"Rania apa yang kamu lakukan di kamar berdua'an dengan papa kamu" teriak Ririn.
"ini tidak seperti yang bunda pikiran. om haikal yang memaksa aku masuk kamar bunda" Rania ketakutan.
"bohong itu sayang, anakmu ini yang goda mas" haikal memfitnah Rania.
plak
"kurang ajar kamu Rania.. berani banget goda suami bunda.. mending sekarang kamu pergi dari sini!! biar kamu tinggal dengan ayahmu saja" Rania di usir sama Ririn dari rumah nya.
Rania azura rinjani, gadis 16 tahun yang harus menjalani hidup sengsara semenjak kedua orang tuanya memilih berpisah dan mempunyai keluarga baru.
Rania dia abaikan oleh kedua orang tuanya dan lebih perhatian dengan keluarga barunya.. baik rumah ayah maupun bunda nya seperti neraka baginya.
"Tuhan gue harus kemana ini.. pulang ke rumah ayah gue pasti di siksa habis-habisan sama istri baru ayah.. menetap di sini pun tidak aman karena suami bunda yang bajingan itu pasti kembali melecehkan gue" Rania menangis di kamar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 17
Rania bertemu sang bunda di minimarket, ini pertama kali mereka bertemu lagi setelah Rania menyelamatkan nya waktu haikal menyekapnya.
Ririn gak berani menyapa Rania duluan karena anak nya itu tidak melihatnya sedikit pun.
"Non itu Bunda nya! Gak non samperin dulu sekedar tanya kabarnya" ucap mbok darmi.
"Itu tidak perlu mbok. Dia pasti baik-baik saja. Mbok lanjut aja belanja nya" suruh Rania.
Mbok darmi seperti tidak mengenal Rania yang dulu, sekarang Rania begitu berubah. Dia bersikap dingin dan cuek pada orang sekitarnya.
"Rania Bunda kangen sama kamu sayang, kapan kamu datang ke rumah Bunda lagi" Ririn memberanikan diri menghampiri Rania.
Gadis itu tidak menjawab Bunda nya itu, dia melanjutkan mencari barang-barang yang di butuhkan.
"Sampai kapan kamu mendiami Bunda seperti ini Rania!! Maafin semua kesalahan Bunda ".
"Sampai rasa ini hilang, percuma Bunda minta maaf karena itu tidak akan mengubah keadaan" ucap Rania datar.
"Apa yang harus bunda lakukan supaya kamu mau memaafkan Bunda".
" cukup Bunda jauhi aku dan anggap kita tidak pernah kenal lagi " ucap Rania singkat.
Degg!!!
Ririn tidak menyangka putri nya itu bicara seperti itu padanya. Rania punya alasan kenapa bicara seperti itu sama Bunda nya.
"Maaf bunda ini yang terbaik untuk kita dan ini demi keselamatan bunda juga.. Kalau bunda ada di dekat ku pasti misi balas dendam ku tidak akan berhasil" batin Rania.
Rania sangat mengenal sang Bunda.. Bunda nya itu orang yang sangat baik pasti Ririn akan melarang nya balas dendam dan menyuruh nya untuk memaafkan jihan dan sinta.
"Ibu yang sabar ya, mbok aja seperti tidak mengenal Nona Rania yang sekarang" ucap mbok darmi.
"Kenapa kalian bisa bersama kesini mbok? Rania balik ke rumah mas Raihan".
"Ya buk! Non Rania kembali ke rumah tapi cerita nya panjang. Inti nya tiap hari non selalu bikin hidup non jihan dan nyonya sinta tidak tenang" mbok darmi tidak bisa bercerita banyak.
"Mbok sudah kan! Apa ada yang ingin di beli lagi".
"Tidak ada non".
"Ya udah ayok kita bayar dan pulang".
" mari buk saya duluan " pamit mbok pada Ririn.
______
Gavin datang ke rumah Rania.. Dia mau bicara hal penting dengan Nona muda nya. Tapi Rania masih dalam perjalanan pulang.
"Lo siapa?" Tanya jihan.
"Gue Gavin. Gue mau bertemu dengan Rania" ucap nya dengan datar.
"Oh temannya Rania ya,, tapi tu anak tidak ada di rumah jadi lo pulang aja dan tunggu dia ada di rumah baru balik kesini lagi" usir jihan.
"Gue tunggu di sini aja" .
"Terserah lo deh" jihan tidak mempersilahkan Gavin masuk kedalam.
"Ganteng juga tuh cowok.. Kira-kira dia siapa nya Rania ya" batin jihan.
Tak berselang lama rania pun sampai rumah. Dia melihat Gavin berdiri di depan pintu.
"Kak Gavin kenapa tidak masuk ke dalam" tanya Rania.
"Gimana mau masuk kedalam, tidak ada yang suruh masuk" ujar Gavin.
"Ya udah ayok masuk" ajak Rania.
Jihan melihat Rania mengajak Gavin masuk, dia tidak suka.
"Rania dia siapa dan ngapain bawa laki-laki masuk ke rumah ini" ketus sinta.
"Tau tu, gue aja gak pernah bawa laki-laki ke rumah karena ayah Raihan tidak suka".
"Lah terserah gue dong, ini kan rumah gue.. Ya gimana lo mau bawa laki-laki pulang sedangkan lo tidak ada yang suka.. Hahaha sampai sekarang aja digo lo susah dapetin kan" ucap Rania.
"Ya gimana mau dapetin, mamanya aja tidak suka sama gue".
"Apalagi setelah tahu lo gak perawan lagi dan mainnya sama om-om tambah gak suka dong tante ajeng sama lo" Rania skakmat jihan.
"Sialan lo. Gue begini juga karena ulah lo.. Gue akan balas perbuatan lo ini".
" gue tunggu dengan senang hati " jawab Rania dengan senyum menyeringai.
Jihan dan sinta langsung merinding melihat senyuman Rania itu.. Sinta berpikir Rania yang sekarang bukan Rania yang dulu.
"Mama lihat gak, serem banget senyum Rania".
" betul sayang, Rania yang sekarang tidak punya hati " bisik sinta.
********
Sinta yang melihat Rania baru keluar dari kamar nya punya ide licik. Dia akan mendorong Rania supaya jatuh dari tangga.
Sinta sembunyi saat Rania melewati kamar yang di tempati jihan.. Melihat Rania sudah berada di tangga sinta langsung berjalan cepat.
Rania melihat bayangan seseorang mengikuti nya dari belakang, dia sudah tahu itu sinta karena bayangan itu perutnya buncit.
Rania pura-pura tidak melihat dan malah santai mau turun, saat menginjak tangga paling atas sinta langsung ingin mendorong Rania.
Sial nya bukan Rania yang jatuh melainkan sinta. Anak tirinya nya itu bisa menghindar. Sinta berteriak kesakitan karena perut buncit nya mengenai keramik tangga dan berguling-guling sampai bawah.
Rania duduk di tangga menyaksikan itu, dia tidak berteriak untuk meminta tolong.
"Perut ku sakit" rintih sinta. Darah udah keluar .
"Yah kok malah tante sih yang jatuh, gagal dong ingin mencelakai ku" ucap Rania.
"Tolong tante Rania. Perut tante sakit seperti nya tante mau melahirkan" mohon sinta.
"Nolongin tante, males ahh" Rania duduk kembali di tangga paling bawah untuk melihat sinta kesakitan.
Tidak ada rasa bersalah maupun kasihan sedikit pun.. Kalau orang luar yang melihat kejadian ini pasti mengira Rania benar-benar jahat.
Darah terus keluar, lantai itu sudah merah dengan darah. Sinta sudah tidak berdaya dan muka nya sudah pucat.. Bukan menolong Rania malah duduk santai sambil memainkan hpnya.
Jihan yang baru pulang sekolah kaget melihat mamanya sudah tidak berdaya dan bergelimang darah.. Jihan langsung menuju sinta.
"Astaga mama kenapa" jihan panik.
"Tolong mama jihan, perut mama sakit sekali" kata sinta dengan suara rintihan.
"Ada apa sebenarnya, kok mama bisa berbaring di sini" tanya jihan. Dia belum menyadari Rania ada di sana juga.
q
"Rania mendorong mama dari atas jihan" tunjuk sinta pada Rania.
"Berengsek lo Rania, apa sih mau lo.. Setelah mendorong mama gue dari atas bukan nya bantuin lo malah cuma liat aja!! Ini juga pada kemana pelayan" teriak jihan.
"Gue tidak pernah dorong mama lo tapi dia jatuh sendiri".
" seenggaknya lo bawa dia kerumah sakit. Lihat keadaan nya " ucap jihan.
"Ogah".
" bagaimanapun mama gue mama tiri lo Rania. Apa lo gak punya rasa empati " marah jihan.
"Apa dulu kalian juga punya rasa empati sama gue setiap ayah mukul gue.. Asal kalian tahu gue hampir meregang nyawa setiap bokap gue menyiksa gue dengan tidak ada kata ampun.. Melihat keadaan gue lo dan mama lo malah tertawa puas!! ".
"Jadi lo balas dendam sekarang".
"Jelas dong!! Tuhan masih beri gue kesempatan hidup untuk balas dendam.. Tiap hari gue di pukul sama bokap gue padahal gue gak bersalah. Setiap hari lo selalu bikin masalah sama gue dan menuduh gue melakukan tindakan kejahatan sama lo sehingga bokap gue percaya sama lo dan menyiksa gue".
" lo dan mama lo tidak pernah membiarkan gue hidup tenang di rumah ini!! Uang bulanan yang ayah kasih untuk gue mama lo rebut dan lo menuduh gue mencuri makanan lo padahal itu makan gue sendiri yang lo rebut.. Apa lo inget semua kejahatan yang lo lakukan sama gue jihan " tekan Rania.
"Itu memang pantes untuk lo!! Ya gue memang ingin lo mati supaya bokap lo hanya sayang sama gue" teriak jihan.
"Tapi Tuhan tidak mengabulkan permintaan lo.. Gue akan membuat hidup lo dan mama lo lebih menderita di bandingkan gue ".
agar jelas Ng ada sangkut pautnya lagi.
thanks teh 💪❤️