NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LIBURAN KE PANTAI BAERENG

Setelah beberapa minggu penuh dengan kegiatan membangun program bantuan dan merencanakan usaha baru, Pak Bara mengumumkan kabar menggembirakan – seluruh keluarga akan pergi berlibur ke pantai selama tiga hari penuh.

Bahkan Bu Siti dan beberapa teman dari kampung juga diundang untuk ikut serta, agar mereka bisa sekalian beristirahat dari kesibukan sehari-hari.

“Kita semua butuh istirahat yang baik setelah bekerja keras selama ini,” ujar Pak Bara dengan senyum lebar saat mengumumkannya di depan rumah baru Caca yang kini juga digunakan sebagai pusat kegiatan komunitas. “Kita akan pergi ke Pantai Pasir Putih – tempat yang sangat indah dan aman untuk kita semua bersantai.”

Caca merasa sangat senang mendengarnya. Ini akan menjadi pertama kalinya dia pergi berlibur ke pantai bersama keluarga Rafi.

Malam sebelum keberangkatan, dia dan Rafi berkumpul di ruang tamu untuk menyiapkan barang bawaan – mainan pasir, payung pantai, pakaian ganti, dan camilan yang akan dibawa.

“Kamu pernah ke pantai sebelumnya kan, Rafi?” tanya Caca sambil menyusun kaos dalam ke dalam tas.

“Iya, tapi hanya beberapa kali dengan Ayah dan Bu,” jawab Rafi sambil memasukkan bola pantai ke dalam tas besar. “Tapi kali ini pasti lebih seru karena banyak teman yang ikut bareng.”

Keesokan paginya, mereka berkumpul di depan rumah Rafi pukul delapan pagi. Ada tiga mobil yang akan mengangkut mereka semua – Pak Bara mengemudikan yang pertama, sementara dua pengemudi yang telah dipercaya mengemudikan yang lain.

Bu Siti datang bersama dengan cucunya yang bernama Dika, seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang sangat ceria.

Perjalanan menuju pantai memakan waktu sekitar dua jam. Sepanjang jalan, mereka bernyanyi bersama dan berbagi cerita lucu, membuat perjalanan terasa sangat cepat.

Ketika akhirnya tiba di Pantai Pasir Putih, semua orang langsung terpukau dengan keindahannya – pasir putih yang halus seperti tepung, air laut yang jernih berwarna biru kehijauan, dan ombak yang lembut menyapu pantai.

“Wah cantik sekali!” teriak Caca dengan penuh kegembiraan. Dia langsung melepas sepatunya dan berlari ke tepi pantai, merasakan sensasi pasir hangat di bawah kakinya dan ombak yang menyentuh tumitnya.

Rafi mengikuti dari belakang dengan membawa mainan pasir. Mereka segera membangun benteng pasir bersama Dika, yang sangat antusias membantu mengumpulkan pasir dan membentuknya menjadi berbagai bentuk.

Mama Lila dan Bu Siti menyiapkan tikar dan payung pantai di area yang teduh, sementara Pak Bara dan beberapa teman dari kampung mempersiapkan alat untuk memancing dan memasak ikan segar di tepi pantai.

Pada siang hari, mereka semua makan bersama makanan yang lezat – ikan bakar yang dibumbui dengan bumbu khas kampung, lalapan segar, dan nasi hangat.

Setelah makan, sebagian dari mereka berenang di laut yang tenang, sementara yang lain memilih untuk bersantai di tikar sambil menikmati angin laut yang segar.

“Saya belum pernah merasa begitu bahagia seperti ini,” ujar Bu Siti sambil melihat cucunya yang sedang bermain pasir dengan Caca dan Rafi. “Terima kasih banyak sudah mengundang saya dan Dika ikut berlibur bersama kalian.”

“Kamu sudah jadi bagian dari keluarga kita, Bu Siti,” jawab Mama Lila dengan senyum hangat. “Kita bahagia kalau kamu bisa ikut menikmati kebahagiaan ini bersama kita.”

Sore hari, ketika matahari mulai miring, Rafi mengajak Caca untuk berjalan menyusuri tepi pantai sambil mengumpulkan kerang dan batu unik yang ada di pantai.

Matahari terbenam memberikan warna jingga dan merah yang indah di langit, membuat pemandangan pantai menjadi semakin memukau.

“Lihat itu, Caca!” teriak Rafi dengan senang hati saat menemukan sebuah kerang besar dengan pola yang cantik. “Ini bisa kita jadikan sebagai kenang-kenangan dari liburan kita kali ini.”

Caca mengambil kerang itu dengan hati-hati dan melihatnya dengan penuh kagum. “Benar-benar cantik. Kita bisa menyimpannya di rumah baru saya sebagai dekorasi.”

Saat mereka sedang berjalan, Rafi tiba-tiba berhenti dan melihat Caca dengan mata yang penuh perhatian. “Kamu tahu tidak, Caca? Waktu seperti ini yang membuat saya sangat bersyukur bisa bertemu denganmu. Kamu membuat hidup saya menjadi lebih warna-warni dan penuh makna.”

Caca merasa hati nya berdebar kencang. Dia melihat Rafi dengan mata yang penuh cinta dan rasa syukur. “Saya juga sangat bersyukur bisa mengenalmu, Rafi. Tanpamu, hidup saya tidak akan pernah sama seperti sekarang.”

Malam itu, mereka semua berkumpul di tepi pantai dengan membakar api unggun. Mereka makan jagung bakar dan pisang bakar, bernyanyi lagu rakyat, dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka di kampung.

Dika bahkan menari-nari kecil di depan api unggun, membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.

Pak Bara berdiri dan mengangkat gelas minuman yang berisi jus kelapa segar. “Mari kita rayakan kebahagiaan ini! Semoga kita selalu bisa seperti ini – bersama-sama sebagai satu keluarga besar yang penuh cinta dan kebahagiaan!”

Semua orang mengangkat gelas mereka dan bersulang bersama, dengan hati yang penuh rasa syukur atas semua kebaikan yang telah mereka terima.

Caca duduk di samping Rafi, merasakan kehangatan dari api unggun dan kehangatan dari hubungan yang mereka miliki bersama keluarga dan teman-teman mereka.

Ini adalah liburan yang tidak akan pernah terlupakan – liburan yang mengingatkan mereka bahwa kebahagiaan sesungguhnya bukanlah berasal dari kekayaan atau kekuasaan, tapi dari kebersamaan dengan orang-orang yang kita cintai dan cinta yang kita bagikan bersama mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!