NovelToon NovelToon
Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta setelah menikah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

Mutiara mengira kalau dikhianati oleh kekasihnya adalah hal yang terburuk di dalam hidupnya, musibah yang akan membuat di hidupnya terpuruk. Namun, ternyata hal itu merupakan berkah di dalam hidupnya.

"Kenapa kamu tega, Fajar? Kenapa aku hanya dijadikan lelucon saja di dalam hubungan kita ini?"

Bagaimana kehidupan Mutiara selanjutnya?

Kuy baca, jangan lupa kasih komen yang baik jika suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMNB 7

Langkah kaki Mutiara terasa berat saat menapaki jalan keluar catatan sipil. Di tangannya, selembar kertas dengan kop resmi Catatan Sipil terasa begitu panas, seolah membakar telapak tangannya.

Baru beberapa menit yang lalu ia menyandang status sebagai istri sah dari pria di sampingnya, pria yang usianya terpaut jauh di atasnya.

​Mutiara menatap nanar baris demi baris tulisan di surat nikah itu. Pikirannya melayang pada kejadian malam tadi.

Jika saja ia tidak terjebak dalam situasi yang membuatnya berakhir di ranjang bersama Arkan, mungkin hidupnya tidak akan berakhir seperti ini.

Jika saja dia tak melampiaskan kesedihannya pada minum-minuman beralkohol, pasti dia tak akan kehilangan kewarasan sampai menggoda pria yang tidak dia kenal.

Pernikahan kilat ini adalah satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan martabat, meski hatinya masih terasa kosong.

Di saat dia sedang asik melamun, sebuah benda plastik pipih berwarna emas dan sebuah anak kunci disodorkan tepat di depan wajahnya. Mutiara sampai kaget dibuatnya.

"Ambil ini. Ini kartu ATM dengan saldo yang cukup untuk kebutuhanmu, lalu ini kunci cadangan rumah aku."

​Mutiara terperanjat, dia menatap Arkan dengan tatapan bingung, kedua benda asing kini ada di tangannya.

"Apa maksudnya ini, Om? Kita nikah karena terpaksa loh. Ini hanya pernikahan kontrak, apa perlu kamu memberiku semua ini?"

Arkan menatap Mutiara dengan datar, tetapi tatapan mata pria itu sangat tegas.

"Kontrak atau bukan, di mata hukum dan Tuhan, kamu tetap istriku sekarang. Aku tidak ingin istriku kekurangan atau kesulitan setelah menikah denganku. Selain aku harus membiayai hidupmu, kamu juga harus tinggal denganku."

​Mutiara menggeleng pelan. "Tapi, aku tidak bisa tinggal di rumah kamu, Om. Aku punya Nenek. Meskipun beliau sudah keluar dari rumah sakit dan kondisinya membaik, tetap saja tidak ada yang mengurusnya di rumah kalau aku pindah ke rumah Om."

​Arkan melipat kedua tangannya di dada, nada suaranya sedikit melunak.

"Aku sudah memikirkan itu. Jemput Nenekmu. Bawa dia tinggal bersama kita."

​Mata wanita itu melotot. "Apa? Om Arkan serius?"

"Rumahku sangat besar untuk kita bertiga. Daripada kamu bolak-balik dan tidak fokus mengurus kewajibanmu terhadap aku, lebih baik nenekmu ada di bawah pengawasanku juga. Anggap saja ini bagian dari 'fasilitas' kontrak kita agar kamu tenang."

​Mutiara tertegun, dia meremas surat nikah di tangannya. "Terima kasih, Om. Aku tidak menyangka kamu akan sejauh ini."

"Sudahlah. Lebih baik kamu cepat menjemput nenek kamu dan ajak dia tinggal di rumah kita. Kita mulai hidup 'baru' kita."

"Ya," jawab Mutiara yang merasa tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Arkan.

Setelah berbicara dengan Mutiara Arkan berpamitan untuk pergi, karena masih ada hal yang harus dia selesaikan.

Sebelum pergi pria itu menyebutkan alamat di mana tempat dia tinggal, Mutiara menganggukan kepalanya sambil melihat punggung tegap pria berusia tiga puluh tujuh tahun itu saat melangkah pergi dan masuk ke dalam mobil mewah.

"Tadi, dia bilang kalau alamatnya itu---"

Mata mutiara langsung membulat dengan sempurna ketika mengingat alamat yang disebutkan oleh Arkan, karena di sana merupakan perumahan paling mewah yang ada di pusat kota.

Jika diperhatikan, tadi juga dia diajak pergi ke Catatan Sipil menggunakan mobil mewah oleh Arkan, tidak mungkin bukan kalau pria itu sengaja meminjam mobil itu hanya untuk pergi ke Catatan Sipil.

"Apa Iya om Arkan itu orang paling kaya di kota ini? Atau salah satu jajaran orang kaya di kota ini? Kok bisa sih dia punya rumah di perumahan elit seperti itu?"

Kepalanya terasa pening, dia memijat kepalanya sebentar lalu segera memutuskan untuk pergi dari sana, karena dia ingin segera menemui neneknya.

"Bodo ah, mending pulang biar cepet ketemu nenek."

Mutiara menempuh perjalanan menuju rumah kecilnya dengan perasaan yang tidak karuan. Di satu sisi, ada beban rahasia yang menghimpit dadanya, tetapi di sisi lain, ia harus terlihat bahagia di depan satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Begitu sampai, ia melihat nenek sedang duduk di kursi kayu favoritnya, tampak jauh lebih segar dari hari-hari sebelumnya.

​Melihat kedatangan cucu kesayangannya, wajah keriput nenek Mia langsung berbinar. Namun, binar itu berubah menjadi kebingungan saat melihat Mutiara yang mengambil koper dari lemari.

​"Tiara? Kamu kok pulang-pulang ambil koper besar? Mau ke mana lagi, Nak? Kamu kan' baru saja pulang."

​Mutiara menarik napas panjang, dia berlutut di depan nenek Mia. "Nek, Tiara punya kabar penting. Tiara sudah menikah baru saja di Catatan Sipil."

Matanya membelalak, lalu senyum lebar terkembang di bibirnya. "Ya ampun! Akhirnya, Nenek sudah duga. Memang Fajar itu anak yang tanggung jawab. Tiga tahun kalian pacaran, Nenek senang sekali kalau dia akhirnya meresmikan hubungan kalian. Kapan dia datang ke sini?"

"Bukan, bukan dengan Fajar, Nek."

​Senyum wanita tua itu memudar, keningnya berkerut dalam. "Bukan Fajar? Lalu dengan siapa? Kamu jangan bercanda, Tiara."

​"Tiara menikah dengan om Arkan. Dia pria yang mapan, usianya tiga puluh tujuh tahun. Kami memang baru kenal singkat, tapi dia pria yang sangat baik, Nek."

​Nenek Mia terperanjat hingga hampir berdiri. "Tiga puluh tujuh tahun?! Tiara, dia itu tua sekali! Kenapa bukan Fajar? Apa yang terjadi sebenarnya?"

​Mutiara memegang tangan nenek Mia dengan erat, dia berusaha mengatakan yang sejujurnya. Wanita tua itu yang membesarkan dirinya dari kecil, dia tidak ingin berbohong kepadanya.

"Fajar ternyata tidak mencintai aku, Nek. Dia hanya berpura-pura, dia berbuat baik kepada aku dan Nenek karena ingin agar aku bisa mengembangkan perusahaannya."

"Sialan! Dasar anak sialan! Kalau Nenek ketemu sama dia, pasti akan Nenek cekek itu lehernya."

"Sudahlah, Nek. Jangan dibahas lagi, toh aku udah nikah sama pria baik. Dia bahkan langsung meminta Nenek untuk tinggal bersama kami di rumahnya, agar ada yang mengurus Nenek dengan layak."

​Nenek terdiam cukup lama, menatap mata cucunya yang berkaca-kaca. "Kamu yakin? Kamu tidak dipaksa, kan? Nenek tidak butuh rumah besar, Nenek cuma butuh kamu bahagia."

​"Tiara yakin, Nek. Om Arkan pria yang sangat bertanggung jawab. Dia. Tolong... ikut Tiara ya, Nek? Tiara tidak mau jauh dari Nenek."

​Nenek Mia akhirnya menghela napas panjang, bahunya yang tegang mulai melunak. Meski hatinya masih dipenuhi tanda tanya tentang nasib Fajar dan alasan di balik pernikahan kilat ini, ia tidak tega menolak permohonan tulus cucunya.

"Baiklah, Nenek akan ikut kamu, Nenek harap ini adalah hal yang baik. Awal yang baik," ujar Nenek Mia dengan rasa iba.

"Semoga saja," ujar Mutiara.

1
stela aza
itu pas lagi ngmng di rekam g tue ,,, bisa jadi bukti akurat kalau di rekam
isnaini naini
nah kan ...fjr yg mnghrp kmatian arkan...
stela aza
kenapa g ngawasin si anak pungut udh tau curiga aturan harus bisa lebih hati2 lagi sama si pungut itu ,,, gemes bgt deh ,,, gunakan uangmu biar tau pelaku sebenarnya,,, kurang keren si Arkan ,,,, g kaya CEO2 lain yg tokcer ,, ceritanya trus pinter ya g ketulungan
stela aza
bodoh bgt sie Arkan masa g inget abis di kasih makan sama anak pungut langsung begitu keadaannya masa g g curiga sie ,,, bodohnya g ketulungan,,,🤦
stela aza
kayanya anak pungut yg hilang kendali
isnaini naini
siapa dlng nya thor...fajar ta...emang dsr anak pungut tk tau diri
stela aza
emang di rumah s Arkan g ada cctv lama2 s fajar nggilani ,,, aturan mutiara ngmng sama Arkan kalau dia mau di lecehin sama anak pungutnya biar fajar di kasih pelajaran syukuy2 kasih tau kalau dia cuma anak pungut biar stok terapi 🤦
Wiwi Sukaesih
tenang Arkan it bapak mertua kamu 😁
stela aza
akhirnya bentar lagi ketemu keluarganya
stela aza
dasar bodoh
isnaini naini
nah itu tau...baru nyadar pak..yg km pilih batu kali...
isnaini naini
ksihn amat alice..preman aj gak doyan ...
isnaini naini
jngn2 alice main sm porter kereta...krna gk thn...
Anita Rahayu
Buat alice di penjara da di siksa di sel yg penghuninya korban pelakor thor pasti kena mental👍👍👍👍
isnaini naini
telat pak nyeselnya....
evi solina
pernikahan kok di buat mainan dosa loh
evi solina
move on itu harus elegan bikin goyang perusahaan nya, bukan dgn cara mabok
evi solina
mundu mut harga diri injak kok mau aja, laki pengecut begitu
evi solina
laki pecundang jgn di percaya
sakura
....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!