NovelToon NovelToon
Kontrak Kerja Dengan Mantan

Kontrak Kerja Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Kantor / Pernikahan Kilat / CEO / Nikah Kontrak / Playboy
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ririn tidak menyangka, nasibnya akan seperti ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal, Seluruh kekayaan Orang tuanya di curi Akuntan keluarganya, dan Akuntan itu kabur keluar negri.
Rumahnya di sita karena harus membayar hutang, dan sekarang Ririn harus tinggal di rumah Sahabat Anggie.
Anggie menawarkan pekerjaan kepada Ririn sebagai Disagner di perusahan IT ternama, tanpa Ririn tau ternyata perusahan IT itu milik mantan pacarnya Baskara, yang punya dendam kesumat sama Ririn.
Apa yang akan terjadi dengan Ririn akan kah dia bertahan dengan pekerjaannya karena kebutuhan, Atau kah dia akan menemukan cinta yang lama yang sempat terputus karena salah paham

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Tampan Yang Baik Hati

Iqbal menatap Ririn cukup lama sebelum akhirnya membuka suara.

“Rin… aku boleh tanya sesuatu?” ucap Iqbal hati-hati.

Ririn mengangguk pelan. “Tanya aja.”

“Eugh Kemarin… waktu acara keluarga Baskara,” Iqbal menelan ludah, “apa yang sebenarnya terjadi?”

Ririn terdiam sejenak. Jemarinya memainkan sendok kecil di atas cangkir kopi napasnya terasa lebih berat.

"Ough soal itu, Kita..." Ririn mulai merangkai kata kata di kepalanya,

“Aku Bakalan nikah sama Baskata,,” ucap Ririn akhirnya, suaranya pelan tapi jelas.

Iqbal membeku wajahnya tak langsung berubah, tapi matanya menunjukkan keterkejutan yang tak bisa dia sembunyikan.

“Menikah?” ulangnya lirih.

Ririn hanya mengangguk tak memjawab dengan kata-kata.

Iqbal menarik napas panjang. “Terus… aku?” tanyanya jujur. “Apa memang nggak ada sedikit pun kesempatan buat aku?”

Ririn mengangkat wajahnya, menatap Iqbal lurus-lurus tidak ada kebohongan di sana.

“Kamu itu tipe laki-laki ideal versi aku, Bal,” ucap Ririn pelan.

"Itu cukup menghibur," Kata Iqbal tersenyum lirih.

“Kamu baik, sederhana, nggak ribet, nggak bikin aku takut atau ngerasa kecil.” kata Ririn lagi kali ini menatap Iqbal bingung, merasa heran dengan dirinya sendiri.

Iqbal terdiam, masih tersenyum getir.

“Aku jujur… aku naksir kamu,” lanjut Ririn. “Aku nyaman sama kamu.”

Mata Iqbal sempat berbinar sejenak menatap Ririn.

“Tapi entah kenapa,” suara Ririn bergetar sedikit, “aku hati ku selalu balik ke Baskara.”

Iqbal mengerutkan kening senyumnya semakin mengembang.

“Padahal aku tahu,” Ririn tersenyum pahit, “dia bukan pria yang baik dia dingin, kejam, posesif… sering bikin aku sakit hati.”

Ririn menarik nafasnya dia juga tidak mengerti dengang dirinya sendiri dan perasaannya.

“Aku juga nggak ngerti kenapa aku kayak gini.” ucap Riri pelan tapi jelas.

Iqbal menatap Ririn lama ada kecewa, ada sedih, tapi tak ada amarah dia tersenyum kecil, pahit tapi tulus.

“Itu namanya Cinta Rin,” ucap Iqbal pelan, “yang penting kamu bahagia, Rin.”

Ririn menatapnya, matanya sedikit berkaca-kaca.

“Kamu tuh baik,” ucap Ririn.

Iqbal menggeleng pelan. “Bukan baik. Aku cuma nggak mau jadi alasan kamu ragu sama pilihan kamu sendiri.”

--------------------------------------------------------------

Baskara berhenti di seberang jalan, langkahnya tertahan ketika matanya menangkap pemandangan yang tak ingin dia lihat.

Ririn duduk berhadapan dengan Iqbal. Senyumnya lepas bukan senyum terpaksa, bukan senyum sopan. Senyum yang terlalu santai untuk ukuran “sekadar teman”.

Dada Baskara mengeras, dadanya terasa sesak melihat mereka ...

Akhirnya dia putuskan untuk tak masuk kedalam dia berbalik memberi kesempatan kepada Iqbal dna Ririn untuk bicara.

Sore harinya, Baskara datang ke kafe milik Iqbal. Kali ini tanpa emosi meledak, tanpa nada tinggi dia duduk di kursi memesan kopi, lalu menatap Iqbal yang sedang menyeduh minuman.

“Tempat lu rame juga,” ucap Baskara santai.

“Lumayan,” jawab Iqbal sambil tersenyum. “Jarang-jarang bos nongkrong ke sini.”

Baskara mengangguk kecil lalu, tanpa basa-basi Basakara berkata,

“Ririn bakal jadi istri gue.”

Iqbal berhenti sejenak, lalu kembali fokus ke cangkir di tangannya.

“Aku tahu, Mas.” ucap Iqbal santai.

"Bal...” Baskara menatap lurus, “jangan berharap apa-apa dari Ririn.”

Iqbal meletakkan cangkir, lalu menatap Baskara dengan tenang.

“Aku tetap suka Ririn, Mas.”

Kening Baskara mengeras dia sudah menyiapkan banyak kemungkinan jawaban, tapi bukan itu.

“Kamu nggak denger apa yang gue bilang?” nada Baskara mulai turun.

Iqbal tersenyum kecil, nyaris menggoda.

“Tapi perasaan nggak bisa dilarang, kan?”

Baskara kehabisan kata dia hanya menatap Iqbal sedikit bingung harus bersikap bagaimana.

Iqbal melanjutkan, suaranya ringan,

“Tenang aja. Di hati Ririn itu cuma ada lu Jangan ragu soal itu.”

Baskara menatap Iqbal sedikit terkejut.

“Kenapa kamu bilang ke gue?”

Iqbal tertawa kecil menatap Baskara tak ada kebecian di sana hanya penerimaan

“Kita ini udah temenan lama, Mas.”

Iqbal menyender santai.

“Aku sih nganggep Mas Baskara teman. Soal Mas nganggep aku apa… ya itu urusan Mas.”

Ada jeda hening.

Baskara akhirnya tersenyum tipis. Bukan senyum menang, bukan senyum lega lebih ke senyum orang yang sadar… ia tak sepenuhnya berkuasa atas hati seseorang.

“Lu nyebelin gue nggak mau temenan sama lu,” ucap Baskara sedikit tersenyum

Iqbal tertawa menatap Baskara

“Nyatanya kita masih temenan.” ucap Iqbal masih sedikit terkekeh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!