Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbicara Dengan Hati
"Kenapa sih marah - marah terus kerjanya?"
"Siapa??"
"Ya komandan kamu??"
"Komandan Lucas?? Lah kamu juga suka marah - marah sama dia. Hati- hati entar jatuh cinta loh."
"Entar yang ada aku dimarahi terus menerus."
"Kenapa sih Joy kamu selalu menyendiri?"
" Sudah terbiasa Sersan kepala Daniel, aku kan anak tunggal. Mana orangtuaku juga tidak harmonis."
"Masa???? Kamu tidak seperti anak broken home???"
"Mamiku orangnya kuat, Wanita karier. Bahkan selama dua puluh tahunan dia bertahan dalam kelakuan papiku. Papiku itu jahat, dan berselingkuh sampai mamiku menghembuskan nafas terakhirnya."
"Itu yang membuatmu tidak mau pacaran??"
"Tahu dari mana Dan??"
"Teman - teman medismu, jika kamu tidak ada selalu membicarakan kamu."
"Kurang asam mereka. Ya itu bisa jadi Salah satu alasan.Namun Tuhan punya rencana lain. Mami pergi aku belum sukses."
"Turut berdukacita Joy."
"Terima kasih Dan."
"Sesekali kamu harus Kumpul - kumpul bareng teman - teman juga. Kan kamu bisa berbagi pikiranmu."
"Dari pada kumpul - kumpul mendingan uangnya buat aku sekolah dan kebutuhan di rumah. Uang itu penting dan sangat susah didapat buat aku."
"Sori, ya Joy."
"Its oke Dan. Terima kasih sudah jadi mendengar keluh kesah ku."
Daniel tersenyum melihat dokter Joy. Dan sekarang Joy sudah pamit, pergi melihat pasiennya bapak Ayub. Yang kesehatannya sudah mulai membaik. Sekarang dia sudah berada di ruangan perawatan biasa. Luka bekas operasinya sudah mulai membaik.
"Selamat malam bapak."
"Selamat malam anak dokter cantik."
Mama dan bapak Musa selalu menyapa Joy dengan sebutan dokter cantik. Malam ini seperti biasa Joy melakukan pemeriksaan rutinnya sebelum pasien istirahat malam bersama ners Zaki. Joy langsung memberi senyum manis kepada kedua orangtua itu.
"Puji Tuhan, pemulihan bapak mengalami peningkatan. Mungkin besok pagi selesai sarapan bapak bisa pulang ke rumah."
" Terima kasih dokter??"
"Kok sedih ya mukanya??"
"Berarti bapak dan mama tidak bisa lihat dokter cantik lagi."
"Eh... bapak meskipun sudah dirumah. Namun tiga hari sekali, bapak harus ke sini biar diganti perban lukanya sampai lukanya kering." Bapak Ayub langsung tersenyum.
"Syukur, mama masih bisa lihat dokter cantik."
Aktivitas di puskesmas dan markas tentara berjalan seperti biasa. Kegiatan olah raga pembersihan tempat serta pengamanan di lingkungan sekitar serta di perusahan juga atas permintaan oleh manager perusahaan. Di puskesmas Joy bersama rekan - rekan dokternya juga melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Hari ini, Joy dan Lucas di undang ikut rapat dengan petinggi pemerintah daerah setempat. Karena ada kunjungan dari pemerintah pusat. Pukul enam pagi mereka sudah mulai berangkat menuju ibu kota kabupaten. Ditemani Daniel dan salah satu anggotanya. Perjalanan menuju kota melewati hutan belantara, jalan sudah bagus di aspal.
"Are you oke Joy??"
"Ya, aku baik."
"Kalau kamu, rasa tidak enak mau mual kasih tahu."
"Tumben baik." Lucas kaget karena rasa prihatinnya di balas seperti itu oleh Joy dan Lucas langsung menatap tajam ke arah nya Sementara Daniel sudah senyum - senyum.
"Bisa ngak sih, kalau orang cantik itu bicaranya juga santun. Biar cantiknya lengkap."
"Kamu mengaku, kalau aku cantik."
"Iya kamu memang cantik, hanya belagu."
"Belagu???" Joy cemberut
"Kenapa kamu mengerti?"
"Iya lah."
Selesai rapat, Lucas mengajak Joy dan kedua anggotanya makan dulu. Mereka kembali ke distrik tempat mereka bertugas pukul enam, jadi diperkirakan pukul sembilan malam mereka tiba disana.
Dalam perjalan setengah jalan, kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kerusakan, Akhirnya mereka menghubungi yang ada di markas. Joy sudah kedinginan. Lucas membuka baju tentaranya disarungkan ke tubuh Hanna. Karena Hanna sudah kedinginan sampai gemetar.
"Terima kasih."
"Iya." Karena melihat Joy masih gemetar, Lucas pun melihat sarung tangan di jok mobil miliknya yang biasa dia gunakan. Dan digunakan ke tangan Joy. Tiga puluh menit, baru bala bantuan datang.
Pukul sebelas malam baru mereka tiba di markas. Joy langsung menuju ke kamarnya. Namun karena kedinginan dia ke dapur untuk menyiapkan air mandi baginya.
"Ngapain Joy?"
"Masak air buat mandi. Ngak bisa tidur jika belum mandi." Lucas menemaninya sampai air mandinya siap dan membantu Joy mengangkat air ke kamar mandi. "Terima kasih sudah menolong."
"Iya sama - sama. Ingat langsung tidur ya." Joy hanya mengangguk. Terus terang dia merasa heran, karena biasanya Lucas itu ketus kepadanya. Atau mungkin karena sudah malam. Selesai membersihkan diri, mengenakan skincare, mengeringkan rambut, tak lupa mengosok minyak kayu putih. Joy pun beristirahat.
"Selamat pagi dokter Joy."
"Selamat pagi semua."
Joy hari ini bekerja seperti biasa, namun pukul delapan mereka mempunyai jadwal pemeriksaan di perusahaan. Dokter Joy dan dokter Stev bertugas disana dibantu ners Moh dan Obet.
Pukul satu siang. Lucas mendapat informasi jika ada perkelahian di perusahaan. Yang bertugas disana meminta bantuan anggota. Dan dia yang memimpin anggotanya langsung ke perusahaan. Sementara melakukan pengamanan, Lucas mencari posisi Joy karena dia tahu bahwa Joy dan rekan medisnya sedang bertugas di perusahaan.
"Bagaimana tim kamu apa aman?"
"Kami semua baik - baik komandan." Lucas sedikit lega. Dan meminta Joy dan timnya menunggu diruangan yang aman ini sampai dia dan anggota menyelesaikan kekacauan.
"Tumben komandan ngak ketus sama dokter."
"Sepertinya, waktu mobil mogok, hantu hutan itu masuk kedalam tubuhnya jadi dia berubah." Semua tertawa. Mereka tidak sadar, bahwa Lucas mendengar pembicaraan mereka. Tim Joy yang bertugas di perusahan di minta manager kepada komandan Lucas untuk mengawal mereka ke posko. Apalagi tadi dokter Joy sempat mengobati luka musuh mereka.
"Loh, dokter kok ngak pulang sama tentara?"
"Emang kami di antar pulang sama mereka."
"Iya untuk ke amanan dokter dan tim." Joy pun menelepon Daniel. Namun dia mendengar suara Lucas yang berteriak.
"Bilang sama dokter cantik itu, semalam hantu hutan merasuki diriku. Jadi aku lupa. Tunggu aja waktu pergantian anggota disitu."
Akhirnya pukul delapan malam mereka baru tiba di posko.
"DASAR KOMANDAN JELEK. Dan ngomong begitu sama komandan kamu. Katakan ini pesan dari dokter Joy yang cantik." Daniel menyampaikan tanpa mengurangi satu kata pun. Sedangkan Lucas dan dia hanya tertawa.
"Gue udah baik - baik di katain kesurupan hantu hutan. Enak aja."
"Ya dasar kucing dan tikus." Daniel menarik nafas panjang. Dia sudah malas melihat dua temannya itu.
Malam itu di ruangan makan, Joy membawa jaket dan sarung tangannya Joy yang sudah di cuci olehnya untuk dikembalikan.
"Kalau aku tahu ini susah cucinya, malas terima untuk dikenakan." Lucas tersenyum.
"Itu latihan buat jadi ibu persit."
"Ngak bermimpi kesana." Joy langsung menyerahkan baju yang sudah dicuci dan setrika kepada Lucas dan dengan cepat - cepat menghindar dari laki - laki menyebalkan. Namun Lucas langsung menarik tangan Joy sehingga muka mereka bertemu. Lucas memberikan ciuman di bibir Joy. Tentu dia merasa kaget, karena ini ciuman pertama yang diterima olehnya.
Lucas menarik mukanya melihat reaksi Joy, karena menurut Lucas, Joy tidak marah, dia hendak memberi satu ciuman lagi, namun Joy memalingkan mukanya. Dan pergi meninggalkan Lucas sendiri di ruangan itu. Lucas takut Joy marah, dia menatap kepergiannya.