NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Racun No 1

Legenda Pendekar Racun No 1

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.

Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.

Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Ambang Batas Legenda

​Setelah jatuhnya Istana Naga Pasir, Xiao Chen tidak segera pergi. Ia menduduki istana tersebut, menjadikannya laboratorium pribadinya. Di perbendaharaan rahasia Kaisar Wan Lu, ia menemukan apa yang ia cari: Inti Api Alkimia Seribu Tahun dan Cairan Merkuri Hitam.

​Xiao Chen duduk bersila di tengah aula yang kini dipenuhi aura ungu yang kental. Di depannya, Ling sedang bermeditasi di dalam sebuah kuali besar berisi cairan hijau pekat yang mendidih. Ini adalah tahap akhir dari Ranah Pembersihan Tubuh bagi Ling.

​"Tahan, Ling. Jangan biarkan Qi beracun itu keluar dari pori-porimu. Paksa dia masuk, bersihkan setiap inci kotoran di tulangmu." ucap Xiao Chen dengan suara berat.

​Ling menggertakkan gigi, tubuhnya gemetar hebat. Cairan di dalam kuali mulai terserap ke dalam kulitnya, membuat pembuluh darahnya terlihat seperti akar pohon yang bercahaya hijau.

​Di sisi lain, Bai duduk bersandar di kaki Xiao Chen. Ia tidak peduli dengan latihan keras Ling. Matanya yang ungu hanya menatap wajah Xiao Chen dengan pemujaan yang dalam. Ia membelai tangan Xiao Chen dengan lembut, sesekali menjilati ujung jarinya untuk merasakan sisa-sisa racun yang kuat di sana.

​"Tuanku," bisik Bai dengan suara serak yang menggoda. "Energi di tempat ini terlalu tipis untukmu. Kau sudah di puncak Raja Roh. Jika kau ingin melangkah ke Ranah Kaisar Racun, kau butuh sesuatu yang lebih... murni."

​Xiao Chen membuka matanya. "Aku tahu, Bai. Kaisar Racun bukanlah ranah yang bisa dicapai hanya dengan menumpuk energi. Ia membutuhkan pemahaman tentang asal-usul segala maut."

​Tiba-tiba, seorang utusan dari faksi luar berlari masuk ke aula, namun ia segera berhenti dan bersujud sepuluh meter dari Xiao Chen, tidak berani mendekat karena takut pada aura Bai.

​"L-Lapor! Legenda Pendekar Racun... Lembah Dewa Obat dari Benua Utara telah mengirimkan surat tantangan! Mereka mengklaim bahwa kau telah menodai seni pengobatan dengan racunmu. Mereka menantangmu di Lautan Kabut Abadi dalam tiga bulan!"

​Bai mendengus, kuku peraknya memanjang dan menggores lantai marmer. "Lembah Dewa Obat? Sekumpulan orang tua yang sok suci. Haruskah aku pergi ke sana sekarang dan mencabik lidah mereka, Tuanku?"

​Xiao Chen terdiam sejenak. Ia tahu bahwa Lembah Dewa Obat menyimpan Tanaman Primordial Hidup dan Mati, bahan yang konon bisa membuat seseorang memiliki kontrol mutlak atas sel-sel tubuh—kunci menuju Ranah Kaisar Racun.

​"Tidak, Bai. Biarkan mereka menyiapkan panggungnya," Xiao Chen berdiri, auranya meledak hingga membuat seluruh istana bergetar. "Ling sudah hampir menyelesaikan pembersihan tubuhnya. Kita akan menggunakan tiga bulan ini untuk menempanya ke Ranah Pengumpulan Qi. Setelah itu, kita akan pergi ke Utara."

​Xiao Chen menatap tangannya yang kini memancarkan cahaya hitam legam. "Ranah Kaisar Racun... aku bisa merasakannya. Hanya butuh sedikit 'nutrisi' lagi dari para ahli di Lembah Dewa Obat itu."

Xiao Chen kemudian mulai terus melakukan beberapa kegiatan seperti latihan, melatih muridnya dan membuat racun.

Tentu saja kegiatannya tidak selalu berjalan mulus karena selalu ada gangguan seperti Bai yang terus menempel. jika di suruh dia akan menangis kencang.

Musuhnya juga beberapa kali berdatangan dan berakhir mati dengan mudah di tangan Xiao Chen.

Bahkan Xiao Chen sampai muak dengan musuh-musuhnya yang terus berdatangan.

1
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dendam yg tumbuh menjadi sebuah obsesi..
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🔥🌽
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll lanjut terus Thor
Agen One: 👍🤣😭🔥🔥😭🤣😱😱🤣🔥💪💪👍😭🤣😱🤭🤣👍🔥🔥🔥💪💪🔥🔥
total 1 replies
JUWANTO
🔥 Jejak Silat di Puncak Dimensi 🔥
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi

MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.

👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.
Agen One: semangat teruzzz💪💪💪
total 1 replies
momoy
cuma mau tanya Thor umur Xiao Chen berapa waktu orang tua nya mati,trs di dalam gua ya ada di lembah beracun berapa taun kok bisa dah 25 taun aja
Agen One: 15 tahun
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
Agen One: terima kasih💪💪💪💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
xiao Chen kok gak bawa harta rampasan dari sektenya mu rong sekte pedang langit
Agen One: udah di ambil, cuma gak di jelaskan
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir.. Tetap semangat Thor 💪💪
Agen One: Terima kasih mbah sudah hadir/Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!