NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 18

Saat Tian Feng melangkah keluar dari gua latihan, senja telah sepenuhnya menyelimuti lembah. Udara malam yang dingin terasa menyegarkan di kulitnya yang hangat. Meskipun ia berhasil menguasai Tinju Api Roh Langit pada percobaan pertama, proses itu telah menguras hampir seluruh Dou Qi cair di dalam tubuhnya.

Ia merasakan kelemahan pasca-latihan. Untuk memulihkan diri dengan cepat, ia membutuhkan pil. Ia mengambil sebutir Pil Pengumpul Qi tingkat rendah dari kantongnya dan menelannya.

Saat energi dari pil itu menyebar, ia mengerutkan kening. Rasanya keruh dan penuh kotoran. Seperti mencoba memuaskan dahaga dengan meminum air berlumpur. Efisiensinya kurang dari 30%, sisanya menjadi kotoran yang harus ia bersihkan nanti dari tubuhnya.

"Sampah," suara Yao Ling terdengar penuh penghinaan di benaknya. "Memasukkan kotoran seperti ini ke dalam fondasimu yang sempurna sama saja dengan menodai sebuah karya seni agung dengan lumpur. Jika kau ingin benar-benar maju dengan cepat, kau tidak bisa bergantung pada pil rendahan seperti ini."

"Aku tidak punya pilihan," balas Tian Feng. "Aku tidak punya Poin Kontribusi untuk membeli yang lebih baik."

"Kalau begitu buat sendiri," jawab Yao Ling dengan enteng. "Jangan lupa, julukanku dulu adalah 'Sang Penyuling Langit'. Alkimia adalah seni sejati, sebuah jalan yang sama mulianya dengan pertarungan. Seorang ahli sejati di puncak kultivasi tidak pernah bergantung pada orang lain untuk pil mereka."

Pikiran itu langsung berakar di benak Tian Feng. Yao Ling benar. Di jalan panjang untuk menantang Langit, kemandirian adalah segalanya. Kekuatan, teknik, dan pil—ia harus menguasai semuanya.

Keesokan paginya, setelah sesi kultivasi singkat, Tian Feng tidak pergi ke area latihan. Sebaliknya, ia menuju ke Paviliun Ramuan Roh, pusat dari semua hal yang berkaitan dengan alkimia dan herbalisme di sekte.

Berbeda dengan aura kuno dan sunyi di Paviliun Dou Ji, tempat ini ramai dan penuh kehidupan. Udara dipenuhi oleh aroma ratusan jenis herbal yang berbeda, bercampur dengan bau hangus dari tungku yang gagal dan aroma manis dari pil yang berhasil disuling. Para murid berbaju alkemis—dengan lambang kuali kecil di dada mereka—berlalu-lalang dengan sibuk.

Saat Tian Feng masuk, ia langsung merasa seperti orang asing. Ini adalah dunia yang berbeda. Ia melihat daftar harga yang terpampang di dinding: sebuah tungku alkemis tingkat terendah berharga 200 Poin Kontribusi. Satu set bahan untuk Pil Pengumpul Qi tingkat rendah berharga 50 poin. Sebagai murid baru, ia memiliki tepat nol poin.

Saat ia sedang merenungkan bagaimana cara memulai, sesosok tubuh yang familier menarik perhatiannya. Di konter utama, Ling Yue sedang dengan ahli mengidentifikasi setumpuk herbal, gerakannya cepat dan percaya diri. Beberapa murid alkemis junior berdiri di sekelilingnya, mendengarkan penjelasannya dengan penuh hormat. Ia tampak seperti seorang ratu di kerajaannya.

Seolah merasakan tatapannya, Ling Yue menoleh. Matanya menunjukkan sedikit keterkejutan.

"Tian Feng? Apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya, berjalan menghampirinya. "Ini bukan tempat untuk para petarung otot sepertimu."

"Aku ingin belajar alkimia," jawab Tian Feng langsung.

Jawaban itu membuat Ling Yue dan beberapa murid di dekatnya mengangkat alis. Seorang murid alkemis tertawa kecil.

"Dasar orang baru. Kau pikir alkimia itu seperti memukul batu? Itu butuh bakat, kontrol jiwa, dan dedikasi bertahun-tahun!"

Ling Yue tidak tertawa, tetapi tatapannya skeptis. "Energi seorang kultivator itu terbatas. Sangat sedikit orang yang bisa unggul di dua bidang sekaligus. Biasanya mereka yang mencoba akan berakhir menjadi petarung yang biasa-biasa saja dan alkemis yang gagal."

"Aku akan berbeda," kata Tian Feng dengan keyakinan yang tenang.

Melihat tatapan tak tergoyahkan di matanya, Ling Yue teringat pada pemuda yang menjatuhkan Zhao Kang dengan satu tepukan dan menunjukkan kemurnian sempurna. Mungkin... ia benar-benar berbeda. Rasa penasarannya sebagai seorang jenius terusik. Ia suka tantangan.

"Baiklah, aku suka kepercayaan dirimu," katanya dengan senyum licik. "Tapi untuk memulai, kau butuh poin, dan kau tidak punya. Bagaimana kalau kita buat ini menarik? Sebuah taruhan."

Tian Feng mendengarkan.

"Aku akan meminjamimu poin untuk membeli tungku tingkat terendah dan tiga set bahan untuk Pil Darah Bintang," jelas Ling Yue. "Itu adalah pil tingkat satu, berguna untuk memulihkan darah dan energi, tapi sangat sulit dibuat untuk pemula karena keseimbangan panasnya yang rumit."

Ia menatap tajam ke arah Tian Feng. "Aku memberimu waktu satu minggu. Jika kau berhasil menyuling setidaknya satu pil yang layak dari tiga set bahan itu, hutangmu lunas. Jika kau gagal..." senyumnya menjadi lebih lebar. "...kau akan berhutang dua kali lipat padaku dan harus menjadi asisten pribadiku selama tiga bulan, melakukan apa pun yang kusuruh."

Ini adalah taruhan yang sangat merugikan bagi Tian Feng. Tingkat keberhasilan pemula dalam membuat Pil Darah Bintang hampir nol.

Tanpa ragu sedikit pun, Tian Feng mengulurkan tangannya. "Aku setuju."

Ling Yue tertawa dan menjabat tangannya. Ia mentransfer 500 Poin Kontribusi ke token giok Tian Feng. "Aku suka semangatmu. Pergilah ambil peralatanmu. Aku akan menantikan hasilnya... atau budak baruku."

Dengan itu, ia berbalik dan kembali ke pekerjaannya.

Tian Feng berjalan ke konter, menukarkan poin yang baru didapatnya untuk sebuah tungku hitam kecil yang murah dan tiga paket bahan herbal yang dibungkus rapi.

Saat ia berjalan keluar dari paviliun, beban tungku di punggungnya dan aroma herbal di tangannya terasa nyata. Ia kini memiliki hutang, tenggat waktu, dan tantangan baru.

Di jalan menuju puncak, seorang kultivator sejati tidak boleh bergantung pada siapa pun, pikirnya. Kekuatan, teknik, dan pil... aku akan menguasai semuanya.

1
Roni Gunawan
pedangnya.. cuma hiasan
Albar Yusuf
menarik seh tingkat kultivasi kayak BTTH, pake batu kayak WDKK
Albar Yusuf
sampai du capter 4 saya kayaknya suka 👍
Anonymous
Terlahir kembali beberapa kalipun tetap lemahhh🤣🤣🤣
Anonymous
Mengerikanpun untuk apa. Gak guna juga
Anonymous
Lemah x mc. Pasif. Gak ada inisiatif menyerang
Putu Gunastra
ternyata Author dan MC nya sampai bab ini..SAMPAAAHhh...👎👎👎
Putu Gunastra
Author iotaknya konslet makanya MC nya ..makin hari makin lemah..rugi punya tulang naga tingkat 9 apa namanya....gini dah kalo Hasil Karya Jiplakan..😄
Hoda Jattan
reinkarnasi dewa lagit tapi kog nggak ada harga dirinya kulihat ya
Anonymous
Di belahan bumi manapun usia 8 tahun itu masih anak-anak bahkan blm remaja. Menyebutnya anak muda kurang cocok di imajinasi pembaca
Anonymous
Walaupun ini fiktif, tp Terlalu lebay dan tidak relevan untuk ukuran murid yg baru berusia 8 tahun
purwono aji
bagus
Putu Gunastra
author Gblok...dah bintang 4. knp kembali lg ke bintang 3..gini kalo jadi author PENJIPLAK...👎👎👎
Kris Santo
maap... kapan dia dapet si pedang naga langit yak?? 😄
Kris Santo
Tian Feng kan masih bentuk bocah 8 apa 9 taun yah... orang2 sekitar udah dewasa dooong. Gak ada percakapan dari Sekte lawan ; ngapain ada bocil disinih?? (biar gak gantung aja, masa disamaratakan seumuran semuah!)
😪😪
Over all sejauh ini kisahnya OK banget. 👍
Kris Santo
krn saya br baca,,jangan melulu soal ambisi,kekuatan,persaingan... (mungkin sdh ada di chapter2 selanjutnya...) Diinfo jg perbedaan usia masing2 Jenius sama Tian Feng. biar berasa lebih idup jenjangnya...
👍👍👍
Kurniawan
Jadi rambut bendera indonesia dong
Agus Wahyudi
seperti misi B29 waktu mau menjatuhkan Bom Atom diHiroshima
Kurniawan
Authornya malas mikirin semua nama peran gak penting
EKO BUDI PRASETYO
tak ada sopan2nya SM Gurunya, hadewww.... nulis novel itu Yo mbok dijaga etika nya jg, ini walau fantasi tp jg bs dijadikan pembelajaran etika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!