Area khusus dewasa 😊
Lordan Rafael, 31 tahun. Cucu dari pengusaha besar di Amerika, yang menjabat sebagai direktur utama.
Lordan menikahi Kari Chin berusia 28 tahun. Gadis Asia berkebangsaan China. Mereka sudah menikah 2 tahun. Namun Lordan dan Kari belum kunjung memiliki anak.
Tubuh Lordan bermasalah. Hanya pria itu dan istrinya yang tahu. Tapi Kari harus hamil dalam tahun ini. Kalau tidak, Lordan harus turun dari jabatannya dan hak ahli waris akan jatuh ke tangan sepupunya.
Karena hal itu Lordan memikirkan ide gila dengan menyuruh Jacob, salah satu pengawalnya yang berbadan seksi dan memiliki ketampanan yang melebihi dirinya, untuk meniduri sang istri di depan matanya.
Jacob adalah pria misterius dengan segala rencana. Siapa yang akan menyangka bahwa ia sebenarnya adalah salah satu penguasa daratan Amerika yang menyamar sebagai pengawal. Niatnya adalah membasmi habis seluruh keluarga Lordan Rafael.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau istri sahku
Jacob berlari melewati lorong panjang dengan Kari di pundaknya, sementara suara tembakan dan jeritan masih bergema di seluruh rumah keluarga Rafael. Ledakan kecil terdengar dari lantai atas, menandakan bahwa bom yang mereka lacak mungkin akan segera meledak.
Kari terus meronta.
"Lepaskan aku! Aku tidak mau ikut denganmu!" tangisnya bercampur amarah.
Jacob tidak menjawab. Dengan bahunya yang terluka, dia merasakan nyeri yang luar biasa, tapi tekadnya tidak goyah. Kari harus dia bawa pergi.
"Matt! Cepat ke mobil!" teriaknya saat mereka hampir mencapai pintu belakang.
Matt mengangguk, memimpin anak buahnya untuk membersihkan jalur mereka. Mereka menembak siapa saja yang menghalangi jalan mereka, termasuk beberapa pengawal keluarga Rafael yang masih bertahan.
Saat mereka mencapai halaman belakang, sebuah mobil hitam sudah menunggu. Jacob membuka pintu belakang dan langsung memasukkan Kari ke dalam dengan paksa. Wanita itu masih memberontak, mencoba keluar, tetapi Jacob menutup pintu dengan cepat.
"Ayo jalan!" perintahnya pada sopir mereka.
Mobil melaju kencang tepat saat ledakan besar mengguncang rumah Rafael. Bola api membubung tinggi, menyelimuti langit malam dengan warna jingga yang mengerikan. Kari menoleh ke belakang, matanya melebar melihat rumah itu hancur sebagian.
"Lordan ..." bisiknya lemah. Meski Lordan adalah pria kejam, dia masih tetap keluarganya. Kari syok harus melihat Lordan dan keluarganya dihabisi di depan matanya. Belum lagi ledakan yang baru saja terjadi. Entah mereka masih hidup atau tidak, Kari sungguh syok.
Jacob memperhatikan ekspresi Kari melalui kaca spion.
"Mereka pantas mendapatkannya," katanya dingin.
Kari menoleh tajam ke arah Jacob.
"Bagimu mungkin mereka musuh, tapi bagiku mereka masih keluargaku!" bentaknya.
Jacob mendengus.
"Keluarga? Keluarga macam apa yang membiarkanmu diperlakukan seperti sampah? Yang membiarkan suamimu menyakitimu seperti wanita jalang? Mereka tidak pantas disebut keluarga." Jacob benci mengatakan kata suami karena ia adalah suami Kari yang sebenarnya. Namun saat ini sang istri masih dalam keadaan yang sama sekali tidak mengingatnya, jadi dengan terpaksa dia harus menahan diri.
Kari menggigit bibirnya. Kata-kata Jacob memang menyakitkan, tapi sebagian dari hatinya tahu bahwa dia tidak berbohong. Lordan memang kejam dan tidak pernah mencintainya. Pernikahan mereka hanya transaksi. Dia sendiri pun tidak ada perasaan apapun terhadap Lordan.
Tapi tetap saja, Jacob baru saja menghancurkan segalanya. Dan itu membuatnya ketakutan luar biasa, membuatnya menganggap bahwa pria itu juga jahat.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju jalan luar kota California. Matt dan anak buahnya mengikuti di mobil lain, memastikan bahwa tidak ada yang mengejar mereka.
Lebih dari satu jam kemudian, mereka tiba di sebuah rumah besar di pinggir hutan. Tempat itu tampak terpencil, dengan pagar tinggi mengelilinginya.
Jacob keluar lebih dulu, lalu menarik pintu mobil terbuka dan menyeret Kari keluar.
"Ayo," katanya tegas.
Kari menolak bergerak.
"Aku tidak akan kemana-mana bersama laki-laki jahat sepertimu!" katanya, suaranya penuh ketakutan dan kemarahan. Ia takut, tetapi tetap berusaha memberanikan diri menatap balik Jacob yang tampak begitu dominan.
Jacob menghela napas panjang. Tangannya terangkat, lalu tanpa di duga, dia mencengkeram dagu Kari dengan lembut tapi kuat. Matanya menatap lurus ke dalam mata wanita itu.
"Aku adalah Jacob Smith, satu-satunya yang tersisa dari keluarga Smith. Keluargaku dibantai oleh Lucas Rafael dan orang-orangnya bertahun-tahun lalu. Sejak saat itu, aku bersembunyi, membangun kekuatanku sendiri, dan menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam. Laki-laki jahat? Ya, sejak seluruh keluargaku di renggut dariku, aku bukan pria baik lagi. Aku harus kejam, agar dapat membalaskan semua dendamku, menghabisi mereka semua yang membantai keluargaku."
Kari balas menatapnya tanpa berkedip. Sesaat kemudian, dengan gerakan cepat ia menggigit tangan Jacob kuat, lalu mendorongnya dan di saat pria itu lengah, Kari berlari kencang. Jacob tak tinggal diam. Pria itu mengejar Kari.
Kari berlari sekuat tenaga, menerobos rerumputan liar yang tingginya hampir mencapai lutut. Nafasnya memburu, jantungnya berdetak kencang di dadanya. Dia tidak peduli ke mana kakinya membawanya, yang penting dia harus lari. Sejauh mungkin dari Jacob.
Namun, langkahnya terhenti mendadak ketika tubuhnya tertarik ke belakang. Jacob menangkap pinggangnya dengan satu tangan yang kuat, menariknya ke dalam dekapannya
"Lepaskan aku!" Kari menjerit, meronta sekuat tenaga, tetapi Jacob sama sekali tidak melemahkan cengkeramannya.
Napas Jacob masih terengah setelah mengejar wanita itu, tapi suara dan tatapannya tetap dingin.
"Berhenti melawan, Siya. Aku tidak akan membiarkanmu pergi."
"Siapa yang kau panggil Siya? Aku tidak mau bersamamu!" Kari berteriak frustasi, kedua tangannya menghantam dada Jacob dengan kasar.
"Kau bukan orang baik, kau monster!"
Jacob memejamkan mata sejenak, seperti sedang menahan kesabarannya. Lalu, sebelum Kari sempat memberontak lagi, dia mengangkat wanita itu dan menggendongnya di bahunya seperti sebelumnya.
"Kumohon! Jangan bawa aku pergi!" Suara Kari berubah menjadi tangisan. Dia meninju punggung Jacob, tapi usahanya sia-sia.
Jacob tidak berkata apa-apa lagi. Dia hanya berjalan cepat kembali ke rumah besar itu. Matt dan anak buahnya sudah menunggu di depan pintu masuk, ekspresi mereka netral seakan sudah terbiasa melihat Jacob bersikap seperti ini.
Begitu masuk ke dalam rumah, Jacob langsung menuju ke kamar tidurnya dan membaringkan Kari ke atas tempat tidur empuk. Wanita itu terhuyung dan dengan cepat merangkak mundur hingga punggungnya menempel di kepala ranjang.
"Kau akan tetap di sini, bersamaku." Suara Jacob terdengar dingin dan penuh ketegasan.
Kari menatapnya dengan kebencian.
"Aku bukan barang yang bisa kau perlakukan sesukamu, aku manusia! Kau tidak berhak menculikku dan menahanku seperti ini!"
Jacob mendekat, tangannya bertumpu di sisi kepala Kari, membuatnya tidak bisa lari. Tatapan pria itu tajam dan penuh tekanan.
"Kau pikir aku tidak berhak?" bisiknya.
"Kau istri sahku, Siya. Aku yang seharusnya berada di sisimu selama ini, bukan laki-laki brengsek itu."
Kari menahan napas. Matanya melebar karena kaget. Lelucon apa lagi ini?
"A-Apa?"
Jacob mengangkat tangan dan menyentuh pipinya dengan lembut.
"Kau tidak ingat, karena kau hilang ingatan, sayang." senyuman kecil timbul di bibir pria itu.
Hening sebentar. Keduanya saling bertatapan, sesaat kemudian Kari tertawa keras.
"Pembohong. Kau pembohong. Sejak kapan aku jadi istrimu? Jangan coba-coba membohongiku, karena aku tidak akan pernah tertipu denganmu."
Hati Jacob rasanya begitu sakit mendengar penolakan Kari. Tapi ia berusaha memahami, sang istri pasti masih syok dengan semua kejadian yang baru saja terjadi di depan matanya, dan menganggapnya laki-laki kejam yang tak ada hati. Di tambah lagi dengan ingatannya yang hilang. Percuma Jacob menjelaskan saat wanita itu dalam keadaan kacau seperti itu. Apapun tidak akan dia percayai.
Jacob akan menunggu.
keluarga Rafael gimana tuh selamat atau GK??
kari jgn ngeyel dengarin kata jacob adalah suamimu,,,smg ingatan kari secepatnya pulih...
jacob carikan dokter terbaik buat kari biar cpt sembuh ingatnya pulih...
lanjutt thor....
semangat selalu...
sehat selalu......