NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Kakak Ipar

Terjerat Gairah Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Aliansi Pernikahan / Romansa / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: santi.santi

BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN!!!❌❌❌

Nessa Ananta atau biasa di panggil Eca, gadis yang menempuh pendidikan di luar kota akhirnya kembali ke Ibu kota setelah sebelumnya bekerja menjadi sekretaris di sebuah perusahaan.
Tapi apa jadinya jika kembalinya ke rumah Kakaknya justru mendapat kebencian tak beralasan dari Kakak iparnya.

Lalu bagaimana kisah hidup Eca selanjutnya ketika Kakaknya sendiri meminta Eca untuk menikah dengan suaminya karena menginginkan kehadiran seorang anak, padahal Kakak iparnya begitu membencinya?

Kenapa Eca tak bisa menolak permintaan Kakaknya padahal yang Eca tau Nola adalah Kakak kandungnya?

Lalu apa penyebab Kakak iparnya itu begitu membencinya padahal mereka tak pernah dekat karena Eca selama ini ada di luar kota??

Apa yang terjadi sebenarnya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba menghindar

Eca merasa aman sampai pagi ini karena Bara tidak kembali ke kamarnya lagi dan meminta haknya.

Tapi entah nanti malam atau malam-malam selanjutnya. Yang jelas Eca di buat ketar-ketir dengan ancaman Bara tadi malam. Pasalnya Bara tak bisa di tebak seperti saat Bara mencoba menebak isi pikirannya.

Eca keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapih. Hari ini dia siap kembali ke kantor. Begitupun juga Bara.

Pria itu juga sudah lengkap dengan setelan jasnya. Duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya. Mungkin menunggu Nola untuk sarapan karena Eca baru melihat Kakaknya itu turun dari tangga.

"Pagi Ca, pagi sayang?" Nola langsung menghampiri Bara dan memberikan kecupan di pipi suaminya itu.

Eca sempat memalingkan wajahnya beberapa detik saat melihat kemesraan pasangan itu.

"Pagi Mbak"

"Gimana? Malam pertama kalian sukses kan?" Nola mencoba terlihat biasa saja di hadapan Eca dan Bara meski sebenarnya terselip rasa cemburu di lubuk hatinya.

Eca melirik pada Bara yang diam tanpa reaksi. Pria itu masih asik dengan ponselnya sepeti tak mendengar apa yang Nola katakan.

"Tapi tunggu, berarti tadi malam Mas Bara nggak tidur di kamar Mbak Nola. Terus tidur di mana?"

Eca kira Bara akan kembali ke kamar istri pertamanya setelah dia menolak suaminya tadi malam.

"Ca, kok malah ngelamun?"

Eca merasakan Nola mengguncang tangannya hingga menyadarkan lamunannya.

"Emm, maaf Mbak. Aku harus berangkat sekarang karena mau mampir apartemen dulu"

"Loh, kamu nggak sarapan dulu Ca?"

"Enggak Mbak. Eca sarapan di kantor aja" Ucap Eca sambil terburu-buru karena dia tak mau di tahan oleh Nola lagi.

Eca meraih tangan Nola seperti kebiasannya. Mencium punggung tahan wanita yang terlalu dzolim kepadanya itu dengan tulus.

"Eca pergi ya Mbak?" Eca berlalu begitu saja hingga akhirnya suara Bara menghentikan langkahnya.

"Hmm!!" Suara berat itu berdehem.

Eca mengerlingkan matanya dengan malas. Kemudian berbalik ke belakang untuk mengulurkan tangannya pada Bara.

"Saya duluan ya Pak Bara" Pamit Eca membuat Bara mengerutkan keningnya. Kenapa Eca tiba-tiba bersikap formal tak seperti tadi malam padahal sekarang masih ada di rumah.

"Kenapa kalian nggak bareng aja, kan sekantor? Kalau mau pulang ke apartemen mu ya tinggal turun saja di sekitar sana" Ucap Nola.

"Nggak usah Mbak. Nanti takutnya ada teman kantor yang lihat. Walau aku sekretarisnya Mas Bara tapi rasanya nggak pantas karena mereka taunya Mas Bara udah menikah"

"Ya udah deh gimana enaknya kamu aja"

"Oh ya Mbak. Kalau boleh, aku mau tinggal di apartemen dulu untuk dua atau tiga hari. Boleh kan Mbak?"

Bukan Nola, tapi Bara langsung menatap istri keduanya itu dengan nyalang. Bagaimana bisa Eca malah meminta ijin pada Nola bukan pada dirinya yang notabennya suami Eca sendiri.

"Emm, gimana ya Ca. Kan rencana pernikahan bertujuan untuk mendapatkan anak. Kalau kamu tidur di sana dan Mas Bara di sini, pasti bakalan lama kamu hamilnya"

"Biarkan saja!" Ucapan Bara membuat Eca kembali menatap suaminya Tapi Bara masih terlihat acuh dengan ponselnya.

"Tapi sayang..."

Bara hanya menatap Nola dengan sorot matanya yang datar namun akhirnya Nola mengalah.

"Ya udah, tapi kalau cuma malam ini gimana?" Tawar Nola.

"Baiklah Mbak. Sekarang Eca pergi dulu"

"Iya hati-hati"

Meski kecewa karena Nola hanya memberikan waktu satu malam saja, tapi Eca tetap bersyukur karena bisa lepas dari Bara malam ini.

Rencananya untuk menginap di apartemennya memang untuk menghindar dari suaminya itu. Semoga saja kali ini Bara tidak bisa membaca pikiran liciknya itu.

Eca kembali ke apartemen hanya mengambil laptopnya saja yang kemarin tidak sempat ia bawa, setelah itu dia akan langsung ke kantor karena dia punya janji untuk sarapan bersama dengan Efan di kantin kantor.

Eca ingin sekali melepas sedikit kerinduannya pada sang kekasih, Eca juga berpikir kalau bertemu Efan akan sedikit menghibur hati Eca.

Kini mereka berdua sudah duduk di kantin dengan sarapan mereka.

"Kamu kemarin kemana sih sayang, kok nggak masuk kerja, terus aku telepon kok nggak diangkat?"

Bola mata Eca bergerak tak tenang karena dia bingung harus mencari alasan apa yang masuk akal.

"I-itu sayang. Kemarin itu aku agak nggak enak badan makanya aku nggak masuk kerja. Aku juga nggak bisa angkat telepon dari kamu karena kepalaku pusing banget"

"Jadi kamu nggak enak badan? Kenapa nggak bilang sama aku? Terus sekarang gimana, kita ke dokter aja yuk?" Efan terlihat cemas sambil menyentuh dahi Eca dengan punggung tangannya.

"Aku nggak papa kok, kemarin aku udah minum obat dari apotek, sekarang udah baikan. Kamu nggak usah khawatir" Eca memberikan senyum terbaiknya untuk meyakinkan Efan kalau dia memang sebenarnya baik-baik saja.

Tidak mungkin juga Eca mengatakan kalau sebenarnya Eca tidak masuk kantor karena menikah dengan Bos sekaligus Kakak Iparnya.

Eca pun mulai melahap sarapannya. Perutnya yang hanya terisi kemarin sore saat Bara memaksanya makan itu, kini benar-benar terasa lapar.

Hingga dalam sekejap makanan di dalam piring telah ludes masuk ke dalam perutnya.

"Kita masuk yuk Fan. Nanti kalau Pak Bara datang aku belum ada di sana, bisa berabe urusannya"

"Ya udah ayo!"

Eca dan Efan tampak saling tertawa satu sama lain. Entah apa yang mereka bicarakan sampai Eca bisa tertawa selepas itu.

Hingga tawa Eca itu langsung lenyap seketika saat melihat seseorang yang menatap ke arahnya dengan tajam.

Deg...

Dari kejauhan Eca bisa melihat Bara yang baru turun dari mobil melihat dirinya yang sedang bersama Efan.

Saat itu juga jantung Eca berdetak tak karuan. Dia ingat betul syarat yang di berikan kepadanya. Sekarang justru Bara melihat sendiri kebersamaan Eca dengan Efan di hari kedua pernikahan mereka.

Eca semakin ketakutan karena tidak tau apa yang akan Bara lakukan kepadanya karena sudah berani melanggar syarat yang diberikan oleh suaminya itu.

"Ca, sayang. Kok diam? Itu Pak Bara udah datang, ayo jalan" Efan menggenggam tangan Eca.

Eca buru-buru melepaskan tangannya dari genggaman tangan Efan.

"Kenapa?"

"N-nggak papa. Nggak enak aja di lihat yang lain"

Ece kembali menoleh ke arah Bara. Tapi yang Eca dapat, pria itu justru melengos dan langsung masuk begitu saja.

"Gawat, apa yang harus aku lakukan kalau dia marah?"

"Marah?"

"Memangnya kenapa dia harus marah?"

1
Marina Tarigan
haha walaupunkamu kepikiran mengenai pemberian Pak bos wajar2 juga cuma salahnya kamu kedean langsung mengatakan pd temanmu jamu ngotot dan keras kepala mknya jadi malu dan akhirnya kamu disinfir satu kantor ya
Marina Tarigan
semoga eca tdk marah deh
Marina Tarigan
sirat Bara setelah mengalami perselingkuha Nola yg menyakitkan baginya dia txk suka siapapun yg terkait dgn Eca mknya coklat dsri jepang utk idtrinya dikasih sn indy jugs kalunh dari Efan pun tetus dia kasih sm indy karena taju orang serba kekurangan tahu 2 dindy salah paham hingga pecicolan siapapun di pihak cindy pasti besar kepala
Marina Tarigan
jgn terus ngasih2 apalagi pak bara nanti cindy nganggao lain padahal pak Bara sdh menyelidiki Cinfy yg sangat prihztin karena serba lekurangan apapun hingga bantu
Marina Tarigan
bara jumpa bara umar jadi heru bara jumpa salah terus untung kita tanggap
Marina Tarigan
singkirkan pengacau rmh tgga kalian jauh2 atau suruh polisi penjarakan karena Nita terus2an ingin merampasmu dari Nola lagi pula heru sdh tahu perangai Nita dari orang suruhan kan jfn kasih celah kalau dia mau bunuh diri itu urusan dia serahkan sm polisi
Marina Tarigan
pak Heru tdk tahu ya Nita menemui lola di restonya dan membongkar semua masa lalu lola dan mengatakan txk layak jadi istri kamu pak mjnya dia pergi dp tersiksa tak usah punya suami
Marina Tarigan
suruh orang lain mwnjaga Nita Heru itu hanya usaha Nita utk menjerat kamu dan sesudah sembuh biarkan dia masuk penjara utk mempertanggung jawab perbuatannya kalau kamu kasih ruang pasti menghancurkan rmh tggmu
Marina Tarigan
jaga hatimu Indy jgn salah sangka Bara memang baik dan suka menolong
Marina Tarigan
aduhai wanita gatal lagi muncul
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
gitu dong jelaskan semua mulut manusia tdk ada rem utk buat kesimpulan sendiri hanya dengar2an saja terus buat kesimpulan
Marina Tarigan
aduh Nola rupaya nasipmu sepepprti belatung ya gatal dan perih punya suami yg sangat mencintaimu punya segala idola banyak wanita kok kau abaikan laki2 diduakan merasakan sangat terhina kamu kejar totomg yg tua kamu tinggalkan laki2 tampan yg perkasa takdirmu membaws kehancuranmu sendiri kawan
Marina Tarigan
sayang bukan seperti yg kamu pikikan begitu Nola ia ah nikah saja sm kakek itu jadi pelakor kan sfh lebih 5 thn kamu dibacok opa2 itu sdh seperti suamimu kan selama ini
Marina Tarigan
jgn marah dek itu terjadi karena ulahmu nikmati saja kamu giling cabe kan pedad nya di kau dulu
Marina Tarigan
jijik tingkahny seperti anjing
Marina Tarigan
gitu dong hancurkan lola egois itu Bara mencintaimu dan siarkan psrnikahan kalian dgn meriah terus siarkan kelakuan perselingkuhan lola dan bukti lola tdk mau punya anak dgn buti suntik KB dar dr yg terlibat
Marina Tarigan
suka2 nya pak bos ya kalau to de poin gak seru tapi kenyataan mana ada begitu kecuali kakak meninggal ada anak yg masih kecil bisa saja ditekan menikah demi anak tapi tindakanmu itu Nola nilai 100 kamu yg memaksa eca sm bara menikah sekarang menghina suami dan eca itu ciri2 orang gatal semua kelakuanmu mengantam kamu sampai hancur
Marina Tarigan
lanjut seduka hati
Marina Tarigan
berikan yg terbaik utk eca dan Bara dua2nya tersakiti eca menyakiti Efan. Bara disakiti dan diselingkuhi pelacur tak yahu diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!