NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Putri asli/palsu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir
Popularitas:48.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.

Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!

Berakhir dengan kematian tragis.

Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...

"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagu Cinta

Matanya menatap ke arah beberapa orang yang sudah hadir di tempat ini. Seperti biasa, Lisa menyambut kedatangannya.

"Lily, kenapa jarang berkunjung tante merindukanmu." Lisa melangkah mendekatinya, menggenggam jemari tangannya bagaikan calon ibu mertua yang baik. Padahal aslinya, satu-satunya seorang nenek yang tidak mencintai cucunya. Bagaimana bisa ketika Meiji datang, walaupun bukan anak kandung dari Dilan. Setidaknya Meiji adalah anak kandung dari Neiji.

Ada banyak hal dan rahasia yang mereka sembunyikan. Beberapa hal yang tidak diketahui olehnya. Tapi dirinya harus berpura-pura tidak tahu di depan Mak Lampir ini.

"Maaf, belakangan ini aku sibuk melukis dan mendesain beberapa produk." Kalimat penuh senyuman yang diucapkan oleh Lily.

"Gajimu sebagai designer grafis dan pelukis tidak begitu besar. Saat menikah dengan Dilan nanti, sebaiknya kamu berhenti bekerja lebih fokus untuk mengasuh anak di rumah. Juga temani tante untuk berkeliling berbelanja, kita bisa ke luar negeri bersama-sama." Kalimat penuh senyuman ceria dari Lisa.

Walaupun dirinya mengetahui, betapa muaknya wanita ini kepadanya. Hanya wajah berpura-pura tersenyum saja sama seperti kuntilanak junior. Jika wanita ini adalah kuntilanak senior. Lengkaplah keluarga setan kalau Rini ikut bergabung menjadi menantunya bukan?

"Iya tante... aku akan menjadi menantu yang baik." Ucapnya melirik ke arah Neiji, yang juga diam-diam melirik ke arahnya. Aura perselingkuhan yang tidak disadari oleh orang-orang di tempat ini.

Terlihat dari sofa memanjang yang digelar. Semua anggota keluarga sudah hadir. Tentu saja hanya dirinya yang datang paling terakhir. Alasannya, malas berhadapan dengan orang-orang ini sebenarnya. Pengecualian untuk Neiji, dirinya belum malas menatap wajah Neiji.

"Lily, kemari! Duduk di samping kakek." Ucap Braja padanya.

Lily tersenyum, hanya pria ini yang ramah padanya dan Meiji.

"Bagaimana pekerjaanmu? Jika kamu tidak suka bekerja di perusahaan keluargamu, lebih baik mendirikan perusahaan sendiri. Atau bergabung dengan perusahaan kakek. Neiji akan banyak membantumu nanti." Braja tersenyum tertawa kecil berucap. Sedangkan Neiji bagaikan sebuah senyuman yang alami menatap ke arah kakeknya dan Lily.

"Aku cukup nyaman dengan di perusahaan yang sekarang kakek." Lily mengalah nafas kasar, meraih secangkir teh di hadapannya.

"Kakek, ini oleh-oleh dari ayahku kebetulan ayahku baru datang dari luar negeri. Isinya arak ginseng. Aku dengar-dengar ini bagus untuk kesehatan." Silvia tersenyum tidak ingin Lily mendapatkan perhatian lebih banyak menyodorkan paper bag diletakkannya di atas meja. Tetap saja dalam meraih perhatian keluarga Lily adalah persaingan terberat baginya.

"Kakek tidak suka minum arak. Lain kali lebih baik kamu bawakan teh hijau." Kalimat dari Lily penuh senyuman menempel pada Braja.

Amat sangat menyebalkan orang ini. Mungkin itulah yang ada dalam benak Silvia mengingat Lily selalu mendapatkan dukungan dari Braja dan Lisa.

"Kamu hanya ingin merendahkan nama Lisa bukan!? Kamu hanya orang luar kakek saja tidak mengatakan apapun." Bentak Dilan meninggikan nada bicaranya.

"Kakek memang tidak menyukai arak, kamu saja yang tidak mengerti selera kakek walaupun tinggal bersama kakek." Braja menatap tajam ke arah cucunya.

Hal yang membuat Lily menipiskan bibir menahan tawanya. Tentu saja sejak kecil Braja memang menyayanginya bagaikan cucu perempuannya sendiri. Bahkan lebih dari menyayangi 3 cucu laki-lakinya. Dirinya tidak mengerti mengapa. Tapi sayangnya, 4 tahun dari sekarang Braja akan meninggal karena mengalami komplikasi. Hidupnya memang tidak panjang, tapi pria ini begitu hangat dan menyayanginya. Seperti seorang kakek kandung.

Mungkin karena, Braja merupakan teman masa kecil hingga dewasa dari mendiang nenek dan kakeknya. Tapi anehnya, Feno tidak mendapatkan perlakuan yang sama dengannya dari Braja.

Tapi sudahlah, walaupun banyak hal aneh, memang terkadang seseorang tidak memiliki alasan untuk menyukai dan tidak memiliki alasan khusus untuk membenci. Dirinya ingin tahu tapi juga tidak dapat menyelidiki apapun.

"Jadi untuk apa kalian mengundang anggota dari kedua keluarga untuk berkumpul?" Tanya Braja pada Rianto, sebagai orang yang ingin mengumpulkan mereka mengatakan akan mengadakan percakapan tentang kelanjutan perjodohan kedua keluarga.

"Apa pernikahan Lily dan Dilan akan dipercepat? Aku tidak sabar menjadikan Lily sebagai menantuku." Ucap Lisa tersenyum antusias.

Sedangkan Rio hanya meminum teh dengan tenang. Pria yang berstatus sebagai anak haram ini, akan kesulitan dalam memperebutkan kekuasaan. Matanya melirik ke arah Dilan, pria tidak berguna itu dilindungi oleh Neiji. Yang memiliki kemampuan lebih bukan Dilan, tapi Neiji.

Jujur saja Rio lebih rela dikalahkan oleh Neiji, dibandingkan dengan anak manja playboy yang tidak becus. Bahkan dalam ruangan wakil CEO terdapat tempat tidur luas. Untuk apa? Tentu saja untuk Silvia yang terkadang datang pada jam kerja.

Menghela napas berusaha menahan diri. Mencari celah untuk menang atau mengalah dalam pertempuran perebutan kekuasaan ini. Jika Dilan menikah dengan Lily maka semuanya tamat. Dirinya harus menyerah kemudian memulai bisnis kecil di luar negeri. Mengingat sudah pasti Braja akan berpihak pada suami Lily.

"Bukan itu..." Ucap Sari cepat tapi anehnya terlihat begitu gugup.

"Bukan itu?" Lisa mengernyitkan keningnya.

Sedangkan Rio kembali menikmati tehnya persaingan perebutan kekuasaan yang sudah jelas hasilnya.

Tapi.

"Lily menginginkan perjodohan ditukar dengan Rini! Bukan aku yang mengusulkannya! Tapi ini asli permintaan Lily!" Ucap Sari pada akhirnya.

Prrrth!

Rio menyemburkan tehnya terbatuk-batuk bagaikan pokemon air."A...apa?" Gumamnya tidak mengerti.

Bukankah Lily adalah budak cinta Dilan? Bagaimana wanita jelek itu mengemis cinta pada Dilan. Bahkan dirinya yang berambisi mendapatkan kekuasaan pernah diam-diam menemui Lily untuk mendapatkan dukungan kakeknya.Tapi malah dapat tamparan. Dan sekarang dengan rela Lily menyerahkan perjodohannya? Dirinya tidak gila kan? Ini bukan delusi kan?

"Aku dimana? Aku siapa?" Gumamnya dengan suara kecil.

Ruangan hening, ditambah dengan Lisa yang membuatkan matanya penuh rasa murka tidak percaya. Bagaimana bisa putra kesayangannya yang sempurna ditolak oleh wanita manusia purba ini?

"Lily...apa benar..." Braja ingin bertanya tapi dengan cepat Rianto menyelanya.

"Itu usulan Lily, aku sebagai ayahnya juga heran dan tidak mengerti. Tapi aku benar-benar tidak mengancam dan memaksanya." Ucap Rianto cepat, tidak ingin menerima murka dari Braja.

"Lily?" Braja kembali bertanya.

Lily menghela napas, kemudian tersenyum."Benar, kakek...aku tidak ingin memaksakan perasaan. Lihat! Silvia dan Dilan terlihat begitu bahagia. Aku tidak bisa merusak hubungan orang lain. Jadi jika memang perjodohan harus dilanjutkan antara dua keluarga. Mungkin Rini yang mengagumi Dilan diam-diam lebih cocok. Jika Dilan memilih salah satu atau mungkin keduanya tidak akan ada pihak yang merasa tidak adil."

Benar-benar suara jernih nan cerah membuat Rio tidak dapat berkata-kata. Mata Rio sedikit melirik ke arah Neiji, kakak tertuanya. Tapi pria itu terlihat dingin seperti biasanya. Menikmati tehnya...tapi kenapa tangan Neiji terlihat seperti sedikit gemetar. Apa karena takut posisi adik tersayangnya terancam?

Padahal dalam hatinya, di balik wajah dinginnya Neiji sedang berguling dalam otaknya. Sembari menyanyikan lagu cinta. Hal yang tidak disadari semua orang?

1
RahaYulia
yg pnonton itu aac rio y sbnrnya, bnr2 mnikmati sajian🤣🤣🤣
RahaYulia
waduh🤭🤭🤭
RahaYulia
aku rasa dimasa sblm wkt trulang c neiji dg ksadaran pnuh bikin anknya😁😁😁
RahaYulia
🤣🤣🤣🤣ah dsr neiji pdhal klo kmu yg g tau malu jg lily g bkal nolak
RahaYulia
didlmnya psti byk tersimpan roti sobek atau batu bata 🤣🤣🤣😁
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍💪💪💪💪💪
Ika
lope lope sekebon
Ufiyyyy
ahirnya evan muncul... van jgn galak2 sm kkak ipar... nnti bella ngamuk kmu kurg ajar sm kakaknya.. 🤣🤣🤣
Eka Anam
iparan kah mereka itu
Imas Karmasih
Ervan hati hati itu sodara iparmu😄😄😄
Imas Karmasih
Rio figuran yg baik jangan berubah ya🤭
mimief
dilan?
ga mungkin otak nya ketinggalan di selakangan
Lisa...bisa jadi . kakeknya meninggal perebutan kekuasaan
apa Rio? si kelinci manis itu ternyata menyimpan taring.
apa mungkin malah keluarga nya,Rini yg ga puas berebut sama Silvia 😜
mimief
ow...ow
ternyata ipar nya😜
mimief
kaget ya ..
kaget donk
sama... reader juga
es batu ternyata bisa meleleh di suhu yg tepat🤣🤣🤣
Afrilho
Benar Ervan 😍
yesi yuniar
kapan neiji akan hadir dgn wajah aslinya di muka umum ??
Nur Wahyuni
eehh ada ervan disini... jangan gitu Neiji.. nanti kau sendiri juga akan takluk sama istrimu.. 😁
Indar
bakal tambah seru nih sudah mulai ketemu sama orang yg mempunyai hubungan keluarga sebenarnya/asli sama neiji
vj'z tri
sama nya ma elu 🤣🤣🤣🤣 cucok jadi ipar ini mah 🤧🤧🤧
vj'z tri
ehm apa adik ipar yang datang 🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!