NovelToon NovelToon
Fang Yuan

Fang Yuan

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Action / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:98.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Aku kehilangan kedua orang tuaku karena ulah seorang kultivator. Lalu kakekku—satu-satunya keluarga yang tersisa—juga pergi meninggalkanku.

Dunia ini kejam bagi yang lemah. Dan aku… tidak punya bakat.

Sampai aku menemukan sebuah buku kultivasi.
Tanpa dukungan. Tanpa restu langit. Hanya tekad dan kebencian yang membara di dadaku. Aku membenci langit yang merenggut segalanya dariku.

“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”

Jika surga tak mengakuiku, maka aku akan menghancurkan surga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Catatan Berdarah(fix)

​Dinding kayu penginapan itu tipis, membiarkan suara hiruk-pikuk kota sayup-sayup terdengar dari luar.

Namun bagi Fang Yuan, ruangan kecil yang pengap ini adalah benteng pertahanannya.

Ia duduk bersila di atas tempat tidur keras, mencoba mengabaikan bau apek kasur dan memfokuskan seluruh kesadarannya ke dalam tubuh.

​"Dunia ini tidak akan memberiku waktu untuk bernapas," bisiknya pada kegelapan. "Masalah tidak akan datang mencariku; aku sendiri yang merupakan magnet bagi masalah."

​Ia mulai menarik Qi dari udara. Prosesnya tetap terasa seperti menarik benang kawat berduri melalui pembuluh darahnya.

Perih dan panas. Namun, kali ini ada yang berbeda.

Di dalam Dantiannya—pusat energi di perut bawah—ia melihat dua pusaran energi yang saling mengejar. Satu berwarna putih bersih, satu lagi hitam pekat.

​Yin dan Yang.

​"Keseimbangan yang rapuh," gumam Fang Yuan. Keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya.

Ia menyadari bahwa untuk naik ke ranah berikutnya, ia tidak hanya butuh jumlah Qi yang banyak, tapi juga kualitas energi yang murni.

Setiap kali ia mencoba memadatkan kedua energi ini, rasa sakit yang luar biasa menghantam sarafnya, memaksanya untuk berhenti sebelum Dantiannya retak.

​Fang Yuan membuka matanya yang merah. Tubuhnya gemetar hebat, sisa-sisa energi liar masih berdenyut di ujung jarinya.

Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.

​"Lambat. Terlalu lambat." geramnya. Bakatnya yang rendah adalah rantai yang mengikat kakinya.

​Untuk mengalihkan rasa frustrasinya, ia kembali mengambil buku "Tinju Penghancur Batu".

Ia membolak-balik halaman yang kumal itu dengan lebih teliti di bawah cahaya lampu minyak yang berkedip.

Saat itulah, ia merasakan sesuatu yang mengganjal di sampul belakang yang tebal.

​Dengan kuku jarinya, ia merobek lapisan kertas tambahan yang tersembunyi. Sebuah carik kertas tipis jatuh ke pangkuannya.

Tulisan di sana berantakan, seolah ditulis dengan darah yang sudah mengering dan tangan yang gemetar hebat.

​"Jalan kultivasi telah merenggut semuanya dariku. Keluargaku dibantai, teman seperjuanganku mengkhianati ... Jika kau membaca ini, tolong, balaskan dendamku pada Bai Lie. Manusia bermuka dua itu tidak pantas melihat matahari esok."

​Fang Yuan mendengus dingin. "Balas dendam? Kau meminta bantuan pada orang yang salah, kawan. Aku punya daftar dendamku sendiri yang harus diselesaikan."

​Namun, kalimat berikutnya membuat mata Fang Yuan melebar.

​"Dia mengkhianatiku demi Mutiara Petir yang legendaris. Aku berhasil melarikan diri dan menyembunyikannya di Gunung Awan, tepat di bawah akar pohon raksasa yang tersambar petir abadi. Jangan biarkan Bai Lie mendapatkannya."

​"Mutiara Petir ..." Fang Yuan menjilat bibirnya yang kering. Senyum anehnya kembali muncul. "Sesuatu yang membuat seorang teman rela membantai temannya sendiri pastilah bukan barang sampah. Jika Bai Lie menginginkannya, maka aku akan memastikan dia hanya akan mendapatkan tanah kuburan saat sampai di sana."

​Rencana mulai terbentuk di otaknya, namun ia tahu ia belum cukup kuat. Ia kembali memusatkan perhatian pada teknik tinjunya.

Ia mulai memahami bahwa "Penghancur Batu" bukan hanya tentang kekuatan otot, melainkan tentang frekuensi getaran energi.

​Ia berdiri di tengah ruangan, melakukan gerakan pukulan perlahan.

​Fokus: Menarik Qi ke sendi bahu.

​Transmisi: Mengalirkan energi melalui meridian lengan dengan kecepatan tinggi.

​Vibrasi: Saat tinju hampir mengenai target fiktif, ia menggetarkan Qi-nya—seperti riak air yang menabrak dinding batu.

​"Jika aku bisa menyempurnakan getaran ini, aku tidak perlu menghancurkan kulit lawan. Aku bisa menghancurkan organ dalam mereka secara langsung." pikir Fang Yuan dengan kejam.

​Sepanjang malam itu, di tengah kesunyian penginapan, suara deru angin dari ayunan tangan Fang Yuan terus terdengar.

Ia tidak akan berhenti sebelum ia merasa tinjunya cukup tajam untuk merobek langit.

1
Dadang Sumbada
yahhhh aku kira sampai akhir yang jelas
Agen One: judul Fang Yuan: Melindungi Pewaris jiwa api surgawi🙏🙏🙏
total 3 replies
Penjaga Gerbang
sakit💔
Budi Wahyono
terimakasih atas karyanya thor..
sehat selalu...
Agen One: siap kak👍👍
total 5 replies
Agen One
𝗟𝗔𝗡𝗝𝗨𝗧𝗔𝗡𝗡𝗬𝗔 𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗔𝗗𝗔,𝗦𝗜𝗟𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗗𝗜 𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗬𝗔 𝗧𝗘𝗠𝗔𝗡-𝗧𝗘𝗠𝗔𝗡/Applaud//Pray//Pray/
Agen One
salah kirim
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤭🤭
Agen One
🙏🙏
Agen One
💪💪
Agen One
🙏🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
😴🤣
Agen One
🙏🙏
Agen One
🔥🔥
Agen One
🤭🤭
Agen One
🤭🤭
Agen One
💪💪
Agen One
😴😴
Agen One
💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!