NovelToon NovelToon
Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Senja Dimatamu:Misteri Jembatan Taman Itu

Status: tamat
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Action / Anime / Sci-Fi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:171
Nilai: 5
Nama Author: rexxy_

​"Apakah kamu pernah merindukan seseorang yang bahkan wajahnya saja tidak pernah kamu lihat?"
​Alexian hanyalah seorang perantau yang terjebak dalam rutinitas membosankan sebagai resepsionis Love Hotel di Tokyo. Baginya, cinta sudah lama mati sejak pengkhianatan di masa lalu membuatnya menjadi pria yang tumpul rasa.
​Namun, sebuah mimpi aneh mengubah segalanya. Seorang wanita, jembatan taman, dan guguran sakura yang terasa begitu nyata.
​Mona menyebutnya Yume no Kakehashi.
Jembatan Impian yang Mengambang. Sebuah mitos Jepang tentang dua jiwa yang saling mencari. Alexian menemukan seutas pita berwarna jingga di pagar jembatan itu. Kini, Alexian harus memilih tetap hidup dalam realitasnya yang aman namun sepi, atau mengejar bayangan senja di mata seorang wanita yang mungkin hanya ada dalam mimpinya.
Apakah Alexian bakal bertemu dengan wanita itu atau semua hanya kebetulan dalam mimpi?
Apa arti dari pita yang ia dapat di celah pagar jembatan itu?
Simak kelanjutannya ya! :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rexxy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Gema dari Masa Lalu

Suara gemertak kayu bakar menjadi satu-satunya musik di tengah keheningan malam itu.

Situasi yang kami lalui seketika berganti dengan Keheningan dan Gelapnya malam. Aku menatap Sayuri, yang kini terlihat begitu rapuh namun sekaligus bercahaya di bawah temaram api unggun.

​"Sayuri," panggilku, suaraku sedikit rendah dan bergetar.

"Ada sesuatu yang belum pernah kukatakan padamu. Tentang saat pertama kali wajahmu muncul dalam tidurku."

​Sayuri menoleh, matanya yang sewarna senja menatapku penuh perhatian. Di sudut lain gubuk, Ken, Mona, dan Miyuki pun terdiam. Suasana mendadak hening, seolah-olah udara di sekitar kami sedang menahan napas, ikut menyimak rahasia yang selama ini kupendam sendiri.

​"Malam itu, sebelum aku benar-benar bertemu Miyuki di jembatan, aku merasa seperti ditarik oleh sebuah kekuatan yang tidak kumengerti," aku memulai, mataku menerawang menembus kegelapan hutan di luar sana.

"Bukan seperti mimpi biasa, tapi seperti sebuah panggilan yang tidak mungkin kuabaikan."

"Di mimpi itu, kabutnya sangat tebal. Aku melihat sosok Miyuki berdiri di tengah jembatan merah di taman itu. Dia nggak ngomong sama sekali, tapi keberadaannya terasa seperti ada yang hilang kurasa.

Aku ingin sekali datang menemuinya, berharap bisa berkenalan, tapi seseorang menabrakku tepat sebelum aku sampai di hadapannya, Dia tiba tiba menghilang, seolah Kehadiranku hanyalah Ancaman baginya. Saat itu aku belum tahu namanya, tapi saat terbangun, ada rasa rindu yang luar biasa seolah aku baru saja kehilangan seseorang yang sangat berharga."

​Aku menarik napas panjang, menunduk menatap ke arah Api unggun yang menyala terang.

​"Lalu, beberapa hari kemudian, saat Aku terbangun di tidurku di Pagi hari. Seolah ada yang berbisik dan menuntunku untuk pergi ke suatu tempat. Perjalananku ke Tempat itu seolah Aku tahu lokasi keberadaannya. Beberapa menit setelah aku sampai di Stasiun. Aku seolah mendengar suara bisikan yang sulit aku cerna artinya yang menuntunku lagi ke arah peron yang disinari Fajar pagi. Beberapa menit setelah berjalan kaki. Aku berdiri di jembatan yang sama di dunia nyata, di Shinjuku Gyoen. Aku melihat sesuatu terselip di celah kayu jati tua yang sudah lapuk itu. Sebuah pita berwarna jingga yang tampak begitu mencolok di antara kayu itu."

​Aku bisa merasakan detak jantung Sayuri sedikit meningkat di sampingku.

​"Saat jemariku menyentuh kain pita itu untuk pertama kali," lanjutku, suaraku kini merendah menjadi bisikan,

"aku tidak hanya merasakan tekstur kainnya. Sebuah suara... suara yang sangat jauh, terdengar tepat di telingaku. Suara itu begitu lembut namun penuh keyakinan. Itu bukan suara Miyuki, melainkan suaramu."

​Aku menatap mata Sayuri dalam-dalam, mengulang kalimat yang telah terukir permanen di ingatanku.

​"Suara itu berbisik: 'Aku meninggalkan pitaku di sini, kelak aku akan menemukan siapa pria yang melihatku di sana.'"

​Sayuri meraih tanganku, menggenggamnya dengan sangat erat dengan wajah yang sedikit terkejut mendengar apa yang aku katakan.

​"Alexian... saat aku membisikkan kalimat itu di jembatan sepuluh tahun yang lalu, aku hampir kehilangan harapan. Aku tidak tahu apakah ada manusia yang cukup kuat untuk mendengar suara dari 'Sisi Lain'. Tapi kau mendengarnya. Kau menjawab panggilanku."

​Untuk sesaat, dunia mencekam di sekitar kami seolah menghilang. Tidak ada lagi pengejaran, tidak ada The Eraser, tidak ada ketakutan akan masa depan. Yang ada hanyalah kepastian bahwa sepuluh tahun penantian Sayuri dan pencarian tak sadarku telah bertemu di satu titik takdir yang sama.

​"Aku akan menjagamu, Sayuri," bisikku sambil mengusap air matanya yang tersisa.

"Bukan hanya karena pita itu, tapi karena sejak suara itu berbisik di telingaku, jiwaku sudah tahu bahwa kaulah rumah yang selama ini kucari."

1
rexxy_
Terima Kasih banyak kak, Saya selaku Author sangat senang atas pujian kakak.
Pantengin terus ya kak... heheh🙏😍
𝓗ᥲᥱᥣִᥱᥲꤪꤨꤪᥒᥲ.𝜗𝜚
karyanya bagus btw mampir yah di novelku 🤭
Roulina Damanik
1. Check-in : Melaporkan kehadiran di suatu tempat (hotel/ bandara).

2. Check-out : Meninggalkan (hotel/ bandara) setelah membayar dan mengembalikan kunci.
rexxy_: Terima kasih atas Saran anda.
Saya selaku penulis meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan penulisan saya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!