NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Keheningan apartemen yang semula penuh dengan kehangatan rindu mendadak pecah oleh getaran nyaring ponsel di saku celana Alex. Bunyi itu terasa seperti gangguan kasar bagi momen yang sudah mereka nantikan selama lima tahun.

Alex, yang masih membenamkan wajahnya di leher Amelie, menghela napas berat sebelum akhirnya merenggangkan pelukan dengan enggan.

Amelie segera mengusap air matanya, berusaha mendapatkan kembali ketenangannya yang baru saja luruh. Matanya tanpa sengaja melirik ke arah layar ponsel yang kini berada di tangan Alex.

"Lola Blackwood".

Nama itu terpampang jelas, memberikan sensasi dingin yang mendadak menusuk ulu hati Amelie. Setelah drama Magenta, sensitivitas Amelie terhadap nama wanita asing di sekitar Alex berada di puncaknya. Ia menarik diri selangkah, melipat tangan di dada dengan tatapan yang kembali menajam meskipun sisa air mata masih menggantung di pelupuk matanya.

"Siapa Lola?" tanya Amelie dengan suara yang ia usahakan tetap datar, meski getaran cemburu sulit disembunyikan.

Alex menatap layar ponselnya sejenak, lalu menatap Amelie dengan senyum menenangkan. "Hanya teman kuliah, Sayang. Jangan mulai lagi dengan pikiran yang bukan-bukan. Dia satu lingkaran pertemanan denganku, Bessara, dan yang lainnya."

Alex mengangkat telepon itu, sengaja mengaktifkan loudspeaker agar tidak ada rahasia di antara mereka.

"Halo, Alex! Kamu di mana? Kita semua sedang di mal, rencananya mau nonton film horor yang baru rilis itu. Bessara sudah memesan tiketnya, tapi kami butuh satu orang lagi agar kursinya pas. Kamu datang, ya?" suara di seberang terdengar ceria dan sangat akrab.

Alex melirik Amelie, sebuah ide muncul di kepalanya. Selama ini, Lola dan teman-temannya hanya tahu bahwa Alex memiliki kekasih di luar negeri yang sekolah di universitas bergengsi, namun mereka belum pernah melihat sosoknya. Alex memang bukan tipe pria yang suka memamerkan kehidupan pribadinya pada teman yang ia anggap tidak sedalam itu hubungannya.

Baginya, Lola hanya teman untuk sesekali pergi berbelanja atau berkumpul dalam grup besar, tidak lebih.

"Kebetulan sekali, Lola," ujar Alex sambil menatap mata Amelie yang masih terlihat ragu. "Aku sedang bersama seseorang. Aku akan datang, tapi aku akan membawa kejutan untuk kalian."

"Kejutan? Wah, asyik! Baiklah, kami tunggu di lobi bioskop satu jam lagi, oke? Jangan telat!" Lola memutus sambungan dengan nada antusias.

Setelah telepon ditutup, suasana kembali sunyi. Amelie menatap Alex dengan pandangan menyelidik. "Kamu sering jalan dengannya?"

Alex tertawa kecil, ia mendekat dan kembali melingkarkan tangannya di pinggang Amelie. "Jalan seperti apa yang kamu maksud? Aku, dia, Bessara, dan beberapa teman laki-laki lainnya sering pergi belanja bersama jika kami sedang bosan. Tapi tidak pernah berdua, Amelie. Demi Tuhan, aku tidak pernah punya selera pada wanita lain sejak kamu melatihku untuk puasa lima tahun lalu."

Amelie mendengus, namun sudut bibirnya sedikit terangkat. "Lalu kenapa kamu mau aku ikut? Aku sedang tidak ingin bersosialisasi dengan teman-temanmu yang mungkin saja menganggapku sebagai orang asing."

"Justru karena itu," Alex mengecup kening Amelie. "Mereka perlu tahu siapa pemilik tunggal hati Alexander Lambert. Aku lelah ditanya kapan kekasih misteriusku itu pulang. Sekarang kamu di sini, dan aku ingin menunjukkan pada dunia, terutama pada wanita-wanita yang mencoba mendekatiku, bahwa aku sudah tidak tersedia lagi."

Amelie akhirnya mengangguk. Ada rasa ingin tahu di dalam dirinya, sekaligus keinginan untuk menandai wilayahnya secara resmi setelah lima tahun absen. Ia tidak ingin ada Magenta-Magenta lain yang mencoba merusak apa yang baru saja mereka perbaiki.

Satu jam kemudian, mereka tiba di bioskop elit di pusat kota. Amelie tampil mempesona dengan dress satin berwarna emerald yang dibalut blazer hitam elegan, sementara Alex tampak maskulin dengan kemeja flanel premium dan celana denim gelap. Mereka berjalan bergandengan tangan, memancarkan aura pasangan yang sangat berkelas.

Dari kejauhan, Lola Blackwood dan Bessara sedang berdiri dekat konter popcorn. Lola, dengan gaya khasnya yang glamor, melambaikan tangan saat melihat sosok tinggi Alex.

"Alex! Di sini!" seru Lola. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti saat ia menyadari Alex tidak datang sendiri. Ia melihat seorang wanita cantik dengan tatapan mata yang tenang namun mengintimidasi berjalan tepat di samping Alex, tangan mereka bertautan sangat erat.

"Hai, Lola. Hai, Bess," sapa Alex dengan nada santai.

Lola terdiam, matanya menyapu penampilan Amelie dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ada rasa terkejut yang tidak bisa ia tutupi. "Alex... ini siapa?"

Alex tersenyum lebar, senyum yang paling tulus yang pernah dilihat Lola selama berteman dengan pria itu. Ia menarik Amelie sedikit lebih dekat. "Kenalkan, ini Amelie Roosevelt Marius. Kekasihku yang selama ini aku ceritakan yang sekolah di luar negeri. Dia baru saja pulang."

Bessara langsung menutup mulutnya karena terkejut. "Oh my God! Jadi ini Amelie? Alex, kamu tidak pernah bilang kalau dia secantik ini! Foto yang kamu tunjukkan dulu tidak ada apa-apanya!"

Amelie mengulurkan tangannya dengan anggun. "Halo, aku Amelie. Senang bertemu dengan kalian. Alex sering bercerita tentang teman-temannya, meskipun dia jarang menyebutkan detailnya."

Lola menyalami tangan Amelie dengan sedikit kaku. "Ah, ya... halo. Aku Lola. Aku tidak menyangka Alex akan membawamu hari ini. Kami pikir dia hanya akan datang sendiri seperti biasanya."

Suasana menjadi sedikit canggung bagi Lola. Selama ini, meskipun Alex tidak pernah memberinya harapan lebih, Lola selalu menikmati perhatian Alex saat mereka berbelanja bersama. Ia merasa menjadi satu-satunya wanita yang cukup dekat dengan sang CEO muda.

Namun melihat cara Alex menatap Amelie, tatapan yang penuh dengan pemujaan dan rasa kepemilikan Lola sadar bahwa dia tidak pernah punya tempat di dalam hati Alex.

"Ayo masuk, filmnya sudah mau mulai," ajak Bessara berusaha mencairkan suasana.

Di dalam bioskop yang gelap, Alex sengaja memilih duduk di antara Lola dan Amelie. Ia memegang tangan Amelie sepanjang film berlangsung, sesekali membisikkan sesuatu di telinganya yang membuat Amelie tertawa kecil.

Lola, yang duduk di sisi lain, merasa seperti orang ketiga yang benar-benar asing. Ia melihat bagaimana Alex yang biasanya dingin dan tidak tersentuh, berubah menjadi pria yang sangat protektif. Setiap kali Amelie terkejut karena adegan horor, Alex langsung merengkuh bahunya dan membisikkan kata-kata penenang.

Lola menyadari satu hal, Alex tidak pernah benar-benar menganggapnya lebih dari sekadar teman belanja. Dan kejutan yang dibawa Alex hari ini bukan hanya sekadar perkenalan, melainkan sebuah pernyataan perang bagi siapa pun yang berani memiliki perasaan lebih padanya.

Setelah film selesai, saat mereka sedang berjalan menuju parkiran, Lola menarik Alex sebentar sementara Amelie sedang berbicara dengan Bessara tentang tren fashion di luar negeri.

"Alex, kenapa kamu tidak pernah jujur kalau hubunganmu dengannya seserius ini?" tanya Lola dengan suara pelan.

Alex menatap Lola dengan pandangan datar. "Lola, aku selalu jujur. Aku punya kekasih, dan namanya Amelie. Masalah aku tidak menceritakan detailnya padamu, itu karena bagiku pertemanan kita tidak berada di level di mana aku harus membagikan urusan pribadiku."

Jawaban Alex singkat, padat, dan sangat menyakitkan bagi harga diri Lola. Alex tidak berniat jahat, ia hanya bersikap jujur sebagaimana seorang Lambert.

"Dia wanita yang hebat, Alex. Aku bisa melihat kenapa kamu menunggunya selama lima tahun," ujar Lola akhirnya, mencoba menerima kenyataan.

"Ya, dia memang hebat. Dia satu-satunya orang yang bisa menjinakkanku," jawab Alex sambil matanya kembali tertuju pada Amelie yang sedang tertawa di kejauhan.

Malam itu, Alex berhasil melakukan dua hal, ia meyakinkan Amelie bahwa tidak ada wanita lain di hidupnya, dan ia memberikan batas yang jelas bagi Lola. Alex belajar dari ayahnya, Danesha, bahwa bersikap ramah pada semua wanita tanpa batasan hanya akan membawa bencana. Dan sekarang, di bawah tatapan bangga Amelie, Alex tahu bahwa ia telah menjadi pria yang lebih baik dari sebelumnya.

Amelie berjalan mendekat, melingkarkan lengannya di lengan Alex. "Kamu Sudah selesai bicara?"

Alex tersenyum, menyukai panggilan Kamu yang keluar dari bibir Amelie. "Sudah, Sayang. Ayo pulang. Ada banyak hal yang perlu kita bicarakan... berdua saja."

Amelie mengangguk, ia melambaikan tangan pada Lola dan Bessara dengan senyum kemenangan yang sangat mirip dengan Pricillia. Ia tahu, malam ini ia tidak hanya memenangkan hati Alex kembali, tapi juga memenangkan posisinya sebagai ratu di dunia Alexander Lambert.

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!