NovelToon NovelToon
Benih Kesalahan Satu Malam

Benih Kesalahan Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Anak Kembar / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senimetha

Elisa (18 tahun) hanyalah gadis yatim piatu yang berjuang sendirian demi menyekolahkan adiknya. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat sebuah pesanan makanan membawanya ke kamar yang salah. Di sana, ia kehilangan segalanya dalam satu malam yang tragis. Di sisi lain, ada Kalandra (30 tahun), pewaris tinggal kaya raya yang dikenal dingin dan anti-perempuan. Malam itu, ia dijebak hingga kehilangan kendali dan merenggut kesucian seorang gadis asing. Elisa hancur dan merasa mengkhianati amanah orang tuanya. Sedangkan Kalandra sendiri murka karena dijebak, namun bayang-bayang gadis semalam terus menghantuinya. Apa yang akan terjadi jika benih satu malam itu benar-benar tumbuh di rahim Elisa? Akankah Kalandra mau bertanggung jawab, atau justru takdir membawa mereka ke arah yang lebih rumit? Yukkk…ikuti ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senimetha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elisa-27

Beberapa minggu setelah melakukan USG 4D dan hasil USG itu keluar, suasana di mansion Mahendra sudah berubah drastis menjadi sebuah markas persiapan hajatan besar. Memasuki usia kehamilan bulan ketuju. Elisa, yang perutnya kini sudah tidak bisa lagi hanya disebut buncit karena ia harus membawa beban yang cukup signifikan. Kehamilan kembar membuat Elisa dering merasa lelah. Si kembar tiga yang ada dalam perut seolah sedang mengadakan turnamen sepak bola di dalam sana, membuat Elisa sering kali harus berhenti berjalan hanya untuk mengatur napas.

"Pelan-pelan, El. Satu langkah satu tarikan napas," ujar Kalandra sambil menyangga punggung Elisa.

Kalandra yang kini telah bertransformasi menjadi asisten pribadi untuk yang istri yang kalau bisa di kasi penghargaan maka ia adalah asisten pribadi yang paling cekatan sedunia. Ia tak lagi peduli pada rapat direksi walau bisa dilakukan lewat Zoom. Karena menurutnya, Prioritas utamanya sekarang adalah memastikan Elisa tidak kelelahan menjelang acara tujuh bulanan atau yang dalam tradisi Jawa disebut Mitoni.

Namun, ada satu hal yang terus menghantui pikiran Kalandra dimana janji taruhan dengan Papanya. Dan di acara tujuh bulanan kehamilan istrinya ia wajib memakai baju berwarna pink

...----------------...

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba dimana acara Mitoni untuk kehamilan Elisa. Mansion Mahendra sudah didekorasi dengan sangat indah, dipenuhi dengan bunga melati yang harumnya sangat menenangkan serta janur kuning yang melengkung dengan cantik. Para tamu undangan dari berbagai kalangan kolega bisnis hingga keluarga jauh mulai pun berdatangan.

Di dalam kamar, Kalandra berdiri di depan cermin besar dengan wajah yang sangat datar. Di atas tempat tidur, tergeletak sebuah beskap (jas tradisional Jawa) yang dibuat khusus oleh penjahit ternama untuk ia kenakan. Jangan lupa, Warnanya? Merah muda fanta yang sangat cerah. Sesuai request dari Tuan besar Mahendra

"Mas... kamu sudah siap apa belum?" tanya Elisa yang masuk ke dalam kamar dibantu sama Bi Inah. Elisa sendiri tampak sangat cantik mengenakan kemben batik dan ronce melati yang menutupi perut besarnya.

Kalandra menoleh dengan wajahnya yang merana apalagi dengan ekspresi yang kaku dan dinginnya itu. "Elisa, apa kamu yakin saya nggak bakal dikira seperti permen karet raksasa kalau pakai beskap pink ini?"

Elisa tidak bisa menahan tawanya. "Mas, merah muda itu lambang warna untuk laki-laki sejati. Apalagi ini demi dua bidadari kecil di dalam sini. Lihat, mereka sudah nendang-nendang terus, kayaknya nggak sabar mau liat Papa mereka yang gagah ini memakai beskap yang sudah disiapkan kakeknya."

Kalandra menghela napas pasrah. Dia merasa sedikit tertekan tapi apa boleh buat dia kalah dalam taruhan kemarin. Dengan bantuan Gery dan Bimo yang sedari tadi sudah sibuk menahan tawa sampai wajah mereka memerah, dengan berat hati Kalandra akhirnya mengenakan beskap tersebut lengkap dengan blangkonnya.

"Gila, Lan. Lo bener-bener bersinar hari ini," puji Gery sambil memegang perutnya yang sakit karena menahan tawa. "Hahaha…Kalau gue post di Instagram kantor, gue yakin saham Mahendra Group bisa naik karena CEO-nya ternyata punya sisi soft."

"Gery, satu kata lagi, dan gue pastikan bonus akhir tahun lo berubah jadi voucher belanja di toko baju bayi," ancam Kalandra dengan nada dinginnya, meski tanpa di ketahui ia sendiri tidak bisa menahan senyum saat melihat pantulan dirinya. Anehnya, meskipun warnanya merah muda, aura ketegasan Kalandra tidak hilang. Ia justru terlihat seperti seorang ayah yang sangat tulus.

...----------------...

Acara mitoni berlangsung dengan sangat sakral. Ritual demi ritual dijalani, mulai dari siraman hingga prosesi membelah kelapa gading. Saat Tuan Baskoro melihat Sang anak keluar dengan baju merah muda yang sudah ia siapkan, pria tua itu tertawa paling keras, namun matanya berkaca-kaca karena bangga. Anaknya yang kaku kini telah melunak demi keluarga.

"Lihat itu," bisik Baskoro pada Nyonya Siska. "Landra benar-benar berubah. Dulu dia tidak akan mau melakukan hal konyol seperti ini meskipun dibayar triliunan rupiah."

Siska mengangguk, menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. "Elisa adalah berkah untuk keluarga kita, Pa."

Di tengah acara, Bimo mendekati Kalandra yang sedang duduk di kursi pelaminan tradisional bersama Elisa. Bimo membisikkan sesuatu yang membuat raut wajah Kalandra berubah serius dalam sekejap.

"Polisi baru saja menggerebek gudang di pelabuhan itu, Lan. Dan seperti yang kita tahu Danu ada di sana. Dia mencoba kabur lewat jalur laut, tapi Gery sudah memblokade dermaganya lebih dulu," bisik Bimo.

Kalandra menarik napas panjang. Ia melirik Elisa yang sedang tersenyum menyalami tamu. "Tangkap dia secara resmi. Gue nggak mau ada kekacauan di hari ini, Bim. Pastikan dia nggak punya akses ke jaringan telpon siapa pun."

"Beres, Bos. Hari ini Danu akan resmi tinggal sejarah," jawab Bimo tegas sebelum kembali menghilang di antara kerumunan tamu.

Kalandra kembali menggenggam tangan Elisa. Rasa lega yang luar biasa menyelimuti hatinya. Musuh yang selama ini mengintai kini telah diringkus. Sekarang, tidak ada lagi yang akan menghalangi kebahagiaan mereka.

Setelah rangkaian acara yang panjang, malam harinya Elisa tampak sangat kelelahan. Kaki-kakinya membengkak, sebuah hal yang wajar bagi ibu hamil apalagi hamil kembar tiga. Kalandra dengan telaten merendam kaki Elisa di dalam baskom berisi air hangat dan garam aromaterapi.

"Mas, maaf ya, Mas jadi harus pake baju warna pink itu seharian," ujar Elisa sambil bersandar di tumpukan bantal.

Kalandra yang masih mengenakan celana batik namun sudah melepas beskap merah mudanya, mendongak. "Nggak apa-apa. Ternyata jadi bahan tertawaan Papa juga nggak seburuk yang saya bayangkan, asal kamu dan bayi-bayi kita aman."

Ia mulai memijat kaki Elisa dengan gerakan yang lembut yang sudah ia pelajari dari video edukasi. "Elisa, Bimo bilang Danu sudah ditangkap."

Elisa terdiam sejenak. Ia menarik napas panjang, seolah sebuah beban berat baru saja diangkat dari pundaknya. "Semuanya benar-benar sudah berakhir, Mas?"

"Semuanya sudah berakhir. Tidak akan ada lagi ancaman, tidak akan ada lagi ketakutan. Setelah ini, fokus kita cuma nunggu mereka lahir," Kalandra menatap perut Elisa yang bergerak-gerak.

Tiba-tiba, Elisa meringis pelan. "Aduh... yang cowok kayaknya lagi protes nih, Mas. Tendangannya beda sendiri, kuat banget tendangannya."

Kalandra mendekatkan wajahnya ke perut Elisa. "Heh, Jagoan papa. Jangan ganggu Mama ya. Kasihan Mama capek. Kalau mau main bola, tunggu beberapa bulan lagi, nanti Papa beliin lapangan sekalian."

Tendangan itu mereda, seolah si bayi memang mendengarkan suara ayahnya.

Malam semakin larut, namun Kalandra sulit memejamkan mata. Ia masih merasa takjub dengan perjalanan hidupnya beberapa bulan terakhir. Dari seorang pria yang hanya peduli pada produktivitas, menjadi seorang suami yang rela memakai baju merah muda dan begitu ahli dalam memijat.

"Mas...kamu belum tidur?" tanya Elisa pelan.

"Saya lagi mikirin nama," sahut Kalandra. "Kalau buat yang laki-laki, saya mau ada unsur Mahendranya yang artinya gunung besar, biar dia kuat jagain adik-adiknya. Kalau yang perempuan... saya mau nama mereka yang artinya cahaya atau bunga."

"Gimana kalau Mas yang tentukan nama depannya, dan saya untuk nama tengahnya?" usul Elisa.

"Boleh. Tapi jangan nama sate padang atau seblak ya," goda Kalandra dengan wajah yang agak kaku.

Elisa tertawa kecil, “Hahaha…Mas, muka kamu nggak cocok banget dengan godaan yang kamu ucapkan,” Elisa pun menelusupkan tangannya ke genggaman Kalandra. "Mas, saya beruntung banget punya kamu, Mas."

"Saya yang lebih beruntung, Elisa. Kamu sudah kasih saya tiga alasan paling kuat buat jadi manusia yang lebih baik."

Di luar, bulan bersinar terang menyinari taman mansion yang kini terasa jauh lebih damai. Badai telah berlalu, dan meskipun hari-hari ke depan akan diisi dengan kurang tidur karena tangisan bayi, Kalandra tahu ia sudah siap.

Keseharian mereka mungkin akan berubah secara perlahan-lahan dan akan menjadi sangat sibuk dan berisik dalam waktu dekat, tapi bagi mereka berdua, itulah melodi kehidupan yang selama ini mereka cari tanpa sadar.

Acara tujuh bulanan ini bukan hanya sekadar tradisi, tapi sebuah perayaan atas kemenangan cinta mereka melawan masa lalu yang kelam. Dan Kalandra, dalam balutan sisa-sisa warna merah mudanya, merasa bahwa ia adalah pria paling perkasa di dunia karena berhasil memenangkan hati seorang Elisa.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Selamat membaca guysss☺️🥰🥳...

1
Hari Saktiawan
lope lope lope author /Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
memei
harusnya berusaha menemui apapun yg trjadi ,jangan ikutin kata teman2mu yg mlh kesannya kalandra biar gak bisa tanggungjwab dan mana mgkn masalah bisa selesai kalo gak dihadapi
memei
2 teman kalandra ini mkstnya gimana sih , kalandra mau tanggung jawab mlh kayak gak dukung gitu ... mereka ini temsn ato musuh sih kan elisa sudah terlanjur hamil mau gak mau harus tetap tanggungjwab .ini 2 temen kalandra emang profokator
memei
gak akan rumit ,tanggung jawab nikahi elisa
memei
ceritanya bagus tp kok sepi koment
falea sezi
sweet bgt sih ndra
falea sezi
sayang bgt ya paak ma anak duhh gemess.. q ksih hadiah lagi buat triple
falea sezi
suka deh lahir si triple jd keinget anak ku Thor kembar 3 jg tp cowok semua yg satu keguguran
Xyaz Dewi
seru banget
falea sezi
q ksih hadiah biar ending nya bagus
falea sezi
moga sehat ampe lahiran
fatih faa
Thor manggil nya jangan saya
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Edi
semoga si danu cepat ketangkap dan bebi tripel lahir dengan selamat
tamara is here
Cerita yang kerennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!