NovelToon NovelToon
Dewa Kematian Dan Hantu Pedang : Menantang Takdir

Dewa Kematian Dan Hantu Pedang : Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:117.3k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Takdir memang gemar memainkan jalannya sendiri, mempertemukan hal-hal yang tampak mustahil dalam satu waktu yang sama. Di masa ini, takdir mempertemukan dua arus waktu yang saling berlawanan. Seseorang dari masa depan yang kembali ke masa lalunya, dan seseorang yang bangkit dari masa lalunya untuk menapaki kembali jalan yang pernah ia lalui.

Apa yang akan terjadi pada takdir keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadapi Petir Siksaan Dunia

Siluet kura-kura raksasa itu terus membesar. Kabut keabu-abuan yang menyusunnya tidak lagi tampak seperti bayangan samar, melainkan mulai mengeras menjadi bentuk yang nyaris nyata. Garis tempurungnya menonjol, berlapis-lapis seperti pegunungan batu purba. Kakinya menancap ke tanah tanpa benar-benar menyentuhnya, namun setiap gerakan kecilnya tetap menimbulkan getaran halus di udara.

Dalam beberapa tarikan napas saja… tubuh Boqin Changing, Long, dan Yue telah sepenuhnya berada di dalam lingkup perlindungannya. Seolah-olah dunia luar tertutup oleh tempurung raksasa itu.

Angin liar yang sebelumnya berputar di area terbuka kini meredup ketika memasuki wilayah kabut tersebut. Suara gemuruh langit masih terdengar, tetapi menjadi lebih dalam, seperti datang dari tempat yang jauh.

Boqin Changing menurunkan tangannya perlahan. Segel terakhir selesai. Kabut pelindung itu langsung berdenyut lembut, lalu stabil. Tempurung kura-kura raksasa membentang di atas mereka seperti kubah kuno yang menantang langit.

Boqin Changing mengangkat kepalanya. Tatapannya menembus kabut dan langsung menuju langit gelap yang bergolak di atas sana. Awan hitam terus berputar, semakin pekat, semakin berat. Kilatan petir berkelip di dalamnya seperti naga cahaya yang gelisah mencari jalan keluar.

Ia dapat merasakannya. Tekanan itu. Petir siksaan dunia… sebentar lagi akan turun.

Udara mulai mengandung aroma logam terbakar. Rambut Boqin Changing bergerak pelan oleh arus energi yang tak kasat mata. Di balik ketenangan wajahnya, indranya menangkap setiap perubahan kecil di langit.

Kemudian ia menoleh. Long dan Yue juga sedang memandang ke atas.

Long berdiri tegak, lehernya terangkat tinggi. Sisik hijaunya berkilau redup oleh pantulan kilat. Sorot matanya tampak kokoh, seperti batu yang tidak mudah retak. Namun Boqin Changing tetap bisa melihatnya, garis ketegangan di sekitar pupil naga itu, getaran kecil pada napasnya. Ia berusaha tegar. Tetapi kekhawatiran tetap ada.

Di sisi lain, Yue jauh berbeda. Tubuh naga merah muda itu sedikit merapat ke Long. Tubuhnya terlipat bergetar tipis. Tatapannya tidak lepas dari langit, namun di dalamnya ada kegelisahan yang tidak disembunyikan. Ujung ekornya bergerak pelan, menunjukkan kegugupan yang sulit ia kendalikan. Ratusan tahun menunggu momen ini… tidak serta-merta menghapus rasa takut ketika benar-benar menghadapinya. Apalagi ia sadar kemampuannya masih jauh dalam menerima petir itu.

Boqin Changing menatap keduanya beberapa detik. Lalu ia tersenyum kecil.

“Kalian terlalu tegang.”

Suara itu tidak keras. Tidak pula penuh wibawa. Namun anehnya, mampu menembus gemuruh langit. Long dan Yue menoleh bersamaan.

Boqin Changing melipat tangannya di balik punggung, berdiri santai di bawah kubah kura-kura raksasa itu seolah mereka hanya sedang menunggu hujan biasa.

“Ini memang siksaan dunia,” lanjutnya. “Tetapi bukan akhir dari segalanya.”

Ia melirik Yue.

“Jika kalian sudah menunggu ratusan tahun, apa arti beberapa saat lagi?”

Yue berkedip. Kata-kata itu sederhana. Namun membuat napasnya yang semula pendek perlahan memanjang.

Boqin Changing lalu menatap Long.

“Dan kau,” ujarnya ringan, “bukankah tadi sudah membuat keputusan tanpa ragu?”

Long terdiam. Kilatan petir memantul di matanya.

Boqin Changing tersenyum tipis.

“Kalau begitu, hadapi saja.”

Ia mengangkat kepalanya, menatap langit dengan sorot yang sama sekali tidak menunjukkan gentar.

“Kalian tidak sendirian.”

Kalimat itu jatuh ringan. Namun bergema dalam.

Yue menatap Boqin Changing beberapa saat, lalu menoleh ke Long. Naga hijau itu tidak berkata apa-apa, tetapi napasnya menjadi lebih stabil. Lehernya kembali terangkat, kali ini tanpa getaran sebelumnya.

Yue sendiri perlahan meluruskan tubuhnya. Ketakutan itu tidak hilang sepenuhnya. Tetapi tidak lagi melumpuhkan.

Di bawah kubah kura-kura raksasa, tiga sosok itu berdiri menghadap langit yang murka. Gemuruh semakin keras. Awan berputar semakin cepat. Kilatan petir kini tidak lagi sekadar berkelip, melainkan mulai berkumpul di satu titik, memadat, menebal, seperti tombak cahaya yang perlahan ditempa oleh langit itu sendiri.

Boqin Changing menyipitkan mata. Akhirnya… datang juga. Langit seakan runtuh.

Di pusat pusaran awan hitam itu, cahaya putih kebiruan mulai berkumpul. Bukan lagi kilatan yang datang dan pergi, melainkan gumpalan energi petir yang terus memadat, menekan dirinya sendiri hingga menjadi satu titik yang menyilaukan.

Udara bergetar. Suara gemuruh berubah menjadi dengungan panjang yang menusuk telinga, seperti ribuan bilah logam saling bergesekan di langit.

Petir besar dengan konsentrasi yang padat semakin membesar. Di sekelilingnya, kilatan-kilatan kecil mulai lahir tanpa henti. Garis-garis cahaya tipis menyambar turun dari langit, menghantam pepohonan raksasa di hutan.

Boommm!!!!

Satu pohon terbakar dalam sekejap.

Krak!!!!

Tanah terbelah, meninggalkan bekas hangus yang mengepul. Petir kecil itu terus turun, puluhan, lalu ratusan, membentuk hujan cahaya yang menghancurkan area di sekitar kubah kura-kura raksasa.

Para siluman yang sejak tadi menonton dari kejauhan langsung panik. Raungan, jeritan, dan suara sayap beterbangan memenuhi hutan. Makhluk-makhluk itu berhamburan menyelamatkan diri, tidak peduli arah, hanya berusaha menjauh dari pusat siksaan dunia yang sedang terbentuk. Tidak ada yang berani tetap tinggal.

Di dalam kubah. Yue memandang langit tanpa berkedip. Pantulan cahaya petir menari di sisik merah mudanya. Tenggorokannya bergerak pelan. Ia menelan ludah. Petir siksaan dunia itu… nyatanya terlalu besar. Terlalu padat. Terlalu nyata.

Dalam seluruh hidupnya, Yue belum pernah melihat energi alam sedemikian terkonsentrasi. Bahkan aura yang terpancar saja sudah membuat instingnya berteriak untuk lari.

Tatapannya perlahan bergeser ke sosok pemuda di sampingnya. Apakah… pemuda ini benar-benar akan sanggup menahan kekuatan itu?

Long juga menatap langit, namun kali ini ketegaran di wajahnya tidak sepenuhnya utuh. Sisik hijaunya bergetar sangat halus, hampir tak terlihat.

Ia bisa merasakannya. Kekuatan itu. Jika Boqin Changing tidak berada di sini… sejak awal ia akan tahu jawabannya. Ia tidak akan sanggup. Bahkan sebelum petir utama turun, tekanan dari langit saja sudah cukup membuat energi dalam tubuhnya bergetar kacau.

Long menarik napas panjang. Syukurlah… Ada pemuda itu.

Di luar kubah, petir semakin banyak menyambar. Hutan yang sebelumnya hijau kini dipenuhi asap tipis dan bekas hangus. Udara dipenuhi aroma terbakar yang menusuk.

Namun semua itu hanyalah pendahuluan. Karena di langit… Cahaya itu akhirnya selesai terbentuk.

Satu garis petir raksasa , tebal seperti pilar langit memanjang dari pusat awan hitam hingga menembus lapisan kabut. Untuk sepersekian detik, dunia menjadi sunyi. Lalu,

Petir itu akhirnya turun.

Gerakannya terlalu cepat untuk diikuti mata. Hanya cahaya. Hanya suara. Hanya kehancuran. Petir siksaan dunia melesat lurus menuju Long dan Yue.

Booooooooommmmmmmm!!!!!!!

Ledakan yang terjadi tidak hanya terdengar. Ia terasa. Udara meledak keluar, tanah bergetar, bahkan kubah kura-kura raksasa berdenyut keras saat hantaman pertama itu terjadi. Cahaya memenuhi seluruh pandangan.

Long meraung tertahan. Arus petir menyelimuti tubuhnya, merayap di antara sisik hijau, menusuk daging dan tulang seperti ribuan jarum panas. Perih. Sangat perih. Namun… Long segera menyadari sesuatu.

Energi yang masuk ke tubuhnya memang kuat, tetapi tidak menghancurkan. Ia masih bisa menahannya. Masih bisa mengatur aliran energinya untuk bertahan.

Di sisi lain, Yue juga bergetar hebat. Tubuh naga merah muda itu menegang saat kilatan petir menari di sepanjang tubuhnya. Rasa sakit itu membuat matanya berkaca. Namun seperti Long, ia juga menyadari hal yang sama. Ini masih dalam batas yang bisa ia tahan.

Petir itu tidak sepenuhnya menghantam mereka. Sebagian besar… dialihkan.

Keduanya hampir bersamaan menoleh. Di tengah cahaya yang membabi buta itu, Boqin Changing berdiri. Tubuhnya dikelilingi kilatan petir yang jauh lebih ganas. Garis-garis cahaya liar meloncat dari bahu ke tangan, dari punggung ke tanah, membentuk jaring energi yang kacau.

Pakaian pemuda itu berkibar keras. Rambutnya berdiri. Kulitnya berkilau putih kebiruan. Dialah pusat hantaman sebenarnya.

Boqin Changing menggertakkan giginya. Otot di rahangnya menegang saat arus petir menembus tubuhnya tanpa ampun. Setiap jalur meridian terasa seperti terbakar, setiap tulang seperti dipukul palu panas.

Rasa sakitnya jauh melampaui apa yang diterima Long dan Yue. Namun kakinya tidak bergeser. Tangannya tetap terangkat. Tatapannya tetap lurus ke langit.

Kilatan-kilatan petir terus memancar dari tubuhnya, menghantam tanah di sekelilingnya, memantul di dalam kubah kura-kura raksasa seperti badai cahaya yang terperangkap.

Boqin Changing menarik napas berat. Lalu, ia menahan semuanya.

1
Eka Haslinda
sebelum bola pemanggil datang.. Boqin Changing dah merekrut kembali pasukan nya
Rinaldi Sigar
lnjut
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow pendekar langit 🌽🔥
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
angin kelana
lanjuuuuuttt
Akhmad Baihaki
😍😍😍
Ahmad Ridwan
yok yok besok sudah 5 tahun . waktu nya berngkat ke alam yng lebih tinggi🤣
Raju
meng ngemeng !!
udh lulus mesin scanning NT g thor ??
rate novel mu udh Top 3 besar di fiksi pria...
Raju
walaupon si bogin prnh breinkarnasi...
tpi mencapai ranah pendekar langit di usia semuda itu...!!
itu WAAAAH pakai BANGET.,...
tariii
👍👍👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Akhirnya Paman Nuo berhasil duluan
Zainal Arifin
joooooooosssss 🤲🤲🤲
yayat
mungkinkah boqin akan mendapatkn semua bola2 yg ada terutama bola pemanggil untuk mengumpulkn semua pasukan lamanya dikehidupn pertamanya
syarif ibrahim: kayaknya tidak, karena diambil kaisar xin.... 🙏
total 1 replies
Eko
selamat paman Nuo sudah jadi pendekar langit 👍👍😄😄😄
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍 semangat Thor 💪💪
andi widya
oke lanjutkan
hanim ahmad
katanya sudah berada di ranah bumi puncak,swlangkah ke ranah lpendakar lagi,loh kok Masih naiki ranah bumi puncak...gimana thor?
Pandeka Garang: iya pernah di beberapa chapter sebelumnya bahwa boqin changing sudah di pendekar bumi puncak setengah langkah menuju pendekar langit
total 1 replies
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!