NovelToon NovelToon
Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author:

Anjeli Pranita, putri cantik pak Burhan yang biasa di sapa Anjeli. Gadis cantik dengan julukan kembang desa rela putus sekolah semenjak insiden yang membuat Keseharian ayahnya hanya bisa duduk di kursi roda yang usang pemberian tetangganya. Anjeli adalah gadis yang pintar di bidang akademik, murah senyum dan ceria. Namun, kepergian ibunya bersama laki-laki lain dengan alasan sudah capek hidup miskin dan ditambah kondisi ayahnya, menghilangkan senyum dan keceriaan di wajahnya akibat luka yang ditoreh ibunya untuk mereka. Anjeli si gadis sederhana harus menjadi kuat dan tahan banting di umurnya yang masih 16 tahun. Suatu hari, Anjeli yang menjadi tulang punggung untuk keluarga sedang mengais rezeki sebagai kuli panggul di pasar menggantikan pekerjaan bapaknya sebelum kecelakaan. Pagi itu tanpa sengaja Anjeli bertemu seorang nenek yang sedang kelaparan, ia yang memang memiliki hati yang baik memberikan bekal untuk makannya kepada sang nenek itu. Dari pertolongan itu Anjeli diberikan sebuah cincin usang oleh sang nenek sebagai bentuk kebaikan Anjeli. Cincin apakah yang diberikan oleh sang nenek itu kepada Anjeli????? Apakah ada keajaiban untuk Anjeli dan keluarganya??? Yukkkkk….,ikuti cerita Anjeli….

12

Pagi itu, suasana di kediaman Pak Burhan terasa sangat sejuk. Aroma wangi dari Mawar Pelindung yang mekar di sekeliling pagar benar-benar mengubah atmosfer rumah yang dulunya suram. Anjeli sedang berada di teras, membantu ayahnya memijat otot kaki dengan minyak kelapa yang sudah ia campur dengan setetes Air Rohani.

"Rasanya hangat, Njel. Seperti ada aliran listrik kecil yang menggelitik di dalam tulang Ayah. Nak!" ujar Pak Burhan sambil sesekali mencoba menekuk lututnya sendiri.

"Itu bagus, Yah Artinya otot Ayah mulai merespons. Kita tidak perlu buru-buru, pelan-pelan saja ya, Yah," sahut Anjeli lembut.

Aris sedang duduk di lantai teras, asyik menggambar mawar-mawar di pagar menggunakan pensil warna merahnya. "Kak, lihat! Mawar Kakak sudah Aris gambar. Cantik kan?"

Baru saja Anjeli hendak memuji gambar adiknya, suara deru motor berhenti di depan pagar. Seorang pria berseragam oranye dengan tas besar di samping motornya turun sambil membawa selembar amplop cokelat tebal.

"Permisi, benar ini rumah Bapak Burhanudin Pranita?" tanya kurir itu.

Anjeli berdiri, perasaannya mendadak tidak enak. "Iya, benar. Saya putrinya. Ada apa ya, Mas?"

"Ada surat tercatat, Mbak. Harus ditandatangani oleh penerima atau perwakilan keluarga," kata kurir itu sambil menyerahkan papan klip.

Anjeli menandatanganinya dengan tangan yang sedikit gemetar. Setelah kurir itu pergi, ia menimang amplop itu. Tidak ada nama pengirim yang jelas, hanya sebuah cap stempel dari sebuah kantor hukum di kota besar.

Anjeli membawa surat itu ke hadapan ayahnya. Pak Burhan mengerutkan kening saat melihat stempel di amplop tersebut. Dengan tangan yang masih sedikit kaku, ia merobek ujung amplop dan mengeluarkan isinya.

Ada dua lembar kertas di sana. Satu adalah surat pernyataan, dan yang lainnya adalah foto selembar kwitansi.

Wajah Pak Burhan mendadak pucat pasi. Surat itu bergetar di tangannya.

"Ayah? Ada apa yah? Surat dari siapa itu?" tanya Anjeli cemas.

Pak Burhan terdiam cukup lama, matanya berkaca-kaca. "Ini dari pengacara ibumu, Nak.”

Jantung Anjeli seolah berhenti berdetak. "Ibu? Kenapa dia mengirim surat lewat pengacara?"

"Dia menuntut hak asuh Aris," suara Pak Burhan pecah. "Di sini tertulis karena Ayah dianggap cacat dan tidak mampu secara ekonomi, dia ingin membawa Aris tinggal bersamanya di kota. Dia juga melampirkan bukti bahwa dia sudah melunasi sebagian hutang sepuluh juta itu kepada rentenir, dan dia menggunakan itu sebagai alasan bahwa dia lebih mampu menjamin masa depan Aris."

Anjeli merebut surat itu dan membacanya dengan cepat. Amarah membakar dadanya. "Mampu? Dia meninggalkan kita saat kita hancur, dan sekarang setelah kita mulai bangkit, dia mau mengambil Aris? Dan dari mana dia dapat uang untuk bayar hutang itu kalau bukan dari laki-laki yang membawanya pergi?"

Aris yang mendengar nama Ibu segera mendekat, wajahnya tampak bingung dan takut. "Kak, Ibu mau jemput Aris, ya? Aris tidak mau pergi, Kak! Hikss…Hikss…Aris mau sama Kakak dan Ayah saja!" Aris langsung memeluk kaki Anjeli dengan erat, menangis ketakutan.

Anjeli berlutut, memeluk adiknya dengan sangat kencang. Ia menatap ayahnya yang tampak terpukul dan kembali merasa tidak berdaya karena kondisinya.

"Jangan takut, Sayang. Ada kakak, Kakak janji, tidak akan ada yang bisa membawa kamu pergi dari rumah ini. Tidak Ibu, tidak juga pengacaranya," tegas Anjeli.

Ia beralih ke ayahnya. "Yah, jangan dengarkan surat ini. Kita memang miskin, tapi kita tidak lagi kelaparan. Kaki Ayah mulai sembuh, dan kebun kita mulai menghasilkan. Kita akan lawan ini."

"Tapi Nak, hukum seringkali berpihak pada yang punya uang. Ibumu sekarang punya harta, sementara Ayah…Ayah bahkan belum bisa berdiri tegak," kata Pak Burhan dengan nada putus asa.

Anjeli mengeratkan genggamannya pada cincin di jarinya. Cincin itu terasa sangat panas, seolah merespons gejolak emosi di dalam dirinya.

"Kalau Ibu pikir dia bisa membeli Aris dengan uang hutang itu, dia salah besar. Anjeli akan kumpulkan uang lebih banyak. Anjeli akan bayar sisa hutang itu sendiri, dan Anjeli akan pastikan Ayah sembuh total sebelum mereka datang ke sini."

Malam itu, setelah menenangkan Aris yang terus mengigau dalam tidurnya karena takut dibawa pergi, Anjeli masuk ke Ruang Ajaib. Kali ini, ia tidak menuju ke tanaman kangkung atau tomat. Ia berjalan ke arah gubuk dengan langkah mantap.

"Aku butuh sesuatu yang lebih dari sekadar sayur biasa," bisiknya pada keheningan ruang itu.

Ia membuka laci-laci di lemari akar yang sebelumnya terkunci. Ajaibnya, karena tekadnya yang sangat kuat untuk melindungi keluarganya, satu laci lagi terbuka. Di dalamnya terdapat sebuah botol keramik kecil berisi minyak berwarna keemasan.

Di sampingnya ada catatan

“Minyak Penguat Tulang dan Saraf. Ekstrak dari Padi Emas yang diolah dengan Air Rohani murni. Mampu mempercepat pemulihan raga yang lumpuh, namun hanya bekerja jika dibarengi dengan kasih sayang yang tulus."

Anjeli memegang botol itu seperti memegang nyawa. Ini adalah kunci. Jika ayahnya bisa berjalan kembali dalam waktu singkat, alasan pengadilan bahwa ayahnya cacat dan tidak mampu akan gugur dengan sendirinya.

Ia juga melihat di sudut lahan, Padi Emasnya sudah siap panen. Malai-malainya berat dan berkilau. Anjeli mulai memanen padi itu dengan tangan telanjangnya, butir demi butir. Ia tidak akan menjual padi ini tapi ia akan menumbuknya menjadi beras dan memberikannya sebagai makanan pokok untuk ayah dan adiknya agar tubuh mereka menjadi kuat dan tidak mudah sakit.

"Ibu... kau boleh punya uang dan pengacara," gumam Anjeli sambil menatap kabut putih di batas ruang ajaib. "Tapi aku punya bumi yang menjagaku. Aku tidak akan biarkan kebahagiaan Ayah dan Aris kau hancurkan untuk kedua kalinya."

Keluar dari Ruang Ajaib, Anjeli berdiri di jendela kamarnya, menatap mawar-mawar di pagar yang tampak lebih tegak di bawah sinar bulan. Durinya tampak lebih tajam dari biasanya. Sebuah peringatan bagi siapa saja yang mencoba mengusik kedamaian mereka.

1
Wanita Aries
mampir thorr
@Mita🥰
wah kasihan ya rumah Anjeli baru di bangun
Andira Rahmawati
lanjutttt makin seruuu💪💪💪
Lala Kusumah
semangat Anjeli, kamu pasti bisa 💪💪💪
Lala Kusumah
good job Anjeli 💪💪💪👍👍👍😍😍
@Mita🥰
semangat Anjeli
@Mita🥰
semoga sukses selalu thor
@Mita🥰
lanjut thor
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
mantaaap 👍👍👍
@Mita🥰
ini ruang ajaib nya bukan di cincin itu ya thor kok lewat pintu
@Mita🥰
bagus ceritanya
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
sukses selalu untuk Anjeli ya 🙏🙏🙏
Aretha Shanum
lanjut, suka ceritanya
Putri Hasan
suka ceritanya /Smile/
semangat updatenya 💪💪
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
Evi Lusiana
sedih thor,cerita anjelibkin aku tertampar betapa sringny aku lalai tuk bersyukur atasa nikmat Tuhan
PanggilsajaKanjengRatu: Halo kak, kalo berkenan yuk mampi juga ke cerita ku, judulnya “Cinta Yang Tergadai ”🙏
total 1 replies
Evi Lusiana
bagus thor,cm msih ad typo dikit²,ttp semangat thor
Lala lala
author pelan2 aja nulisnya dan hrs ingat alurnya..
di awal bab emaknya kabur pake motor sm laki lain..trus berganti emaknya kabur dgn laki lain pake mobil merah..
bab ini emaknya malah meninggoy 🙏😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!