NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Gejala yang Terbagi Dua Benua

3 minggu telah berlalu sejak deru mesin jet pribadi Devan menghilang di cakrawala. Bagi Shena, 3 Minggu ini terasa seperti 3 tahun. Namun, yang lebih menyiksa daripada rasa rindu adalah sikap Devan yang tiba-tiba "menghilang". Tidak ada pesan singkat, tidak ada video call manja, bahkan asisten rumah tangga di Singapura hanya mengatakan bahwa Pak Devan sangat sibuk dengan urusan hukum di kantor cabang yang mengakibatkan waktu bertambah menjadi 3 minggu.

Pagi itu, di Jakarta, Shena terbangun bukan karena alarm, melainkan karena rasa bergejolak di perutnya yang tak tertahankan.

"Ugh..." Shena berlari kencang menuju kamar mandi.

Hueekk!

Shena terduduk lemas di lantai marmer yang dingin, wajahnya pucat pasi. Ini sudah hari keempat ia mengalami mual hebat setiap pagi. Badannya terasa pegal, dan aroma parfum Devan yang tertinggal di bantal—yang biasanya menenangkannya—kini justru membuatnya ingin muntah lagi.

Tepat saat itu, bel rumah berbunyi. Mama Widya dan Papa Surya muncul dengan wajah penuh kecemasan. Mereka langsung masuk setelah Bi Inah melaporkan bahwa "Non Shena sering mengurung diri di kamar mandi".

"Shena! Sayang, ada apa?" Mama Widya langsung memeluk menantunya yang tampak layu. "Wajahmu pucat sekali, Nak. Kamu sakit?"

"Hanya... masuk angin mungkin, Ma," bisik Shena lemah.

Papa Surya mengernyitkan dahi. "Apa Devan belum meneleponmu? Papa sudah mencoba menghubunginya, tapi sekretarisnya selalu bilang dia sedang rapat tertutup."

Mendengar nama Devan, mata Shena berkaca-kaca. "Belum, Pa. Mungkin masalah di sana sangat berat."

Melihat kondisi Shena yang memprihatinkan, Mama Widya langsung membuat keputusan tegas. "Papa, suruh orang bawakan koper kita dari rumah. Kita menginap di sini mulai malam ini. Mama tidak mau menantu kesayangan Mama pingsan sendirian gara-gara memikirkan si bandel Devan itu!"

Sementara itu, di kantor cabang Singapura yang megah, suasana sangat kontras dengan kesuksesan yang biasanya dirayakan. Devan Adiguna duduk di kursi kebesarannya, namun bukan dengan gaya angkuh. Ia membungkuk di depan tempat sampah di bawah meja kerjanya.

Hueekk!

"Pak... Anda baik-baik saja?" Rian masuk dengan setumpuk dokumen, namun langsung menjatuhkan semuanya karena terkejut melihat bosnya.

Wajah Devan yang biasanya segar dan berwibawa kini pucat pasi seperti kertas. Matanya sayu, dan yang paling aneh... di atas meja kerjanya bukan ada kopi hitam, melainkan setumpuk manisan mangga muda dan jeruk nipis.

"Rian... kenapa aroma kopimu baunya seperti sampah?" tanya Devan dengan suara serak, sambil menutupi hidungnya dengan saputangan.

"Tapi ini kopi Blue Mountain favorit Anda, Pak," jawab Rian heran. "Dan kenapa Anda makan mangga muda?"

"Aku tidak tahu! Aku tiba-tiba ingin sekali makan sesuatu yang asam. Jika tidak, kepalaku rasanya mau pecah," gerutu Devan. Ia mencoba berdiri, namun kepalanya berputar. "Dan kenapa hatiku terasa sangat gelisah? Aku merasa bersalah, tapi aku tidak tahu kenapa."

Rian menatap bosnya dengan iba sekaligus bingung. "Pak, Anda sudah bekerja 20 jam sehari selama 3 minggu ini tanpa menyentuh ponsel. Anda bahkan lupa memberi kabar pada Nyonya Shena. Mungkin Anda stres berat."

"Ponsel?" Devan meraba sakunya. Ia baru ingat ia mematikan ponselnya sejak hari pertama untuk fokus pada audit. Saat ia menyalakannya, ribuan notifikasi masuk, namun matanya langsung tertuju pada satu nama: Shena.

Tiba-tiba, rasa mual itu datang lagi. Devan merasa perutnya melilit. "Rian... panggil dokter. Sekarang! Aku merasa seperti sedang hamil!"

Rian segera meraih telepon. "Halo, Dokter? Segera ke kantor Adiguna Group. Pak Devan... sepertinya dia keracunan atau mengalami gangguan saraf. Dia mengidam mangga muda!"

Di Jakarta, Shena sedang disuapi bubur oleh Mama Widya. Ia merasa sedikit lebih baik, namun rasa rindu pada Devan tetap menyesakkan.

"Ma, apa mungkin Devan marah padaku?" tanya Shena lirih.

"Tidak mungkin, Sayang. Dia itu sangat memujamu," sahut Mama Widya. "Tapi kalau sampai besok dia tidak berkabar, Mama sendiri yang akan terbang ke Singapura dan menjewer telinganya di depan semua dewan direksi!"

Shena tersenyum kecil. Ia mengusap perutnya yang masih terasa bergejolak. Ia teringat "Proyek Cucu" dan jamu "Macan Galak". Sebuah pemikiran melintas di benaknya, namun ia takut berharap terlalu tinggi.

Di Singapura, Devan sedang diperiksa oleh dokter pribadi. Dokter itu menatap Devan dengan ekspresi yang sangat aneh setelah memeriksa denyut nadi dan gejalanya.

"Tuan Adiguna," ujar Dokter itu sambil menahan tawa. "Anda sehat secara fisik. Tapi dalam dunia medis, ada fenomena yang disebut Couvade Syndrome."

"Apa itu? Penyakit mematikan?" tanya Devan panik.

"Bukan. Itu adalah kondisi di mana seorang suami merasakan gejala kehamilan yang dialami istrinya—seperti mual, mengidam, dan perubahan suasana hati—karena ikatan batin yang terlalu kuat."

Devan dan Rian terdiam. Mata Devan membelalak. "Maksud Dokter... Istri saya sedang...?"

Devan langsung menyambar ponselnya. Ia mengabaikan rasa mualnya dan mencoba menelepon rumah. Ia menyadari satu hal: selama 3 minggu ini ia meninggalkan "hartanya" yang paling berharga demi angka-angka di Singapura, sementara istrinya mungkin sedang berjuang sendirian.

...****************...

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!