Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Malam ini Bobby bersama keluarganya telah tiba di sebuah restoran mewah yang terletak di pusat kota Jakarta. Mereka secara khusus memesan ruangan VVIP yang terpisah dari area umum untuk menjamu keluarga Barack.
Vera sangat tidak sabar, berharap putranya segera tumbuh dewasa. Siapa yang tidak ingin memiliki besan sekelas Antonio Barack?
"Bianca itu walaupun masih kecil, tapi dia sangat cantik. Kelak setelah dia tumbuh dewasa, dia pasti akan semakin terlihat cantik, Pa. Pram pasti tidak akan pernah menyesal dijodohkan dengannya," ucap Vera sambil tersenyum lebar.
Bobby menganggukkan kepalanya. "Iya, Ma. Papa pasti akan melakukan yang terbaik untuk Pram."
Pram yang belum mengerti apa-apa, dia tampak sangat menikmati semua hidangan mewah yang tersaji di atas meja. Hidupnya benar-benar beruntung. Dulu, kehidupannya begitu sederhana. Tapi setelah ibunya menikah dengan ayah tirinya, kini dia seperti seorang pangeran yang dimanjakan dengan semua fasilitas yang mewah. Apapun yang dia inginkan pasti akan dipenuhi, dan ada banyak pelayan yang siap melayani kebutuhannya.
Beep...
Beep...
Beep...
Ponselnya Bobby tiba-tiba berdering. Dia segera mengangkat panggilan telepon dari Antonio Barack.
"Hallo, Tuan Antonio. Kami sudah menunggu Anda di restoran..."
Tapi Antonio memotong perkataan Bobby, "Maafkan kami, Tuan Bobby. Kami tidak bisa datang kesana malam ini."
Bobby sangat kecewa mendengarnya. "Kenapa, Tuan Antonio?"
"Dari siang Bianca menghilang. Kami telah mencari ke mana-mana, bahkan sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, tapi sampai sekarang Bianca masih belum juga ditemukan," jawab Antonio. Dari suaranya, dia sangat terlihat gelisah.
Bobby sangat terkejut mendengarnya. "Apa? Bianca menghilang?"
Bobby berkata lagi dengan nada khawatir, "Kalau begitu, saya akan membantu Anda. Saya akan mengerahkan banyak orang untuk mencari putri Anda."
Antonio sangat terharu mendengarnya, "Terimakasih sudah mau membantu, Tuan Bobby."
Bobby menjawab, "Sama-sama, Tuan Antonio. Saya sudah menganggap Bianca seperti putri saya sendiri, saya pasti akan melakukan apa saja untuk mencarinya."
...****************...
Di sebuah gudang tua di Kota Sagara, Raka perlahan-lahan membuka kelopak matanya. Efek obat bius yang dia rasakan masih membuat matanya terasa sangat berat, sehingga dia tampak sangat kebingungan. Kepalanya masih terasa terus berputar-putar.
"Aku sedang berada dimana?" gumamnya dengan pelan.
Tanpa sengaja dia mendengar suara orang-orang yang sedang berbicara serius di balik pintu, meskipun sedikit samar-samar karena terhalang dinding gudang.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah kita harus langsung mengeksekusi mereka? Tim medis sudah memeriksa kesehatan mereka, dan tidak ada kendala apapun pada tubuh mereka." Terdengar suara seorang pria di luar sana.
Pria yang lainnya menjawab, "Tapi bukannya anak kecil yang perempuan itu anak orang kaya di Jakarta? Kenapa kita tidak meminta tebusan saja? Aku yakin jika kita meminta berapa miliyar pun, pasti akan ditebus oleh mereka."
Terdengar lagi suara pria yang begitu serak, "Itu terlalu beresiko. Yang ada nanti kita dijebak oleh pihak kepolisian dan orang-orang mereka. Dengan menjual organ mereka ke luar negeri saja, itu sudah cukup menguntungkan."
Raka tercengang mendengarnya. Menjual organ? Sepertinya dia telah diculik oleh sekelompok orang yang sering melakukan perdagangan organ manusia.
Walaupun Raka masih berusia delapan tahun, tapi dia memang cukup pintar dan memiliki pengetahuan yang luas. Hampir setiap hari dia belajar dengan ibunya, baik itu belajar pelajaran sekolah, maupun belajar tentang ilmu kedokteran. Termasuk sering membaca koran dan menonton acara berita di televisi, untuk menambah pengetahuan. Karena itu, dia cukup tahu apa yang sedang dibicarakan oleh ketiga preman itu.
Tapi... Raka mengerutkan keningnya, saat dia menyadari sesuatu yang sangat penting, bahwa bukan dirinya saja yang diculik. Dengan kepalanya yang masih pusing, dia segera memperhatikan ke sekeliling gudang tersebut, yang tertutup sangat rapat. Dia sangat terkejut saat melihat ada seorang anak perempuan yang sedang duduk tak jauh darinya, dengan kondisi tangan dan kakinya terikat dengan tali.
Anak perempuan itu sangat cantik. Mungkin seusia dengannya. Matanya tampak sembab mungkin karena sudah menangis sedari tadi.
Meskipun Raka sangat ketakutan, dia tetap berusaha menenangkan anak perempuan itu. Dia berbicara dengan pelan, "Jangan takut. Aku pasti akan mencari cara agar kita bisa keluar dari sini."
Anak perempuan itu pun menganggukan kepalanya. Kata-kata Raka membuat hatinya sedikit merasa tenang.
Kemudian Raka bertanya, "Siapa namamu?"
Anak perempuan itu menjawab dengan suara sedikit gemetaran, "Na-namaku... Bianca."
ahh author nya pasti riset dl ini👍👍👍@DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ good job thor👍
I know you gonna make it, Dy 👏...
Biancaaaa kasih reward special untuk Dylan yaakkk /Drool/....
Awass ditagih lho janjinya wkwkwkwk...
Selalu melarikan diri dari kenyataan dan lari dari tanggu gjawab 😡👊✊...
Mental pecundang telah mendarah daging ☹️....
Luar biasa, nasib baik masih menyertaimu Miler...
Biarkan yang berkompeten saja yang turun tangan menangani pasien....
Jangan berisik dan nyrimpeti...
Cukup diam, anteng, dan renungi kesalahan yang seringkali terjadi ketika menangani pasien..
Siap2 menerima konsekuensi..
Karena kecerobohan dan kelalaianmu...
Yang sudah berada di level yang sangat membahayakan pasien 😱😡...
Meski ada yang sedang meregang nyawa di depan mata /Panic/...
Lakukan sesuatu semaksimal mungkin papa, semampu yang Anda bisa..
Langkah awal ini akan sangat berarti sebagai salah satu dukungan moral untuk Dylan...
Percayalah papa itu akan menjadi hal luar biasa yang akan selalu diingat oleh Dylan sepanjang hidup..
Bobby sebentar lagi keangkuhanmu akan digantikan dengan penyesalan seumur hidupmu😩
Sekaligus memperbaiki reputasi rumah sakit yang sempat diacak-acak dengan sengaja 😱..
Bahkan bisa masuk dengan lenggang kangkung ke ruang kontrol 😣...
Membuka data rekam medis pasien 👌...