NovelToon NovelToon
Menjadi Madu Dalam Semalam

Menjadi Madu Dalam Semalam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kehidupan seorang gadis yang dulu bergelimang harta, Dimanja oleh ayah dan kakak laki-lakinya, sekarang hidup sederhana, karena perbuatan masa lalunya bersama Mamanya ...Selena.

"Panas...., Papa tubuhku rasanya sangat panas" rintih Patricia sambil berlari.
" cepat nak, kalau tidak lari, kau akan menjadi santapan para pria iblis itu" ucap Papanya yang bernama Tono, Putrinya akan dijual, bahkan mereka memberikan obat perangsang
Duarrrrrr...
suara guntur menggelegar ,hujan turun begitu lebatnya,membuat jalanan licin...
" Aaahhhh"
Patricia terjatuh, karena terpeleset,...
" Ayo cepat nak, "
" Iya pah"....
mereka memasuki gedung tua yang tak berpenghuni, suasananya begitu gelap....
"Paaaa...panas, ... hiks... hiks..... Cia tidak kuat pah, sakit"
Patricia terus menyakiti dirinya sendiri...
" Ya Allah....ini sangat menyiksa Cia...Pa....".
" Jangan, sakiti diri sendiri nak...." ucap Tono dengan nada khawatir....
" Brakkkkk"
tak lama kemudian... seorang pemuda datang dengan korek api yang meny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Malam itu, badai yang sesungguhnya menghantam kediaman Effendi. Bukan badai petir, melainkan badai kebenaran yang menghancurkan seluruh fondasi hidup Patricia hanya dalam hitungan menit.

Hilman sudah tahu semuanya dan mengusir Patricia dan Selena yang hampir mencelakai istrinya, bahkan Selena sudah berbohong selama bertahun-tahun, Hilman mengusir keduanya tanpa membawa apa-apa.

Tiga hari dalam kemiskinan membuat Patricia kehilangan akal sehat. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ayahnya adalah Tono, seorang pria kasar dan pengangguran. Dalam keadaan kalut dan menangis histeris, Patricia berlari keluar dari kontrakan itu tengah malam, mengabaikan teriakan Selena.

Ia berlari ke jalan raya, matanya kabur karena air mata. Ia ingin kembali ke kehidupannya yang dulu.

TIIIIIIITTTTT! CIIIITTTTT! BRAKKKK!

Sebuah mobil menghantam tubuh kecil itu. Patricia terpental ke aspal, darah membasahi rambut indahnya yang dulu selalu dirawat di salon mahal. Ironisnya, orang-orang yang lewat hanya melihatnya sebagai "gadis malang berbaju kumal," bukan lagi sang primadona kampus.

Keputusasaan Alendra dimulai tepat di hari ia memutuskan untuk menanggalkan identitas mahasiswa motoran dan tampil sebagai Tuan Muda Suhadi yang sesungguhnya. Ia ingin membuktikan pada Patricia bahwa ia bukan butiran debu, melainkan seseorang yang sanggup berdiri sejajar di sampingnya.

___

Pagi itu, Alendra datang ke kampus dengan mobil sport keluaran terbaru, mengenakan kemeja rancangan desainer ternama, dan membawa seikat bunga lili putih langka. Ia sudah siap mental jika Patricia tetap menghinanya, ia hanya ingin Patricia tahu siapa dia sebenarnya.

Namun, bangku di kelas hukum tetap kosong. Nama Patricia tidak terdengar saat absensi dipanggil.

Alendra bertanya pada dosen "Maaf Pak, apa Patricia Effendi sakit?"

"Patricia sudah mengundurkan diri secara administratif kemarin, Alendra. Kabarnya keluarganya ada masalah besar. Dia tidak akan kembali lagi."

Bunga lili di tangan Alendra jatuh ke lantai. Ia berlari ke mansion keluarga Effendi, namun yang ia temukan hanyalah gerbang yang digembok . Patricia menghilang tanpa meninggalkan satu pun pesan di media sosial. Akunnya dihapus, nomornya mati.

Sejak saat itu, Alendra tidak pernah menjalin hubungan pada gadis manapun, walaupun banyak yang antri untuk menjadi kekasih nya, Alendra masih berharap pada Patricia,namun ia malah bertemu dengan Kirana saat tugas di Surabaya,dan menikahi Kirana yang seorang janda tapi yang juga membuat ia melupakan Patricia, meski ternyata Hilman menikah dengan Rukayyah, kakak sepupu Najwa,tapi Alendra tidak pernah menanyakan kepada Hilman seolah-olah mereka tidak pernah saling bertemu.

**"

Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk meruntuhkan sebuah menara kesombongan dan membangun sebuah kuil ketenangan. Bagi Patricia, dua tahun itu bukan hanya sekadar pergantian kalender, melainkan sebuah proses kematian identitas lamanya sebagai Nona Muda Effendi dan lahirnya seorang wanita baru yang jauh lebih bersahaja.

Patricia kini tinggal di sebuah pemukiman padat penduduk yang dulu mungkin akan membuatnya pingsan hanya dengan mencium baunya. Namun sekarang, ia adalah orang pertama yang bangun sebelum subuh untuk membantu Selena menyiapkan dagangan di rumah makan kecil mereka, Warung Berkah.

Tangannya yang dulu hanya halus karena perawatan parafin, kini sering terkena uap panas nasi dan bumbu dapur. Namun, anehnya, Patricia merasa jauh lebih hidup.

"Pat, istirahat dulu. Kamu sudah dari jam empat pagi bantu Mama menggoreng. Nanti tanganmu kasar, Sayang." ucap Selena dengan lembut.

Patricia tersenyum tulus sambil mengelap keringat"Nggak apa-apa, Ma. Ini jauh lebih baik daripada tangan halus tapi hati kosong. Patricia senang bisa bantu Mama."

Keajaiban terbesar dalam hidup Patricia bukanlah ia yang berubah, melainkan Tono. Pria yang dulu kasar dan sering mabuk itu akhirnya luluh melihat ketulusan putrinya yang tidak pernah memandangnya rendah meskipun ia telah menghancurkan hidup gadis itu.

Tono kini bekerja keras sebagai driver online menggunakan mobil pemberian Faisal Effendi. Faisal, yang hatinya begitu luas, tidak bisa benar-benar membuang Patricia karena bagaimanapun ia telah mencintai gadis itu sebagai anak selama 20 tahun.

"Nak, ini hasil tarikan Papa hari ini. papa sisihkan buat tabunganmu ya? Siapa tahu kamu mau kuliah lagi."

" papa simpan saja buat bensin dan kesehatan papa... Patricia sudah cukup dengan ini. Ayah Faisal juga sering kirim uang, tapi sudah Patricia salurkan semua ke Panti Asuhan Kasih Bunda semalam."

Meskipun secara administrasi keluarga mereka sudah terpisah, hubungan Patricia dengan keluarga besar Effendi justru membaik secara spiritual. Rukayyah dan Hilman sering berkunjung secara diam-diam.

Suatu hari, Rukayyah membawakan paket pakaian muslimah dan buku-buku agama untuk Patricia.

"Pat, Ayah Faisal rindu. Dia minta kamu lanjut kuliah kedokteran atau hukum lagi. Biar Ayah yang tanggung semua biayanya."

Patricia menunduk, matanya berkaca-kaca. "Sampaikan terima kasih sebesar-besarnya pada Ayah, Kak Ruka. Tapi aku belum sanggup. Aku terlalu malu untuk kembali ke dunia itu setelah semua kesombonganku dulu. Aku ingin menebus dosaku dengan hidup seperti ini dulu... dekat dengan orang-orang yang dulu aku hina."

Di tengah kesederhanaannya, ada satu hal yang sering membuat Patricia termenung di malam hari saat ia mencuci mukanya di wastafel kecil. Ia teringat pada dokter Edo yang menolongnya saat ia kesulitan untuk berjalan setelah kecelakaan itu, namun dokter Edo sudah menikah, ia juga menolak cinta Asisten kakaknya, Bima, karena ia merasa tidak pantas bersanding dengan orang baik seperti Bima, dan saat ini ia sedang teringat seorang mahasiswa bernama Alendra.

Patricia bicara pada dirinya sendiri di depan cermin "Apa kabar si butiran debu itu ya? Dia dulu benar... dunia memang berputar. Sekarang aku benar-benar jadi butiran debu di tengah kota ini. Maafkan aku, Alen... aku dulu jahat sekali padamu."

Patricia sering bertanya-tanya, apakah Alendra sudah lulus? Apakah dia sudah punya kekasih yang jauh lebih baik dan tidak sombong sepertinya? Ia tidak pernah tahu bahwa di belahan Jakarta yang lain, .

___

Patricia kini sering memakai pakaian yang sangat tertutup, bahkan terkadang memakai kerudung sederhana untuk menutupi kecantikannya yang masih terpancar kuat. Ia menjadi idola baru di lingkungan tempat tinggalnya bukan karena hartanya, tapi karena kebaikannya yang sering membagikan makanan sisa warung kepada anak-anak jalanan.

Ia sudah memutus semua akses komunikasi dengan teman-teman sosialitanya. Ia benar-benar menghilang bak ditelan bumi, meninggalkan sebuah legenda tentang Nona Muda yang Jatuh Miskin yang perlahan terlupakan oleh orang banyak, kecuali oleh satu pria yang hatinya masih tertahan di masa lalu.

" Semoga kamu selalu bahagia Alendra, maafkan aku, karena dulu sudah meremehkan kamu" bisik Patricia pada cermin, ia melihat perbedaan dirinya dulu dan sekarang, begitu sederhana namun terasa nyaman.

____

...Untuk melihat adegan dan kenapa Patricia dan mamanya di usir, silahkan mampir ke cerita Rukayyah, agar tidak gagal faham......

Selamat membaca.....

1
Yuyun Srie Herawati
hmm gila sama kamu mbak Cia
Meiny Gunawan
up yg bnyk atuh thor...
nunik rahyuni
lha..wes konangan to...kurang ahli dalam penyamaran🤣🤣🤣🤣
@Mita🥰
yeeee semoga CIA peka klu itu alen
@Mita🥰
wah Alen bandung Bondowoso ...atau Roro Jonggrang 🤭🤭
Ulandary Ulandary
up lagi min
Sukarti Wijaya
alen bertranformasi jd bandung bondowoso siap beraksi, sblm ayam berkokok dan suara adzan menggema🤣
Yasmin Natasya
lanjut,up yang banyak thor 😁🙏
Nur Ayra
sangat bagus alurnya , 💪🥰🥰
Yuyun Srie Herawati
wahh nanti mbak Cia malah cinta sama kang Asep
@Mita🥰
semangat ya CIA .....Abang Alen selalu ada tuk mu
@Mita🥰
Alhamdulillah klu alendra yang dulu udah kembali🫣🫣🫣
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 kang Asep Alon" 🤣🤣
Ulandary Ulandary
up lagi min
Nie
alhamdulillah kamu balik lagi ke asal Alen 😁🤭
Sukarti Wijaya
kekonyolannya ale muncul lg😄
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
wouw da cerita baru n sdh 23 bab 👍👍..Happy Valentine days../Heart//Heart/ disimpen dulu bentar lagi Ramadhan...Tks thor tetap semangat ..🙏🙏
Ulandary Ulandary
up lagi min
Sukarti Wijaya
up lg thor, jgn bikin penasaran😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!