Dalam kehidupan pernikahan nya, Kinan tidak pernah bahagia. Suami yang dulu begitu lembut dan perhatian kini berubah bagaikan monster yang selalu menyiksa nya. Tidak hanya fisik, tetapi mental dan batin nya pun terluka. Bahkan dia hanya mendapatkan nafkah receh dari sang suami di setiap hari nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 8. Janji Palsu.
Kinan pulang dengan rasa bahagia. Kinan pulang masih mengayuh sepeda, sementara semua pakain yang di beri oleh Maharani akan dibawa oleh Doni jika pulang nanti. Kinan hanya membawa dua stel saja untuk dia pakai, Kinan tidak mungkin membawa dua karung pakain dengan menggunakan sepeda. Dia juga ingin membagi nya dengan Ririn, walau Ririn badan nya lebih berisi tetapi pasti akan ada yang muat. Kinan juga tidak mungkin membawa nya ke rumah karena ada Bela dam Mama mertua.
Kinan bercerita pada Ririn dengan riang nya, Ririn pun menanggapi dengan hal yang serupa. Sampai akhir nya, Kinan pulang menggendong Adam yang tertidur.
Ketika sampai di rumah, pintu dalam keadaan tidak terkunci dan agak berantakan. Tidak seperti saat Kinan meninggalkan rumah yang masih dalam keadaan rapih. Gelas, piring bekas dan beberapa bungkus makanam masih berserakan.
Kinan mencari Ipar dan mertua nya, tetapi mereka tidak ada. Kinan masih bingung, mereka pulang atau hanya sekedar jalan-jalan saja. Tubuh yang lelah, tidak menghalangi Kinan untuk membereskan semua kekacauan di rumah.
Saat Kinan sedang beristirahat dan menemani Adam, Bimo pulang. Dia langsung membanting pintu kamar dengan keras sampai Adam kaget dan terbangum. Kinan yang merasa jantung nya seperti akan copot karena ulah Bimo, berusaha bersikap dengan tenang.
''Bagus, keluyuran kemana saja kamu seharian. Sampai ada orang tua ku kamu justru pergi tanpa menyuguhkan apapun. ! ''
''Kamu mau tahu aku kemana Mas, aku pergi bukan untuk keluyuran seperti yang kamu tuduhkan. Aku harus menyediakan apa untuk orang tua mu. Apa kamu memberi ku uang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bukan kah mereka sudah mendapat jatah dari mu, sementara aku saja tidak. Aku harus memenuhi kebutuhan mereka dengan apa, apa mereka mau jika aku hanya memberinya air putih saja. ''
''Tidak usah membangkang, kamu harus nya di rumah melayani mereka dan menuruti apa yang mereka mau. Lihat sekarang mereka marah karena kamu tidak menghargai nya, kamu membuat Mama pulang dan memaki ku. ''
''Plak... '' Kekerasan lagi yang Kinan dapat dari Bimo.
''Jawab aku Kinan.... ! Dari mana saja kamu seharian. ?'' Bimo mengguncang tubuh Kinan yang sedang mematung karena tamparan nya.
''Aku pergi untuk mengemis demi sesuap nasi, aku dan Adam butuh makan. Apa kamu pernah memikirkan kami yang kelaparan, Adam darah daging mu Mas, kamu boleh membenciku tetapi Adam adalah tanggung jawab mu. Jangan sampai kamu menyesal karena suatu saat nanti Adam pun akan mengacuhkan mu. ''
''Bagus lah jika kamu mengemis. Dapat berapa kamu hari ini. Apakah lebih bnaya dari uang receh yang ku berikan, ingat Kinan aku tidak akan memberikan sepersen uang pun pada mu lagi, nikmatilah hasil dari mengemis mu itu. '' Tidak ada guratan penyesalahn ataupun rasa kasihan yang di tunjukan Bimo pada Kinan.
''Keterlaluan kamu Mas, mana janji yang dulu kamu agungkan untuk menjaga istri dan anak mu. ? ''
''Tidak usah membual Kinan, telan saja semua janji palsu yang ku berikan. Ingat aku sudah tidak tertarik lagi pada mu, lihat lah dirimu Kinan. Kau itu jelek dan bau. Kamu sama sekami tidak pantas buat ku. '' kejam sekali perkataan Bimo, membuat hati Kinan kembali tercabik.
''Aku jelek dan bau karena kamu, kamu tidak pernah memberiku kebutuhan yang layak, kamu hanya memberikan nafkah receh yang tak seberapa itu. Jelek nya seorang istri, itu karena kegagalan suami yang tidak mampu memenuhi kebutuhan istri nya. '' Kinan pun tak kalah sengit dalam menjawa nya.
''Tidak usah banyak omong Kinan, sekaili lagi kamu berani dengan ku. Akan ku lempar tubuh mu ke jalanan... !'' Bimo mengancam.
''Lakukan saja jika kamu berani, aku tidak pernah lagi takut pada mu. Lakukan sesuka mu, bukankah selama ini itu yang selau kuterima dari mu. ''
Bimo murka karena Kinan terus saja melawan nya, Bimo gelap mata. Dia marah dan menyeret Kinan untuk keluar. Tetapi Adam menangis dengan kencang, dia ketakutan melihat kedua orang tua nya adu mulut.
Seketika Bimo menghentikan aksinya, dia mengingat Adam, jika dia mengusir Kinan siapa yang akan mengurus Adam. Jika Kinan harus pergi maka Adam pun harus pergi.
''Cepat bereskan semua pakaian mu dan Adam, lalu keluar dari rumah ini. Bereskan semua barang mu yang kumal itu jangan sampai ada yag tersisa, atau aku akan membakar nya. '' Kaki Kina lemas, dia tidak menyangka bahwa Bimo akan setega itu pada Adam.
Kinan tak mengucapkan sepatah kata pun, dia menangis sembari menggendong Adam. Walau ini semua sudah Kinan perkirakan, tetapi dia tidak menyangka akan secepat ini. Dirinya dan Adam meninggalkan rumah yang menjadi tempat nya bernaung selama tiga tahun ini.
Air mata nya masih mengalir, tetali tangan nya dengan sigap membereskan semua pakaian dan barang lain nya yang menurut Kinam lebih penting. Kinan tidak peduli dengan barang lain nya, karena semua yang dia miliki tidak ada yang berharga kecuali Adam dan kartu Atm.
Kinan melangkah kekuar dari rumah rumah dengan membawa tas ransel yang tidak begitu besar. Kinan mana kuat mebawa banyak barang sembari menggendong Adam.
''Bagus, cepat pergi dan jangan pernah kembali lagi. '' Bimo tanpa rasa iba membiarkan Kinan keluar dari rumah, saat jam telah menunjukan pukul sebelas malam.
Di temani gerimis dan angin yang menerpa, dingin menusuk sampai ketulang. Kinan hanya memakai jaket berbahan tipis, jaket tebal nya dia gunakan untuk menyelimuti Adam. Kinan berjalan menusuri jalan menuju rumah Ririn, kemana lagi dia kaan pergi jika bukan rumah sahabat nya itu. Untung ada Ririn, jika tidak mungkin hidup nya akan lebih sengsara dari yang iya jalani saat ini.
Air mata Kinan tak berhenti mengalir, dia teringat semua janji Bimo ketikaasih bersama dulu. Bimo yang pernah berjanji akan menjaga da melindungi Kinan ketika mereka menikah, nyata nya hanya ucapan saja yang hilang terhempas angin.
''Kamu jahat Bimo, kamu jahat. Mana janji mu yang pernah kamu ucapkan pada mendiang Bapak ku. Mengapa setelah kepergian Bapak kamu mudah sekali berpaling dan mencampakkan ku. Aku membenci mu Bimo, aku akan membenci mu sampai seumur hidup ku. '' Kinan benar-benar rapuh.
Tok tok tok .....
Beberapa kali, Kinan megetuk pintu rumah Ririn. Tetapi tidak ada yang membuka pintu nya. Suasana tampak sepi di rumah itu, seperti nya Ririn sudah tertidur.
Tok tok tok....
Rin. Ririn.....
Kinan memanggil Ririn lebih kencang, dan mengeraskan ketukan nya.
''Iya.... '' suara serak Ririn terdengar.
''Kinan... ''Ririn membelalak kan mata nya, melihat Kinan datang tengah di malam.
☺💪
hempaskan kebathilan!!!
salken Sam....
semangat.....
buat naik darah nih....
waduhhhhhh
awal yg sulittttt.....