NovelToon NovelToon
Gadis Yang Terlupakan

Gadis Yang Terlupakan

Status: tamat
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Romantis / Cinta Murni / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.5
Nama Author: Cumi kecil

Ayla tumbuh sebagai gadis yang terasingkan di rumahnya sendiri. Sejak kecil, kasih sayang kedua orang tuanya lebih banyak tercurah pada sang kakak, Aluna gadis cantik yang selalu dipuja dan dimanjakan. Ayla hanya menjadi bayangan, tak pernah dianggap penting. Luka itu semakin dalam ketika ia harus merelakan cinta pertamanya, Arga, demi kebahagiaan sang kakak.

Tidak tahan dengan rasa sakit yang menjerat, Ayla memilih pergi dari rumah dan meninggalkan segalanya. Lima tahun kemudian, ia kembali ke ibu kota bukan sebagai gadis lemah yang dulu, melainkan sebagai wanita matang dan cerdas. Atas kepercayaan atasannya, Ayla dipercaya mengelola sebuah perusahaan besar.

Pertemuannya kembali dengan masa lalu keluarga yang pernah menyingkirkannya, kakak yang selalu menjadi pusat segalanya, dan lelaki yang dulu ia tinggalkan membuka kembali luka lama. Namun kali ini, Ayla datang bukan untuk menyerah. Ia datang untuk berdiri tegak, membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan cinta dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 ALUNA KRITIS.

Arga menginjak pedal gas mobilnya dalam-dalam, melesat menembus jalanan ibu kota yang masih ramai meski malam semakin larut. Wajahnya pucat, tangannya menggenggam setir erat hingga buku-bukunya memutih.

“Bertahanlah, Aluna… jangan lakukan hal gila,” gumamnya lirih, seakan suara itu bisa menembus jarak dan sampai pada sosok yang kini terbaring di rumah sakit.

Sesampainya di ruang IGD, Arga langsung disambut oleh kepanikan. Beberapa perawat berlari mondar-mandir, dokter keluar masuk ruangan dengan wajah serius. Dari balik kaca, ia bisa melihat tubuh Aluna terbaring lemah di atas ranjang. Selang infus menancap di lengan, oksigen menutupi wajah pucatnya.

“Dokter!” Arga menghampiri dengan tergesa. “Bagaimana kondisi tunangan saya?”

Dokter berusia paruh baya itu menghela napas berat. “Pasien mengalami pendarahan internal yang cukup serius. Kami harus segera melakukan operasi. Tapi ada masalah besar, Tuan…”

Arga menelan ludah. “Masalah apa?”

“Pasien membutuhkan transfusi darah segera. Golongan darahnya langka, dan saat ini stok di bank darah rumah sakit kosong. Jika tidak segera mendapatkan donor dengan golongan yang sama, kondisinya akan semakin memburuk.”

Darah Arga seolah berhenti mengalir. Ia memegang kepalanya, mencoba berpikir cepat, tapi otaknya seakan beku. “Golongan darahnya… siapa yang punya sama? Aku bisa cari, aku bisa bayar berapa pun untuk mendapatkan pendonor.”

Dokter menggeleng. “Ini masalah waktu, Tuan. Uang tidak bisa membeli waktu. Kalau donor tidak ditemukan dalam satu jam ke depan, kami tidak bisa menjamin keselamatan pasien.”

Arga terdiam, dadanya sesak. Ia berjalan mondar-mandir, kepalanya menunduk, pikiran berputar liar. Lalu tiba-tiba… sekelebat wajah muncul di benaknya.

Alya.

Benar… Alya dan Aluna itu adik kakak. Jika benar mereka sedarah, kemungkinan besar golongan darah mereka sama.

Harapan kecil itu menyalakan cahaya di tengah kegelapan pikirannya. Arga berhenti melangkah, menoleh pada dokter dengan mata berapi. “Saya tahu siapa yang bisa mendonorkan darah. Tolong tahan sebentar, saya akan membawanya kemari.”

Tanpa menunggu jawaban, Arga berlari keluar dari ruang IGD. Pikirannya hanya tertuju pada satu nama.

“Alya…” bisiknya. “Hanya kau yang bisa menyelamatkannya.”

...----------------...

Arga menekan bel apartemen Alya berulang kali, wajahnya pucat, napas memburu. Tak lama pintu terbuka, menampakkan Alya yang baru saja melepas mantel hitamnya.

“Arga?” alis Alya terangkat, tatapannya penuh tanda tanya. “Ada apa malam-malam begini?”

Arga tak menunggu waktu, ia langsung masuk, menutup pintu dengan kasar. “Alya, aku butuh bantuanmu sekarang juga!”

Alya menautkan alisnya. “Bantuan apa?”

“Aluna.. dia di rumah sakit. Kondisinya kritis. Dokter bilang dia butuh donor darah segera. Dan karena kau adiknya, kemungkinan besar golongan darah kalian sama. Aku mohon, ikut aku sekarang juga untuk tes darah.” Suara Arga bergetar, matanya penuh kecemasan.

Namun Alya hanya diam sejenak, lalu tersenyum tipis, senyum dingin yang membuat dada Arga semakin sesak. “Kau ingin aku mendonorkan darahku… untuk Aluna?” tanyanya pelan, penuh penekanan.

“Ya, Alya! Hidupnya bergantung padamu sekarang. Kamu harus ikut aku!” Mohon Arga.

Alya melangkah perlahan, menatap Arga lurus dengan tatapan menusuk. “Kenapa aku harus melakukannya? Bukankah selama ini kalian mengagung-agungkan Aluna, si anak baik, si calon menantu idaman? Jadi… biarlah kalian menyelamatkannya sendiri.”

Suara Arga meninggi, tangannya mengepal. “Alya! Jangan bicara seenaknya! Ini nyawa Aluna! kamu, kamu begitu egois, hanya memikirkan dirimu sendiri!”

Alya terkekeh sinis. “Egois? Kau yang egois, Arga. Selama ini kau tidak pernah benar-benar memihakku. Katanya kau memutus kontrak dengan papah Darma demi aku, tapi kenyataannya? Perusahaan Darma masih berjalan mulus, dan aku tahu… kau masih melanjutkan kerja sama dengan papah Darma di belakangku.”

Wajah Arga menegang, matanya membulat terkejut. “Kau… dari mana kamu tahu itu?” Kaget Arga

Alya tersenyum miring, penuh sindiran. “Aku punya caraku sendiri untuk tahu. Jadi, jangan pernah berpikir aku buta dengan semua kepura-puraanmu.”

Arga terdiam, rahangnya mengeras. Ia ingin membela diri, namun kata-kata Alya menusuk telak.

Alya melipat tangannya di dada. “Dan sekarang, setelah semua pengkhianatan kecilmu itu, kau datang padaku, memohon agar aku menyerahkan darahku… demi menyelamatkan Aluna?” Alya mendekat, membisikkan dengan nada dingin. “Lupakan saja, Arga. Aku tidak tertarik mengorbankan apa pun untuknya.”

Arga menatap Alya dengan tatapan marah bercampur putus asa. “Kamu… benar-benar tidak punya hati.”

Alya hanya menoleh ke arah balkon, memandang lampu-lampu kota yang berkelap-kelip. “Atau mungkin hatiku sudah lama kau hancurkan sendiri.”

Keheningan menyelimuti ruangan, hanya suara napas berat Arga yang terdengar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

INFO NOVEL BARU.

" Aaahhh_”

Gerakannya terhenti.

Di ruang tamu, Ayah duduk rapi berhadapan dengan dua tamu. Seorang pria tua berwibawa dengan tongkat di samping kursinya, dan seorang laki-laki dewasa berwajah tampan, rahangnya tegas, bahunya bidang, mengenakan kemeja gelap yang melekat sempurna di tubuhnya. Ia duduk tenang, punggung tegak, tatapannya lurus tanpa ekspresi.

Laki-laki itu adalah Revan.

Revan Darmawangsa hanya memandang Khay sepersekian detik. Tidak terkejut. Tidak tersenyum. Tatapannya datar, seperti orang yang sudah terbiasa mengendalikan diri dan emosi.

Namun bagi Khay..

“AAAAAH!” jerit Khay sambil refleks menutup wajahnya, lalu berbalik masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras.

BRAK.

Di dalam kamar, Khay bersandar di pintu dengan jantung berdegup kencang.

“ASTAGA!” bisiknya panik. “Malu banget! Mana belum cuci muka, rambut kayak sarang burung… hiks!”

Ia memukul bantal sekali, lalu menutup wajahnya sendiri. Rasa malu menyerbu tanpa ampun.

Di luar kamar_

Ayah berdehem canggung. Mama menutup mulut menahan senyum, sementara Kakek Darius justru terkekeh pelan.

“Calon mantu Cucu perempuanku… unik,” ucap Kakek Darius sambil melirik Revan.

Revan hanya mengangguk tipis. “Iya, Kek.”

1
Aisyah Suyuti
good
Diana
kasihan Aluna, kebelet banget jadi nyonya dirgantara!!!
kalau levelnya murah ya begitu deh!
Diana
penjahat tidak pernah menang Aluna!
hati-hati dengan perbuatanmu maka engkau akan memulainya.
Diana: menuainya.
total 1 replies
Diana
jalang teriak jalang! hadeuh!!!
dunia terbalik dan jungkir balik! 😄😄
Diana
jadilah pria yang tegas Arga!
Diana
kasihan kamu Aluna wanita pengemis cinta yang tidak dicintai oleh Arga!
Diana
selidikilah Arga, jangan termakan hasutan Aluna yang licik yang pada akhirnya kamu pasti menyesal!
Diana
aluna yang anjing kok balik ngatai Arga yang bodoh dan tidak tegas ya!?!?
Adel Resy
sumpah gua yg jadi alya gua gak sasaran orang nya rasanya gua langsung aja rabek alunan 🤣🤭
Cheng Nyo
👍👍👍
mimief
wait...wait
bisa jadi anaknya Arga ga si?
Wisnu Mahendra
apa gak ada lagi ya tokoh cowok selain arga? jadi gak setuju alya sama arga
mimief
dih...nanggepin cowok plin plan mah hempaskan aja.
baru ketemu Ama lawan jenis cemburu
lah elu...pake dipegang pegang Ama ulet Keket diem aja
mimief
bukan anak kandungnya kali yaa
Ipeh tiga Putra
dan arga pun membenci si bayangan
Musicart Channel
Dari awal tak habis ii permainan baru saja dimulai.. bilanya nak habis kalau mcm tu hahah
Ungu Acova
bgmna kabar Keluarga Arga, apa gak nyesal SDH hina2 alya
Ungu Acova
yg bodoh ya Alya,stlh 5 thn dtg bls dendam eh yg ada malah JD korban lagi, aduh thor koq aneh cetitanya
Ungu Acova
ya tau bgtu balas dendam sndiri aj, Sdh ngorbanin tubuhnya buat Arga lg, buat suaminya nti apa donk🤣
Ungu Acova
koq Alya jadi jalang beneran,kecewa bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!