NovelToon NovelToon
Nyonya Dibalik Tahta Alexander

Nyonya Dibalik Tahta Alexander

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Action / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:134
Nilai: 5
Nama Author: Rizky Handayani Sr.

Lucane Kyle Alexander CEO muda yang membangun kerajaan bisnis raksasa dan memiliki pengaruh mengerikan di dunia bawah. Dingin, tak tersentuh, dan membuat banyak orang berlutut hanya dengan satu perintah.

Tidak ada yang berani menentangnya.

Di sisi lain, ada Jema Elodie Moreau mantan pembunuh bayaran elit yang telah meninggalkan dunia senjata.
Cantik, barbar, elegan, dan berbahaya.

Keduanya hidup di dunia berbeda, hingga sebuah rahasia masa lalu menghantam mereka:

kedua orang tua mereka pernah menandatangani perjanjian pernikahan ketika Lucane dan Jema masih kecil. Perjanjian yang tak bisa dibatalkan tanpa menghancurkan reputasi dan nyawa banyak pihak.

Tanpa pilihan lain, mereka terjerat dalam ikatan yang tidak mereka inginkan.

Namun pernikahan itu memaksa mereka menghadapi lebih dari sekadar ego dan luka masa lalu.
Dalam ikatan tanpa cinta ini, hanya ada dua jalan, bersatu melawan dunia... atau saling menghancurkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky Handayani Sr., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Di kantor, Eve dan Anne menunggu Jema.

"Tumben sekali Jema belum datang jam segini, apa dia tidak masuk" Anne khawatir

"Mungkin dia tidak masuk hari ini" lanjut Eve yang memandang kursi kosong Jema

"Hari ini akan sangat sepi jika Jema tidak ada" Anne pun merasa tidak bersemangat

Lalu ponsel Anne bunyi, disana Jema mengatakan bahwa dia tidak masuk.

(Anne, bisakah kau berikan dokumen yang di meja ku itu kepada tuan James. Hari ini aku tidak masuk. dan jangan tanya alasan nya. aku akan sangat berterimakasih kepada mu Anne yang sangat cantik.)

Membaca itu tentu saja Anne setuju.

"Ck!! dasar Jema" kekeh Anne

"Ada apa?" tanya Eve

"Jema tidak masuk, dia meminta ku mengantar dokumen ini ketuan James" jawab nya tersenyum

* * * *

Mobil berhenti tepat di depan rumah Nana tempat yang jauh berbeda dari kemegahan dingin mansion Lucane. Rumah itu lebih sederhana, tapi cantik. Nuansa kayu, kebun hijau yang dirawat dengan penuh cinta, bunga-bunga bermekaran seolah menyambut kedatangan mereka. Tidak ada gemerlap, tapi hangat… dan Jema langsung terpana.

'Indah sekali tempat ini' batin Jema

Liam mempersilakan mereka masuk, dan Jema berjalan mengikuti Lucane menuju taman belakang.

Di sana, seorang wanita tua duduk berjemur, ditemani dua suster yang setia mengurusnya. Cahaya matahari pagi menciptakan aura lembut di sekitar tubuhnya yang ringkih tapi tetap anggun.

“Selamat datang, Tuan Muda,” sapa kedua suster itu sambil menunduk hormat.

Lucane hanya mengangguk, khas pria yang bicara seperlunya.

Senyum Nana melebar ketika melihat mereka datang bersama. Wajah keriputnya bersinar ada ketulusan yang hanya dimiliki orang-orang yang benar-benar mencintai cucunya.

Jema menelan ludah. Dia baru pertama kali bertemu wanita tua ini, namun entah kenapa gugupnya bukan main.

“S..selamat pagi, Nyonya,” sapa Jema canggung.

Nana memperhatikan Jema dengan mata berbinar. “Apa kamu Jema?”

“Ah, benar. Saya Jema, Nyonya.”

Jema mencoba tersenyum, walau hatinya masih terombang-ambing antara terpaksa dan bingung.

Wajah Nana semakin cerah. “Nana senang akhirnya kalian datang bersama. Lalu kapan kalian akan menikah, Nak?”

Jema buru-buru menoleh ke Lucane.

“Lusa,” jawab Lucane datar. “Nana tidak perlu khawatir. Aku akan mengurus semuanya.”

Nana menepuk tangannya bahagia.

Jema? Hatinya langsung jungkir balik.

'Ck!! Mereka ini kenapa semua harus cepat-cepat!? Nikah itu bukan lari marathon!

Apa mereka pikir aku ini piala lomba?' batinnya kesal

Nana kembali menatap Jema dengan lembut, nada suaranya penuh empati.

“Syukurlah… Nana sangat bahagia mendengarnya. Jema, maaf ya kalau semua ini terlalu mengejutkan untukmu. Nana tahu kamu pasti tidak nyaman. Tapi percayalah… semua ini sudah direncanakan keluarga dan Tuhan.”

Jema terdiam. Tegar, tapi hatinya sedikit goyah.

“Nana tidak tahu cara apa yang pria ini lakukan untuk membawamu ke sini…” Nana melirik cucunya sambil menggeleng kecil. “…tapi Nana percaya kalian bisa menjadi pasangan yang serasi.”

Perlahan, dinginnya Jema mencair sedikit.

Ada sesuatu dalam suara Nana tulus, jujur, hangat yang membuat Jema ingin menghormatinya.

“Tidak perlu berkata begitu, Nyonya,” ucap Jema lembut. “Jika Papa sudah mengatur ini… mungkin ini yang terbaik.”

'Terbaik dari mana? Ini sama saja masuk ke kandang singa!

Bahkan mungkin aku singanya tapi dia naga besi!' batin Jema

Lucane yang sedari tadi diam hanya memperhatikan. Mengamati setiap reaksi Jema.

Nana menatap Lucane lalu Jema bergantian. “Cucuku ini memang sangat kaku. Nana harap kamu bisa membuatnya jadi pria yang hangat.”

Jema tersenyum kecil senyum nakal dan jujur. “Nyonya… saya tidak janji.”

Nana tertawa sampai matanya berkaca-kaca.

Lucane langsung menghela napas, wajahnya berubah sedikit kesal.

“Ck!! Tidak lucu.”

Jema meliriknya dan berbisik pelan namun jelas, “Memang bukan buat kamu.”

Nana tertawa lebih keras lagi.

mereka pun melanjutkan obrolan panjang ini, sampai makan siang tiba.

Setelah ini Lucane akan membawa Jema mencari Gaun dan perhiasan untuk pernikahan mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!