NovelToon NovelToon
Menjadi Ipar Sahabatku

Menjadi Ipar Sahabatku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:775k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Tania seorang gadis yatim piatu yang tinggal bersama paman dan bibinya yang kebetulan tidak memiliki keturunan. Di usianya yang ke 20 tahun ini Tania harus berjuang sendiri melanjutkan hidupnya karena paman dan bibinya pun sudah meninggal dunia.

Memiliki seorang sahabat yang baik, tentu merupakan anugerah bagi Tania. Shasa adalah sahabat yang selalu ada untuknya. Mereka bersahabat mulai dari SMA. Siapa yang menyangka persahabatan mereka akan berubah menjadi keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon istri

Tania menunduk dan memainkan tangannya.

"Katanya mau ngomong, kok diam?" Ujar Shasa.

Said menoleh kepadanya. Shasa pun langsung tutup mulut.

"Dek kamu tunggu di depan kamar dulu, pintunya jangan ditutup."

"Iya, bang."

Shasa pun keluar dari kamar Tania dan berdiri di balik tembok kamar Tania. Saat ini tinggal mereka berdua.

"Ada apa?" Tanya Saif dengan lembut.

Tania masih memainkan jari-jarinya sendiri.

"Em... bang."

"Iya?"

"Apa ajakan abang beberapa hari yang lalu masih berlaku?"

"Ajakan yang mana ya?"

Saif pura-pura lupa. Ia ingin tahu bagaimana reaksi Tania.

Tania menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Saif jadi tidak tega melihat Tania tertunduk malu. Tadinya ingin Tania yang mengatakan terlebih dahulu. Namun akhirnya Saif pun angkat bicara.

"Tania."

Tania mendongak melihat kepada lawan bicaranya.

Saif dapat melihat yang sendu itu. Wajah beeseri dengan sejuta harapan dan semangat untuk tetap hidup.

"Menikahlah denganku!" Tegas Saif. Singkat jelas dan padat.

Tania pun langsung menyunggingkan senyum. Memang itu yang ia maksud. Namun mana mungkin ia mengatakannya terlebih dahulu. Tania masih belum menjawabnya.

"Bagaimana, apa jawabanmu?"

"Iya bang, aku mau." Jawab Tania dengan sangat lirih. Namun sebenarnya Saif mendengar. Hanya saja ia ingin memastikan kembali.

"Apa? Aku ndak dengar."

Tania menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menjawab kembali dengan lebih keras.

"Iya, aku mau menikah dengan abang."

"Alhamdulillah.... " Sahut Shasa dari depan kamar. Rupanya dari tadi ia menjadi pendengar setia.

Saif bersyukur di dalam hati.

"Kalau begitu, aku akan bicarakan dengan ayah dan bunda."

"Apa mereka akan setuju?"

"Mereka sudah tahu. Sebelumnya aku sudah meminta restu dari mereka."

"Ish, abang bikin malu."

Saif terkekeh.

Ia keluar dari kamar Tania dan segera menemui kedua orang tuanya untuk menyampaikan kabar baik tersebut. Bunda dan ayah tentu sangat bahagia dan bersyukur mendengarnya. Mereka langsung menelpon opa untuk memberitahu kabar dan meminta hari baik untuk menikahkan mereka. Menurut Opa besok adalah waktu yang baik. Sebenarnya Saif agak terkejut mendengarnya, karena ia takut Tania tidak mau.

"Biar bunda yang bilang, bang. Kamu tinggal terima beres."

"Ba-baik, bunda. Terima kasih. "

Bunda datang ke kamar Tania untuk bicara dari hati ke hati.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Bunda memberi kode kepada Shasa agar dia keluar dulu dari kamar Tania. Shasa pun langsung mengerti. Ia segera pamit keluar.

"Bagaimana keadaanmu, Tania?"

"Alhamdulillah baik, bunda."

"Bunda senang kamu terlihat ceria meski keadaanmu seperti ini. InsyaAllah energi positif akan membawa hal yang positif."

"Aamiin... "

"Oh iya, bunda sudah dengar dari abang."

Nampak Tania tertunduk malu saat Bunda mengatakan hal itu.

"Tani, bunda sangat senang. Semoga keputusanmu ini tidak karena terpaksa ya. Sudah lama sekali bunda ingin mengadopsi mu sebagai anak bunda. Tapi kali ini kamu benar-benar akan menjadi anak bunda karena kamu akan menikah dengan abang. MasyaAllah, terima kasih ya, nduk. Semoga kamu menjadi pelabuhan terakhir abang. Bunda yakin abang pasti akan membahagiakanmu. " Tanpa terasa air mata bunda menetes begitu saja.

"Bunda, seharusnya Tania yang berterima kasih. Tania tidak memiliki apa pun dan siapa pun di dunia ini. Bunda dan keluarga sangat baik. Tania hanya ingin mempermudah kehidupan kita. Semoga Allah meridhoi."

"Aamiin... "

Bunda pun menjelaskan kepada Tania bahwa hari yang baik untuk pernikahan mereka adalah besok malam. Tentu saja Tania sangat terkejut. Dengan secepat itu, statusnya akan berubah Namun, ia tidak bisa mundur lagi.

"Tania ikut saja gimana baiknya kalau begitu, bunda. Tapi dengan keadaan Tania yang seperti ini, mungkin Tania belum bisa menjalankan kewajiban Tania sebagai seorang istri seutuhnya."

"Justru karena itu, abang ingin leluasa merawatmu. Dengan menjadi pasangan suami istri, abang tidak akan takut dosa lagi saat menggendongmu."

Betapa terkejutnya Tania mendengar ucapan bunda. Ia tidak berpikir jauh ke sana. Sungguh dia laki-laki yang bertanggung jawab dan bisa menjaga diri.

"Kok bengong?"

"Eh, ndak bunda."

"Ya sudah, bunda balik dulu ya."

"Iya, bun."

Saif sedang berada di kamarnya. Ia tidak membongkar barang-barang yang sudah masuk ke dalam koper. Menurutnya nanti barang-barang itu juga akan diperlukan saat ia pindah ke kamar Tania.

"Astaghfirullah.. kenapa sudah berpikir ke sana." Liriknya sambil menggelengkan kepala.

Sekitar jam 9, Bunda mengajak Shasa dan Tania ke butik Rifka, keponakannya. Rencananya Bunda mau fitting kebaya untuk Tania. Tania sudah menolaknya, karena ia hanya ingin memakai baju sederhana saja nanti. Namun bunda tetap ingin memberikan yang terbaik untuk calon menantunya. Dalam hal ini tentu saja Saif juga ikut bersama mereka. Karena tenaga Saif sangat dibutuhkan.

Sampai di butik, mereka langsung dilayani. Tania dibantu Shasa saat mencoba beberapa kebaya. Kali ini kebaya ke tiga yang dicobanya.

"Gimana, bun, bang?"

"Cantik kata bunda, dari pada yang tadi."

"Menurut abang?"

"Cantik." Batinnya.

Abang mengangguk.

Akhirnya pilihan mereka jatuh pada kebaya nomer tiga itu.

Setelah pulang dari butik, mereka langsung ke KUA untuk melakukan pendaftaran. Saif menyerahkan berkas-berkasnya kepada petugas KUA. Sangat mudah bagi Saif mengurusnya, apa lagi semua berkas Tania ada di tangannya sejak Tania masuk rumah sakit. Tinggal meminta surat pindah nikah saja. Setelah selesai melakukan administrasi dan lain-lain, mereka meninggalkan KUA dan kembali pulang ke rumah.

Akhirnya mereka sampai di rumah. Saif kembali menggendong Tania ke atas tempat tidur. Setelah itu, ia keluar dari kamar Tania. Saif merentangkan kedua tangannya seakan meluruskan otot-ototnya yang sudah banyak mengeluarkan tenaga.

"Capek ya bang?" Tegur Shasa.

"Ndak juga."

"Ndak mungkin capek, Sha. Kan yang digendong calon istri." Sindir Bunda.

Saif mengulum senyum.

Tidak biasanya anggota keluarganya itu berani menggodanya. Namun kali ini mereka seakan menemukan warna baru dalam diri Saif sehingga mereka berani melakukannya.

Saif kembali ke kamarnya. Ia membuka laptop dan menulis sebuah karya. Selama ini Saif juga menjadi seorang penulis puisi romantis di sebuah platform. Namun tidak ada yang tahu akan hal itu Saif pun memakai nama samaran saat memposting karyanya.

Aku tidak tahu sejak kapan aku mencintaimu

Yang kutahu kau mulai mengusik ketenangan ku

Sambil tersenyum Saif melanjutkan baitnya.

Malam pun tiba.

Shasa tidur bersama dengan Tania karena bagi mereka malam ini adalah malam terakhir mereka akan tidur bersama. Keduanya tidur sangat larut karena asik berandai-andai.

"Aku ndak nyangka banget kamu bakal jadi iparku." Ujar Shasa.

"Apa lagi aku. Konyol ya rasanya."

"Haha... lucu ya, habis ini aku manggil kamu mbak."

"Ih, jangan!"

" Ya harus toh! Bisa-bisa ditumbuk aku sama bunda."

Akhirnya keduanya terlelap setelah lelah bercerita.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf up nya kemaleman kak. Tadi habis cek lab soalnya. Sehat selalu untuk kita semua ya. 😇😇

1
ayu cantik
bagus
Badriah
tania merinding gue juga merinding🤣🤣
Indra Wahyu Rianti
ceritanya bagus, natural, real, bahasanya jg bagus.....
seperti membaca kehidupan nyata 👍
Bunda RH: makasih banyak kak 😍🙏
total 1 replies
Citra Julinar
😍😍😍⭐⭐⭐⭐⭐
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah... Happy ending 🥰🥰🥰
Supryatin 123
Alhamdulillah happy ending d tunggu bonchapnya thorr lnjut 💪💪
dewi rofiqoh
Happy ending
muthia
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
beybi T.Halim
secangkir kopi menutup ending dari cerita manis ini,untung sdh end klo kita2 4 bab lagi bakalan diabetes pembacanya ,baca yg manis2 terus.,semangat terus buat penulisnya,sehat2 sll insyaAllah diberikan rejeki yang tak terhingga Aamiin💝
Bunda RH: Terima kasih banyak kak 🙏😍
total 1 replies
Ebhot Dinni
ceritanya bagus
Bunda RH: makasih kak 🙏
total 1 replies
biby
sehat2 kk agar dpt terus berkarya
secret
alhamdulillah happy ending, terima kasih banyak untuk ceritanya thorr.. sehat dan sukses selaluu thorrr🤗🤗
Bunda RH: aamiin ya Allah, makasih kak
total 1 replies
betriz mom
terimakasih author....dari karya pertama sampai ini sudah di ikuti dan semua bagus.
Bunda RH: Terima kasih banyak kak
total 1 replies
betriz mom
tidak apa Bun...masih bisa di pahami typo nya 🤗

ini cerita kisah baru kah.
cuusss dah di fav🙏😍
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya Thor dan ditunggu cerita selanjutnya
Bunda RH: monggo kak mampir
total 1 replies
Teh Euis Tea
alhamdulilah semuanua sudah bahagia, makasih thor novelnya otw baca novel yg baru sepertinya ga kalah seru nih
Novita Sari
Alhamdulillah endingnya bagus thor...cus ke novel baru
Bunda RH: makasih banyak kak 🙏😍
total 1 replies
Teh Euis Tea
siap mampir thor
Lisa
Terimakasih Kak utk ceritanya..bagus banget..happy ending jg..😊 sukses y Kak utk karya selanjutnya 🙏
Bunda RH: makasih kembali kak 🙏
total 1 replies
Sri Rahayu
Terima kasih Thorr...TAMAT dgn happy ending utk Tania dan kel serta Shasa dan kel....dari sahabat jadi ipar 💖💖💖😘😘😘
Bunda RH: iya kak, makasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!