NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA OM DUREN

MENGEJAR CINTA OM DUREN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Duda / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: vhia azaira

kisah cinta Reva Bima, yang berawal dari taruhan Reva bersama para tante-tante penggemar berat Bima.

Demi mendapatkan uang 10juta, Reva menerima taruhan dan mengejar cinta Bima. Tapi Reva wanita kesekian ratus kalinya yang mendapatkan perlakuan dingin seakan tidak terlihat.

Reva yang mempunyai kecantikan dan sifatnya yang ramah, membuat banyak pria yang mengejarnya. Setiap hari Reva berganti pacar dan membuat banyak orang patah hati.

Melihat sifat dingin Bima membuat Reva marah dan murka, dia melakukan sumpah serapah tidak akan menikah jika tidak dengan Bima. Dia akan mengejar Bima sampai Bima bertekuk lutut di kakinya.

Berhasil Reva! kita ikuti kisah cinta mereka dan rintangan yang harus Reva dan Bima hadapi bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DEMI PUTRIKU

Langkah kaki Reva lemas, memasuki kediaman Prasetya. Sahabatnya dinyatakan pergi untuk selamanya, air matanya tidak bisa tertahankan. Sesekali Reva mengusap matanya, bibirnya gemetaran mengigat kebersamaan dengan Rama.

Sosok pemuda pintar, baik, dan sangat peduli dengan teman. Reva sangat mengigat saat dirinya pertama bertemu Rama, dirinya berlari melewati derasnya hujan. Mobil Rama berhenti mengajaknya masuk tapi Reva menolak, Rama bukannya pergi tapi menemani Reva berteduh. Awal pertemuan mereka yang membuat Reva mengagumi sosok Rama.

Luka semakin dalam Reva rasakan, melihat istri Rama yang terpukul. Wanita yang Reva panggil kak Vi sekarang sedang hancur, Reva hanya bisa diam dan menangis melihat kesedihan mereka.

***

Rapat pemegang saham, di perusahaan LOVER yang dipimpin Viana Arsen sebagai istri Rama Prasetya. Reva ikut rapat mewakili perusahaan VCLO, dalam keadaan berduka Reva berjuang untuk tidak mengecewakan perusahaan Viana, yang memberikan kepercayaan kepadanya mewakili VCLO. Terjadii ketegangan saat rapat satu hal yang membuat Reva aneh, sosok Bima yang membuatnya tidak nyaman. Jika selama ini dia sangat bahagia melihat Bima tapi mengapa dia sangat takut.

Selesai rapat seluruh orang keluar, hanya tersisa Viana dan Bima. Reva berdiam diri di balik pintu mendengarkan pembicaraan mereka. Reva sangat kaget, ternyata bukan Bima tapi kembaran.

"Kembar! mengapa mirip sekali." Batin Reva dalam hati.

Lama Reva mencerna pembicaraan Viana dan kembaran Bima, Reva kini bisa menyimpulkan siapa Viana, siapa kembaran Bima. Dengan langkah santai Reva melangkah pergi, tatapan mata Reva sangat dingin. Dirinya berada dalam posisi takut dan penasaran, tapi Reva memutuskan untuk berpura-pura tidak pernah tahu siapa orang yang ada disekitarnya. Selama dirinya nyaman, tidak perduli baik atau jahatnya seseorang bagi Reva setiap orang punya masa lalu masing-masing, salam satunya Viana dan kembaran Bima.

Reva kembali ke VCLO, Sisi melihat Reva yang fokus pada pekerjaan. Sudah waktunya makan siang tapi Reva masih hening diposisi nya.

"Cla, lihatlah! Dia mirip Viana ya." Sisi dan dan Clara memandangi Reva yang masih sibuk.

"Karena itu Viana memilih dia, Reva hanya gadis ABG yang terobsesi dengan uang, dan bekerja. Dia tidak menyadari keahliannya tapi Viana yang menemukan bakat Reva. Setelah dia menemukan dunianya yang membuatnya nyaman, dan terus mengejar dan mencari tahu. Dia pasti bisa menciptakan banyak karya hebat." Clara tersenyum dan pergi diikuti oleh Sisi.

Pekerjaan Reva selesai, dia langsung ke luar kantor karena akan mengecek salah satu cabang untuk persediaan kain. Reva merasakan perutnya berbunyi dan membeli roti untuk mengganjal perutnya yang lapar.

Selesai dari cabang matahari sudah terbenam, Reva sibuk dengan kehidupan dunianya yang menyita seluruh waktunya. Bahkan dia lupa makan, Reva kini memahami dirinya yang punya ambisi dan mudah untuk terobsesi.

Reva berjalan kaki menyusuri kota sambil membeli setiap gerobak makanan yang ingin dia beli. Sepanjang jalan Reva mengunyah makanannya, dan sesekali air matanya menetes. Suara langit malam yang tidak bersahabat membuat Reva semakin bersedih, air matanya terus mengalir bersama dengan hujan yang turun. Reva menangis histeris mengigat Rama yang sudah tiada.

***

Bima sampai di rumahnya melihat Bisma yang berbaring lesu, Bima melihat baju yang terlempar di lantai dengan berlumuran darah.

"Apa mau kamu Bisma? kakak tahu kamu terlibat dengan masalah yang menimpa Rama."

"Ya aku terlibat, lihatlah istri Rama hampir membunuhku. Dia wanita gila yang menakutkan."

Bima melihat balutan luka di dekat bahu Bisma, yang pastinya luka tembak.

"Siapa Brit?" Bima menemukan keanehan dari lawan bisnisnya dengan paman Rama, dan ada sangkut pautnya dengan pembisnis wanita bernama Brit.

Bisma tertawa kuat, sambil menahan lukanya yang terasa sakit karena getaran tawanya. Bima hanya diam membiarkan Bisma tertawa lepas.

"Kamu tidak mengenali mantan istrimu." Bisma tertawa pelan sambil memejamkan matanya.

"Britania! berarti selama ini dia sangat dekat denganku. Windy!" Bima langsung naik ke atas kamar nya mencari alamat rekan bisnisnya bernama Brit.

Bima tidak mengenali mantan istrinya karena wajah mereka sangat jauh berbeda, kini Bima mengerti Brit melakukan operasi. Bisma tersenyum melihat Bima yang keluar dengan tatapan dinginnya.

"Mau ke mana? selesaikan dulu masalah Rama, aku tahu dia masih hidup. Baru ambil hak asuh Windy, jangan biarkan dia tumbuh besar bersama wanita murahan seperti Brit." Bisma berteriak membuat Bima berhenti.

"Bisma! kamu selesai masalah Rama, temukan kebenaran soal kematian orang tuanya, kami akan melakukan konferensi pers untuk mengungkapkan kejahatan orang-orang yang terlibat."

"Wani Piro!" Bisma menadahkan tangannya meminta bayaran.

"Apa mau kamu?" Bima menatap adiknya yang licik.

"Mobil, dan uang!" Bisma tersenyum girang melihat Bima yang mengeluarkan dompetnya.

"Ini ATM! aku membatasi pemakaian, karena aku tidak akan membiarkan kamu Hura-hura dengan banyak perempuan. Kamu bisa mengambil kunci mobil di dalam lemari kamar, pilihlah mobil yang kamu inginkan di garasi." Bima menyerahkan ATM.

"ternyata kamu kaya juga, tapi kenapa hidupku melarat." Bisma mengaruk kepalanya sambil berpikir.

"Karena kamu memilih jalan yang salah."

"setidaknya aku punya kehidupan bebas, tidak seperti dirimu yang menjadi babu keluarga Prasetya." Tatapan kesal Bisma melihat Bima yang pernah meninggalkannya.

"Bisma! jika kamu tidak tahu apapun, lebih baik kamu diam." Bima dengan nada dinginnya menatap tajam Bisma.

"Apa yang tidak aku mengerti?" Bisma sudah berdiri menatap Bima tajam.

Aku hanya menepati janji, nyawa demi nyawa." Bima mulai menunjukkan kemarahannya.

"maksudnya?!' Bisma juga ikut berdiri melihat wajah terkejut Bisma.

"Saat kecelakaan, ibu Rama berhasil selamat dan mengeluarkan Rama, tapi saat yang bersamaan dia juga melihat kamu yang kaget melihat kecelakaan. Dari arah berlawanan mobil dengan kecepatan tinggi menuju kearah kamu, ibunya berlari menyelamatkan kamu yang terdiam mematung. Saat di rumah sakit, ibunya memohon ke ayah untuk menitipkan Rama." Bima sudah tidak tahan melihat Bisma yang egois, usianya sudah tidak muda lagi, tapi tingkahnya sangatlah kekanakan.

***

Bima melangkah ke luar, ingin sekali rasanya dia melihat wajah kecil Putrinya, tapi mobil Bima terhenti melihat seorang wanita berjalan dengan basah-basahan di malam hari.

Reva terus berjalan, mobil Bima mengiringinya dari kejauhan. Setelah lelah Reva memeluk dengkulnya, sambil duduk jongkok menangis. Ingin sekali rasanya Bima keluar, tapi dia tidak ingin mengenal Reva lebih jauh lagi, Bima hanya ingin fokus untuk mendapatkan Windy.

Mobil Bima melaju melewati Reva yang masih tertunduk, hati Bima gelisah memikirkan Reva yang masih di jalanan. Bima memutuskan putar arah tapi secara bersamaan, dia melihat Reva berada dalam pelukan seseorang.

Seorang pria seumuran Reva, memeluknya penuh kasih sayang, menghapus air mata Reva dan memayunginya. Mereka berdua melangkah pergi.

***

TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA

JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE

SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT....

1
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Susi Prabandari
Luar biasa
Herta Siahaan
wuah.... sungguh wanita unik dan super bar bar.... kalian para suami harus ekstra sabar
Herta Siahaan
mak lampir dan wanita ular'😆😆😆 sungguh Ar memiliki 2 wanita yg unik dan harus banyak banyak belajar ama papi Bima kamu Ar menghadapi ke dua wanita unik itu
Herta Siahaan
ayamnya hidup lagi y ... asli anak aneh dan asyik
murniati cls
mgkn Winda hamil
murniati cls
biasanya Wildan tau semua,knp ini soal Winda Wildan tak tau
murniati cls
sebenarnya Winda mulai ada rasa,cmn Krn besarnya dendam mknya
murniati cls
jgan jangan nenek yg mereka tolong td dbab sudah lwt adlh neneknya windi
murniati cls
apa Windy sm Reva udah pada lupa,dulu mereka akrab
Juli Tutik
repa isdebes😂😂😂😂😂
Suky Anjalina
meluncur
Enik Dwi Maritanias
😘
yelmi
nih air mata nakal... keluar mulu orang lg serius baca😭😭😭😭😎
yelmi
bawang bertebaran dimana-mana.... 😭😭😭baca sambil nangis terus
jadi malu....keluar kamar mata dah sembab😎
yelmi
otor luar biasa....karya2nya keren semua👍❤️
yelmi
curiga nih....windah kayaknya udah hamil dilihat dari tingkah dia yg berbeda dari biasanya
yelmi
wira benar-benar luar biasa... isengnya kelewatan 🤣🤣🤣🤣
yelmi
tetap semangat nulis & sehat selalu y tor👍❤️
yelmi
kisahnya komplit ada sedih, ada komedi da actionnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!