NovelToon NovelToon
Aku Diceraikan Suamiku Di Depan Selingkuhannya

Aku Diceraikan Suamiku Di Depan Selingkuhannya

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:634.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Budy alifah

Diceraikan di depan selingkuhan suami dengan alasan dia tak cantik lagi,itu rasanya hancur. Tapi, tidak membuat Niken menyerah begitu saja.

Dia bertahan di dalam rumah tangga itu, bukan karena dia masih mencintai suaminya. Melainkan karena tidak sudi hartanya di nikmati madunya.

Bagaimana kisahnya? yuk cus baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budy alifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Aku tertawa di dalam tangis dengan nasib diriku ini, aku seperti sedang berperan dalam sinetron. Sangat sial, malam ini hujan mengguyur bumi menyambut kepergianku dari rumah. Rumah yang kupertahankan, tapi nyatanya aku kehilangan juga.

Aku sekarang tidak ada hak lagi atas Mas Pras, kini aku resmi menjadi janda anak satu yang keluar dari rumah tidak membawa apa-apa. Hanya pakaian dan anakku saja, pasti saat ini Hani senang telah menguasai semuanya.

Sangat miris bukan!

"Niken!" teriak sahabatku dari mobil avanza warna silver keluaran terbaru.

Aku mengusap air mataku, lalu berlari masuk mobil karena hujan mulai deras lagi. "Maaf ya La, aku merepotkanmu lagi.

"Merepotkan apa?" ujarnya sembari menjalankan mobilnya.

Gadis berambut pirang ini memang sangat menyayangiku sejak dulu, selalu ada sejak kecil bahkan pernah mendonorkan uang waktu aku diusir oleh keluargaku.

"Masuk, anggap saja rumahmu sendiri," katanya saat memasuki apartemen miliknya.

Setelah menidurkan Sanjaya, aku duduk ruang tamu mendadak meratapi nasibku yang buruk. Andai saja aku menurut orang tuaku, pasti aku juga sudah memiliki apartemen, mobil sport idamanku, uang yang banyak.

"Kenapa melamun?" tanya Ela sembari memberikan minuman teh hangat.

"Nasibku sial, aku sudah dicerai dengan Mas Pras," kataku dengan senyuman kecut.

Impianku hidup bersama dengan orang yang paling aku cintai sudah lenyap.

Aku tidak tahu harus senang atau sedih dengan statusku yang sekarang, usahaku saja belum berjalan. Aku bingung menghidupi diriku sendiri anakku.

"Bagus dong, kamu tidak tersiksa lagi," kata Ela.

Sejak awal mendengar ceritaku saat Mas Pras membawa perempuan lain ke rumah, dia sudah menyarankanku untuk bercerai. Namun, aku yang masih bersikeras bertahan, aku tahu luka ini aku sendiri yang menciptakannya.

"Aku masih tidak tahu La, apa alasannya dia menikah lagi dengan perempuan itu," kataku.

Aku tidak pernah menemukan tanda-tanda kalau Mas Pras selingkuh. Dia sangat menyayangiku dan Sanjaya.

Bahkan, aku juga mengecek ponselnya setiap saat juga tidak ada yang mencurigakan.

Lalu sejak kapan dia nakal seperti itu?

"Dia yang tak bersyukur mendapatkanmu, murahan!," katanya dengan geram.

"Kamu tidak mau pulang ke rumah orang tuamu?"

Aku menggeleng, lalu tersenyum tipis. Apa kata orang tuaku saat aku pulang dalam keadaan seperti ini?

Pasti mereka akan menertawakanku, karena berani menentang mereka. Dan, aku kembali dalam keadaan tidak punya apa-apa.

Aku akan di usir, mungkin mereka sudah tidak mengakui lagi, jika aku ini keluarganya. Aku hanya akan menambah luka hati.

"Kau takut?" Ela menyadarkan lamunanku.

Aku menarik napas dalam-dalam, "Pastilah aku takut, hatiku sedang tidak kuat mendengar makian dari mereka."

Ela menarikku dalam pelukannya, "Aku akan membantumu membuka toko roti," tangan Ela mengusap punggung tanganku.

Air mataku meluncur lebih deras daripada saat dicampakkan oleh Mas Pras. Hatiku lebih tersentuh mendengar ucapan Ela.

Aku menarik Ela dalam pelukanku, "Andai kau laki-laki, aku pasti memitamu menikahiku," bisikku.

...----------------...

Pembukaan toko kupercepat berkat bantuan dari Ela, dia juga meminta teman kantor, teman kenalanya untuk datang ke pembukaan tokoku. Bahkan dia menyuruh saudara-saudaranya juga datang.

Pertama kali buka tokoku sangat meriah, bahkan teman-teman kantor Mas Pras pun datang. Mungkin sebagai bentuk semangat dari mereka.

"Selamat Niken atas pembukaan toko kue Sanjaya." Ela memelukku setelah aku menggunting pita sebagai peresmian.

"Makasih juga La, ini semua juga berkat kamu," aku memberikan potongan pertama tumpeng untuk Ela.

"Selamat ya, Mbak Niken. Kamu keren," kata teman Mas Pras sembari mengangkat kedua jempolnya.

"Makasih, Mbak, ambil saja roti yang kalian mau hari ini gratis," kataku dengan senyuman ramah yang kupunya.

Hari pertama sengaja aku bagikan gratis untuk testimoni serta syukuran dan selamatan atas pembukaan toko.

"Aku titip buat teman satu devisi kalian ya, sama buat Pak Hilmi," kataku sembari memberikan brownies yang sudah aku siapkan untuk teman kantor Mas Pras yang tidak bisa datang.

"Siap Mbak Niken," jawabnya.

Kebahagiaan yang tak pernah terkira, meskipun capek setelah sejak jam dua lagi aku sudah bergelut dengan tepung, telur.

Aku bisa melihat orang-orang senang dengan rasa roti-roti yang aku buat. Bahkan, media sosialku pun mulai rame.

Tentu saja ada campur tangan dari sahabatku yang cantik ini. Dia memposting hasil kue buatanku, dan mengajak orang-orang untuk mereviewnya.

"Ken, kenalkan ini namanya Mbak Pur dan Pak Soleh. Mereka ini suami istri yang akan membantumu," kata Ela memperkenalkan dua orang paruh baya.

"Eh, tapi aku ...," aku menghentikan ucapanku saat Ela menaruh jari telunjuk di bibirnya.

Ela menarikku keluar toko, ia menunjuk rumah bertingkat dua di seberang jalan.

Ela merangkul pundakku, "Itu, rumah sudah aku kontrak untuk kamu tinggal bersama Sanjaya. Sudah aku bayar selama satu tahun."

"La, ini sudah berlebihan tahu nggak, lebih baik kau tabung semua uangmu," kataku. Aku tidak enak dengan bantuan yang diberikan oleh Ela.

Aku takut jika mendengar orang-orang aku memanfaatkan Ela dengan keadaanku ini.

Ela melepaskan rangkulan tangannya, ia mengajakku melihat kontrakannya.

"Siapa bilang aku ini gratis, aku pinjamkan semua uang ini. Kau kembalikan saat sudah punya uang," katanya sembari memberikan kuncinya.

"Kalau aku kabur?" godaku sembari mendorong pintu.

"Ya aku kejar," katanya sambil tertawa.

Aku memang harus baik-baik sama sahabatku yang sangat royal ini.

"Kau mau hadiah apa? Jodoh?" godaku sembari melihat-lihat isi rumah kontrakanku ini.

Aku yakin rumah ini sangat mahal, selain besar perabotan bagus, bahkan terlihat baru.

"Jodoh? Nggak ah, kau aja cari buat sendiri tidak becus," ledeknya sembari duduk di sofa.

"Sialan kau," katamu sambil melempar batal ke tubuh Ela.

"Mbak Pur sama Pak Soleh juga akan bantu-bantu di sini, jadi kau tidak akan kesepian," kata Ela sembari memeluk bantal yang ku lempar ke tubuhnya.

"Jangan pikirkan pria brengsek itu lagi, kalau butuh sesuatu jangan sungkan bilang sama aku," katanya dengan senyum lebar setalah menatapku dengan sangat prihatin.

"Iya bawel, ke toko lagi yuk," ajakku setelah beberapa menit aku dan Ela meninggalkan toko.

Toko sudah mulai sepi karena semua roti tinggal sedikit, ponselku pun mulai berbunyi, banyak pesan masuk beriaikan ucapan terima kasih dan selamat.

Ada juga beberapa pesanan kue yang membuat bibirku tersenyum bak bunga mawar yang merekah di pagi hari.

"Cuan," lirihku sembari senyum-senyum.

"Apa masih buka?" tanya seseorang dari belakangku.

"Masih," jawabku sembari memutar tubuhku.

Aku melebarkan kedua mataku untuk memastikan orang yang berada di depanku ini orang yang kukenal. "Kamu?"

1
Yuningsih Nining
dihh pede amat punya itikadt jemput niken lagi segala, emng niken bakal kepincut km lagi prass?
Yuningsih Nining
klu bener si niken balik mau sm si pras lagi bener² Goblok otak mu sm pikir mu, lagian si prass tambah dah nntii sombong seenak jidat ke km dia merasa di kejar kamu🤦‍♀️😇
Yuningsih Nining
hadeuhh nikeeen niken np km jadi ErrOrr ni kamu , hrs di ingat betull jg perlakuan si pras jg KLG nya ke km wuooyy niken🤦‍♀️
Yuningsih Nining
mangkanya NEkat bener jadi pelakor loe Hani, sekarang merasakan nya jd niken dulu? sukurin
Yuningsih Nining
si hani kalau di liat² kayaknya asli nya datang dari klg kismin tapi lagunya udah kayk nyobess aja👎
Yuningsih Nining
pergi jauhi suami jg pa² lucknut nya sanjaya, buktiin tanpa Pras kamu mampu Hidup layak ,km bs jaga mental sanjaya jg km
Yuningsih Nining
niken datangi kantor nya si pras , minta bagian jatah gajinya pras buat sanjaya dgn uang itu lebarin sayap bangun kembangin usaha buat kehidupan ke depan kamu niken jg sanjaya
Olga Kandou
menurut aku, Niken itu bukan cuma goblok tetapi botol (bodoh dan tolol) jika mau kembali ke Pras
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Ruk Mini
kezell sih..masa yg buat onar baik" saja,, yaa tpi serah kau lh thorr..aq mh seneng" aje dpt hiburan😂.jaru biru ..ok tq thorr d tgg karya" mu lgi
Dewi Dama
gilaaa....
Betty
bagus
AmeLia JanggLa
Luar biasa
AmeLia JanggLa
Lumayan
Ririn Nursisminingsih
bodoh niken..maless a
Dwi Setyaningrum
Niken anaknya skrg brp thor sm naufal
Dwi Setyaningrum
yaelah Pras prass semuanya tdk hanya salahnya Hani kaliii kalau imanmu kuat ga akan tergoda,setia itu emang mahal brow..jd Pras km hrsnya introspeksi dirimu sndr lah ya..
Dwi Setyaningrum
dan kau dicerai kan Pras bodohhh
Dwi Setyaningrum
lah iya gmn to menghindar smpe pindah luar kota tp nmr tlpnya Pras ga diblokir gmn sih
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Entahlh sudah malas mau komen, baca saja anggap kaya sonetron🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!