NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17. PUTRA MAHKOTA

Alaric bergerak lebih cepat dari pada siapa pun yang menyadarinya.

Begitu lengan Putra Mahkota masih melingkar di sekitar bahu Liora, tangan Alaric sudah mencengkeram pergelangan sang penerus kerajaan itu dan menariknya menjauh dengan tegas, tidak kasar, tapi cukup kuat untuk membuat pesan itu jelas.

Liora terkejut sesaat, refleks melangkah mundur, dan tanpa sadar tubuhnya langsung terlindungi di balik dada Alaric.

Postur Duke Ravens berubah sepenuhnya.

Bahunya melebar, rahangnya mengeras, dan tatapannya, dingin, tajam, penuh dominasi, terkunci pada Putra Mahkota.

Ruangan yang tadinya hangat mendadak membeku.

"Cukup. Jaga jarakmu dari istriku, Caelum," ujar Alaric dengan nada rendah.

Caelum berkedip, lalu tertawa, jelas terkejut tapi tidak tersinggung.

"Paman, kenapa kau menatapku seolah aku ingin menelan Liora hidup-hidup?" kata sang Putra Mahkota santai.

Alaric tidak ikut tertawa. Ia menatap tajam Putra Mahkota yang juga adalah keponakannya sendiri.

"Dia istriku. Dan seorang Duchess. Kau tidak sepatutnya memeluknya sembarangan seperti itu," kata Alaric. Nada suara Alaric datar, tapi penuh tekanan.

Liora bisa merasakan ketegangan itu dari dekat, cara dada Alaric naik turun lebih berat dari biasanya, cara telapak tangannya secara refleks sedikit mengarah ke punggungnya, seolah memastikan ia benar-benar aman.

Caelum mengangkat kedua tangan, tanda menyerah. Tidak ingin memrovokasi pamannya yang jelas dalam sikap waspada saat ini.

"Paman, aku tidak akan mengambil Liora darimu," kata Caleum sesantai mungkin.

Alaric menatapnya tajam.

"Jangan panggil namanya langsung seperti itu," tegas Alaric.

Permaisuri berbisik pada Kaisar, "Dia cemburu. Ini langka sekali."

Kaisar menjawab, "Benar. Ini pertama kalinya aku melihat Alaric seprotektif itu pada orang lain."

"Sepertinya menikahkan Alaric dengan Liora memang pilihan yang benar," bisik Permaisuri yang jelas terlihat senang.

Kaisar mengangguk puas.

Putra Mahkota terdiam sesaat, lalu menggaruk kepalanya yang jelas tidak gatal.

"Baiklah, baiklah ... Duchess Liora. Paman, aku dan ... eh, Duchess Liora sudah seperti saudara. Kami tumbuh bersama sejak kecil. Jadi jangan takut aku akan menculik istrimu," kata Caelum canggung.

Alaric masih menatap Caelum tajam.

"Lagi pula, aku sudah punya perempuan yang kusukai," Caelum mengaku malu-malu.

Ucapan itu seperti petir kecil di ruangan.

Permaisuri langsung berdiri tegak, kipasnya berhenti bergerak.

"Putra Mahkota. Apa yang baru saja kau katakan?" konfirmasi Permaisuri.

Caelum tersipu, telinganya memerah jelas. "Aku ... menyukai seorang perempuan. Tenang saja kalian juga tahu siapa dia. Dia gadis yang sangat lembut," kata Caelum pelan, lalu mengangguk cepat.

Kaisar tertawa, geli melihat reaksi putranya. Mengingatkannya pada dirinya saat bertemu dengan Seraphina, sang Permaisuri dulu.

"Tenanglah, Alaric. Keponakanmu tidak akan mengambil istrimu. Jadi berhenti seperti ingin menelan keponakanmu sendiri," ujar Kaisar sambil tersenyum.

Namun Alaric belum sepenuhnya tenang. Ia menoleh ke Kaisar dan berkata, "Bukankah tadi Yang Mulia mengatakan Liora pernah menjadi kandidat Putri Mahkota? Artinya pernah ada niat untuk menikahkannya dengan Caelum."

Permaisuri mendengus pelan.

"Awalnya iya. Tapi mereka lebih seperti kakak dan adik, selalu bertengkar setiap saat. Dan status kandidat itu juga sudah dicabut sejak Liora remaja. Tidak ada rencana pernikahan setelah itu," jawab permaisuri jujur.

Alaric kembali menatap Caelum; lama, tajam, menilai.

Caelum menghela napas dramatis. "Paman, berhenti menatapku seperti aku musuh negara. Aku tidak akan mengambil istrimu," katanya.

"Duke, tenang, santai, oke," pinta Liora seraya mengelus lengan Alaric.

Alaric melihat Liora lalu menghela napas. Akhirnya, Alaric mengendurkan bahunya. Tarikan napas panjang keluar dari dadanya.

"Baik. Untuk saat ini," setuju Alaric.

Liora nyaris tertawa melihat betapa canggung dan manusiawinya Duke Ravens saat ini.

Caelum lalu menatap Liora lebih saksama.

Dan kalimat berikutnya keluar begitu saja dari mulutnya.

"Aku sudah lama tidak melihatmu, tapi ... kenapa kau bertambah gemuk?" ujar Caelum.

Ruangan kembali sunyi.

Permaisuri langsung melirik tajam.

"Putra Mahkota. Itu tidak pantas diucapkan," tegur Permaisuri dingin.

Caelum panik. "Bukan, bukan maksudku begitu! Aku hanya terkejut melihat perubahan Duchess Liora. Dulu kau jauh lebih ... kau tahu maksudku."

Liora paham, karena bagaimana pun Caelum cukup mengenal Liora sejak kecil.

Caelum mengibaskan tangan, mencari kata yang aman, tapi gagal. Takut membuat salah paham.

Permaisuri memotong, suaranya menusuk. "Seseorang yang membuat Liora seperti ini."

Caelum langsung menegang. "Maksudnya?" Ada yang membuat Liora seperti ini? Siapa?" ulangnya untuk mengonfirmasi.

"Countess. Dan alasannya kau pasti tahu kenapa," jawab Permaisuri tanpa ragu.

Wajah Caelum langsung mengeras. Tentu saja ia tahu.

Kebencian Countess terhadap Liora bukan rahasia di istana. Bahkan tentang ada kabar kalau kematian ibu Liora adalah karena Countess meracuninya, tapi sampai sekarang belum ada bukti untuk itu.

Liora angkat bicara sebelum suasana makin panas.

"Tenang saja, aku tidak berniat diam setelah ini. Mereka sudah terlalu jauh," kata Liora tenang.

Caelum menatap gadis itu dengan kagum, dan sedikit kemarahan yang tertahan.

"Bagus. Kau punya dukunganku. Apa pun yang terjadi," kata Caelum puas karena Liora tidak diam saja setelah apa yang gadis itu dapatkan.

Lalu Caelum menoleh ke Alaric. "Tapi, Paman ..."

Alaric mengangkat alis. "Ada apa?"

"Lady Lydia sudah kembali ke ibu kota," beritahu Caelum dengan wajah serius.

Nama itu jatuh seperti pisau dingin.

Wajah Alaric mengeras seketika. Rahangnya mengatup, urat di pelipisnya berdenyut.

Liora langsung menyadari perubahan itu.

"Siapa Lydia?" tanya Liora pelan, penasaran.

Caelum menjawab tanpa beban. "Perempuan yang terobsesi dengan Paman Alaric."

Alaric mengerang kesal. "Perempuan menyusahkan."

Permaisuri mengangguk setuju. "Dia dominan di kalangan sosialita. Cantik, sombong, dan terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia terobsesi pada Alaric karena Alaric satu-satunya pria yang menolaknya mentah-mentah. Dia tidak mau berhenti sebelum mendapatkan Alaric karena jika tidak, harga dirinya akan terluka."

Liora mendecak pelan. "Tipe yang menyebalkan."

Alaric menatap Liora, serius. "Tidak perlu dipikirkan. Aku bersumpah aku sungguh tidak tertarik pada perempuan seperti itu."

Liora tersenyum kecil, seolah takut Liora salah paham. "Aku tahu."

Dan entah mengapa, jawaban sederhana itu membuat dada Alaric terasa ... lebih ringan.

Percakapan mereka berlanjut lama,.tentang politik, pergerakan Count, dan rencana ke depan, hingga akhirnya mereka berpamitan.

Saat kereta kuda bergerak meninggalkan istana, senja menyelimuti ibu kota dengan warna keemasan.

Liora duduk diam, menatap keluar jendela.

Alaric memerhatikannya. "Kau baik-baik saja?" tanyanya.

Liora mengangguk pelan. "Ya. Hanya lelah."

Alaric terdiam sejenak, lalu berkata lirih, "Aku tidak tahu masa lalumu sekompleks itu."

Liora tersenyum tipis.

Alaric menoleh, menatapnya sungguh-sungguh. "Kau istriku, Liora. Bebanmu adalah tanggung jawabku. Jadi kumohon jangan rahasiakan apa pun dariku. Izinkan aku juga melindungimu."

Kata-kata itu jatuh berat, tapi hangat. Namun Liora mengangguk setuju.

Liora menutup mata sejenak, membiarkan suara roda kereta menjadi pengantar pikirannya.

Ia tahu.

Kini ia tidak sendirian lagi.

1
hanachi_🌷
lalu .. hal besar apa yang sebenarnya diincar oleh kerajaan Varkhiel di wilayah timur kalau bukan pertambangan dan lahan pertanian ?
hanachi_🌷
suasana feodal yang kental banget.
aryuu
liora ini definisi bego di piara 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 udah dewasa cari kerja kek buat kabur rumah neraka itu🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah sudah tamat...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
penyihir hitam bawa pesan bahwa mereka datang lagi untuk menghancurkan semua kerjaan dan menciptakan kekuasaan mereka.. tapi yang jadi masalahnya adalah si pahlawan utamanya kayaknya si kecil.Elara yang bisa menghancurkan musuh .
kalau Elara punya kekuatan sihir merah terus Evan kira² punya kekuatan apa.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
si Twins punya kekuatan tersembunyi, dengan adanya kejadian ini mungkin Alaric dan Liora jadi akan lebih bisa mengontrol, melatih mereka biar si Twins bisa ke kontrol untuk mengeluarkan kekuatannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Di bikin dagdigdug, eh si kecil Elara nyelamatin semua tanpa sadar dan di ketahui yang lain... apa teka teki dari si anak perempuan dulu tentang matahari itu adalah kekuatan si kecil Elara ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Istrinya Arram ke mana, kok ga ikut cuma berdua dengan Aaron.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Weh weh weh jangan bilang Aron yar jadi pasangannya Elara dan Alaric besanan sama Arram dong.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
si kembar Penghidup suasana.👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hihihiii... Gideon jadi paman favorit si Twins, ya meskipun kasihan sering jadi korban keusilan mereka tapi menjadi ciri khas kasih sayang mereka sama Gideon.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gideon pawang Alaric sampe si Twins juga jadi lebih dekat ke Dia karna Gideon yang di bikin repot dan selalu menuhin saat masa ngidamnya Liora.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lidahnya di tarik Rowan biar jelas bilang huruf R-nya./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat datang Twins, ternyata sepasang sesuai ucapan naka kecil perempuan waktu itu.👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh si Bodel baru nongol... Perut bibi mu besar karna ada sodaramu di sana.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selalu ada Gideon sebagai pemutus debat Alaric, Liora./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Weh bakal ada anggota baru teman bermainnya Rowan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sang Bulan dan Matahari sudah hadir kah di perut Liora.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gass lah langsung saja eksekusi di situ di depan para bangsawan dan lainnya biar para ksatria yang sudah menjadi korban ga sia² mengorbankan nyawanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ya ampun baru tau nama ayahnya Liora Count Bernard kayak tokoh film anak² si mata bulat, hidung hitam./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!