NovelToon NovelToon
Figuran Yang Direbut Takdir

Figuran Yang Direbut Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Romansa / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shahinaz adalah gadis cantik dengan kesabaran yang nyaris tak ada. Ia tak pernah menyangka hidupnya akan berantakan gara-gara satu hal paling mustahil: terjebak di dalam novel milik sahabatnya sendiri.

Masalahnya, Shahinaz bukan tokoh utama. Bukan pula karakter penting. Ia hanya figuran—pelengkap cerita yang seharusnya tak berpengaruh apa pun. Namun segalanya berubah ketika Dreven, karakter pria yang dikenal posesif dan dominan, justru menjadikannya pusat dunianya.Padahal Dreven seharusnya jatuh cinta pada Lynelle. Seharusnya mengikuti alur cerita. Seharusnya tidak menoleh padanya.

“Aku nggak peduli cerita apa yang kamu maksud,” ucap Dreven dengan tatapan dingin. “Yang jelas, kamu milik aku sekarang.”

Selena tahu ada yang salah. Ini bukan alur yang ditulis Venelattie. Ini bukan cerita yang seharusnya. Ketika karakter fiksi mulai menyimpang dari takdirnya dan memilihnya sebagai tujuan, Shahinaz harus menghadapi satu pertanyaan besar "apakah ia hanya figuran… atau justru kunci?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cara Kotor

Perubahan Shahinaz mungkin membuat anak di seluruh penjuru kelas 11-IPA 1 itu tercengang. Selain Shahinaz yang tiba-tiba mendadak aktif di kelas, banyak menjawab pertanyaan guru, mulutnya juga terancam nyelekit, perkataannya terlalu fakta dan menohok orang-orang disekitarnya.

Gelar pendiam dan penyendiri Shahinaz mendadak buyar, digantikan dengan gelar mulut mercon nomor satu. Karena sekalinya suara Shahinaz keluar, bukan hati lagi yang tersentil, tetapi ginjalnya juga ikut.

"Dari pada cuma pantat lo yang minggir-minggir, sekalian aja geser kursi lo, dari pada lo jatuh dari kursi terus diketawain anak sekelas kan? Atau perlu cari meja baru lagi aja, gue nggak masalah kok duduk sendiri." ujar Shahinaz sambil tersenyum miring.

Gadis bername tag Lynie Lafildhiver Aglaizka itu hanya bisa mendesis. Dia tidak menyangka bahwa Shahinaz akan berubah sedemikian rupa dalam kurun waktu membawa hati. Suasana di kelas juga semakin menegang setiap kali Shahinaz membuka mulutnya. Namun, meski kadang-kadang berlebihan, tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran Shahinaz membawa perubahan dalam dinamika kelas.

Apalagi banyak laki-laki kelas 11-IPA lyang diam-diam terpesona dengan perubahan Shahinaz Zerrin Johara!

"Lo sekalinya jadi liar, tetep nggak bisa diajak kompromi juga ya! Perubahan lo itu buat gue takut, ngerti?" tandas Lynie kesal.

Shahinaz tertawa, dia jadi punya hobi baru selain berusaha menghindar dari konflik cerita. Yaitu menggoda teman sebangkunya yang sekalinya kesal, warna wajahnya juga turut berubah menjadi merah. Persis Bunglon ketika sedang beradaptasi dengan lingkungannya.

"Harusnya gue yang marah. Perkataan lo yang blak-blakan dan nggak pernah disaring itu, pasti udah ngebuat gue banyak sakit hati kan? Gue cuma membalikkan keadaan aja, giliran gue yang bakalan nyakitin lo." balas Shahinaz kemudian berdiri dari bangkunya.

Niatnya hendak pergi ke perpustakaan, tidur, lalu kembali ke kelas lagi ketika bel masuk sudah berbunyi. Karena demi menghindari konflik cerita, dia rela menahan perasaannya untuk pergi ke kantin. Bekalnya ia makan di istirahat kedua saja, untuk sekarang dia tidak terlalu lapar.

"Lo mau kemana?" tanya Lynie ketika melihat Shahinaz melangkahkan kakinya.

"Anak kecil dilarang kepo." jawab Shahinaz sambil melambaikan tangannya.

"Lo mode ngomong gini ternyata nyebelin ya, kayaknya lebih bagus lo di mute aja suaranya."

Shahinaz mengedikkan bahunya. Ya mau bagaimana lagi, ini sifat dia yang sebenarnya. Lynie memang tidak salah, dan perubahan Shahinaz mungkin bukan mereka saja yang merasakan, tetapi dirinya juga ikut merasakan juga. Gadis pendiam dan lemah lembut seperti pemilik tubuh sebelumnya, tiba-tiba digantikan dengan sosok yang perkataannya tajam dan terdengar menyebalkan.

Namun, di balik semua itu, Shahinaz merasa ada semacam kebebasan yang dirasakannya. Dia cukup menikmati perannya sebagai figuran, lalu melakukan apapun yang dia inginkan tanpa terkendala uang lagi!

"Gini nih, gue kalau sendirian suka mendadak overthinking. Nggak ada Venelattie, Auretheil juga sibuk dengan teman-temannya. Rasanya banyak banget kekurangan yang ada dalam diri gue, tapi gue cuma bisa pasrah menghadapi kehidupan pahit itu sendirian."

Di perpustakaan yang jarang dikunjungi murid, dikelilingi rak-rak yang menjulang tinggi dan terkesan megah, lalu dengan meja dan kursi yang sepertinya jarang diduduki namun tidak ada sedikitpun Ternyata sekolah biasa dengan sekolah bergengsi memiliki banyak kesenjangan, salah satunya dalam hal kebersihan!

Memilih untuk duduk di sudut ruangan, Shahinaz berakhir dengan melamun panjang. Tiba-tiba memori kehidupan sebelumnya kembali berputar, memenuhi otak kepalanya yang tiba-tiba berubah menjadi kelabu. Bagaimana kecelakaan orang tuanya terjadi, ketika dia dipaksa keluar dari dalam mobil, lalu tidak bisa berkutik disaat mobil yang dikendarai orang tuanya masuk ke dalam jurang.

Shahinaz menjedot-jedotkan kepalanya di atas meja, mungkin itu kebiasan yang tidak pernah Shahinaz sadari ketika dilanda panik, "Tolong normal, ayo normal, jadilah normal."

Dia tidak akan menyalahkan takdir lagi, karena terakhir kali melakukan itu, dia berakhir di tengah-tengah kobaran api yang menyala. Lalu bukannya bertemu dengan orang tuanya di atas sana, justru dia terdampar di tempat asing sekarang!

"Tapi nggak menutup kemungkinan, kalau gue tetep benci sama takdir." ujar Shahinaz lirih, sebelum akhirnya kesadarannya terenggut sendiri menuju alam mimpi.

Di saat itulah, seseorang datang dan duduk di samping Shahinaz, menatapnya dengan wajah datar, lalu tanpa sadar mengelus dahi Shahinaz yang sudah memerah akibat kelakuan Shahinaz tadi. Dia menyaksikan semuanya, karena dari awal Shahinaz keluar dari kelas, dia sudah membuntutinya dari belakang.

"Jadi ini tempat persembunyianmu?" seseorang yang tak lain adalah Dreven Vier Kingsley itu tersenyum tipis sambil mengamati wajah damai Shahinaz ketika tidur.

Dreven perlahan mengeluarkan ponselnya dan mulai memeriksa beberapa dokumen elektronik yang dia bawa, sambil sesekali melirik Shahinaz seolah gadis itu adalah semangat baru untuknya. Gadis itu pasti sudah mengalami suatu kejadian yang cukup besar, hingga memilih untuk menjadi penyendiri dan tidak ingin terjangkau oleh siapapun.

Sambil tetap mengerjakan dokumen-dokumennya, entah kenapa wajah tenang Shahinaz ketika tidur membuatnya semakin candu saja. Andai gadis itu bisa sedikit beramah tamah kepada orang lain, Dreven yakin Shahinaz bisa menjadi salah satu anak yang paling populer, lebih dari kepopulerannya sekarang.

Tapi Dreven bersyukur, setidaknya hanya dia yang menyadari adanya gadis semenarik Shahinaz di dunia ini kan? Atau sudah ada yang mengincar Shahinaz selain dirinya juga?

"Pah, Mah, bawa Shahinaz pergi dari sini juga. Shahinaz benci sendirian." kata Shahinaz disela-sela tidurnya, membuat Dreven menghentikan pekerjaannya secara mendadak.

Dreven tertegun mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Shahinaz dalam tidurnya. Ada sesuatu yang mendalam dan menyentuh dalam pengakuan tersebut, sesuatu yang menunjukkan betapa beratnya beban yang Shahinaz tanggung. Kata-kata itu seakan mengungkapkan kerinduan dan kesepian yang selama ini dia rasakan.

"Kenapa kalian harus pergi tanpa Shahinaz? Shahinaz takut, banyak orang yang jahatin Shahinaz, tapi Shahinaz nggak bisa lawan..." kata Shahinaz yang masih belum tersadar dari tidurnya, bahkan kali ini air matanya ikut menetes dan membasahi pipinya juga.

Dreven mengepalkan kepalanya tanpa sadar.

Kenapa dia baru menemukan gadis semenarik Shahinaz itu sekarang? Disaat gadis itu mungkin sudah menyerah dan berada di titik paling terendah, kenapa radar kehidupannya baru tertangkap oleh dirinya, itu yang masih menjadi pertanyaan. Andai tidak ada insiden bola basket, apa gadis semenarik Shahinaz bisa ditemukan olehnya?

Dreven menggelengkan kepalanya, dia tidak akan kehilangan gadis itu, setelah ini dia akan memastikan jika gadis itu bisa bahagia ketika berada disisinya.

"Now, you are mine, and will always be mine." tekad Dreven bulat.

Dia belum pernah tertarik sedikitpun kepada gadis manapun. Baru kemarin, ketika dia melempar bola basket dan ternyata salah sasaran mengenai Shahinaz, dia merasa bersalah kepada gadis itu. Sebelum-sebelum ini, Dreven tidak pernah minta maaf kepada siapapun. Baru kepada Shahinaz, dia mau menurunkan harga dirinya!

Sayangnya gadis itu kembali pingsan sebelum dia berhasil meminta maaf. Lalu dihari yang sama pula, dia bertemu kembali dengan Shahinaz tepat di toko bunga milik gadis itu dengan sifat yang tidak bisa tertebak. Gadis itu terlihat tidak takut kepada siapapun, bahkan menganggap Dreven seperti orang biasa, memarahinya dengan penuh kekesalan yang terasa lantaran datang disaat waktu yang tidak tepat.

Bagaimana sarkasnya Shahinaz, namun masih terlihat cantik dan manis disaat yang bersamaan, itu mengukir jejak tersendiri dihati Shahinaz. Dreven Vier Kingsley jatuh cinta pada pandangan pertama, sampai rela memberikan mobil sport khusus keluarkan terbaru demi mendapatkan informasi gadis di depannya. Sungguh gila dan mencengangkan bukan?

Melihat jejak air mata yang masih terlihat di wajah gadis itu, dengan lembut, Dreven menghapus air mata di pipi Shahinaz menggunakan ujung jari telunjuknya. "Kamu nggak sendirian lagi," bisiknya dengan lembut, mencoba menenangkan gadis itu.

"Aku di sini, dan aku akan memastikan kalau kamu bahagia dan nggak merasa sendirian lagi."

Dreven melangkah pergi dari sana,

meninggalkan Shahinaz sendirian karena dia tidak mau Shahinaz takut kepadanya, dia akan bergerak secara perlahan-lahan. Kecuali kalau sudah tidak ada jalan lagi dan Shahinaz semakin menjauh dari jangkauannya, apapapun caranya akan dia lakukan, asal Shahinaz selalu tetap berada disisinya.

Meski harus dengan cara kotor sekalipun!

1
Iry
Halo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!