NovelToon NovelToon
ISTRI UNTUK SUAMIKU

ISTRI UNTUK SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Wanita perkasa / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

"Mencintai bukan hanya soal memiliki, tapi soal memastikan duniamu tetap berputar saat kamu tak lagi ada di sana."

Canida punya segalanya: karir cemerlang sebagai penulis best-seller, suami suportif seperti Alfandy, dan dua anak yang menjadi pusat semestanya. Namun, sebuah amplop putih mengubah hidupnya menjadi nightmare dalam semalam. Vonis kanker serviks stadium lanjut datang tanpa permintaan maaf, merenggut semua rencana masa depannya.

Di tengah rasa sakit yang mulai menggerogoti tubuhnya, Nida tidak takut mati. Ia hanya takut akan satu hal: Kekosongan. Ia takut anak-anaknya kehilangan arah, dan suaminya kehilangan pegangan akidah.

Maka, Nida mengambil keputusan paling gila dan paling menyakitkan yang pernah dipikirkan seorang istri: Mencarikan calon istri untuk suaminya sendiri.

Di satu sisi, ada Anita, ipar ambisius dan manipulatif siap mengambil alih posisinya demi harta. Di sisi lain, ada Hana, wanita tulus yang Nida harap bisa jadi "pelindung surga" bagi keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Warisan yang Bersemi

Bab 17 Warisan yang Bersemi

Sepuluh tahun telah berlalu sejak kepergian Nida, dan rumah itu kini telah tumbuh menjadi sebuah institusi cinta yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Papan nama di depan rumah tidak lagi hanya bertuliskan nomor hunian, melainkan sebuah plakat kayu ukir yang indah: **"Rumah Literasi Nida Kirana"**. Sesuai impian terakhir Nida, Fandy dan Hana mengubah sebagian besar rumah besar itu menjadi perpustakaan gratis dan pusat bimbingan menulis bagi anak-anak kurang mampu.

Sore itu, suasana sangat ramai. Syabila, yang kini telah menjelma menjadi wanita dewasa berusia dua puluh dua tahun, berdiri di depan sebuah podium kecil di halaman rumah. Ia baru saja menyelesaikan peluncuran buku novel perdananya yang didedikasikan sepenuhnya untuk sang ibu. Wajahnya adalah perpaduan sempurna antara kecantikan fisik Nida dan ketegasan Fandy.

"Buku ini bukan tentang kehilangan," ujar Syabila di depan para tamu undangan dan awak media. "Buku ini tentang bagaimana seorang ibu merencanakan kebahagiaan bagi keluarganya, melampaui batas usianya sendiri. Saya berdiri di sini hari ini karena dua wanita hebat: satu yang melahirkan saya, dan satu yang membesarkan jiwa saya."

Hana duduk di barisan terdepan, menyeka air mata haru dengan ujung jilbabnya. Di sampingnya, Fandy menggenggam tangannya erat. Rambut Fandy sudah mulai memutih di bagian pelipis, namun pancaran matanya menunjukkan kepuasan batin yang mendalam. Di sebelah Hana, Syauqi yang kini sudah menjadi mahasiswa tingkat awal di universitas Islam terkemuka, tampak gagah dengan baju kokonya.

Konflik kecil sempat muncul sebelum acara dimulai. Mama Rosa, yang kini sudah sangat sepuh dan menggunakan kursi roda, sempat bersikeras ingin mengundang kerabat jauh—termasuk beberapa koneksi lama Anita yang masih mencoba mencari muka. Namun, Hana dengan lembut namun tegas menolak.

"Ma," ujar Hana pagi itu sambil memijat kaki Mama Rosa. "Hari ini adalah tentang warisan nilai Mbak Nida. Kita tidak ingin ada aura persaingan atau pamer kemewahan di sini. Kita ingin anak-anak panti yang datang merasa bahwa ini adalah rumah mereka juga."

Mama Rosa, yang hatinya sudah sangat melunak, akhirnya mengangguk. "Kamu benar, Hana. Kamu selalu tahu cara menjaga marwah keluarga ini, persis seperti Nida."

Setelah acara peluncuran buku selesai, Syabila menghampiri Hana dan memeluknya lama. "Terima kasih, Ibu Hana. Terima kasih sudah bersedia menjadi 'tangan' Ibu Nida selama sepuluh tahun ini. Aku tahu itu tidak mudah."

Hana membalas pelukan itu dengan hangat. "Ibu hanya menjalankan peran kecil, Syabila. Kamu dan Syauqi-lah yang membuat amanah ini terasa ringan."

Malam harinya, saat tamu-tamu sudah pulang, Fandy dan Hana duduk di teras belakang, menatap taman yang dulu menjadi saksi bisu penderitaan Nida. Fandy mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya. Di dalamnya ada sebuah kalung dengan liontin berbentuk buku kecil, yang ternyata adalah titipan Nida yang baru boleh diberikan Fandy kepada Hana setelah sepuluh tahun mereka menikah.

Di dalam liontin itu terdapat tulisan mikro: *"Terima kasih sudah menjaga surgaku. Sampai jumpa di surga yang sebenarnya."*

Hana terisak membaca pesan itu. "Dia selalu selangkah lebih maju dalam mencintai kita, Mas," bisik Hana.

"Iya," sahut Fandy. "Dan tugasku sekarang adalah memastikan kamu juga bahagia. Kita sudah membesarkan anak-anak Nida, sekarang mari kita teruskan membesarkan anak-anak asuh kita di Rumah Literasi ini."

Kejutan penutup di bab ini adalah ketika Syabila masuk ke teras membawa sebuah kabar besar. "Ayah, Ibu... aku baru saja mendapat telepon dari penerbit di luar negeri. Mereka ingin menerjemahkan buku tentang Ibu Nida ke dalam lima bahasa. Mereka bilang dunia butuh tahu tentang kisah 'Istri untuk Suamiku'."

Fandy dan Hana saling berpandangan. Mereka menyadari bahwa apa yang dimulai dengan rasa sakit, cemburu, dan air mata di sebuah kamar rumah sakit sepuluh tahun lalu, kini telah menjadi obor yang menerangi banyak hati di seluruh dunia. Nida Kirana tidak pernah benar-benar mati; ia terus hidup dalam setiap kata yang dibaca, setiap ayat yang dilantunkan Syauqi, dan setiap kebijakan yang diambil Hana.

Terlihat pemandangan keluarga itu berdiri bersama di bawah sinar rembulan. Tak ada lagi duka yang menyayat, yang ada hanyalah rasa syukur yang meluap. Mereka telah membuktikan bahwa cinta sejati tidak selalu berarti memiliki selamanya di dunia, tapi memastikan bahwa cinta itu tetap membimbing menuju rida Sang Pencipta.

Naskah kehidupan Nida benar-benar telah mencapai kesempurnaan. Dan di atas sana, di tempat yang tidak lagi mengenal rasa sakit, Nida mungkin sedang tersenyum melihat bahwa "istri untuk suaminya" telah menjadi lebih dari sekadar pengganti—dia telah menjadi pelengkap indah dari sebuah perjalanan menuju keabadian.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!