NovelToon NovelToon
Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Badboy / Mafia / CEO
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: alfajry

Kanazya Laurels, wanita yang hidup sendiri dari kecil. Ayahnya meninggal setelah ditinggal ibunya pergi.

Dia bertemu dengan seorang pria penjual bunga yang sangat tampan hingga membuatnya terpesona. Tetapi lelaki itu ternyata tunanetra.

Tak disangka, Kana setuju menikah dengan Krishan lantaran ia terhimpit dan butuh tempat tinggal. Tetapi pesona Krishan yang luar biasa itu, membuatnya jatuh cinta.

Masalah terus berdatangan saat Kana menyadari bahwa lelaki buta yang ia nikahi bukanlah orang sembarangan.

Siapa sebenarnya Krishan? Bagaimana cara dirinya melindungi istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfajry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yohan

Seorang laki-laki berusaha bangkit. Wajahnya penuh luka lebam dan mulutnya mengeluarkan darah akibat hantaman yang keras.

Tubuhnya yang hampir bisa berdiri di tendang lagi dengan keras hingga tersungkur tepat di bawah kaki seorang pria dengan tubuh kekar yang penuh tato.

Pria itu menginjak kepala lelaki itu hingga ia merintih.

"Ma-maafkan saya, tuan.." lirihnya dengan tubuh gemetar. "Ja-jangan bu-bunuh saya, Tuan Yohan.."

Pria dengan rokok di mulutnya itu membuka kacamatanya.

"Kau merusak hariku dengan istriku. Apa kau masih membutuhkan pengampunan?"

"Ampunkanlah saya tu-tuan.."

Pria itu menendang hingga kepala lelaki tadi terhempas. Dia lalu berdiri dan seorang dibelakangnya memakaikan jeketnya.

"Kau kuampuni kali ini, anak buah sialanmu itu, jangan sampai aku mendengar suaranya di telingaku!" Titahnya dengan nada pelan namun terdengar membunuh di telinga lelaki tadi.

Lelaki itu bersujud, merasa amat berterima kasih karena pengampunannya.

"Pergilah, Yohan tidak ingin kau disini!" Tukas Daniel, salah satu sahabat Yohan yang memegang anak cabang perusahaan Yohan.

Dengan cepat lelaki itu bangkit dengan mengumpulkan tenaga dan berlari sebisanya.

"Han, apa mau ku antar?" Tawar Daniel.

"Ya, antar aku hanya sampai simpang rumah. Pastikan tubuhku tanpa darah dan noda apapun yang mencurigakan." Tukasnya, lalu dengan cepat anggotanya membersihkan sisa darah yang ada di sepatu tuan mereka.

"Tuan, kami mempunyai informasi penting." Ucap Robert, orang kepercayaan Yohan untuk mengurus bisnisnya.

"Katakan". Ucapnya sembari mengelapkan tangannya dengan kain basah.

"Perusaahan Wellgroup mengutus satu orang anggotanya untuk masuk ke K-Group. Kami menyelidikinya dan dia memata-matai perusahaan kita dari dalam."

"Singkirkan".

"Baik, Tuan. Segala penurunan bulan lalu sudah tertutupi di bulan ini, tuan. Beberapa masalah sudah diatasi dengan baik." Lanjut Robert lagi.

"Bagus, usaha yang bagus. Lalu Pastikan hal semacam ini tidak terjadi lagi. Aku tidak suka mengotori tanganku sendiri."

"Kami akan menjaga Nyonya Krishan dari belakang, tuan."

"Jangan sampai perusahaan saingan mengetahui Jia sebagai istriku." Tukasnya lagi dan serentak semua anggota mematuhinya.

Krishan beranjak, semua anggotanya menunduk saat lelaki itu berjalan keluar dan pergi dari markasnya.

~

"Kau sudah pulang?" Tanya Kana saat melihat Krishan masuk ke dalam rumah.

Krishan tersenyum, kini seseorang menyambutnya saat dia pulang ke rumahnya.

"Kau sedang apa?" Tanya Krishan.

"Aku memasak untuk makan malam".

"Kemana Marry?"

"Maaf tuan, Nyonya menyuruh saya untuk.."

"Ah, tidak apa. Aku lagi kepingin masak". Ucap Kana tanpa menoleh, sementara Krishan menganggukkan kepala karena tahu ketakutan Marry padanya.

"Permisi, tuan.." Marry beranjak dari tempatnya.

"Krish, coba kau icip ini.." Kana membawa sesendok makanan ke tempat Krishan duduk.

"Bagaimana?" Mata Kana berbinar saat Krishan mulai mengunyah dengan tenang.

"Enak.."

"Aah. Akhirnya.." Kana beralih ke masakannya, mematikan kompor dan menuang makanan di atas piring.

Kana duduk di depan Krishan, dan mengambil sendok untuk mulai memakan masakannya.

"Hueek!" Kana dengan cepat menuju westafel dan mengeluarkan isi dimulutnya.

"Krish..!" Ucapnya lalu meminum air putih.

"Ya?" Krishan mulai tertawa.

"Kau bilang masakanku enak.."

"Bagiku itu enak." Jawabnya tetap dengan senyumannya.

"Enak apanya! Kau bohong saja. Aku jadi malas makan." Kana mulai ngambek.

"Kau tinggal bilang pada Marry mau makan apa, dia akan memasakkanmu apapun yang kau mau."

"Tidak, aku akan belajar pada Marry." Ucapnya lalu membuang makanan yang ada di piringnya.

"Kau tidak perlu repot, Jia."

"Aku menumpang padamu, jelas aku harus tahu diri."

Mendengar kalimat itu, wajah Krishan berubah tegas. "Jia, jangan pernah ucapkan itu lagi."

Kana tersentak, Krishan terlihat agak menakutkannya.

"Aku menikahimu karena aku menyukaimu. Kau hanya perlu menemaniku di rumah ini, kau tidak perlu memikirkan apapun selain aku." Pintanya dengan nada yang tegas dan membuat Kana tidak berkedip. Aura menyeramkan itu keluar lagi walau Krishan nada bicara Krishan tidak meninggi. Kana belum mengenal suaminya dengan baik.

"Kau mengerti?"

"I-iya, aku mengerti." Ucap Kana terbata. Lalu Krishan beranjak dari tempatnya menuju kamarnya.

Sementara Kana masih terdiam di tepatnya. Adakalanya wajah Krishan menggugah hatinya, dan sekarang wajah itu membuatnya sedikit takut.

"Jangan takut.." Marry datang, membereskan bekas masakan Kana. "Tuan Krishan orang baik, dia begitu karena sayang pada Nyonya." Ucap wanita paruh baya itu namun Kana hanya diam saja.

"Tuan lebih banyak tersenyum sekarang. Dan itu berkat Nyonya". Lanjut Marry lalu membuang sisa sampah keluar rumah.

Kana mengangguk lambat, dia mencoba memaklumi sifat Krishan yang mungkin lebih sensitif karena matanya.

...♡♥︎♡♥︎...

Kana membereskan meja bekas pelanggan duduk, matanya langsung menuju pintu saat seseorang masuk.

"Selamat datang" Sapanya dengan ramah lalu terkaget saat yang masuk ternyata Krishan.

"Eh? Kau datang?" Kana mendekati suaminya, lalu menuntunnya duduk di meja dekatnya berdiri.

"Aku hanya ingin membeli kopi sambil meminta maaf padamu atas ucapanku kemarin."

Kana tersenyum. "Ah, tidak apa. Kau tunggu disini, aku akan mengambilkan pesananmu."

Kana lalu menuju ke meja bartender dan membuatkan kopi untuk Krishan yang dengan sengaja berjalan jauh untuk meminta maaf padanya, padahal Krishan bisa meminta maaf sepulang bekerja.

Kana menggenggamkan kopi di tangan Krishan. "Ada lagi?" Tanyanya dan Krishan menggeleng sambil tersenyum cerah.

"Aku akan pergi." Ucapnya lalu berdiri dan Kana membantunya dengan memegang legan Krishan.

Pintu terbuka dan seseorang masuk.

"Bagaimana kabarmu?" Bastian menyapa langsung saat melihat Kana di depan pintu.

"Baik, semuanya baik. Jangan khawatir". Ucap Kana tersenyum.

"Siapa?" Tanya Krishan pada Kana.

"Dia pelanggan disini, Krish." Bisik Kana ditelinga Krishan.

"Oh, ini siapamu? " Bastian menanyakan lelaki yang tengah digandeng Kana.

"Kakaknya." Jawab Krishan langsung dan Kana terkejut. "Saya permisi." Ucap Krishan dan melanjutkan jalannya. Sementara Bastian duduk di salah satu meja disana.

Kana memperhatikan Krishan berjalan dan sedikit merasa aneh kenapa Krishan malah memperkenalkan diri sebagai Kakaknya.

"Pesan apa, tuan?" Tanya Kana pada Bastian.

"Nanti aku akan pesan sendiri. Apa aku bisa minta waktumu?"

Kana mengerutkan alisnya. "Ada apa, tuan?"

Bastian tertawa pelan. "Panggil saja namaku, jangan panggil tuan. Aku butuh kau untuk duduk disini."

"Maaf, tapi aku sedang bekerja."

Bastian tersenyum, dia lalu mengangkat tangan memanggil manager Kana yang sejak tadi berdiri tak jauh dari mereka.

"Apa aku boleh meminjamnya sebentar?" Tanya Bastian dengan ramah dan anehnya, manager yang galak itu mengangguk dengan ramah.

"Nah, silakan duduk, kau sudah diizinkan." Ucap Bastian lalu membuka laptopnya.

Kana terus menatap ke arah managernya yang beranjak dari tempatnya, dia merasa ada yang aneh sebab tak sedikitpun managernya itu bertanya.

Kana duduk di hadapan Bastian yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya. "Apa yang ingin anda katakan, tuan?"

"Sudah aku katakan, panggil aku Bastian."

"Baiklah, Bastian." ralat Kana membiasakan.

"Aku hanya memintamu menemaniku hari ini sampai jam kerjamu selesai."

"Apa?"

"Kau akan tetap mendapat gaji, jangan khawatir." Ucap Bastian dengan tenang.

"Yang benar saja, Bas. Apa kau pikir Kafe ini milikmu?" Kata Kana sambil memutar bola matanya.

"Memangnya kalau iya, kenapa?" Tukasnya tanpa beralih dari latptopnya.

"Kalau iya, aku ingin meminta kenaikan gaji." Jawab Kana asal.

"Dikabulkan!" Bastian lalu menutup laptopnya dan Kana tertawa renyah.

"Mengada-ngada." Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.

Sementara tak jauh dari Kafe itu, Krishan berhenti dan mengeluarkan ponselnya.

"Selidiki pria yang menyapa istriku." Ucapnya lalu memutuskan sambungan telepon.

TBC

1
Siti Aminah
Luar biasa
Anna Nurhasanah
direpeti means dicerewetin...
Herni Marianty
Luar biasa
Herni Marianty
Lumayan
Paytren Nury Cahyono
Aku rela nonton iklan sampai habis thor
Paytren Nury Cahyono
😍😍😍
Rahmi Mamimima
keren bgt critanya
Rahmi Mamimima
ganasss juga si kana
Rahmi Mamimima
🤣lgsg di ulti
Rahmi Mamimima
kereenn
Rahmi Mamimima
ksian kana
Rahmi Mamimima
🤣🤣 suamimu trllu galak
Rahmi Mamimima
🤣
nah loohh .. bini' mu sdh angkat bicara
Rahmi Mamimima
🤣
Rahmi Mamimima
eh 🤣🤣
Rahmi Mamimima
si kana juga aneh . jelas2 ada supir d depan mata bisa2nya malah milik taksi
Rahmi Mamimima
di repeti itu apa sih?aq g tau
Rahmi Mamimima
Luar biasa
Rahmi Mamimima
yg d gibahin suaminya sendiri 🤣
Rahmi Mamimima
🤣🤣 ide bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!