NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / CEO / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Pulang dengan Pincang

​Suara mekanisme hidrolik yang bergeser pelan memecah kesunyian ruang kerja pribadi Elzian. Rak buku raksasa yang menempel di dinding berputar perlahan, menampakkan lorong gelap di baliknya.

​Dari kegelapan itu, sesosok tubuh pria terhuyung keluar.

​Elzian menyandarkan punggungnya ke dinding segera setelah pintu rahasia itu tertutup kembali. Napasnya terdengar berat dan putus-putus, seolah dia baru saja lari maraton. 

Keringat dingin membasahi keningnya, menetes melewati pelipis yang sedikit lebam. Dia mengenakan hoodie hitam dan masker wajah yang kini ditariknya turun ke leher.

​"Sshhh..." desis Elzian menahan erangan.

​Tangan kanannya mencengkeram paha kanannya dengan kuat. Kakinya—kaki yang selama ini dia klaim lumpuh total padahal sebenarnya sehat—kini bergetar hebat. Kali ini getarannya bukan akting, tapi karena ototnya menjerit kesakitan pasca benturan keras.

​Elzian mencoba melangkah menuju kursi rodanya yang terparkir lima meter di depan. Satu langkah.

​"Argh!"

​Rasa nyeri yang tajam menusuk dari pangkal paha hingga lutut, membuatnya nyaris jatuh berlutut. Kakinya kram parah.

​"Sudah puas main ninjanya, Pak Bos?"

​Suara dingin itu menyambar Elzian lebih cepat daripada rasa sakitnya.

​Klik.

​Lampu meja belajar menyala, menerangi ruangan yang tadinya remang-remang.

​Ziva duduk di kursi kebesarannya, bersedekap dada dengan wajah datar. Dia tidak terlihat mengantuk sedikit pun, meski jam dinding sudah menunjuk angka dua pagi. Tatapannya setajam silet, memindai penampilan Elzian yang kacau balau dari ujung rambut sampai kaki yang gemetar.

​Elzian menegakkan tubuhnya, berusaha terlihat gagah meski wajahnya pucat menahan sakit. "Kau belum tidur?"

​"Bagaimana aku bisa tidur kalau suamiku menghilang dari kasur dan GPS-nya mati total?" sindir Ziva. Dia bangkit dari kursi, berjalan perlahan mendekati Elzian. "Habis tawuran di mana? Penampilanmu kayak preman pasar yang kalah rebutan lapak."

​"Urusan bisnis," elak Elzian, mencoba melangkah lagi tapi kembali terhuyung. Dia terpaksa berpegangan pada pinggiran meja.

​Ziva mendengus kasar. "Bisnis? Bisnis apa yang butuh kostum serba hitam dan bau amis darah begini? Kau habis menghajar siapa?"

​"Anak buah Adrian," aku Elzian akhirnya, menyadari percuma berbohong pada Ziva. Dia meringis saat mencoba meluruskan kakinya. "Mereka berkumpul di gudang tua pinggir kota, merencanakan sabotase pengiriman bahan baku besok pagi. Aku... mendahului mereka."

​"Sendirian?" tanya Ziva tak percaya.

​"Sendirian," jawab Elzian dengan kilatan bangga yang bodoh di matanya. "Ada dua puluh orang. Aku bereskan dalam lima belas menit."

​"Dan mereka lihat wajahmu? Mereka tahu Elzian Drystan bisa berdiri dan menendang pantat mereka?"

​"Tentu saja tidak. Aku pakai masker taktis dan mematikan lampu gudang. Mereka pikir aku hantu atau pembunuh bayaran sewaan," Elzian mencoba tertawa kecil, tapi tawanya berubah jadi ringisan saat rasa sakit kembali menghantam pahanya. "Masalahnya, aku lupa satu hal."

​"Lupa kalau tubuhmu itu manusia, bukan mesin?" sambar Ziva tajam.

​Ziva sudah berdiri tepat di depan Elzian. Dia tidak menolong Elzian berjalan, malah menatap kaki suaminya dengan marah.

​"Kau pikir otot dan ligamenmu itu terbuat dari baja, hah?!" bentak Ziva. "Mentang-mentang kau tidak lumpuh sungguhan, kau pikir kau bisa langsung jadi Jackie Chan tanpa pemanasan? Sehari-hari kau duduk diam di kursi roda demi aktingmu itu, ototmu dalam mode istirahat! Lalu tiba-tiba kau paksa loncat dan menendang dua puluh orang? Itu namanya cari mati!"

​"Mereka bawa senjata, Ziva. Aku harus bergerak cepat atau aku mati konyol," bela Elzian.

​"Dan sekarang kau mau mati konyol karena ototmu robek?!" Ziva menunjuk kursi sofa panjang di sudut ruangan. "Duduk di sana. Sekarang."

​"Aku mau mandi dulu. Badanku lengket," tolak Elzian keras kepala.

​"DUDUK!" teriak Ziva. Auranya meledak, jauh lebih menakutkan daripada dua puluh preman yang baru saja dihajar Elzian. "Atau perlu kuberikan suntikan bius kuda supaya kau menurut?"

​Elzian menggerutu pelan, tapi dia menyeret kakinya yang sakit menuju sofa. Dia menjatuhkan dirinya di sana dengan napas lega. "Hanya kram sedikit karena benturan, Ziva. Jangan lebay."

​"Sedikit matamu," umpat Ziva. Dia berlutut di depan kaki Elzian.

​Ziva menyentuh paha Elzian di balik celana bahan taktis yang tebal itu. Baru disentuh sedikit saja, otot di sana terasa keras dan kaku seperti papan kayu. Spasme otot akut akibat trauma fisik berlebih.

​"Lepas celanamu," perintah Ziva datar.

​Mata Elzian membelalak, wajahnya memerah sampai ke telinga. "Hah? Di sini? Nanti kalau pelayan masuk bagaimana?"

​"Pintu terkunci. Dan aku doktermu, bukan gadis genit yang mau memperkosamu," Ziva memutar bola matanya. "Cepat buka. Aku harus lihat seberapa parah bengkaknya dan apakah ada pembuluh darah yang pecah."

​"Susah, Ziva. Kakiku kaku, nggak bisa ditekuk buat buka resleting," alasan Elzian, padahal dia cuma gengsi dan malu.

​Ziva kehilangan kesabaran. Dia tidak punya waktu meladeni rasa malu suaminya yang tidak pada tempatnya.

​"Baik. Kalau kau tidak mau buka baik-baik, kita pakai cara kasar."

​Ziva berdiri, lalu berjalan cepat ke meja kerjanya. Dia mengambil sebuah gunting medis yang tajam.

​"Hei! Kau mau apa dengan gunting itu?!" Elzian mencoba mundur, tapi punggungnya mentok sandaran sofa.

​Tanpa menjawab, Ziva kembali berlutut. Dia mencengkeram kain celana Elzian tepat di bagian paha yang bengkak.

​"Jangan bergerak," ancam Ziva.

​SREEET!

​Bunyi kain robek terdengar nyaring di ruangan itu.

​Dengan satu gerakan tegas tanpa ampun, Ziva menggunting celana panjang mahal milik Elzian mulai dari lutut hingga ke pangkal paha, membelahnya menjadi dua bagian yang terbuka lebar.

​"Ziva! Itu celana edisi terbatas!" protes Elzian.

​"Diam!" sentak Ziva.

​Dia menyingkirkan kain yang robek itu dan menatap kondisi kaki suaminya.

​Hening.

​Kemarahan di wajah Ziva perlahan berubah menjadi kekhawatiran yang nyata.

​Kulit paha Elzian sudah berubah warna menjadi ungu kebiruan yang mengerikan. Ototnya menonjol tegang dan berkedut-kedut sendiri. Ada bengkak besar di area lutut samping.

​"Kau bilang ini 'kram sedikit'?" desis Ziva, menatap Elzian dengan mata berkaca-kaca karena marah. Dia menekan pelan area yang lebam, membuat Elzian mendesis kesakitan.

​"Ini hematoma luas akibat hantaman benda tumpul. Dan lihat lututmu, bengkak begini pasti ada cedera meniskus. Kalau kau paksa jalan satu langkah lagi tadi, lututmu bisa geser permanen," ucap Ziva dingin.

​Dia mendongak, menatap mata Elzian lekat-lekat, tangannya masih memegang paha suaminya yang terbuka.

​"Mulai malam ini, kau tahanan rumahku, Tuan Drystan. Jangan harap bisa keluar dari kamar  tanpa izinku."

1
reza indrayana
lama g baca lagi karena kesibukan...


Keren & Mantaapp Zifa... 🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
Nana Niez
suka aq kl FL tangguh gini,, seru
say't
perfect thor ☕️
say't
mana rita n the genk paman2x el mksdq 🤣
say't
nah skrng nunggu ratih rusdi herman n satunya tuk balas dendam nih cz adrian n siena sdh dihempaskn 🤣
say't
wow berdua takutnya mereka brbuat asusila di gudang tuh biar saling menghangatkn 🤣✌️
say't
hrsnya sm ratih biar sekalian tuh 🤣 seru kali ye nyayat2 tubuh org dlm keadaan hidup tp g impas dngn penderitaan yg dialami sm zian n ziva
say't
like mother like a son otakx pd ditaruh didengkul y..kalo aq jd zian n ziva aq sayat2 kulitx aq potong2 kecil2 dagingx scr hidup² trakhir aq kasihkan ke hewan liar deh 🤣 krng kejam kykx
say't
aq kalo jd ziva n zain aq suntik mati n mayatx dimakan singa hidup2 tanpa brbekas 🤣
say't
la dia mau uji nyali lagi pdhl ziva lbh kaya dr ratih lo itupn hasil keringat sndiri..awas lo ratih balasan lbh kejam drpd ulahmu..org bodoh kyk loe pst kalah..otak kok ditaruh didengkul jd ingin tau ending loe kyk pa ratih mati bunuh diri or dibakar org hidup2
say't
nah kan dan terjadi lagi ,emang deh ni 2 org sukax bikin pembacax darah tinggi n meso2 kok 🤣
say't
kemana pengawal zian y 🤣 aq jd zian aq bunuh para preman ni cz sdh liat dia brjalan 🤣 kan cctv rusak
say't
heran kenapa zian g ngelaporin ibu tirix y pdhl sdh bnyk bukti n saksi lo 🤣 itu paman2x jg kok g ngelaporin jg y
say't
kenapa zian g memeriksa keuangan perusahaanx y. y barang kali aja para orgil ni melakukan penyelewangan dana perusahaqn 🤣
say't
zian tegas tp g tegas sm ibu tirinya 🤣 tolol or dungu y ni critanya
say't
awas lo El trisno soko jalaran nggelibet lo bisa2 loe bucin akut 😭
say't
kenapa di cerita2 seoramg jalang yg profesional benget tuh sll berprofesi model y 🤣
say't
inilah jdnya kalo dikasih makan uang haram anak ceweknya jd seorang jalang yg profesional 🤣
Intania Naj_Va
KEREN BANGET 👏👏👏👍👍
Fera Nuraini
hahaha ada apa tadi el😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!