Alinea Alexandra sangat bahagia saat orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Diksi Galenio, pria yang selama ini diam-diam dia cintai.
Namun, kenyataan tak sesuai dengan harapannya, Alinea harus menelan pil pahit karena hanya dijadikan istri rahasia oleh Galen.
"Kamu tidak perlu bertingkah seperti seorang istri! Karena Aku menikahimu hanya untuk balas budi. Satu lagi, rahasiakan pernikahan ini dari kekasih ku!" Diksi Galenio.
Namun, saat Alinea terus memperjuangkan cintanya, Dia justru dipertemukan kembali dengan mantan kekasihnya.
Apakah Alinea akan terus berjuang untuk mendapatkan cinta suaminya?
Atau menyerah dan memilih mantan kekasihnya?
"Aku tunggu jandamu!" Skala Bumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
"Al, kamu tidak pernah berubah, tetap cantik seperti dulu."
Skala terus memperhatikan Alinea dari kejauhan. Wanita cantik itu keluar dari rumah suaminya dengan menggeret sebuah koper, hal itu pun tak luput dari pantauan Skala. Pria itu yakin Alinea akan pergi dari rumah suaminya.
Skala terus mengikuti laju mobil Alinea yang kemudian berhenti di parkiran area sebuah taman. Alinea turun dari mobilnya dan berjalan menuju bangku yang berada di sudut taman.
Alinea tidak menyadari kala itu Skala duduk tepat di belakang Alinea dengan posisi saling membelakangi. Skala bahkan mendengar gumaman Alinea yang merindukan Daddynya, namun tidak ingin pulang karena takut Abangnya akan mengejeknya.
Skala tertawa kecil mendengar ocehan wanita yang masih dicintainya itu. Namun tidak lama kemudian Skala merasakan bahu Alinea bergetar, Skala yakin wanitanya itu tengah menangis. "𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪, 𝘈𝘭?"
Hati Skala sangat sakit melihat wanita yang masih dia cintai itu menangisi suaminya yang tidak tahu diri. Ingin sekali Skala menghabisi suami Alinea, namun pria itu tidak ingin gegabah, Skala akan memikirkan cara yang elegan untuk membuat suami Alinea itu menyesal karena sudah menyakiti wanitanya.
Setelah tangisnya mereda, Alinea kembali melanjutkan tujuannya mencari tempat tinggal baru. Skala pun dengan setia tetap mengikutinya walaupun kehadirannya tidak disadari Alinea.
"Jadi kamu akan tinggal di sini, Al?" Skala hanya menatap Alinea dari kejauhan. Setelah memastikan wanitanya selamat sampai tujuannya, Skala pun berlalu meninggalkan apartemen itu.
...----------------...
"Mas, kapan kamu akan menceraikan Alin?"
Galen hanya diam saja, pria sibuk dengan pikirannya sendiri. Galen sibuk memikirkan bagaimana caranya meminta maaf pada Alinea, pria itu benar-benar merasa bersalah karena sudah menyakiti Alinea.
"Mas!" Ruby sedikit menyentak Galen karena pria itu hanya diam saja. "Jangan bilang kamu tidak akan menceraikan Alinea?" Tanya Ruby penuh selidik.
Galen menghembuskan napasnya pelan nyaris tak terdengar. Pria itu merasa sedang memikul beban yang sangat berat di pundaknya. Menikah dengan Ruby adalah impiannya, namun setelah beberapa hari tinggal bersama Alinea, Galen merasa ada perasaan tidak rela melepaskan istrinya.
"Tidak bisakah kita tetap seperti ini?" Pertanyaan konyol itu lolos begitu saja dari mulut Galen.
"Jadi maksudmu, kamu tidak akan menikahiku setelah kamu merampas hal berharga milikku, begitu?" Ruby tidak percaya kekasihnya itu akan mencampakkan dia setelah meraup manisnya madu miliknya.
"Bukan begitu. Aku akan tetap menikahimu, tapi tidak akan menceraikan Alin."
Ruby melebarkan bola matanya, wanita itu semakin tidak habis pikir dengan pemikiran Galen. Tentu saja Ruby tidak ingin menjadi yang ke-dua walaupun posisinya sebagai istri ke-dua nantinya.
"𝘈𝘱𝘢 𝘔𝘢𝘴 𝘎𝘢𝘭𝘦𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘈𝘭𝘪𝘯? 𝘐𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯! 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘵𝘶-𝘴𝘢𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘔𝘢𝘴 𝘎𝘢𝘭𝘦𝘯 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢."
"Mas, apa kamu mencintai Alinea?"
"Ti--tidak! Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Galen mencoba menyembunyikan kegugupannya. Namun tetap saja Ruby menyadari kegugupan pria itu.
"Lalu, kenapa kamu tidak mau menceraikan Alin?"
"Itu karena keluargaku. Kalau aku berpisah dengan Alin, keluarga Alin pasti akan mengambil perusahaan keluargaku." Galen hanya beralasan, karena sebenarnya perusahaannya telah kembali ke tangannya begitu Galen sah menikahi Alinea. Pria itu hanya tidak ingin kehilangan wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.
Tujuan awal Galen menikah dengan Alinea adalah untuk menyelamatkan perusahaannya yang hampir gulung tikar. Setelah memastikan perusahaannya kembali ke tangannya, Galen akan meninggalkan Alinea.
Namun kini setelah perusahaannya kembali ke tangannya, Galen malah terjebak dengan perasaannya. Ya, Galen menyadari ada perasaan takut kehilangan Alinea.
"Baiklah, aku setuju!" Ruby akhirnya menyetujui keinginan Galen. Karena Ruby pun tidak ingin Galen kehilangan perusahaannya.Lebih tepatnya Ruby tidak ingin hidup susah setelah menikah dengan Galen.
"Kalau begitu aku harus mencari Alin, dan membawanya kembali tinggal di rumah ini!"
Galen beranjak dari duduknya, pria itu akan membawa Alinea kembali ke rumahnya. Dengan membawa senyum lebarnya, Galen pun meninggalkan Ruby yang mengepalkan tangannya.
"𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘭𝘪𝘯, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘈𝘭𝘪𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶."
...----------------...
"Aku tidak bisa seperti ini terus!" Alinea mencoba menyemangati dirinya sendiri. "Tapi aku harus bagaimana? Kalau aku bercerai dengan Mas Galen, Daddy pasti sedih. Tapi aku tidak mungkin kembali ke rumah itu lagi."
Selama dua hari ini, Alinea terus mengurung dirinya di apartemen. Untuk makan pun, Alinea menggunakan jasa pengiriman makanan. Alinea terus memikirkan nasib pernikahannya bersama Galen. Disatu sisi, Alinea ingin mengakhiri pernikahannya dengan Galen. Namun disatu sisi lainnya, Alinea takut Daddynya akan merasa bersalah atas kegagalan pernikahan putri kesayangannya.
"Soal itu aku pikirkan lagi nanti, sekarang aku ingin menyibukkan diri. Kalau terus berdiam seperti ini lama-lama aku bisa gila," Alinea terus bergumam sendiri. Wanita cantik itu memutuskan untuk mencari kesibukan di luar apartemen.
Alinea berjalan kaki menyusuri jalanan kota. Entah akan kemana kaki jenjangnya itu membawa langkahnya. Suasana jalanan cukup ramai, mungkin karena hari Minggu, orang-orang berjalan kaki seperti yang Alinea lakukan. Wanita cantik itu sengaja tidak membawa mobilnya, karena ingin menikmati dunia luar yang jarang sekali dia nikmati.
"Ternyata berjalan seperti ini sangat menyenangkan." Alinea menerbitkan senyum cantiknya. Senyum yang selama dua hari ini dia lupakan.
Brukkkk
"Maaf, aku tidak sengaja!" Karena terlalu bersemangat, Alinea tidak sengaja menabrak seseorang. Wanita cantik itu pun meminta maaf dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, Nona. Aku juga minta maaf!"
"𝘚𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘵𝘶...."
Deg
"Kak Kala!"
"Alin!"
Keduanya terkejut dan sama-sama melebarkan bola matanya. Skala kemudian mengajak Alinea duduk di sebuah Cafetaria. Walaupun awalnya Alinea menolak, namun dengan berbagai macam alasan Skala akhirnya berhasil membujuk Alinea.
Kecanggungan sempat terjadi cukup lama diantara keduannya, hanya hening dan hembusan napas masing-masing yang terdengar. Sampai akhirnya Skala mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Alinea berbincang.
"Bagaimana kabarmu, Al?"
Alinea mendongakkan wajahnya, mata indahnya bertemu dengan tatapan Skala yang tengah menatapnya.
Deg
Ada desiran hangat yang Alinea dan Skala rasakan saat keduanya saling bertatapan.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪? 𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘈𝘭𝘪𝘯, 𝘒𝘢𝘬 𝘒𝘢𝘭𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪. 𝘞𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘔𝘢𝘴 𝘎𝘢𝘭𝘦𝘯 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘭𝘢𝘬𝘯𝘢𝘵, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘮𝘶," 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘈𝘭𝘪𝘯𝘦𝘢.
"Al?"
"Ehh... aku baik, Kak!" Alinea tersenyum canggung pada mantan kekasihnya itu.
"Syukurlah kalau kamu baik. Kamu sibuk apa sekarang, Al?"
Alinea menggelengkan kepalanya, karena wanita cantik itu memang tidak punya kesibukan apa-apa. Bahkan selama dua hari ini yang Alinea lakukan hanya menangis.
"Apa kamu sedang butuh pekerjaan? Kebetulan perusahaanku sedang membutuhkan sekertaris baru. Mungkin kamu berminat?" Ucap Skala lagi.
"𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘵𝘢𝘸𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘬 𝘒𝘢𝘭𝘢? 𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘶."
𝘛𝘰 𝘉𝘦 𝘊𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥
Abang Skala mulai melancarkan modusnya 🫣
👍❤🌹🙏
tuh denger apa kata babang skala awas nyesel looh 🤭🤭👍❤🌹🙏