NovelToon NovelToon
Pria Idaman Lain

Pria Idaman Lain

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:166.3k
Nilai: 5
Nama Author: meidina

mohon bijak 21+

cerita sederhana, tentang cinta yang butuh perjuangan, tentang wanita yang harus memilih antara cinta dan suaminya.

apa dia akan memilih cinta yang dia idamkan atau memilih cinta suaminya yang sudah bnyak memberinya luka, atau dia memilih jalan lain dari keduanya?

ini akan ada dua versi cerita, yang pertama Dila dan Andri, dan cerita kedua ada Diana dan Rusdy...

jadi simak ya gaes... karena ini tentang PIL yang di miliki oleh para wanita, meski tidak semua🤫🤫🤫

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam pertama mengecewakan.

"duduk dulu dek, biar aku ambilkan minum," kata Andri.

"mas, nanti pasti istrimu sangat suka, terlebih rumah ini begitu mewah," kata Dila yang tertawa.

"menurut mu begitu, sayangnya aku tak akan mengajak istriku tinggal disini, karena aku akan menetap di Gresik,"

"kenapa mas?" tanya Dila.

"karena mas tak mungkin bisa terus disini terlebih akan terus teringat dengan mu," jelas Andri yang menutup mata sambil duduk bersandar di samping Dila.

Dila pun melepaskan jilbabnya, dan kemudian naik kepangkuan dari Andri, merasa tubuhnya berat.

Andri membuka mata dan kaget melihat Dila yang sedang mencium bibirnya, "apa yang kamu lakukan Dila!" marah Andri yang ingin mendorong dila.

"jangan bergerak aku mohon, tolong mas, biarkan aku melakukan ini jangan mengusirku, karena berkat dirimu aku tetap bisa melihat senyum bapak," kata Dila memeluk Andri.

"tapi tidak seperti ini dek, kita bisa melakukan dosa besar," kata Adri yang memeluk Dila.

"kenapa, bukankah kakak ku juga ingin menjualnya pada keluarga pak Irwan, bahkan pria itu dengan jelas mengatakan jika aku akan di jadikan budak olehnya karena penolakan ku," kata Dila yang mengeratkan pelukannya.

"tapi Dila, aku tak mungkin bisa merusak dirimu," bantah andri.

"aku mohon, ini pilihan ku, ini hidupku," kata Dila yang langsung mencium bibir Andri.

bahkan Dila pun berhasil membuat Andri ikut tergoda, dan akhirnya Andri membawa Dila kedalam kamar setelah mengunci pintu rumah.

keduanya pun saling melepas pakaian satu sama lain, dan Andri pun melakukannya untuk pertama kali.

Dila pun merasa bahagia setidaknya dia memberikan semua miliknya pada orang yang dia cintai.

setelah puas, Andri memeluk Dila, bahkan lengan kekarnya begitu erat memeluk Dila.

"seandainya bisa, aku ingin menjadikan mu istriku selamanya," kata Andri mencium kening Dila.

"aku juga, seandainya bisa aku ingin lari bersama mu mas, tapi aku tak mau memperlakukan keluarga ku, saat waktu pernikahan sudah di tetapkan, maafkan aku mas ..." lirih Dila.

"aku akan selalu menyimpan mu di hatiku," kata Andri yang memeluk tubuh Dila erat.

keduanya pun kembali menghabiskan waktu berdua dengan sangat panas, Dila terbangun karena menginggat semua kejadian itu.

"apa yang mas lakukan, bukankah kamu bilang tak ingin menyentuhku," kata Dila yang kaget melihat suaminya yang menindihnya.

"bagaimana pun aku suami mu, jadi hak ku meminta hal itu, kau harus menjalankan tugas mu sebagai istri," marah Hendra.

"tidak, selama kamu tak bisa mencintaiku, karena aku tak ingin menjadi ibu saat pria ku mencintai wanita lain," tahan Dila pada suaminya itu.

Hendra pun merasa kesal pada Dila, pasalnya dia merasa bodoh karena dia seharusnya tak mengatakan hal bodoh tadi.

"baiklah terserah dirimu," kesal Hendra yang keluar dari kamar dan berkumpul dengan semua kakak Dila.

Dila pun bernafas lega, pasalnya dia masih tidak bisa melupakan apa yang terjadi pada sore bersama Andri.

Hendra pun berkumpul dan memainkan kartu karena banyak yang sedang begadang.

sedang Dila yang tak bisa tidur karena takut Hendra yang akan melakukannya lagi.

dia pun segera bergegas untuk keluar dan membantu para wanita yang sedang membuat kue untuk di bawa ke rumah Hendra untuk melakukan acara ngunduh mantu.

"ini kenapa pengantinnya kok di dapur,sana istirahat sama suami," kata ibu-ibu yang menggoda Dila.

"gak ah Bu, sudah sini Dila bantu bungkusin Mendutnya," kata Dila yang dengan cekatan.

Hendra masuk kedalam kamar dan tak mendapati Dila, dia tak mengira kejujurannya akan di balas sejauh ini oleh istrinya.

Hendra pun ke arah dapur dan mencari Dila, "Dila kemarilah," panggil Hendra.

"iya mas, ada apa?" jawab Dila yang nampak kaget

"kamu bisa membuat nasi goreng, aku lapar dan aku tak menyukai rawon," kata Hendra memeluk dan berbisik di telinga Dila.

"baiklah, tapi tunggu di luar atau di kamar, nanti aku buatkan dan membawanya jika sudah selesai," kata Dila

hendra pun mengangguk dan mencium pipi Dila, "mulai sekarang tolong menjauhiku,"

"kalau begitu mulai cintai aku sebagai istrimu," jawab Dila lirih sebelum pergi.

Dila pun segera ke dapur untuk membuat nasi goreng, tak hanya itu Dila juga mengoreng ayam untuk suaminya itu.

setelah setengah jam nasi goreng pun siap dan membawanya kedalam kamar.

Hendra pun menerima dengan senang hati dan mulai memakannya dengan lahap.

"pelan-pelan mas, jangan sampai tersedak, apa kurang sesuatu dalam makanannya? mas bilang saja," kata Dila dengan khawatir.

"tidak, masakan mu sangat enak dan pas, boleh air putihnya dek," kata Hendra.

Dila pun bergegas ke dapur membawa piring kotor itu, Hendra pun sedikit merasa senang melihat Dila.

keesokan harinya, Dila sudah di make up lagi untuk acara ngunduh mantu, bahkan Dila sudah berganti baju dengan warna merah.

setelah itu rombongan pengiring pengantin berangkat ke rumah Hendra.

sesampainya di rumah Hendra acara pun juga ternyata cukup meriah, bahkan ada beberapa hiburan adat.

setelah selesai Dila pun bergegas menghapus makeup dan bersiap untuk sholat dhuhur.

setelah sholat tak sengaja Dila tertidur karena mengantuk, dan Hendra yang masuk kedalam kamar dan melihat wajah tenang istrinya itu.

Hendra pun menutup pintu kamar dan mulai mencium pipi Dila, dan mengejutkan Dila yang langsung terbangun.

"ah maaf..." katanya yang berbenturan dengan Hendra.

"tidak apa-apa, kamu terkejut ya, apa sakit dek?" tanya hebdra khawatir.

"tidak hanya sedikit pusing karena kaget hingga terbangun, apa mas punya Paracetamol, setidaknya untuk meringankan rasa sakitnya," kata Dila yang memegangi kepalanya.

Hendra mengambil kotak obat dan memberikannya pada Dila, dan langsung meminumnya saat menemukannya.

tapi Hendra kaget melihat Dila, "jamu belum makan, kenapa minum obat langsung,"

"tidak apa-apa ini bisa di minum sebelum makan," jawab Dila.

"baiklah kalau begitu istirahat dulu, jika masih belum enakan kamu istirahat saja," kata Hendra yang mengusap kepala Dila.

1
Sunarti
Luar biasa
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Ai Ai
nikah sepupu an boleh kok, mungkin sebagian daerah beranggapan tabu.
Nur Evida
komen pertama, Dila pasti hamil sebab di kawin terus sama Andri
Nur Evida
jangan2 Dila kerja di pabriknya Andri dan Bayu tangan kanannya
Nuriyah
terimakasih othor ku cerita selalu best 😍😍😍😍😍😍😍😍
Apriyanti
makasih ya thor,,klo bisa bikin cerita husna dan dokter rizal thor🙏
Apriyanti
lanjut thor
Heny Hennay🌻
mksih thor up nya
Heny Hennay🌻
husna kok gitu si
Apriyanti
lanjut thor
Piet Mayong
untung gak aja kejadian poligami lagiii...
udah tahan nafas nih bacanya dr tadiiii
Heny Hennay🌻
lanjut
Apriyanti
lanjut thor
Nuriyah
lanjuttttt tambah penasaran....ktm in lagi lah thor 😍😍😍😍😍😍
Piet Mayong
kasusnya husna gimana nih????
hamil gak yaa dia???
Heny Hennay🌻
kasian fatin nya...

tp klo fatin uda lupa ingat.an bkalan susah.
mending mahi sam husna ajj.
kasian husna nya sdah tdak perawan di tnggl calon nya meninggal
Heny Hennay🌻
itu pasti fatin .mukanya di ganti ma orang tua bagka itu.
Nuriyah
ketemu lagi kah fatin am mahi...jawaban nya ada di tangan mu othor ku 😍😍😍😍😍
Apriyanti
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!