NovelToon NovelToon
Membuang Tunangan Sampah, Ku Nikahi Pamannya

Membuang Tunangan Sampah, Ku Nikahi Pamannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

Di khianati tunangan sampah, eh malah dapat pamannya yang tampan perkasa!

Cerita berawal dari Mayra andini kusumo yang mengetahui jika calon suaminya Arman, berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri.

Di hari pernikahannya mayra mengajak Dev-- paman dari Arman untuk menikah dengan nya, yang kebetulan menjadi tamu di pernikahan keponakannya. Dan mayra juga membongkar perselingkuhan arman dan Zakia yang di lakukan di belakangnya selama ini.


Cerita tidak sampai di situ, setelah menikah dengan Dev, Mayra jadi tahu sisi lain dari pria dingin itu.

Dapatkan mayra meluluhkan hati Dev yang sekeras batu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GIRLS TIME

Setelah pengukuran untuk perubahan kecil dan jadwal fitting berikutnya, mereka semua keluar dari butik dengan perasaan puas dan menyenangkan.

"Aku traktir makan siang untuk merayakan ini," tawar Bambang dengan senyum.

"Papa tidak perlu sampai--" Sela Mayra.

"Tapi papa ingin, nak. Ini momen spesial, kita harus merayakan dengan benar," potong Bambang dengan tegas tapi penuh kasih.

Akhirnya, mereka makan siang di restoran Italia yang nyaman, dengan percakapan yang mengalir tentang perencanaan pernikahan, cerita lucu dari Dina tentang pertama kali dia bertemu Dev, dan Bambang berbagi kenangan tentang pernikahan dia dengan mama Mayra.

"Mama juga pakai gaun sabrina loh," cerita Bambang dengan nostalgia. "Tapi dengan gaya berbeda, lebih tradisional. Tapi sama-sama cantik."

"Aku berharap aku bisa lihat foto-foto pernikahan Papa dan Mama lebih banyak," kata Mayra.

"Nanti Papa bawa album yang tersimpan. Kamu bisa lihat dan mungkin masukkan beberapa elemen dari pernikahan kami ke pernikahanmu, sebagai penghormatan untuk Mama," usul Bambang.

Mayra tersenyum dengan hangat. "Aku akan suka itu, Pa."

Setelah makan siang, Bambang pamit karena ada janji, tapi tidak sebelum memeluk Mayra dan Dev dengan erat.

"Terima kasih sudah melibatkan Papa hari ini," kata Bambang pada Dev. "Artinya banyak untuk Papa."

"Papa adalah bagian penting dari hidup kami. Tentu saja kami ingin Papa terlibat," jawab Dev dengan tulus.

Setelah Bambang pergi, Dina menatap Mayra dan Dev dengan senyum jahil.

"Oke lovebirds, sekarang kalian mau ngapain? Mau aku tinggal supaya kalian bisa kencan atau--"

"Sebenarnya, aku mau ajak kamu belanja lagi, Din," potong Mayra. "Untuk gaun bridesmaidmu."

Mata Dina melebar. "Tunggu, serius?!"

"Serius. Kamu kan bridesmaidku. Kita perlu cari gaun yang cocok dengan tema pernikahan," kata Mayra.

"Ya ampun ya! Ayo!" Dina hampir melompat dengan antusias.

Dev tertawa melihat semangat Dina. "Kalian pergi saja. Aku akan balik ke kantor, ada beberapa hal yang perlu kutangani. Aku akan jemput kamu nanti sore, oke?"

"Oke. Terima kasih untuk hari ini, Dev. Untuk semuanya," kata Mayra sambil berjinjit untuk mencium Dev.

"Kapan saja, sayang. Selamat berbelanja," kata Dev sebelum memeluk Mayra sekali lagi dan pamit.

***

Mayra dan Dina menghabiskan sisa sore menjelajah di beberapa butik untuk gaun bridesmaid.

"Aku mau kamu pakai sesuatu yang akan benar-benar kamu pakai lagi, bukan gaun bridesmaid khas yang cuma dipakai sekali lalu nganggur di lemari," kata Mayra sambil menjelajah.

Setelah mencoba beberapa pilihan, mereka menemukan yang sempurna: gaun midi dengan warna dusty rose yang melengkapi tema pernikahan, dengan potongan yang elegan tapi nyaman.

"Aku suka ini!" kata Dina sambil berputar di depan cermin. "Dan kamu benar, aku bisa pasti pakai ini lagi untuk acara lain."

"Sempurna. Kita ambil ini," putus Mayra, final.

Saat menunggu gaun dikemas, Dina menatap Mayra dengan serius.

"May, aku mau bilang sesuatu."

"Apa, Din?"

"Aku sangat bangga sama kamu. Dari semua yang kamu lalui, pengkhianatan Arman, drama dengan Zakia, pernikahan mendadak dengan Dev, kamu melewati semuanya dengan anggun dan kuat. Dan sekarang lihat kamu, benar-benar bahagia, benar-benar jatuh cinta, merencanakan pernikahan yang indah. Kamu pantas mendapat semua ini," kata Dina dengan emosional.

Mayra memeluk sahabatnya dengan erat. "Terima kasih, Din. Karena selalu ada untukku. Aku tidak akan sampai di sini tanpa dukunganmu."

"Selalu, bestie. Selalu," jawab Dina sambil membalas pelukan. Duo bestie itu berpelukan seperti teletabis.

Dan Mayra tahu,ia dikelilingi oleh cinta dari Dev, Papa, Dina, dan semua orang yang peduli padanya, pernikahan kali ini akan benar-benar sempurna.

Karena kali ini, semuanya nyata.

***

Dua minggu sebelum hari pernikahan, Dina mengirim pesan ke grup obrolan yang dia buat khusus untuk pesta bujangan Mayra.

(Girls! Sabtu besok jam 10 pagi. Jangan ada yang batal ya! Ini hari spesial untuk pengantin kita tercinta!")

Mayra yang membaca pesan itu sambil sarapan dengan Dev langsung menoleh ke suaminya dengan tatapan curiga.

"Kamu tahu tentang ini?" tanya Mayra sambil menunjukkan ponselnya.

Dev tersenyum sambil memotong panekuknya dengan santai. "Tahu tentang apa?"

"Jangan pura-pura. Dina pasti koordinasi sama kamu untuk tanggal ini," tuduh Mayra.

"Mungkin," jawab Dev dengan senyum misterius. "Kenapa? Kamu tidak mau?"

"Bukan tidak mau, tapi aku tidak menyangka akan ada pesta bujangan lagi. Maksudnya, kita secara teknis sudah menikah," kata Mayra.

Dev meletakkan garpu dan pisaunya, meraih tangan Mayra di atas meja. "Tapi kali ini beda, Mayra. Kali ini kita melakukan semuanya dengan benar. Termasuk pesta bujangan sebelum upacara yang sebenarnya. Lagipula, Dina sudah sangat bersemangat merencanakan ini. Jangan kecewakan dia."

Mayra menghela napas dengan senyum. "Baiklah. Tapi tidak boleh terlalu berlebihan ya."

"Aku tidak bisa jamin apapun soal Dina," goda Dev.

***

Sabtu pagi, sebuah mobil mewah menjemput Mayra dari penthouse tepat jam sepuluh.

Di dalam mobil sudah ada Dina dengan senyum lebar, plus dua teman dekat Mayra dari kantor, Sari dan Lina.

"Kejutan!" teriak mereka bertiga saat Mayra masuk.

"Ya ampun, kalian semua di sini!" kata Mayra sambil memeluk mereka satu per satu. "Kemana kita?"

"Rahasia," jawab Dina dengan misterius. "Yang pasti, kamu akan dimanjakan hari ini."

Mobil membawa mereka ke spa mewah di kawasan Senopati, tempat yang terkenal dengan perawatan tradisional Indonesia yang dipadukan dengan teknik modern.

"Kita akan menghabiskan empat jam di sini," jelas Dina sambil mereka berjalan masuk. "Pijat seluruh tubuh, perawatan wajah, perawatan rambut, manikur-pedikur, semuanya. Kamu perlu santai sebelum seminggu terakhir menuju pernikahan yang pasti akan sibuk."

Mayra merasakan matanya berkaca-kaca. "Kalian terlalu baik padaku."

"Kamu pantas mendapat ini semua, May," kata Sari sambil merangkul bahu Mayra. "Sekarang ayo, saatnya dimanjakan."

Empat jam berikutnya adalah kenikmatan murni. Mayra merasakan semua ketegangan di tubuhnya hilang dengan pijatan yang ahli, kulitnya terasa segar setelah perawatan wajah dengan bahan-bahan alami, dan rambutnya berkilau setelah perawatan spa rambut.

"Ini surga dunia," gumam Mayra dengan mata terpejam saat terapis memijat kakinya selama pedikur.

"Tunggu sampai kamu lihat agenda selanjutnya," kata Dina dengan senyum misterius.

Setelah spa, mereka makan siang di restoran fusion yang elegan, dengan makanan yang lezat dan pemandangan kota Jakarta yang indah dari lantai dua puluh.

"Jadi Mayra," mulai Lina setelah mereka memesan. "Cerita dong, bagaimana rasanya akan menikah lagi dengan pria yang sama? Ini kan situasi yang unik banget."

Mayra tersenyum sambil memutar gelas wine-nya. "Unik memang. Tapi rasanya benar. Pernikahan pertama kami didasari oleh banyak alasan yang salah, balas dendam, kontrak, kekacauan. Tapi pernikahan kali ini murni karena cinta. Karena kami tahu kami ingin menghabiskan sisa hidup bersama."

"Itu sangat romantis," kata Sari dengan kagum. "Dan Dev terlihat sangat berbeda sekarang. Maksudku, dia selalu tampan dan sukses, tapi sekarang ada kehangatan di matanya setiap kali dia menatapmu."

"Karena kamu membuat dia bahagia," tambah Dina. "Aku ingat saat pertama kali bertemu Dev, dia sangat dingin dan tertutup. Sekarang dia bahkan bisa bercanda dan tertawa. Itu semua karena kamu, May."

Mayra merasakan pipinya memanas. "Dev juga membuat aku bahagia. Lebih bahagia dari yang pernah kubayangkan."

Setelah makan siang, Dina membawa mereka ke salon kelas atas untuk sesi penataan.

"Kita akan foto-foto nanti sore, jadi kita semua harus terlihat sempurna," jelas Dina sambil mereka duduk di kursi salon.

"Foto-foto?" tanya Mayra bingung.

"Foto pra-pernikahan versi cewek-cewek! Aku sudah atur fotografer dan beberapa lokasi yang lucu di sekitar Jakarta. Ini akan jadi kenangan yang indah," kata Dina dengan bersemangat.

Beberapa jam kemudian, mereka berempat keluar dari salon dengan rambut yang di-blow dry sempurna, riasan yang sempurna tapi tetap natural, dan pakaian yang sudah Dina siapkan, gaun-gaun cantik dengan warna-warna pastel yang menggemaskan.

Fotografer yang Dina sewa membawa mereka ke beberapa tempat estetik di Jakarta, kafe vintage dengan seni dinding yang cantik, taman dengan bunga-bunga yang sedang mekar, dan bar atap dengan pemandangan matahari terbenam.

Mereka foto dengan berbagai pose, ada yang serius dan elegan, ada yang lucu dan candid, ada yang sentimental dengan Mayra di tengah dipeluk oleh ketiga sahabatnya.

"Ini untuk album kenangan," kata Dina sambil memeluk Mayra dari samping untuk foto. "Puluhan tahun dari sekarang, kamu akan lihat foto-foto ini dan ingat betapa kami semua mencintaimu."

Mayra tidak bisa menahan air mata lagi. "Aku mencintai kalian semua juga. Terima kasih untuk hari ini. Untuk semua yang kalian lakukan."

Setelah sesi foto selesai, mereka makan malam di restoran atap yang romantis, dengan pemandangan Jakarta malam yang berkilauan.

"Oke, saatnya untuk bersulang," kata Dina sambil mengangkat gelas wine-nya. "Untuk Mayra, wanita terkuat yang kami kenal. Dari menghadapi pengkhianatan dengan kepala tegak, membuat keputusan berani untuk menikahi Dev, hingga menemukan cinta sejati yang sesungguhnya. Kami sangat bangga padamu dan sangat bahagia melihatmu bahagia. Bersulang untuk cinta, untuk persahabatan, dan untuk masa depan yang indah!"

"Bersulang!" seru mereka semua sambil mempertemukan gelas hingga berbunyi suara Ting!

Mayra melihat teman- temannya dan dalam hati ia bersyukur karena kebahagiaan yang sebenarnya telah ia dapatkan.

****

1
Siti Maryati
suka ceritanya ... banyak masalah langsung selesai jd ga berlarut" atau ber bab" selesainya.
pembelajaran juga .. komunikasi yg baik adalah solusi dr setiap masalah yg datang.
👍👍
Jaden Bowen
👍👍👍👍👍
falea sezi
bapaknya goblok ceraikan lah istri benalu
Siti Maryati
seneng baca ceritanya ... ringan, alur nya bagus, tertata
Siti Maryati
blm kebaca nih rintangan ke depan bya
arniya
mampir kak
Siti Maryati
enak alur ceritanya
Siti Maryati
👏👏👏👏
Ryn
lanjut thourr
Siti Maryati
aku juga siap .....
menunggu mu update lagi
Siti Maryati
Doble triple ya up nya
olyv
lanjut....
Siti Maryati
seru
Siti Maryati
ditunggu up nya ya
astr.id_est 🌻
😄😄 wahh karya baru lagi thor semangat terus ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!