NovelToon NovelToon
Stuck With You (Ma Mia Cara)

Stuck With You (Ma Mia Cara)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Cinta Paksa / Cinta pada Pandangan Pertama / Wanita Karir / Romansa
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sequoia_caca

"Kau adalah milikku, Kau ada di setiap hembusan nafasku. Ku bunuh siapapun yang berani menyentuhmu. Aku mencintaimu Anya" - Damian Andante Salvatore

"Yang kau sebut cinta itu adalah Penjara bagiku Dante. Bila bersamamu rasanya sesak bagiku. Aku membencimu Dante" - Azzevanya Laluna Hazal



Hallo guys, ini adalah novel pertama ku... maaf kalau banyak typo atau ceritanya kurang menarik ya... Terima kasih banyak😍😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sequoia_caca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

What? Are you kidding me?

"Berkat kinerja mu yang sangat bagus, akhirnya kau yang akan mendekat padaku dengan sendirinya.. Mia cara"

Damian tersenyum bahagia.

Sedari tadi sejak ia meninggalkan Restoran, Damian larut dalam aktivitas nya memantau briefing lewat komputer nya. Ia sangat memuja Azzevanya yang selama ini ia cari. Azzevanya sulit dicari karena 3 tahun yang lalu Azze bekerja secara berpindah pindah, Damian mendapatkan nomor plat motor milik Azze lewat CCTV rumah sakit saat itu, tapi ternyata motor itu telah dijual secara acak.

Damian memang mengingat wajah Azze, bahkan ia mencari lewat media apapun tapi wanita itu memang sangat sulit ditemukan. Hans dan para anak buahnya tidak henti mencari keberadaan Azzevanya., tapi hasilnya nihil.

"Tuan, apa yang akan kau lakukan pada wanita itu? "

sejak tadi Hans melihat gelagat tuannya yang tidak seperti biasanya. Dalam benak Hans Walau pun tuannya itu sangat tampan, tapi karena auranya gelap dan menyeramkan jadi saat dia tersenyum bukannya indah, malah menakutkan.

"aku akan menikahinya. "

Jawab Damian percaya diri, tanpa menoleh pada Hans yang duduk di sofa sambil memperhatikan gerak geriknya.

"Bahkan dia takut padamu tuan, bagaimana menikahinya. ? "

Damian agak tersinggung dengan ucapan Hans. Dia langsung menoleh pada Hans saat mendapat pertanyaan itu.

"Bukan urusanmu. Kau hanya perlu ikuti perintahku. Jangan mengajariku! "

Hans langsung terdiam saat Damian berbicara seperti itu.

*toktok.

Suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan kerja Damian. Lalu, seorang sekretaris wanita masuk kedalam.

"Tuan, Azzevanya dari tim fnb product ingin mengantarkan sesuatu atas perintah pak Johan"

Damian yang mendengar nama Azzevanya langsung bangkit dari kursinya.

"Hansss pergilah!!! "

Hans yang diusir secara tiba-tiba hanya bisa menurut. Ia bangkit dari sofa lalu menuju pintu ruang kerja Damian.

"ehmmm..Masuklah!"

Azze masuk kedalam dan berpapasan dengan Hans, Hans sedikit memberikan senyum pada Azze lalu melangkah keluar.

"Tuan ini, kalio daging yang Anda minta. "

Azze memberanikan diri melangkah mendekati Damian yang berdiri menghadap Jendela besar di ruangan nya yang memperlihatkan pemandangan Kota Bandung dari atas.

Damian berbalik, tatapan mereka bertemu. Tapi Azze langsung menunduk.

Damian melangkah mendekat..

"Kubilang tadi, angkat kepalamu saat berbicara denganku. "

Azze mengangkat kepalanya ragu. Dia sangat tidak nyaman berada disana, kalau bukan karena pak Johan yang menyuruh, mungkin dia tidak mau kesana dan terjebak di situasi yang tidak mengenakan ini.

"Kutanya sekali lagi.. apa kau tidak mengingatku Anya..? "

Damian mencondongkan tubuhnya ke arah Azze. Azze merasa terjebak, ingin melangkah mundur tapi tidak bisa karena pria ini adalah atasanya. Dia tidak ingin dianggap lancang.

"Maaf, tapi aku tidak ingat tuan. "

"Kau sama sekali tidak pernah mengingat lagi saat kita pertama kali bertemu Anya? "

"Tapi sungguh tuan, aku tidak ingat sama sekali. "

Damian tersenyum smirk.

"Bahkan malam itu kau menangis karena mengkhawatirkan ku. "

"Pria gila ini memaksaku untuk mengingatnya, tapi aku sungguh tidak ingat.. "

Azze berbicara pada dirinya sendiri di dalam benaknya.

"Maaf tuan.. "

"Baiklah, kali ini aku melepaskan mu. Tapi ingat jika aku bertemu denganmu lagi. Kau harus sudah ingat kapan pertama kali kita bertemu. Kau boleh pergi.. sekarang. "

" Baik tuan, "

Azze menaruh Kalio daging itu diatas meja kerja Damian, dan segera berbalik utuk keluar.

Saat membuka pintu, ternyata Johan baru saja akan masuk.

"Azze sedang apa disini..? "

"Saya hanya mengantarkan Kalio daging yang Tuan Damian minta pak, kalau begitu saya permisi. "

Johan masuk kedalam ruangan itu, entah kenapa dia rasanya malas melakukan apapun hari itu, setelah mengetahui bahwa gadis yang Damian cari adalah Azzevanya.

Alasan Johan terkejut saat mengetahui itu adalah 3 tahun yang lalu. Saat mendapat kabar bahwa Damian ditembak oleh orang yang tak dikenal Johan sedang sibuk meeting di Jakarta atas perintah Damian untuk menggantikan nya. Dikala itu johan sedang sibuk-sibuknya mengambil alih perusahaan akomodasi yang Damian miliki. Sebenarnya dia tahu bahwa Damian sedang mencari wanita yang telah menyelamatkannya bahkan Johan tau Damian sampai melukis wajah Azze dikala waktu senggang setiap hari. Tapi Johan tak berniat sama sekali ingin tahu masalah itu karena dia sudah cukup lelah dengan urusan kantor. Dan Damian pun memaklumi nya.

Hingga saatnya tiba, Dan Johan mengetahui siapa wanita itu. Johan sedikit kecewa, dia tidak menyangka bahwa wanita yang dia sukai diam-diam selama ini adalah wanita yang sepupunya cari.

Bahkan dia akan mempromosikan Azze menjadi Executive Chef di Sisilia, Italia. Tempat dimana hotel pusat berada dan tempat dimana Damian tinggal. Sebenarnya rencana itu sudah di pikirkan dari dua bulan yang lalu oleh Semua petinggi termasuk Damian juga karena dia adalah pemilik brand akomodasi itu. Semua sudah terencana dan nama-nama yang mendapatkan promosi bukanlah sebuah kebohongan.

Tapi ini mungkin sudah takdirnya dan nasi sudah menjadi bubur. Johan tidak sanggup melawan Damian. Dan ini juga sebenarnya termasuk kesalahan nya yang tidak berani mengungkapkan perasaan nya kepada Azze.

"Jo.., bagaimana briefing nya? "

"Aku yakin kau sudah melihatnya Ian. "

Johan menjatuhkan dirinya diatas Sofa.

"Apa yang akan kau lakukan, pada Azze Ian? "

"Aku akan menikahinya.. "

"Jangan terlalu memaksanya , dia wanita yang baik.. "

"Kau menyukainya? "

Johan terkejut mendengar perkataan Damian yang sangat mendadak itu.

"mmmm tidak, aku hanya kasihan padanya. "

"Kau kasihan padanya karena akan menikahiku begitu? "

Damian bertanya dengan ekspresi menelisik pada Johan. Damian memang orang yang mudah tersinggung.

"Bukan, bro.. maksudnya kasihan adalah karena dia anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan. Sebelum bekerja disini, dia merupakan murid teladan Pak Hussen di perguruan tinggi. Dia banting tulang bekerja demi keluarga nya di panti. Dalam sehari dia bisa bekerja di dua tempat sekaligus.. Jadi jangan terlalu memaksanya. ".

" Kau dan Hans sama saja!."

Damian melanjutkan kata-katanya.

"Tapi tidak ada yang bisa menghalangi ku. Bahkan ini rencana Tuhan. Dia memang miliku maka dari itu tuhan mempertemukan aku dengannya lagi. "

"Baiklah terserah padamu. "

"Sejak tadi aku tidak meminta pendapat mu. Brengsek! "

Damian kesal karena Johan menasehati nya. Keputusan nya sudah bulat, dia akan menjadikan Azze miliknya. Dan tidak ada satupun yang bisa menghalangi itu.

"Oh iya, Ian satu hal yang kulewatkan. Apa kau sudah tau siapa yang mengirimkan seseorang untuk menembak mu malam itu.? "

"Kau memang tidak tahu, atau kau pura-pura tidak tahu? "

"Serius Ian... aku terlalu sibuk juga karena ulahmu yang lebih mementingkan klan dibanding uang. Jadi semua hal terlewat kan..Siall.....!!!"

Sebenarnya Johan kesal bukan karena insiden penembakan itu tapi dia lebih kesal karena melewatkan masalah Azze wanita yang Damian cari.

"Ayahmu."

"What? are you kidding me.??? dia memang menyebalkan, tapi dia tidak akan melakukan hal itu"

"Kenapa? kau tidak percaya? . "

Damian menyilangkan kakinya diatas meja.

"Mmm bukan seperti itu. Ayahku memang brengsek tapi dia tidak mungkin nekad dan terlalu terang terangan . "

"Bukan hanya dia tapi Kemal Ozturk juga terlibat. Mereka bekerja sama"

"Kenapa si brengsek itu bekerja sama dengan si brengsek lainnya!!!! "

"Kau tanyakanlah sendiri. "

"Aku tak sudi bertemu atau melihat wajahnya. "

"Yasudah.. "

Ada satu hal yang belum kalian ketahui. Ya, Damian bukan hanya seorang CEO dari Salvatore Group sebuah perusahaan dibidang akomodasi terbesar ke dua di dunia. Tapi dia juga adalah pemimpin dari Klan mafia Terkenal Wolfgang Salvatore. Dia juga berperan sebagai penguasa bisnis gelap, seperti perdagangan narkoba, senjata rahasia dan dunia prostitusi. Tidak ada yang tidak mengenalnya di Eropa dan Amerika. Dia terkenal bukan hanya karena ketampanannya dan kekuasaan nya. Tapi dia juga terkenal karena keganasannya dalam menghabisi setiap musuhnya. Dia sangat kejam jika berkaitan dengan orang yang mengusik dirinya atau orang terdekat nya. Dia seorang Psikopat, dan tidak punya belas kasihan.

"Kau pergi lah ke ruanganmu. Aku mau tidur sebentar. "

"Kau mengusir ku.. setelah semua usahaku? "

"Kau berisik seperti wanita... "

"Sialannn! ".

Ruangan Damian dan Johan terhubung oleh connecting door. Tapi punya masing masing pintu dari luar.

" Heyy kau belum menjelaskan bagaimana bisa kau tahu ayahku dan si Ozturk dibalik penembakan mu itu.. "

Johan masih penasaran keterlibatan ayahnya dengan musuh bebuyutan Salvatore untuk menghabisi Damian.

"Nanti saja, aku malas bicara. "

Damian menjawab Johan dengan malas.

"Dasar pemalas!"

1
Chusnul Chotimah
ngeri x Damian.kasihan sekali nanti nasib Azee
Farldetenc: Ada karya menarik nih, IT’S MY DEVIAN, sudah End 😵 by farldetenc
Izin yaa
total 1 replies
Nania Nia
Luar biasa
Hazal Alif: Terima kasih banyak kak/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!