NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:597.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17. PUTRA MAHKOTA

Alaric bergerak lebih cepat dari pada siapa pun yang menyadarinya.

Begitu lengan Putra Mahkota masih melingkar di sekitar bahu Liora, tangan Alaric sudah mencengkeram pergelangan sang penerus kerajaan itu dan menariknya menjauh dengan tegas, tidak kasar, tapi cukup kuat untuk membuat pesan itu jelas.

Liora terkejut sesaat, refleks melangkah mundur, dan tanpa sadar tubuhnya langsung terlindungi di balik dada Alaric.

Postur Duke Ravens berubah sepenuhnya.

Bahunya melebar, rahangnya mengeras, dan tatapannya, dingin, tajam, penuh dominasi, terkunci pada Putra Mahkota.

Ruangan yang tadinya hangat mendadak membeku.

"Cukup," ujar Alaric rendah. "Jaga jarakmu dari istriku, Caelum."

Caelum berkedip, lalu tertawa kecil, jelas terkejut tapi tidak tersinggung.

"Paman," kata sang Putra Mahkota santai, "kenapa kau menatapku seolah aku ingin menelan Liora hidup-hidup?"

Alaric tidak ikut tertawa. Ia menatap tajam Putra Mahkota yang juga adalah keponakannya sendiri.

"Dia istriku," jawab Alaric singkat. "Dan seorang Duchess. Kau tidak sepatutnya memeluknya sembarangan seperti itu."

Nada suara Alaric datar, tapi penuh tekanan.

Liora bisa merasakan ketegangan itu dari dekat, cara dada Alaric naik turun lebih berat dari biasanya, cara telapak tangannya secara refleks sedikit mengarah ke punggungnya, seolah memastikan ia benar-benar aman.

Caelum mengangkat kedua tangan, tanda menyerah. Tidak ingin memprovokasi pamannya yang jelas dalam sikap waspada saat ini.

"Paman, aku tidak akan mengambil Liora darimu," mata Caleum sesantai mungkin.

Alaric menatapnya tajam.

"Jangan panggil namanya langsung seperti itu," tegas Alaric.

Permaisuri berbisik pada Kaisar, "Dia cemburu. Ini langka sekali."

Kaisar menjawab, "Benar. Ini pertama kalinya aku melihat Alaric seprotektif itu pada orang lain."

"Sepertinya menikahkan Alaric dengan Liora memang pilihan yang benar," bisik Permaisuri yang jelas terlihat senang.

Kaisar mengangguk puas.

Putra Mahkota terdiam sesaat, lalu menggaruk kepalanya yang jelas tidak gatal.

"Baiklah, baiklah ... Duchess Liora," kata Caelum canggung. "Paman, aku dan ... eh, Duchess Liora sudah seperti saudara. Kami tumbuh bersama sejak kecil. Jadi jangan takut aku akan menculik istrimu."

Alaric masih menatap Caelum tajam.

"Lagi pula, aku sudah punya perempuan yang kusukai," Caelum mengaku malu-malu.

Ucapan itu seperti petir kecil di ruangan.

Permaisuri langsung berdiri tegak, kipasnya berhenti bergerak.

"Putra Mahkota. Apa yang baru saja kau katakan?" konfirmasi Permaisuri.

Caelum tersipu, telinganya memerah jelas. "Aku ... menyukai seorang perempuan. Tenang saja kalian juga tahu siapa dia. Dia gadis yang sangat lembut," kata Caelum pelan, lalu mengangguk cepat.

Kaisar tertawa kecil, geli melihat reaksi putranya. Mengingatkannya pada dirinya saat bertemu dengan Seraphina, sang Permaisuri dulu.

"Tenanglah, Alaric," ujar Kaisar sambil tersenyum. "Keponakanmu tidak akan mengambil istrimu. Jadi berhenti seperti ingin menelan keponakanmu sendiri."

Namun Alaric belum sepenuhnya tenang. Ia menoleh ke Kaisar dan berkata, "Bukankah tadi Yang Mulia mengatakan Liora pernah menjadi kandidat Putri Mahkota? Artinya pernah ada niat untuk menikahkannya dengan Caelum."

Permaisuri mendengus pelan.

"Awalnya iya," jawabnya jujur. 'Tapi mereka lebih seperti kakak dan adik, selalu bertengkar setiap saat. Dan status kandidat itu juga sudah dicabut sejak Liora remaja. Tidak ada rencana pernikahan setelah itu."

Alaric kembali menatap Caelum; lama, tajam, menilai.

Caelum menghela napas dramatis. "Paman, berhenti menatapku seperti aku musuh negara. Aku tidak akan mengambil istrimu," katanya.

"Duke, tenang, santai, oke," pinta Liora seraya mengelus lengan Alaric.

Alaric melihat Liora lalu menghela napas. Akhirnya, Alaric mengendurkan bahunya. Tarikan napas panjang keluar dari dadanya.

"Baik," kata Alaric "Untuk saat ini."

Liora nyaris tertawa kecil melihat betapa canggung dan manusiawinya Duke Ravens saat ini.

Caelum lalu menatap Liora lebih saksama.

Dan kalimat berikutnya keluar begitu saja dari mulutnya.

"Aku sudah lama tidak melihatmu, tapi ... kenapa kau bertambah gemuk?" ujar Caelum.

Ruangan kembali sunyi.

Permaisuri langsung melirik tajam.

"Putra Mahkota," tegur Permaisuri dingin. "Itu tidak pantas diucapkan."

Caelum panik. "Bukan, bukan maksudku begitu! Aku hanya terkejut melihat perubahan Duchess Liora. Dulu kau jauh lebih ... kau tahu maksudku."

Liora paham, karena bagaimana pun Caelum cukup mengenal Liora sejak kecil.

Caelum mengibaskan tangan, mencari kata yang aman, tapi gagal. Takut membuat salah paham.

Permaisuri memotong, suaranya menusuk. "Seseorang yang membuat Liora seperti ini."

Caelum langsung menegang. "Maksudnya?" Ada yang membuat Liora seperti ini? Siapa?" ulangnya untuk mengonfirmasi.

"Countess," jawab Permaisuri tanpa ragu. "Dan alasannya kau pasti tahu kenapa."

Wajah Caelum langsung mengeras. Tentu saja ia tahu.

Kebencian Countess terhadap Liora bukan rahasia di istana. Bahkan tentang ada kabar lalau kematian ibu Liora adalah karena Countess meracuninya, tapi sampai sekarang belum ada bukti untuk itu.

Liora angkat bicara sebelum suasana makin panas.

"Tenang saja," kata Liora tenang. "Aku tidak berniat diam setelah ini. Mereka sudah terlalu jauh."

Caelum menatapnya dengan kagum, dan sedikit kemarahan yang tertahan.

"Bagus. Kau punya dukunganku. Apa pun yang terjadi," kata Caelum puas karena Liora tidak diam saja setelah apa yang gadis itu dapatkan.

Lalu Caelum menoleh ke Alaric. "Tapi, Paman ..."

Alaric mengangkat alis. "Ada apa?"

"Lady Lydia sudah kembali ke ibu kota," beritahu Caelum dengan wajah serius.

Nama itu jatuh seperti pisau dingin.

Wajah Alaric mengeras seketika. Rahangnya mengatup, urat di pelipisnya berdenyut.

Liora langsung menyadari perubahan itu.

"Siapa Lydia?" tanya Liora pelan, penasaran.

Caelum menjawab tanpa beban. "Perempuan yang terobsesi dengan Paman Alaric."

Alaric mengerang kesal. "Perempuan menyusahkan."

Permaisuri mengangguk setuju. "Dia dominan di kalangan sosialita. Cantik, sombong, dan terbiasa mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia terobsesi pada Alaric karena Alaric satu-satunya pria yang menolaknya mentah-mentah. Dia tidak mau berhenti sebelum mendapatkan Alaric karena jika tidak, harga dirinya akan terluka."

Liora mendecak pelan. "Tipe yang menyebalkan."

Alaric menatap Liora, serius. "Tidak perlu dipikirkan. Aku bersumpah aku sungguh tidak tertarik pada perempuan seperti itu."

Liora tersenyum kecil, seolah takut Liora salah paham. "Aku tahu."

Dan entah mengapa, jawaban sederhana itu membuat dada Alaric terasa ... lebih ringan.

Percakapan mereka berlanjut lama,.tentang politik, pergerakan Count, dan rencana ke depan, hingga akhirnya mereka berpamitan.

Saat kereta kuda bergerak meninggalkan istana, senja menyelimuti ibu kota dengan warna keemasan.

Liora duduk diam, menatap keluar jendela.

Alaric memerhatikannya.."Kau baik-baik saja?" tanyanya.

Liora mengangguk pelan. "Ya. Hanya ... lelah."

Alaric terdiam sejenak, lalu berkata lirih, "Aku tidak tahu masa lalumu sekompleks itu."

Liora tersenyum tipis.

Alaric menoleh, menatapnya sungguh-sungguh. "Kau istriku, Liora. Bebanmu adalah tanggung jawabku. Jadi kumohon jangan rahasiakan apa pun dariku. Izinkan aku juga melindungimu."

Kata-kata itu jatuh berat, tapi hangat. Namun Liora mengangguk setuju.

Liora menutup mata sejenak, membiarkan suara roda kereta menjadi pengantar pikirannya.

Ia tahu.

Kini ia tidak sendirian lagi.

1
Atik Kiswati
udah tamat aja nih.....
Nor Azlin
cerita tentang papa mama nya sudah tamat dengan ending nya yang penuh suka duka & bahagia yah aku sangat puas hati lah thor sukses buat mu yah sampai ketemu di lanjutan nya yah 😂😂
Archiemorarty: Makasih udah baca ceritanya kak, happy reading di sequel selanjutnya 🥰
total 1 replies
Alfia Amira
butuh kretek kyk nya si liola nih 😁😁
trueNetizen
suka sekali dengan cerita ini
Alfia Amira
panas lah kalo matahari nya dua kali lipat 🤭🤭🤭
Nor Azlin
thor penasaran ni kok ibu nya si Arron tidak ada bersama mereka yah ...apa dia sudah meninggal atau dia memang tidak dapat ikut yah🤔🤔🤔lanjutkan thor
Archiemorarty: Emaknya Aaron ada kok, nanti bakal ketemu di sequel 🤭
total 1 replies
Dian
lanjutt
Lusianina
akhirnya yg ditunggu2 OMG SO EXCITED!!!!😱😱😱
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya twins lahir ke dunia ini bertemu sama kakak Rowan nya sama anggota keluarga yang lain ... welcome baby twins semoga kalian berdua setangguh daddy mommy kalian yah jadilah anak2 yang berbakti pada kedua orang tua kalian begitu juga sama negara ... lanjutkan thor
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣betul sekali tu yang ngidam itu bukan Liora kan tapi si Alaric nya tu 😂😂😂kasihan sekali si Gideon nya tu sebut aja anak dalam perut Liora pasti Gideon pasti melunak kan hanya demi bayi si Liora aja tu 😆😆😆semoga senyuman juga keceriaan pada keluarga mereka berpanjangan yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah pasti lah kakak kandung nya mereka tiga bersaudara kan thor ...nah kerana mereka bersaudara lah hukuman nya Liora di kasih liburan ke utara tempat kelahiran mereka Alias kampung halaman mereka bukan...seperti nya Liora sangat di sayangi dalam keluarga Alaric yah ...semoga Alaric bisa memburu Monster yang lain nya agar kehidupan keluarga kecil nya bisa hidup damai yah 😂😂😂selamat berburu Duke...lanjutkan thor
Archiemorarty: Gimana gx disayang, dia udah ngelametin Alaric, keluarganya, satu kerajaan. pasti disayang dia 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
suami idaman hanya memuja satu wanita yaitu istri nya...🥰😍😍
Archiemorarty: Benar sekali 🤭
total 1 replies
Ani Susanti
cembokur
Nor Azlin
sudah aku katakan yah mereka akan mendapat anak selepas perang habis 😂😂🤣🤣tebakan aku benar deh ...semoga bahagia selalu yah Alaric Liora nya & tidak sabar mau ketemu sama Pangeran kecil sama Puteri kecil yah ...lanjutkan rhor
Archiemorarty: Siap siap ketemu para pembuat onar cadel ya 🤭
total 1 replies
Nor Azlin
nah itu yang membuat ceritanya si author menjadi seru & menantang untuk di baca yah😂😂😂bayangkan aja membaca nya dengan dada berdebar-debar juga emosi yang ketakutan kayak kita nonton filem lah di tv gitu 😂😂😂menyenangkan sekali lho aku suka thor tidak bosan jadi nya aku terhibur banget deh...semoga selepas pulang dari medan perang ini khabar gembira menyusul Alaric sama Liora nya bahawa Alaric junior sama Liora junior udah ada di dalam perut nya Liora yah ...aku rasa kan iya deh si Liora hamil kerana wajah sama pipi nya udah gembul kembali tu 😂😂😂 lanjutkan thor
Archiemorarty: Hahaha... tenang tenang...para bocil bakal hadir nanti 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
berbuat apa Marquess sampai di tendang Liora...
Cicih Sophiana
mungkin Lilola kurus krn gak ada yg ngasih makan Duke... kasian😪
Cicih Sophiana
semoga Alaric pulang dengan sehat...
Cicih Sophiana
Alaric pasti selamat krn kan semangat untuk Lilola nya tercinta...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕
wkwwkkwk... klu udh Kaisar yg manggil hrs patuh yaa hahahaha
Terselamatkan krn ada Gideon 🤭🤭🤭😀
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕: hahaha oh iyaa 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!