Arya adalah seorang CEO dari salah satu Perusahaan Besar di Kota-nya. Ia juga merupakan Pemimpin dari perkumpulan mafia terkuat di kota-kota dalam negeri itu.
Diusianya terbilang cukup matang, ia masih suka dengan kehidupan hingar-bingar tanpa mikirkan pernikahan. Hal itu membuat pihak keluarga memaksanya untuk segera mencari pasangan hidup. Tapi justru tuntutan itu membuatnya kesulitan dalam menemukan pasangan yang tulus mencintai apa adanya.
hingga suatu ketika, perusahaan yang ia dirikan itu berulang tahun dan ia memutuskan untuk merayakannya dengan berlibur ke sebuah pulau bersama para karyawan selama sebulan penuh. Menyamar sebagai karyawan biasa adalah tujuan utama untuk menemukan cinta sejati. Bersama sang asisten Bobby yang akan setia menemani.
Alona adalah gadis tomboy yang tak mengenal cinta. Kehidupan serba sulit membuatnya tak memikirkan calon pendamping hidup. Yang ia tahu hanya bagaimana cara agar bisa menghasilkan uang untuk kelangsungan hidup keluarganya yang harus terus berjalan. Ayah yang sudah lama meninggal membuat gadis itu terpaksa menggantikan posisinya menjadi tulang punggung keluarga. karena saking acuhnya ia terhadap laki-laki, ia bahkan rela dijuluki si wanita jadi-jadian.
Tapi siapa sangka, bertemu dengan Arya perlahan-lahan mengubah jalan hidupnya. Ia yang awalnya bar-bar, akhirnya berubah menjadi anggun.
Simak kisahnya dalam novel "Pencarian Jodoh Sang CEO"
Karya : Mariah_Alrayzan
Tak disangka, kisah cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
benda jatuh di kepala Arya
I-iya. Tapi lepasin dulu tanganmu dari kepala kita!" rengek salah satu dari kedua pria itu.
Alona melepas remasannya sambil mendorong, membuat kedua pria itu tersungkur ke lantai. Lalu tertawa getir.
"Sialan! Cari mati nih cewek!" ungkap salah satu dari mereka yang perlahan bangkit. Digerakkannya leher dengan gerakan memutar. Dan berhasil menciptakan bunyi gemertak pada lehernya. "Bro, ayo kita beri pelajaran buat cewek ****** ini!" seru pria itu pada kawannya. Meski sedikit takut, teman pria itu akhirnya mengikuti juga perintahnya.
"Ayo! Kita habisi dia, Bos," serunya pada temannya. "Berani-baraninya loe menyentuh kepala bos gue!" hardiknya pada Alona
"Bos? Hahaha!" Alona tertawa meledek. "Jadi ... pria lemah itu, bos'lu?"
"Kurang ajar! Beraninya lu ngeledek gue. Mau cari sakit loe?! Gue sikat juga lu ye!" ancamnya pada sang gadis. "Bro! Ayo serang!"
Alona bergidik. "Eh! Lu ye, sama cewek beraninya main keroyokan! Satu-satu loe kalo punya nyali!"
"Oke!" serunya pada Alona. "Bro, lu maju duluan!" perintah si pria yang disebut bos oleh temannya tadi. Membuat Alona berdecak.
"Ckk, menyuruh anak buah terlebih dulu! Dasar pengecut!" ledek Alona.
Pria itu langsung menyerang dengan melemparkan pukulan pertamanya.
Kyaaa!
Namun, dengan sigap Alona menangkap tangan itu lalu memutarnya, hingga membuat tubuh pria itu ikut terputar. "Aggghhh! Tolong, Bos. Sakit, Bos!" rengeknya.
"Kurang ajar. Aggghhh!" hardik sang bos. Ia tak tinggal diam saat melihat temannya kesakitan dan langsung menyerang saat menyadari Alona berhasil melumpuhkan sohibnya.
Dilemparnya pukulan pertama dan berhasil ditangkap oleh Alona. Namun, sialnya, pria penyerang pertama mendadak bangkit dan ikut menyerang dari belakang. Dililitkannya lengan ke leher Alona, hingga membuat wanita itu nyaris tak dapat bernapas.
Dengan sigap bosnya memegangi kedua betis Alona. Sedang temannya melepas leher Alona, berganti dengan memeluk tubuh gadis malang itu.
Mereka berhasil melumpuhkan si wanita tomboy. Membekap mulutnya dengan sehelai kain. Meski Alona berusaha berontak. Namun, ia kalah tenaga untuk melawan dua pria yang telah berhasil melumpuhkannya.
"Bawa ke mana nih, Bro!"
Temannya tampak celingukan, mencari tempat aman untuk dapat melakukan hal bejat. "Di sana!" serunya. "Di gudang penyimpanan!"
"Siap, Bro!" Kedua pria itu menyeringai. Sementara Alona terus berontak, hingga tak menyadari ponselnya terjatuh dari saku celana.
Tiba-tiba, sebuah ombak besar menghantam kapal. Membuat bahtera itu oleng. Hampir saja Alona terlepas dari kedua pria bejat itu. Tapi tidak. Mereka masih memeganginya dengan erat. "Tak ada yang bisa menyelamatkanmu, ******! Hahaha!" seringai mereka.
Tapi ternyata. Ombak besar itu telah menggeser ponsel Alona, dan terjatuh tepat ke dalam salah satu ruang kamar lantai dasar.
"Boby lama banget sih! Katanya cuma makan bentar di restaurant. Apa dia lupa sama bosnya yang juga lapar?" gumam Arya. "Bocah satu itu! Dia sudah membuatku menunggu lama, lihat saja! Aku akan potong insentifnya minggu ini!" rutuk Arya seorang diri.
Buuuk!
Mendadak sebuah ponsel jatuh tepat di atas kepala Arya. "Woy! Siapa yang ngelempar batu ke kepala gue! Brengs*k!" Ia meringis, mengelus kepalanya yang terasa membenjol sebesar telur puyuh.
"Sialan! Berkurang lagi karismaku! Hu hu hu ... sakitnya! Benda apa sih ini?"
Arya berbalik badan dan langsung melotot mendapati benda yang membentur di kepalanya.
"Hp? Wah ... sok kaya banget nih yang punya hp! Pasti yang punya lagi berantem sama pacar! Dasar manusia sampah! Kalo gak mampu pacaran ya gak usah!" gerutunya seorang diri. "Kalau begini kan merugikan orang!"
"Apes, apes! Benjol lagi deh palaku!" Arya melempar ponsel itu di atas kasur di sampingnya.
Kriiing! Mendadak ponsel itu berdering.
"Habis ngebuang, sekarang nyariin! Dasar sampah!" Lagi-lagi, Arya mendumal seorang diri. Diraihnya ponsel itu, lalu menggeser di ikon hijau.
Klik! "Halo," ucap Arya mengawali perbincangan.
"Halo, Al. Lu di mana sih?! Ditungguin juga! Ketoilet apa ke planet mars loe! Lama banget!" hardik seseorang dari dalam telpon.
"Ini siapa?" Mendadak Arya mengernyit. "Lu pasti pacarnya yang punya nih ponsel kan! Bilangi ya sama cowok lu, jangan lempar ponsel sembarangan!"
"Maksudnya?? Eh, lu yang siapa? Ini kan ponselnya Alona!"
Arya tak menjawab.
"Halo? Halo?"
Klik!
Mendadak Arya mematikan telpon. "Aku yang apes! Aku yang dimaki! Arrrgghhh! Kenapa sih dunia gak pernah berpihak sama aku!" Arya melempar wajahnya, menyembunyikan kedalam batulan bantal. Sesaat ia merasa ingin menghilang sejenak dari dunia.
Lalu tiba-tiba, ia terpikir tentang telpon dari wanita barusan. Sebab, jika dipikir ulang, banyak hal yang terasa ganjal.
"Tunggu! Tadi cewek itu bilang pemilik hp ini bernama Alona, berarti yang menelpon itu teman, bukan pacar! Hmm rada aneh! Tapi, aku jadi penasaran!" gumamnya.
"Apa yang dilakukan pemilik hp ini ya? Bener dia melempar? Atau terjatuh? Hmm ... Jangan-jangan, pemilik hp ini mau bunuh diri lagi! Wah, gak bisa dibiarin nih! Ntar Pesiarku jadi berhantu lagi! Aku harus cegah!"
lanjut ah....