NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:26.3M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Sebuah suara langkah kaki dari luar kamar membuat Damian waspada. Pria itu berdiri dengan susah payah sambil memegangi perutnya. Entah itu Talia atau bukan, dia harus tetap waspada.

Damian berjalan perlahan ke kamar mandi, berdiri di belakang pintu.

Saat pintu kamar terbuka, Damian langsung mengenali itu langkah kaki Talia. Dia ingat jelas langkah kaki gadis itu seperti yang sedang di dengarnya sekarang. Damian bernafas lega hendak keluar tetapi langkahnya terhenti begitu mendengar ada suara laki-laki yang masuk ke dalam kamar itu. Di luar sana, suara Talia kedengaran kaget.

"Kakak?! Kok ke sini? Kak Jason gak berangkat kerja? Pasien banyak yang nunggukan?"

Talia mendongak ke seorang laki-laki tinggi besar berwajah tampan, sudah lengkap dengan setelan rapinya yang kini berdiri depannya sambil bersedekap dada.

"Kalo kamu nggak terlihat mencurigakan, kakak sudah sampai di rumah sakit sekarang."

Mata Talia berkedip-kedip.

"Mencurigakan? Emang Talia penjahat? Kak Jason mah gitu, selalu curiga."

Jason tertawa menjitak pelan kepala sang adik.

"Ya karena sikap kamu itu terlalu bikin curiga. Sekarang jawab, kamu sudah sarapan di bawah. Kenapa diam-diam bawa sarapan ke kamar kamu?"

Jason menunjuk ke sebuah nampan berisi makanan yang dia ambil diam-diam tanpa sepengetahuan mamanya.

Talia melirik nampan berisi roti panggang, telur orak-arik, dan segelas susu yang ia bawa. Ia memutar otaknya, mencari alasan yang masuk akal.

"Kan aku masih laper kak. Terus aku ada jadwal nonton film zombie kesukaan aku di netflix. Emang salah makan sambil nonton?" jawabnya santai.

Jason menyipitkan matanya, tidak langsung percaya.

"Iya, tapi biasanya kamu nggak gini. Ada sesuatu yang kamu sembunyikan?"

Talia tertawa garing.

"Ih, Kakak ini kayak detektif aja. Sembunyiin apa coba?"

Talia bergerak, hendak menaruh nampan di meja, tetapi Jason dengan cepat menangkap pergelangan tangannya. Mata tajam laki-laki itu menatap adiknya penuh selidik.

"Talia," suaranya lebih serius,

"Jawab jujur. Kamu nggak mungkin tiba-tiba makan di kamar kalau nggak ada alasan. Jangan bilang di dalam lemari kamu ada kucing liar lagi."

Talia tertawa semakin garing. Dalam hatinya, ia memohon Damian tetap diam di kamar mandi. Kalau Jason sampai tahu ada laki-laki bersembunyi di kamarnya, tamat sudah riwayatnya.

"Enggak ada kucing, kak. Masa aku nggak boleh makan di kamar sendiri. Lagian kan mama udah ingetin aku berkali-kali gak boleh sembarangan bawa-bawa kucing ke rumah."

Jason menatap Talia lama, lalu tanpa aba-aba, ia berjalan ke arah lemari. Refleks, Talia langsung bergerak menghadang.

"Eh, mau ngapain?!"

Jason mengangkat alis.

"Mau pastiin ada kucing atau nggak."

"Serius, nggak ada, kak!" Talia berusaha terdengar meyakinkan, tapi malah semakin terlihat mencurigakan.

Jason berdecak, lalu mengubah targetnya. Matanya beralih ke kamar mandi. Dengan cepat, ia melangkah ke sana.

"Eh, kak! Mau ngapain ke sana?" Talia panik, berusaha menarik lengan kakaknya.

"Kamar mandi. Mau pipis."

"Nggak boleh. Tadi aku pup, baunya masih tertinggal."

Jason tidak menggubris dan tetap ke sana. Saking paniknya Talia dengan cepat masuk lebih dulu dan mengunci pintu kamar mandi. Ia melihat Damian berdiri di belakangnya dengan sikap tenang. Pokoknya berbeda jauh dengan wajah paniknya sekarang.

Dari luar, Jason mengetuk pintu kamar mandi dua kali.

"Talia, buka," perintahnya.

Talia mengutuk dalam hati. Jika Damian tertangkap, ia tidak bisa membayangkan reaksi sang kakak.

Sementara Damian menggertakkan giginya. Situasi ini benar-benar buruk. Dalam kondisinya yang terluka, ia tidak akan bisa kabur jika pria di luar sana menemukan keberadaannya.

Damian melirik ke atas, ke ventilasi kecil di dinding. Mustahil untuk keluar lewat sana.

"Talia," Jason mengetuk lagi dari luar. "Kakak hitung sampai tiga."

Talia mengumpat dalam hati.

"Astaga, Kak! Aku kan baru aja pup. Belum aku bersihin!" Talia terus beralasan.

"Satu ..."

Talia berpikir cepat.

"Dua ..."

Di dalam kamar mandi, Damian dan Talia menahan napas. Damiaj berpikir jika pria itu benar-benar memaksa masuk, ia harus bertindak.

"Tiga."

Jason menekan gagang pintu.

Gagang pintu sedikit bergerak, tapi tetap terkunci. Jason menghela napas, jelas tidak puas dengan alasan Talia.

"Talia, buka pintunya nggak?" kata Jason sekali lagi, lebih lembut tapi tetap tegas.

Talia menggigit bibirnya, matanya melirik ke Damian dengan gelisah. Di luar sana Jason menghela napas, lalu akhirnya menyerah.

"Oke. Kakak pergi sekarang. Jangan lakuin hal aneh-aneh. Jangan makan terlalu banyak juga, itu gak baik buat kesehatan kamu.

"Siap, kakak Dokter!" Talia berseru dari dalam.

Jason hanya mendecak sebelum akhirnya berbalik dan keluar dari kamar, menutup pintu di belakangnya.

Begitu Jason benar-benar pergi, barulah Talia bisa bernafas lega. Damian juga meski tak tampak sama sekali di wajahnya kalau dia gugup. Talia menatap pria itu dan tersenyum lebar.

"Kita udah kayak di filem-filem." katanya. Damian hanya menggeser tubuh gadis itu pelan dan keluar. Dia memang harus segera meninggalkan rumah ini. Tidak aman berada di sini.

Talia ikut keluar lalu menyodorkan sarapan yang dia bawa tadi pada Damian.

"Makanlah. Kamu pasti lapar kan, orang sakit?"

Damian memicingkan matanya menatap gadis itu tajam tapi gadis itu malah tersenyum lebar, tetap menyodorkan nampan berisi makanan. Damian  akhirnya mengambil sepotong roti panggang dan menggigitnya. Talia tersenyum puas, lalu duduk di pinggiran tempat tidur sambil mengayun-ayunkan kakinya.

"Rumah aku memang rame karena papa, mama dan kakak aku suka banget ngomel-ngomel dan curigaan ke aku. Padahal aku ini gadis manis yang pendiam banget dan dengar-dengaran sama mereka." kalimat itu membuat Damian berhenti mengunyah sebentar.

"Pendiam?" ia mengulang satu kata itu.

"Mm. Memangnya kamu nggak lihat?"

Alis Damian terangkat lalu mendengus dan kembali mengunyah roti dalam mulutnya.

"Cih, dibilangin gak percaya." Talia mencebik.

"Oh ya! Kamu itu sebenarnya siapa? Apa pekerjaanmu? Mata-mata, polisi, bodyguard atau mafia?" gadis itu bertanya kemudian. Matanya memancarkan rasa ingin tahu. Untuk sesaat Damian terpukau dengan mata indah gadis itu. Sangat indah. Damian baru menyadari mata gadis itu hijau dan sangat bening. Memancarkan cahaya yang menenangkan, setidaknya berhasil membuat seorang Damian yang tak pernah tersentuh itu terpukau dengan mata indahnya. Banyak perempuan yang memiliki mata indah memang, tetapi gadis ini adalah perempuan pertama yang membuatnya merasa gugup karena mata indahnya yang bercahaya. Bahkan Kanara tidak pernah membuatnya gugup.

Ketika sadar, Damian cepat-cepat bersikap seperti biasa lagi.

"Cerewet." hanya itu balasannya. Ia dapat melihat perubahan di wajah gadis itu.

"Cih,"

Gadis itu berdiri lalu menyanyikan penggalan lagu Geisha yang sengaja menyindir Damian.

"Luumpuuhkanlah ingatanku hapuss kan tentang dia ..."

Damian di belakangnya berusaha menahan senyum. Benar-benar bukan seperti pria itu.

1
Etty Sumaryanti
semoga semua y terbongkar tuh ke jahatan y 🤭
🍒WINA🍒
Dea tidak pernah menghina dan merendahkan kamu Miriam, de berkata jujur emang faktanya amara lebih unggul dari kamu...
Miriam sangat iri dan cemburu sama amara tidak mau dibanding-bandingkan, makanya dea memuji amara miriam marah sama dea.

padahal dea berkata jujur amara sangat pintar wajar dea selalu memuji dan kagum, tapi miriam hatinya penuh iri da dengki jadi tersinggung marah.
terus tidak terima miriam balas dendam membully dea, miriam merekam mengancam dea akan sebarkan videonya...

sadari diri donk miriam kenyataannya hidup kamu sangat sederhana, harus bersyukur bisa sekolah ditempat elit dan belajar yg bener. kedua orgtua kamu sampai kerja keras banting tulang memenuhi gaya hidup kamu.

Terima apa adanya keadaan kamu jangan iri dan cemburu kehidupan oranglain, malu terlahir jadi org miskin....
Cristella Tella
moga kebusukan meriam segera terbongkar
......bunga
❤️
Hanima
👍👍
Syakirah Dzaky
Menghina ? dimana letak menghina nya Miriam? perasaan selama ini kamu saja yg slalu merasa terhina, slalu merasa di rendah kan dan di remehkan , padahal semua teman2mu tulus berteman dgnmu terutama Amara , tp kamunya aja yg slalu iri hati dgn teman2mu , kamu tdk sadar diri klo kamu itu emang miskin , dan sekolah itu bukan tempat mu krn itu buat org tuamu menderita
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Riska Baelah
msih blum sadar/Smug//Smug//Smug//Smug//Smug/
Sri Afrilinda
diluar prediksi BMKG🤣🤣🤣🤣
Ririn Danayanti
kak author jngan biarkan miriam berhasil dengan rencananya KK aurhor
Ririn Danayanti
jngan macem2 sama putri Dady damian
Ririn Danayanti
amara terlalu polos jdi hatinya tdak pekan,yang namanya musuh dalam selimut
Ririn Danayanti
smoga ada cctv biar mampus miriam,kecil2 udah otak iblis
Ririn Danayanti
alea merasakan kebusukan hati miriam
Ririn Danayanti
buat miriam menderita Thor,
Ririn Danayanti
kecil2 otaknya seperti binatang
Ririn Danayanti
orang jahat tdak akan menemukan kebahagiaanya
Ita rahmawati
mantablah Dea 😂
Fitria Syafei
semoga kebenaran akan terungkap ya KK biar mereka tau siapa sebenarnya Miriam molotov ntuh termasuk Amara 😏 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😘
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!