NovelToon NovelToon
PENGGANTI 100 HARI

PENGGANTI 100 HARI

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pengantin Pengganti / Obsesi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:870
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Kalista putri

Amara yang tidak percaya pernikahan lagi, kini tiba-tiba ada seorang yang menawarkan pernikahan sebagai pengganti 100 hari tanpa iya duga ternyata dia adalah pria yang pernah menolong nya pria yang selalu dia anggap lemah dan bodoh.

Dalam pernikahan itu kedua nya saling membantu dalam karir dan kekeluargaan walaupun di penuhi dengan saling mengejek dan perdebatan, hingga tepat di hari ke 100, Amara yang di jebak oleh musuhnya meminum obat terlarang dan membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang tidak ada dalam pikiran nya, rasa cinta yang baru mulai di sadari justru malah berakhir dengan rasa kecewa karena adiknya sadar dari koma nya.

konflik semakin banyak rahasia masa lalu mulai terungkap saat mantan suaminya mengejarnya, di tambah masalah tentang identitas Amara yang menjadi ancaman bagi nya, siapa kah sebenarnya Amara dan Rahasia Apa yang di sembunyikan mantan suaminya?

Apakah Amara akan memilih kembali dengan sang mantan atau justru malah memilih suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Kalista putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Mantan Suami

"Laura, apa yang kau perbuat? Ingin membuat ku malu di depan acara cucuku?" hardik Wardana menatap menantunya dengan tatapan tajam.

"Maaf Ayah, lain kali gak akan terjadi lagi," ucap Laura dengan bergetar, Dia merasa kesal sendiri, hari ini merasa dirinya sudah kalah.

"Tidak ada lain kali, kalo bisa intropeksi diri," seru Wardana dengan dingin, langsung berjalan ke arah beberapa tamu undangan untuk minta maaf karena hal itu membuat tamu undangan menjadi tidak nyaman.

"Wisnu, bagaimana bisa Glen dan Amira selamat?" bisik Laura pada putranya, membuat Wisnu berpikir keras.

"Aku yakin yang ada di pelaminan itu bukan Amira," jawab Wisnu sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Maksud nya gimana? Jelas-jelas itu Dia, kamu gimana sih?" Laura semakin bingung dengan perkataan putranya itu.

"Sudahlah ibu, Aku juga tidak mengerti," jawab Wisnu memilih menjauh dari ibunya, karena merasa perlu memastikan sesuatu tanpa melibatkan ibunya.

"Dasar anak tidak berguna," umpat Laura dengan kesal, karena merasa di cuekin oleh putranya.

'Aku yakin, 5 hari yang lalu, Dia sangat parah, sedangkan wanita itu terlihat baik-baik saja, bahkan sorot mata itu bukan sorot mata Amira, apa yang terjadi sebenarnya? Trik apa yang kau lakukan Glen?' batin Wisnu menatap ke arah pelaminan dengan kesal.

Sedangkan Wardana setelah menenangkan tamu undangan, langsung berjalan naik ke atas panggung, dia menghampiri Glen dan juga Amara untuk mengucapkan selamat dan minta maaf, karena tadi belum sempat, Dia tidak ingin nama baik nya tercoreng di hadapan keluarga Argadinata.

"Amira, Kakek minta maaf, tadi sempat ikut terprovokasi, oleh omongan Ibu Tiri nya Glen," ucap Wardana dengan tatapan menyesal.

"Sebagai bentuk rasa bahagia, karena kau bersedia menikah dengan Glen, sebenarnya kakek sudah menyiapkan hadiah pernikahan untuk mu," lanjut nya sambil memanggil orang suruhan nya untuk datang.

"Kakek jangan begitu. Mungkin Ibu Tiri cuma iri, karena Glen lebih unggul dari Kakak Wisnu, makanya begitu. Aku sudah memaafkan nya," jawab Amara mencoba untuk bersikap lembut seperti Amira walaupun batin nya menjerit kesal.

"Benar-benar sekali, kau memang cucu menantu yang baik hati, tidak pendendam," ucap Kakek Wardan dengan tersenyum sumringah.

"Kalo gitu, apa kau mau menerima hadiah dari Kakek?" lanjut nya menatap Amara dengan tatapan menyelidik.

Amara menatap ke arah sana di sana ada mahkota permata merah, yang Amara tahu mahkota itu bulan lalu di lelangan dengan harga sepuluh miliar.

Lalu pria tua itu juga menyerahkan, sebuah sertifikat sebuah vila, Glen tahu itu adalah sertifikat Vila pinggiran kota aset yang di impikan oleh ibu tiri nya.

"Kakek, ini terlalu berlebihan," ucap Amara berusaha untuk merendah seperti Amira lakukan.

"Ini tidak sebanding dengan yang di lakukan kakek buyut mu, pada kakek," jawab pria tua itu membuat Amara mengerutkan keningnya heran.

'Jadi masih ada kaitannya dengan kakek buyut, pantes saja harus putri keluarga Argadinata, itu sebabnya,' batin Amara sambil tersenyum tipis.

"Terima saja pemberian nya, dia itu perasa, kalo tidak suka bisa menyimpan nya," bisik Glen di telinga Amara membuat wanita itu menurut saja.

****

"Sayang, kau bilang mahkota itu untuk ku, kenapa malah di kasih ke dia?" ucap Eliza kekasih Wisnu, menatap kekasihnya dengan kesal.

"Salahkan saja dirimu, kenapa tidak terlahir dari keluarga Argadinata," jawab Wisnu dengan kesal langsung meninggalkan acara itu karena merasa marah.

Sedangkan Eliza yang di cuekin merasa tidak terima, dan mengejar kekasih nya itu.

Sementara Laura yang masih di sana menggerutu dalam hati nya, dia merasa kalah, Dia tidak terima itu, wanita itu langsung berjalan mendekat ke arah Melani yang tampak sedang tersenyum senang.

"Hari ini kakak memang menang, tapi jangan senang dulu, Aku lah tetep menantu yang di restui Ayah, selamanya kau akan ku injak-injak," ucap Laura berusaha memanas-manasi Melani.

"Wanita kedua tetep lah wanita kedua, gak bisa naik menjadi yang utama," balas Klaudia merasa tidak terima jika ada yang menyakiti ibu nya, mendengar itu membuat Laura menjadi murka.

"Kau beraninya bicara seperti itu, pada ku, Aku ini juga Ibu mu," ucap Laura berusaha untuk terlihat seperti seorang ibu yang baik.

"Cih, ibuku cuma satu, Melani putri, gak ada yang lain, jadi jangan harap, Aku akan mengakui mu sebagai Ibu, wanita licik," jawab Klaudia merasa geram dengan tingkah wanita di hadapannya itu.

Laura yang marah hendak menampar pipi Klaudia, namun wanita itu sigap menghindar membuat Laura semakin kesal.

"Melani, didik dan ajari Dia sopan santun sama orang tua," ucap Laura yang kesal karena Melani hanya diam saja, wanita itu sudah tidak memakai embel-embel kakak lagi seperti tadi.

"Sopan santun? Situ sadar, ngaca dong," Sarkas Klaudia menatap Laura dengan mengejek.

"Klaudia, kau tidak semestinya bersikap begitu," ucap Wardana setelah turun dari panggung, Dia merasa kesal karena keluarga nya bertengkar di acara pernikahan secara terang-terangan begitu, itu membuat nama baik keluarga nya menjadi buruk itu tidak bisa di biarkan.

"Dia yang memulai duluan, Dia bilang Mama menantu yang tidak di restui, dan selama nya dia akan menginjak-injak Mama," ucap Klaudia membela diri.

"Laura, apa peringatan tadi belum cukup?" pria tua itu menatap menantunya dengan tatapan tajam, membuat Laura tidak bisa berkutik.

"Tapi Ayah.."

"Sebaiknya kau introspeksi diri, pulang dan renungkan kesalahan mu," potong Wardana dengan cepat membuat Laura mau tak mau pergi dengan bersungut-sungut merasa malu.

"Kakek, sebaiknya Anda jaga menantu kesayangan Anda, dan juga cucu kesayangan Anda, agar tidak membuat rencana licik lagi," ucap Klaudia sebelum akhirnya menarik tangan Ibunya menjauh dari tempat itu menuju ke arah lain.

"Sikap macam apa itu," batin Wardana menatap Punggung Klaudia, karena selama ini dia tidak pernah mengurusi cucunya itu karena menurutnya Klaudia itu hanya akan menjadi beban seperti ibunya pikir nya.

Tapi justru hal itu membuat nya malah merasa bersalah karena sudah pilih kasih dan membuat hubungan nya menjadi renggang.

Setelah kejadian itu Wardana kembali menenangkan tamu undangan, yang kini sudah semakin banyak berdatangan.

Acara pun kembali tentram, Amara dan Glen tampak menghela nafas panjang, karena tidak henti-hentinya menyalami tamu undangan yang tak kunjung usai.

"Kenapa banyak banget sih ngundang orang nya? Sampai kaki ku pegal," gerutu Amara setelah sejenak duduk karena merasa capek.

'Ini kan adalah impian Amira, Dia bilang sekali seumur hidup dunia harus tahu semua, kalo Aku milik nya,' batin Glen yang tiba-tiba mengingat kekasihnya hati nya menjadi gundah sendiri.

Sedangkan Amara yang tidak mendapat respon dari pria di samping nya menatap ke sekeliling, lalu tatapan nya tertuju ke arah pintu masuk, di sana para sepupunya baru pada datang.

Di sana dia melihat, Niella Fadila anak dari pasangan Daniel Dan Stella (adik kedua Ayah nya). Di samping nya Ada Amera Rishmatheo anak dari pasangan Rendy dan Amanda (adik pertama ayah nya). Dan adik nya Amera, Daren Bagas Rishmatheo ikut serta.

Lalu pandangan nya beralih ke sekelilingnya, Dia melihat ada, Dea Ayudia Prayoga mantan adik iparnya, anak dari pasangan Anjani dan Devit (Asisten Ayahnya). Di samping nya ada Devan Arya Prayoga adik Dea, Dia juga ikut serta.

Pandangan terakhir tertuju pada sosok pria yang tampak menyendiri di pojok ruangan, mata itu memandang nya dengan tidak berkedip, ada desiran aneh dari diri nya, yang di selimuti rasa rindu sekaligus benci bersamaan.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!