NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 - Mendadak emosi.

Genggaman tangan Fauzi pada tangan Luna membuat Luna merasa tidak nyaman, meski ini malam dan tergolong sepi nyatanya tetap tidak enak dipandang, terlebih semua orang mengira kalau Fauzi punya kekasih.

"Lepaskan tangan saya, Mas! Saya tidak mau ada masalah kedepannya, dan saya minta masnya menjaga hati dia." Luna menarik tangannya dari genggaman Fauzi. Dia memilih menjaga sikap.

"Eh maaf. Saya tidak bermaksud seperti itu, ini reflek karena saya tidak menyukai cara dia memperlakukan kamu. Jika nanti Shakira mengganggu kamu lagi bilang sama saya, ini masala serius dan saya tidak ingin kamu kenapa-kenapa."

"Wajar saja jika dia marah karena merasa tersaingi dengan adanya saya di dekatmu. Namun caramu bersikap tidak mencerminkan laki-laki baik. Saya tidak tau kedatanganmu kesini untuk apa, yang saya tahu dia marah karena Mas ini kekasihnya. Kalau begitu saya permisi dulu." Dia pun beranjak pergi.

Pandangan Fauzi tertuju pada perempuan berkerudung itu. Tidak tahu kenapa ia merasakan sesuatu yang berbeda sejak awal berjumpa. Entah karena kagum atau ada hal lain yang mengusiknya secara tiba-tiba, atau mungkin ini godaan pernikahannya, mengagumi orang lain disaat keadaan rumahtangga tak baik-baik saja.

"Rupanya lo disini, Zi." Raka merangkul pundak Fauzi. Ia yang terus mencari temannya bertemu di lorong asrama menuju kantin.

"Dari tadi gue mencari elo, eh kita ketemu disini. Ada hal yang harus kita bicarakan mengenai Shakira."

"Soal Shakira gue gak mau bahas, Ka." Ia melepaskan pundak sahabatnya.

"Setidaknya lo dengarkan dulu penjelasannya sebelum elo terlambat. Jangan buat kesimpulan sebelum mendengarkan sudut pandang dari Shakira sendiri, ini gak adil buat dia."

Kesal, tentu saja, ingin memukul sahabatnya sudah pasti. Raka greget mengenai sikap Fauzi yang dari dulu tidak pernah berubah.

"Tidak adil apanya, Ka? Justru ini tidak adil bagi gue yang sudah menyukai dia, gue terima dia yang dulu tapi gue tidak terima pekerjaannya, terus apa yang gue dapat? Kebohongan! Gue merasa dibohongi olehnya, merasa dimanfaatkan dan gue makin yakin untuk mengakhiri hubungan ini."

"Jangan gegabah Fauzi, lo bisa menyesal."

"Gak akan pernah gue sesali karena gue yakin pilihan gue adalah yang terbaik."

"Ngeyel banget ya jadi orang, susah dibilangin. Ini nih yang paling gak gue suka, elo itu suka bertindak gegabah tanpa tahu yang terjadi sebelumnya. Lo dulu waktu kecil ngaji kan? Masa otak dan perasaan Lo gak ikutan ngaji juga." Raka kesal, ingin sekali memukul sahabatnya yang gila ini.

"Kenapa jadi bawa-bawa gue dulu? Ini gak ada hubungannya Raka." Fauzi mulai kesal, Raka terlalu ikut campur dalam urusan pribadinya.

"Sekarang usia lo berapa?"

"27, kenapa?"

"Nah karena usia elo udah dewasa harusnya pikiran pun ikutan dewasa, jangan kayak bocah. Gunakan otak dan perasaan lo dengan baik, buka mata hati lo lebar-lebar supaya lo bisa melihat sisi lain dari orang lain termasuk Shakira. Jangan cuman ngambil kesimpulan sendiri terus nantinya nyesel, gunakan perasaan bukan keegoisan, Fauzi. Manusia tidak ada yang sempurna, kalau Lo hanya menyimpulkan tanpa tahu yang sebenarnya sama aja lo nuduh dia. Bisa aja kan dia hanya kerja dari waiters di sana, bukan menjajakan tubuhnya." Raka emosi, kenapa dia harus punya teman kayak Fauzi, suka bertindak gegabah. Ia juga tidak suka Shakira disakitin aneh bukan, perasaannya berbeda saat melihat Shakira, ada ketertarikan terhadap wanita itu, tapi Raka sendiri belum tahu perasaannya seperti apa.

"Gue yang tahu dia, Raka. Lo gak akan tahu apapun jadi jangan ikut campur sama urusan gue. Ini masalah gue dan dia, lo cuman orang luar yang gak akan pernah tahu masalah dan perasaan gue seperti apa." Lalu Fauzi kembali berjalan.

"Emang batu ya ni bocah. Lo kepala batu, Fauzi. Keras kepala, egois, persis bokap lo!"

Langkah Fauzi terhenti, lagi-lagi Raka membandingkannya dengan papanya, bahkan dia sendiri tidak tahu papanya seperti apa karena sudah lama tidak melihatnya tapi Raka bicara seperti itu itu terus seolah dia tahu papanya.

"Kalau lo gak tahu bokap gue, gak usah nyebut dia di depan gue, lo gak tahu apa-apa."

"Darah daging emang nurun sama elo, sama-sama keras kepala. Shakira pingsan dan sekarang ada di rumah Bunda Nurul," sambung Raka membuat langkah Fauzi terhenti.

"Pingsan? Nanti saja lihatnya," balas Fauzi cuek kembali pergi.

Raka mengepalkan tangannya, "gue yang jadi emosi, emang Fauzi sinting. Darah tinggi gue kumat ini mah."

*********

Keesokan harinya

Kediaman keluarga Huda.

Shakira mulai sadar, perlahan kelopak matanya terbuka, masih ada sisa pusing di kepalanya. Tatapannya tertuju pada Bunda Nurul.

"Akhirnya kamu sadar juga. Gimana keadaanmu sekarang, apa masih pusing!" Ia menyimpan air minum ke atas meja, lalu duduk.

"Saya dimana?" Shakira beranjak bangun memperhatikan sekeliling tempat.

Kamar bernuansa putih abu terkesan maskulin dengan berbagai macam hiasan dinding tanpa foto pemilik kamar.

"Hati-hati, kalau masih pusing bisa kembali tiduran saja. Sekarang kamu lagi ada di rumah saya, lebih tepatnya kamar anak sulung saya. Kamu pingsan semalaman, mungkin juga tidur karena kelelahan." Lalu bunda Nurul mengambilkan gelas berisi air minum.

Shakira mulai ingat dan wajahnya kembali menunduk murung.

"Ayo diminum dulu."

Bola mata bulat berbulu lentik itu menoleh pada perempuan di sampingnya, ia menerima gelas itu kemudian meminumnya.

"Terima kasih, maaf sudah merepotkan Anda." Shakira kembali menunduk sedih, lagi-lagi bola matanya berkaca-kaca menahan sesak didada. Rasanya harapan untuk bersama dengan laki-laki yang ia cintai mulai sirna setelah mendengar pengakuannya tadi.

"Sama-sama." Matanya menatap lekat wajah cantik Shakira seakan menatap kagum dan terpesona. "Kamu cantik, kamu baik, semoga kebahagiaan senantiasa menghampirimu, Nak."

Ucapan Bunda Nurul semakin membuat Shakira sesak, dia menumpahkan tangisannya tanpa bisa dicegah lagi. Tidak ada tempat berkeluh kesah, tidak ada tempat untuk mengadu, kehidupannya seakan begitu berat tanpa ada sosok lain yang membantu.

Satu-satunya orang yang ia percaya nyatanya menorehkan luka, sosok pemimpin yang ia harapkan, yang ia yakini akan menjadi rumah nyatanya tidak kesampaian. Ia terlalu berharap pada Fauzi, terlalu takut kehilangannya, terlalu cinta hingga ia lupa bahwa mereka hanya manusia biasa.

Bunda Nurul ikut sesak mendengar tangisan Shakira, terdengar rapuh menyayat hati. Lirikannya tertuju pada seseorang dibalik pintu.

"Fauzi." Ia berdiri kembali menatap Shakira, lalu ia pun keluar kamar itu.

"Selesaikan urusan kalian berdua, bunda ke depan menemani Apa Huda dulu."

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!