NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:795
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musibah Rumah sakit

Dirumah sakit keadaan Keisha sudah membaik, dia sudah mulai berceloteh walau masih lemas, dokter pun telah memeriksanya dan melihat hasil nya menunjukkan tanda-tanda jika dia sudah mulai pulih.

"Kamu jaga adikmu nak baik-baik, kondisinya sudah bagus dia bisa pulang 2/3 hari lagi jika demamnya tidak naik dan trambositnya bagus". Ucap sang dokter mengelus kepala Kayla.

Sang dokter tersenyum lembut, dia mendengar cerita dari anak baik dan tangguh ini, dia berharap jika kelak anak ini bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

"Terima kasih dokter, aku akan berusaha menjaga adikku sebaik mungkin". Ucap Kayla dengan sopan dan senyuman.

"Ya sudah, dokter akan periksa yang lainnya dulu, kamu istirahatlah disamping adikmu". Ucap dokter berlalu kemudian memeriksa satu persatu pasien yang ada di ruangan ini.

Sedangkan Kanaya dan Keenan telah pulang kerumah tepatnya rumah kepala desa, dia mendapat kan upah 40 rb hari ini karena telah membantu bu Hasni dari pagi hingga sore hari.

"Kalian darimana nak, kok baru pulang". Tanya istri dari kepala desa.

"Maaf bu, kami lupa memberitahu ibu jika kami akan membantu ibu Hasni atau ibu kantin sekolah, kami memang setiap hari pulang sekolah jam segini karena kami membantu beliau untuk mengurus warung dan kantin beliau setiap hari bahkan dengan kak Kayla juga". Ucap Kanaya menunduk, dia takut kena marah karena tidak bilang apapun dan tidak izin.

"Ya sudah jika memang seperti itu, ibu hanya khawatir pada kalian, kalian mandi dulu, setelah istirahat sebentar dan makan yah". Ucap Ibu desa mengelus kepala mereka berdua bergantian.

"Terima kasih bu". Ucap keduanya kompak dan masuk kedalam rumah dan menuju kamar tamu untuk mereka.

Setelah berganti baju dan mandi, Kanaya melihat banyak piring di westafel, tanpa disuruh dirinya dengan senang membersihkannya. Setelah selesai Kanaya menyuruh sang adik duduk diluar menemani ibu desa berjualan. Sedangkan dirinya akan membersihkan rumah barulah dirinya akan makan malam bersama keluarga ibu desa nantinya.

"Kamu yang membersihkan semuanya nak?? Tanya ibu desa begitu masuk kedalam rumah mendapati rumahnya telah bersih dan wangi karena Kanaya membereskan semuanya.

"Iya bu, maaf yah aku tidak bilang-bilang ingin bersih-bersih rumah". Ucapnya menunduk takut.

"Tidak apa-apa nak, terima kasih telah membantu ibu, hanya saja kamu baru pulang sekolah dan telah capek karena bekerja di kantin dan warung makan ibu Hasni, ibu khawatir kamu kelelahan nantinya". Ucap Ibu Desa memandang Kanaya dengan khawatir.

"Tidak apa-apa bu, saya bisa kok, saya sudah terbiasa melakukannya, kata ibu selama badan masih sehat kerjakan apapun tanpa menunda, kak Kayla juga selalu mengatakannya padaku jika kami dirumah".

"Ya sudah, kamu istirahatlah diluar duduk nanti kita makan malam bersama-sama".

"Iya bu, kalau begitu saya keluar dulu menemani Keenan". Ucap Kanaya dengan Sopan.

Ibu desa hanya menghela nafas melihat kepergian Kanaya, dia hanya tersenyum, betapa dia kagum cara mendidik anak-anak itu sehingga menjadi tangguh dan penuh rasa syukur serta tanggungjawab.

Malam hari pun tiba, setelah mengerjakan pekerjaan sekolahnya, Kanaya dipanggil oleh keluarga pak desa untuk makan malam bersama.

"Nak, besok hari libur, kalian mau ikut menjenguk kakak dan adik kalian?? Tanya kepala desa kepada mereka saat mereka makan malam bersama.

"Benarkah pak, kami bisa bertemu dengan kakak dan adik kami". Ucap Kanaya dengan berbinar.

"Tentu nak, kebetulan bapak juga akan ke kota karena banyak urusan adminitrasi dan harus bapak selesaikan kemungkinan itu akan memakan waktu sampai sore jadi kalian bisa dirumah sakit lebih dulu nanti bapak akan jemput kalian disana jika akan pulang". Pak desa tersenyum.

"Terima kasih pak, kami sangat merepotkan bapak sekeluarga". Ucap Kanaya menunduk.

"Kamu dan adikmu tidak menyusahkan nak, bahkan selama kamu dan adikmu disini, kamu banyak membantu kami terutama ibu karena ibu menjual pekerjaan rumah bahkan kamu yang mengurus nya tanpa ibu suruh".

"Benar nak, kalian anak baik dan rajin, kami senang kalian bisa tinggal disini".

"Terima kasih ". Keenan menundukkan kepalanya tersenyum.

Adik lelaki satu-satunya itu memang sangat pendiam, dia hanya akan mengeluarkan suaranya pada saat yang tepat, dan akan bertindak jika ada yang berni mengusik dan memperlakukan kakaknya dengan tidak baik.

Mereka pun melanjutkan makan mereka dengan tenang, setelah itu Kanaya pun membantu ibu desa untuk membersihkan bekas makan mereka sekeluarga.

Sedangkan di rumah sakit terjadi musibah kebakaran, Kanaya menggendong tasnya dibelakang dan menggendong sang adik yang tengah meringkuk ketakutan dipelukan sang kakak.

"Tolong.. tolong.. Terdengar teriakan dari berbagai penjuru, semua orang berhamburan keluar dari rumah sakit dengan tergesa-gesa.

"Kakak". Keisha yang lemah memanggil sang kakak.

"Tidak apa dek, kakak akan membawamu menjauh lebih dulu, nanti kita balik rumah sakit jika keadaan sudah aman". Ucapnya dengan nafas tersenggal-senggal karena berlari.

Dia beruntung hanya membawa satu tas sekolahnya dan beberapa pakaian saja selebihnya salah berkas-berkas sang adik selama dirumah sakit jadi gampang melarikan diri, dia hanya berjuang untuk membawa adiknya keluar dari kerumunan.

"Kita disini dulu dek, sampai keadaan aman". Kayla melihat sang adik dengan kasian, dia mengecek selang inpus adiknya takut berdarah karena mereka berlari tadi.

"Syukurlah". Ucapnya dengan lega.

"Dia membaringkan sang adik ke lantai mesjid, yah Kayla membawa adiknya ke mesjid yang ada di ujung jalan tidak terlalu jauh dari rumah sakit, dia tidak memiliki keluarga disini, itu sebabnya dia berada di mesjid ini.

"Siapa kalian nak, kok adik kamu di inpus seperti itu?? Tanya pengurus mesjid karena heran melihat keduanya.

"Adik saya pasien rumah sakit dengan penyakit demam berdarah, saat rumah sakit kebakaran, kami tak punya tempat lain untuk di tuju jadilah aku membawa adikku kesini". Kayla menjawab dengan sopan.

"Begitu rupa nya, kalian boleh disini untuk sementara, nanti balik kerumah sakit lagi kasihan adikmu, jika sudah memungkinkan".

"Iya paman, terima kasih".

"Ya sudah kamu tunggu disini, paman belikan kamu dan adikmu makanan dulu, paman yakin kalian belum makan sejak tadi apalagi rumah sakit dilanda kepanikan seperti itu".

"Terima kasih paman, tapi tidak World, kami Sudah makan tadi dirumah sakit, nanti besok baru makan lagi, saya akan kembali kerumah sakit dalam beberapa jam lagi". Ucapnya dengan sopan.

Dia teringat dengan perkataan suster Maya dan Aisyah untuk tidak percaya dengan siapapun.

"Baiklah jika seperti itu nak, paman pulang dulu, kamu baik-baik lah disini dan beberapa jam lagi kembalilah dirumah sakit, seperti nya masalah disana sudah selesai karena paman mwlohat para pemadam sudah pulang".

Sedangkan dirumah pak desa terjadi kehebohan karena mendengar berita terbakarnya rumah sakit tempat Kayla dan keisha berada.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!