depan gerbang sekolah malam itu.

"Pekerjaan tidak mengharuskanmu menghisap bibir wanita lain sampai seperti itu, Nick!" balas Serena dengan air mata berlinang. Ia baru saja melihat cuplikan trailer film debut Nicholas, di mana Nicholas melakukan adegan ciuman yang sangat agresif, gaya yang kemudian menjadi ciri khasnya, 'The Vacuum'. "Kau tampak seperti sedang menikmati setiap detiknya. Kau melakukannya dengan perasaan!"

Sejak hari itu, Serena memutuskan hubungan mereka. Ia bersumpah tidak akan pernah menjadi salah satu wanita yang Dilahap oleh ambisi Nicholas.

Kembali ke Masa Sekarang...

Matahari Côte d'Azur menyengat kulit, tapi suasana di lokasi syuting justru terasa dingin karena ketegangan antara kedua pemeran utama. Hari ini adalah pengambilan gambar adegan kunci: The First Kiss.

Nicholas berdiri di balkon vila yang menghadap ke laut Mediterania, mengenakan kemeja linen putih yang tidak dikancing rapi. Serena mendekat, mengenakan gaun sutra tipis yang tertiup angin laut.

"Jangan berani-berani menggunakan teknik itu padaku, Nicholas," bisik Serena tepat sebelum sutradara berteriak 'Action!'.

"Jika kau melakukannya, aku akan menggigit lidahmu."

Nicholas hanya memberikan senyum tipis yang sulit diartikan. Begitu kata "Action" bergema, karakter yang mereka mainkan mengambil alih. Nicholas menarik pinggang Serena dengan posesif, matanya yang sipit menatap bibir Serena dengan intensitas yang membuat lutut siapa pun lemas.

"Aku sudah menunggu tujuh tahun untuk ini," bisik Nicholas, di luar naskah, hanya bisa didengar oleh Serena.

Dan kemudian, Nicholas mendaratkan ciumannya.

Bukan ciuman 'alat sedot' yang ditakuti Serena. Sebaliknya, itu adalah ciuman yang lambat, lembut, namun penuh dengan rasa rindu yang tertahan bertahun-tahun. Nicholas seolah ingin membuktikan bahwa ia bisa mengontrol kekuatannya. Namun, justru kelembutan itulah yang membuat Serena lengah.

Saat Nicholas mulai memperdalam ciumannya, menghisap bibir bawah Serena dengan ritme yang menuntut, Serena merasakan sensasi yang familiar. Sensasi yang dulu membuatnya jatuh cinta. Nicholas tidak sedang berakting, dia sedang mencoba mengklaim kembali miliknya.

Ketika sutradara akhirnya berteriak "Cut! Perfect!", Nicholas melepaskan tautan mereka perlahan. Ia menyapukan jempolnya ke bibir Serena yang kini terlihat sedikit memerah dan... ya, mulai membengkak kecil karena intensitas ciuman barusan.

"Sepertinya kau butuh kompres es, Serena," ujar Nicholas dengan nada mengejek yang seksi. "Tapi akui saja, kau tidak ingin aku berhenti, kan?"

Serena menyentuh bibirnya yang berdenyut jentol, hatinya berkecamuk antara amarah dan gairah yang lama terpendam.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 😍

1
Fbian Danish
ceritanya bagus bgt. aku suka.... satset tanpa banyak drama, tapi alurnya enak untuk diikuti... suka..suka..suka..
Fbian Danish
baguuuuussss bgt ceritanya kak. cerita sat set tanpa banyak drama tapi alurnya enak dan konflik yg tidak terlalu pelik. aku suka bgt asli.....
Fbian Danish
bapaknya memberi jaminan kancing, anaknya gantungan kristal... like father like son😄
Salsabiell Jannah
sukaaaaa bangetttt sama novel ini 😍😍😍😍
Ros_10: Makasih 😍
total 1 replies
Fbian Danish
bagus bgt karyamu Thor... 🔥🔥🔥🔥
Fbian Danish
happy bgt kak❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!