Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang.
Sebagian hanya meninggalkan jejak—di tanah yang pernah mereka pijak, di sumpah yang tak pernah ditarik, dan di kisah yang terus dibisikkan dari generasi ke generasi.
Di tengah zaman yang bergejolak, nama Prabu Munding Jayananta mulai disebut-sebut.
Bukan sebagai penakluk yang haus kuasa, melainkan sebagai raja yang menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah satu panji,
Namun semakin luas persatuan terbentuk, semakin besar ujian yang datang.
Musuh tidak selalu datang membawa pasukan.
Sebagian hadir sebagai ambisi, dendam lama, dan kebenaran yang diperdebatkan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang persatuan, legenda, dan harga yang harus dibayar ketika seorang raja memilih untuk dikenang—bukan sebagai penguasa mutlak, tetapi sebagai jejak yang mengubah arah sejarah.
Jejak sang raja adalah seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran Citra laya
Tiga bulan berlalu begitu saja.
kota Martapura ber angsur angsur pulih, pelabuhan telah berjalan normal
Sudah banyak kapal yang berlabuh kembali.
Siang itu, sebuah kapal dagang asal negri India berlabuh,
dua belas orang turun dari kapal itu.
Satu di antara nya adalah seorang perempuan muda yang sangat cantik.
"selamat datang di Martapura, maaf tuan tuan, kami harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap kalian.."
empat orang petugas pelabuhan Menghampiri rombongan ini,
Semenjak kejadian kemarin , pelabuhan Martapura memperketat penjagaan. Mereka memberlakukan pemeriksaan terhadap semua orang yang baru turun dari kapal.
" ohhh... begitu ya...baik lah."
terima kasih tuan tuan, silahkan antri satu satu..berbaris berjejer ke belakang..."
" kansa. kamu duluan..."
" baik ketua.."
" hei..hei... berhenti.. prajurit..jangan lancang.."
Sebuah suara terdengar sebelum prajurit pelabuhan melakukan pemeriksaan.
Serombongan orang datang, mereka langsung berlutut seraya berseru..
" selamat datang paman guru , pangeran Citra.."
" apaaaa guru bangsa memanggil mereka... Paman guru? pangeran.??...mati aku..!!"
penjaga pelabuhan gemetar, berlutut sambil berkata....
" ...maaf... maaf kan kami ...kami tidak tahu....."
" iya pangeran, paman guru , tolong maafkan mereka, semua orang baru..."
mpu Gambir berkata, membela prajurit penjaga .
Wanita cantik itu kemudian berkata.
" ...tidak apa apa...tidak tahu bukan dosa.. lagipula kalian hanya menjalankan tugas..
" terimakasih pangeran..."
kakek guru..dan kalian semua.. bangunlah.."
Perempuan cantik yang baru datang ini ternyata pangeran Citra laya .
Dia datang bersama tiga tetua dan 7 orang murid utama sekte puncak dewa.
Tentu saja ketua sekte nya Candra Naya juga ikut serta.
" kakek mulai sekarang jangan panggil aku pangeran...aku ini putri loh..."
" hehehe...dahulu bukankah nyimas yang minta...apa sekarang sudah sadar.?.hehe.."
" ah kakek jadi malu .. ayo..kita pulang'..
" siap nyimas ..ayoo.."
Pangeran Citra laya, anak ke dua prabu indra laya sebenarnya wanita...
Nama sebenarnya adalah Citra Laksmi .
Sifat nya tomboi, senang olah Kanuragan dan hobi berkelahi.
Dia tidak pernah mau berpakaian perempuan,, selalu ber anggapan diri nya adalah seorang lelaki.
Dia juga tidak mau di panggil nyimas...dia sendiri yang memaksa di panggil pangeran, agar orang menyangka dia laki laki
Ketika citra laksmi 8 atau 9 tahun, Candra Naya datang ke Martapura, menyambangi kakak nya yang ternyata telah tiada
Candra Naya itu pendiri Martapura dia juga adik kandung dari prabu jaya laya
Jadi prabu indra laya dan keluarganya memanggil kakek pada nya.
Sedangkan hubungan antara Candra Naya dan mpu Gambir Anom adalah paman guru.
Candra Naya Melihat bakat citra , dia tertarik dan membawanya ke sekte puncak dewa.
Prabu indra laya dan ratu Padmini tak kuasa menolak,dengan berat hati mereka terpaksa menyetujui nya.
Selama belajar di sana, sebenarnya citra laksmi sudah beberapa kali pulang ke Martapura, tapi dia masih minta dipanggil pangeran Citra.
Sekarang..entah apa yang merasuki nya, hingga dia berubah pikiran...tidak mau dipanggil pangeran lagi..
Di dalam ruang perjamuan istana
" murid Anom.., bagaimana kalian bisa lepas dari ilmu tukar jiwa..??
"ilmu tukar jiwa..??.Ohhh ternyata nama nya ilmu tukar jiwa.. sebenarnya itu semua terjadi secara kebetulan paman guru...
mpu Gambir Anom kemudian menceritakan semua yang terjadi di Martapura,
" apa..air kencing...!!
sialan benar.. ilmu tukar jiwa yang hebat kalah oleh air kencing..!!
Sungguh suatu keberuntungan buat kalian..
Padahal ilmu itu tak bisa di tarik setelah dilepaskan,semua musnah..tak mungkin bisa selamat..
Orang' orang sekte puncak dewa tertegun, tidak terima,ilmu tukar jiwa adalah ilmu kebanggaan mereka,tapi ternyata bisa dikalahkan oleh air hina..!!
"roh roh itu kan hanya takut air kencing,tidak musnah oleh air kencing , bagaimana roh roh itu bisa musnah?
" ohhh soal itu ..prabu munding lah yang mengalahkan nya.."
" walah kalian manusia biasa bisa mengalahkan nya ..yang benar saja..!!"
" ..jangan bercanda ah mpu..roh roh itu kuat loh...dengan cara apa dia menghancurkan nya
" siap yang bercanda, memang roh roh itu tidak berdaya di hadapan sang prabu kok.."
" ahh palingan dia sama seperti kalian, menemukan cara secara tidak sengaja., "
' cara tidak sengaja ?? untuk kami mungkin , tapi prabu munding lain cerita.."
" ah..kamu tau apa tentang kekuatan roh murid Anom...,
yang dikatakan murid ku Kansa pasti benar, prabu munding mu itu pasti lah menemukan cara tidak sengaja...!!
" ya.. terserah lah...."
mpu Gambir Anom tak mau berdebat lagi, namun hati nya mulai mangkel..
"lalu tentang tehnik pembalik mata , apa.dia juga yang menyelesaikan nya..??
" iya ...semua di selesaikan prabu munding semudah dia membalikkan telapak tangan.."
saking mangkel nya mpu Gambir Anom bicara berlebihan..dia tidak terima raja nya di remehkan..
" hahaha....semudah membalikkan telapak tangan...jangan melebih lebih kan murid Anom..
Kamu harus tau .Tehnik Pembalik mata tumpang tindih dengan roh penasaran itu jika tidak ada kompas jiwa dan melakukan penyegelan satu pintu masuk saat pertama kali di buat,sudah tak mungkin ada orang yang bisa membuka nya , termasuk kami..
Terkecuali di hancurkan dari atas ..sebab kunci nya ada di atas langit..apa mungkin raja mu bisa terbang murid Anom..
hahaha .. orang orang ini tertawa..
" lah kenyataan seperti itu , buktinya kami bisa lepas kan?? kalian saja yang tidak mampu.. ilmu kebanggaan kalian dihancurkan Gusti prabu munding semudah dia membalikkan telapak tangan..hahaha..
mpu Gambir Anom membalas pedas..jengkel juga dia terhadap kelakuan orang orang ini
Ditambah paman guru nya..dia kan sudah tua harusnya lebih paham , masih ada langit di atas langit kan...??"
" kamu ..kamu .!!"
orang sekte puncak dewa tak bisa menjawab perkataan yang menusuk hati ini .
mpu Gambir Anom sendiri tersenyum puas..
dalam hatinya berkata..
" cihhh...andai tak ingat hubungan paman guru ..kalian semua juga bukan apa apa buat ku apalagi buat prabu munding...!!"
" hahaha... murid Anom...jangan marah,
.aku bicara kenyataan
daratan kalian miskin, tidak ada apa apa disini.. bagaimana mungkin ada orang kuat..
" paman guru...jangan lupa, setiap tempat ada jalan nya sendiri untuk menjadi kuat.."
" ya .ya .kamu benar.. tapi daratan mu ini..ah sudahlah...
sekarang kita bahas masalah status Martapura saja .
" panggil munding kemari murid Anom,
" aishhh tidak bisa begitu cara nya paman guru,siapa kalian ini ?? yang benar saja !! Aku tidak mau..
" hei...mpu..kami ini sekte puncak dewa... harusnya dia merasa terhormat dapat bertemu dengan kami..
" sekte puncak dewa itu apa?? jangan merasa diri paling tinggi...kalian tidak dikenal disini .
" kamu . kamu..kelewatan mpu...ketua ijinkan aku memberi pelajaran..!
" ayooo siapa takut ..!!"
" Ais..Ais.. sudahlah...jangan di permasalahkan
jika murid Anom tak mau ..kita saja yang kesana..
..kita ambil kembali Martapura dari tangannya, sekaligus mempertegas..
bukan Martapura yang takluk pada majayan,
majayan lah yang harus takluk pada Martapura..pada kita...!!
" hei hei...kalian salah paham...!!"
prabu munding tidak menaklukkan Martapura beliau hanya bertanggung jawab sampai penerus Martapura yang sah datang..!
" ahhh...itu kan kata katanya saja..maksud sebenarnya dia kan ingin menguasai Martapura..."
" kalian itu benar-benar tidak tau tinggi nya gunung...majayan dan Martapura tidak sebanding tau..!!
sudah..sudah jangan cerewet anom ..
..antarkan saja kami ke Majayan.. besok..!
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....