🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 - Puing-Puing Keagungan
...Ia bukan anak takdir....
...Ia adalah akhir dari takdir....
.........
...Bab 1: Puing-Puing Keagungan...
Langit merah darah itu adalah hal terakhir yang diingat oleh sosok yang pernah mengguncang semesta. Di puncak Law Devouring Realm, ia hampir menelan hukum dunia, namun Langit tidak tinggal diam. Hukuman petir sembilan warna menghancurkan eksistensinya.
Ia terbangun di tubuh seorang remaja bernama Han Xuan. Tubuh yang rapuh. Meridian yang retak seperti tanah kering. Akar spiritual yang dianggap sampah oleh para tetua klan. Namun, bagi Han Xuan, ini adalah kanvas kosong yang sempurna untuk membangun kembali kegelapan yang lebih pekat.
...---Kehancuran Adalah Awal---...
Rasa sakit itu adalah satu-satunya hal yang nyata saat Han Xuan membuka matanya. Ia bisa merasakan debu di lantai kayu yang dingin dan bau amis darah dari sudut bibirnya. Di depannya, seorang pemuda dengan pakaian sutra mahal berdiri dengan angkuh.
"Bangun Xuan!! Jangan berpura-pura mati hanya karena satu pukulan ringan."
Han Xuan menatap tangan kecilnya yang gemetar. Ingatan tentang jutaan tahun kultivasi mengalir seperti air bah yang tenang namun mematikan. Ia bukan lagi penguasa yang ditakuti, tapi hanya sampah klan Han yang baru saja dipukuli karena gagal dalam ujian Mortal Tempering.
Han Xuan tidak membalas. Ia hanya menunduk, menyembunyikan kilatan dingin di matanya. Di dalam jiwanya, sebuah kekuatan kuno mulai berdenyut. Void Devouring Constitution. Tubuh ini harus hancur total sebelum bisa menampung kekosongan yang sesungguhnya.
"Tuan Muda Han Feng" suara Han Xuan terdengar serak dan rendah. "Terima kasih atas pelajarannya."
Han Feng tertawa mengejek lalu meludah ke samping sebelum melangkah pergi bersama pengikutnya. Mereka tidak menyadari bahwa setiap tetes darah yang jatuh dari tubuh Han Xuan adalah harga yang ia bayar untuk memicu resonansi dengan hukum devouring.
Saat kesunyian kembali menyelimuti ruangan, Han Xuan duduk bersila. Ia mulai memaksakan energi Qi yang liar untuk menghancurkan sisa-sisa meridiannya yang masih utuh. Rasa sakitnya sepuluh kali lipat lebih hebat dari pukulan Han Feng. Keringat dingin mengucur deras.
Retak.
Suara itu terdengar di dalam kepalanya. Sesuatu yang gelap dan haus mulai bangkit dari dasar perutnya. Inilah harga pertamanya. Saat ia mulai menyerap energi tipis di udara, ia merasakan sebagian dari emosi kegembiraannya memudar, digantikan oleh kekosongan yang dingin.
[Realm: Mortal Tempering - Level 1]
Han Xuan merasakan bisikan-bisikan halus mulai merayap di telinganya. Suara-suara dari jiwa-jiwa yang pernah ia telan di kehidupan sebelumnya mulai memanggil.
Ia tersenyum tipis.
Dunia ini akan segera belajar bahwa kegelapan yang paling mengerikan bukanlah yang menyerang dari depan, melainkan yang menelan segalanya dari dalam bayangan tanpa suara.
Malam itu, di kediaman klan Han yang tenang, sebuah rencana besar mulai disusun. Han Xuan tahu ia membutuhkan batu roh dalam jumlah besar untuk memperbaiki kerusakan mental yang akan segera datang sebagai harga dari kekuatannya. Dan ia tahu persis siapa yang akan menjadi "donatur" pertamanya.
Langkah kaki terdengar mendekati kamarnya di tengah malam. Seseorang sedang mengincar nyawanya saat ia dianggap paling lemah.
Han Xuan memejamkan mata, membiarkan bayangan di sudut ruangan mulai memanjang dan bergerak sendiri.
Pintu kayu kamar Han Xuan berderit pelan. Suara engsel yang tidak terawat itu terdengar seperti rintihan di tengah kesunyian malam. Han Xuan tetap duduk bersila di atas ranjang bambunya yang keras. Matanya terpejam seolah ia sedang terlelap dalam meditasi yang gagal.
Seorang pria berpakaian hitam masuk dengan langkah yang nyaris tanpa suara. Di tangannya berkilau sebuah belati pendek yang telah diolesi racun pelumpuh. Pria itu adalah salah satu pengawal pribadi Han Feng. Perintahnya sederhana: pastikan sampah klan ini tidak bangun lagi untuk mengikuti ujian susulan besok pagi.
Han Xuan bisa merasakan hawa membunuh yang amatir itu. Di matanya yang tertutup, aliran energi di ruangan itu terlihat jelas melalui persepsi jiwanya yang mulai terbangun.
Kultivator tingkat Mortal Tempering level tiga. Bagi tubuh Han Xuan yang sekarang, ini adalah ancaman mematikan. Namun bagi jiwa sang penguasa Law Devouring, ini hanyalah nutrisi pertama.
"Sayang sekali Xuan" bisik pengawal itu sambil mengangkat belatinya. "Tuan Muda Han Feng tidak suka melihatmu masih bisa bernapas."
Tepat saat belati itu diayunkan menuju tenggorokannya, Han Xuan menggerakkan jemarinya. Ia tidak menghindar. Sebaliknya, ia membiarkan ujung belati itu menggores bahunya sedikit.
Darah segar mengalir.
Seketika itu juga, Void Devouring Constitution bereaksi terhadap luka fisik tersebut. Energi hitam pekat terpancar dari luka Han Xuan, merambat cepat ke bilah belati dan langsung menuju lengan si penyerang.
"Apa ini!" teriak pengawal itu tertahan.
Ia mencoba menarik tangannya, namun belati itu seolah telah menyatu dengan luka Han Xuan. Rasa dingin yang luar biasa mulai menyedot paksa Qi dari meridian pria itu. Han Xuan membuka matanya. Pupil matanya yang hitam pekat tampak menelan seluruh cahaya di ruangan itu.
"Terima kasih atas kontribusinya Tuan Pengawal" ucap Han Xuan dengan nada datar tanpa emosi.
Pria itu ingin berteriak, namun suaranya tercekat di tenggorokan. Ia bisa merasakan bukan hanya energinya yang disedot, melainkan juga fragmen ingatannya dan sedikit dari sisa umurnya.
Wajah pria itu mulai keriput dalam hitungan detik. Kulitnya mengering seolah air di dalam tubuhnya menguap habis.
Han Xuan merasakan sensasi panas yang menjalar di tulang belakangnya. Kekuatan yang dicuri itu mulai mengalir, memperbaiki keretakan kecil di meridiannya. Namun, di saat yang sama, sebuah suara asing mulai berbisik di kepalanya.
Jangan bunuh aku... kumohon... anakku masih kecil...
Itu adalah sisa kesadaran dari jiwa si pengawal yang terserap. Han Xuan mengerutkan kening. Harga dari Dao Devouring telah dimulai.
Kerusakan mental berupa bisikan jiwa ini akan terus menghantuinya setiap kali ia menelan orang lain. Namun bagi Han Xuan, kegilaan adalah harga kecil untuk sebuah kekuasaan mutlak.
Dalam beberapa napas, pria berbaju hitam itu runtuh menjadi tumpukan abu dan tulang kering di lantai. Pakaian dan senjatanya jatuh berdentang pelan.
Han Xuan berdiri. Tubuhnya terasa sedikit lebih ringan. Ia memeriksa tangannya. Luka di bahunya telah menutup, menyisakan bekas luka kecil yang permanen sebagai pengingat.
[Realm: Mortal Tempering - Level 2]
Ia telah melompati satu level hanya dalam satu malam dengan mengorbankan satu nyawa. Han Xuan menatap abu di lantai dengan pandangan kosong. Ia tidak merasa bersalah.
Rasa empati itu telah terkikis habis saat ia mencapai tingkat Mortal Tempering kedua ini. Bagian dari dirinya yang bisa merasa kasihan pada orang lain telah lenyap sebagai bayaran kenaikan realm.
Ia berjalan menuju jendela dan menatap ke arah kediaman utama klan Han yang megah di kejauhan. Han Feng dan ayahnya, sang Tetua Kedua, adalah target berikutnya.
Bukan karena dendam, tapi karena mereka memiliki sumber daya yang ia butuhkan untuk membangun kembali fondasinya.
Tiba-tiba, telinga Han Xuan menangkap suara langkah kaki lain dari luar. Kali ini lebih dari satu orang. Sepertinya pengawal tadi bukan satu-satunya yang dikirim malam ini.
Han Xuan tersenyum tipis. Tangannya mulai membentuk segel sederhana dari Dao Bayangan yang masih sangat lemah. Tubuhnya mulai memudar, menyatu dengan kegelapan di sudut ruangan.
"Dua orang lagi" gumam Han Xuan pelan. "Mungkin ini cukup untuk mencapai level tiga sebelum fajar."
Namun, di balik kegelapan itu, ia menyadari sesuatu yang aneh. Salah satu dari orang yang mendekat memiliki detak jantung yang sangat cepat, bukan karena keberanian, melainkan karena ketakutan yang luar biasa.
Apakah ada orang lain yang sedang bermain di balik bayangan klan Han malam ini?
Satu hal yang pasti, malam ini baru saja dimulai.
...----------------...
Sistem Kultivasi Dunia Hei Ying Tun Tian (20 Realm) - sub tingkatan (1-9)
Mortal Tempering Realm (Kultivasi MC Saat Ini)
Qi Awakening Realm
Meridian Forging Realm
Spirit Foundation Realm
Core Condensation Realm
Nascent Soul Realm
Soul Refinement Realm
Domain Manifestation
Law Comprehension
Half-Step Ascendant
Heaven Tribulation
Void Walking
Immortal Flesh
Celestial Sovereign
Dao Fusion
Law Devouring
Heaven Defying
Eternal Paragon
World Shaper
Transcendent Tyrant
<>Cerita Bersambung
<>Lanjut gak sih?