NovelToon NovelToon
SALAH TARGET! AKU MALAH DINIKAHI SANG MAFIA

SALAH TARGET! AKU MALAH DINIKAHI SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

Alana, agen intelijen terbaik, melakukan kesalahan fatal saat menyamar. Bukannya mendapatkan data rahasia, ia malah tertangkap basah oleh Arkano Dirgantara, raja mafia paling berbahaya.
Hanya ada dua pilihan bagi Alana: Mati di tangan Arkano, atau menjadi istrinya.
Terjebak dalam pernikahan kontrak yang penuh intrik, Alana harus berpura-pura menjadi istri yang patuh sambil terus menjalankan misinya. Namun, saat Arkano mulai menunjukkan sisi posesif yang gelap sekaligus mempesona, Alana terjebak di antara tugas negara atau perasaan hatinya.
"Kau mangsaku, Alana. Dan seorang predator tidak akan pernah melepaskan tangkapannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: PAGI PERTAMA DAN SANGKAR EMAS

Sinar matahari menyusup paksa melalui celah gorden balkon yang sedikit terbuka, menghujam tepat ke kelopak mata Alana. Ia mengerang kecil, mencoba mengubah posisi tidurnya, namun sesuatu yang berat dan hangat menahan pinggangnya.

Alana tersentak bangun. Kesadarannya kembali pulih dengan rasa hantam yang menyakitkan di dada. Ia tidak sedang di apartemennya yang sempit. Ia berada di ranjang sutra milik Arkano Dirgantara.

Perlahan, Alana menoleh. Wajah pria itu hanya berjarak beberapa sentimeter darinya. Saat tidur, raut wajah Arkano tampak sedikit lebih tenang, tidak sedingin biasanya. Namun, tetap saja, bekas luka di bahunya adalah pengingat bahwa pria ini adalah monster yang berbahaya.

"Sudah puas menatapku, Nyonya Dirgantara?"

Suara berat dan serak khas orang bangun tidur itu membuat Alana hampir melompat dari ranjang. Arkano membuka matanya, menatap Alana dengan kilat jenaka yang meremehkan.

"Siapa juga yang menatapmu? Jangan terlalu percaya diri," ketus Alana sambil menepis tangan Arkano dari pinggangnya. Ia segera turun dari ranjang, berusaha merapikan gaun tidurnya yang sedikit tersingkap.

Arkano bangkit, duduk bersandar di kepala ranjang dengan santai, memamerkan otot perutnya yang kokoh tanpa rasa malu. "Mandilah. Dalam satu jam, penata rias dan tim dari butik akan datang. Aku tidak mau istriku terlihat seperti buronan polisi yang kurang tidur."

Alana mengepalkan tangan. "Aku bukan boneka pajanganmu, Arkano!"

"Mulai hari ini, kau adalah boneka termahal yang pernah kubeli, Alana," sahut Arkano dingin, auranya kembali berubah menjadi intimidatif. "Cepat mandi, atau aku yang akan memandikanmu."

Alana mendengus kesal dan segera menyambar handuk, masuk ke kamar mandi dan membanting pintunya keras-keras. Di bawah kucuran air shower, Alana menyandarkan kepalanya ke dinding marmer. Ia harus tenang. Ia adalah 'The Silent Cat'. Dia tidak boleh kalah oleh emosi.

Aku harus mencari celah. Ponselku disita, tapi pasti ada cara untuk menghubungi markas... atau setidaknya mencari tahu kebenaran soal Komisaris Hendra, batinnya.

Satu jam kemudian, kamar luas itu sudah berubah menjadi salon pribadi. Empat orang penata rias dan dua pelayan sibuk mondar-mandir di sekitar Alana. Mereka memakaikan gaun cocktail berwarna krem yang sangat elegan, memoles wajahnya, dan menata rambutnya menjadi sanggul modern yang anggun.

"Anda sangat cantik, Nyonya," puji salah satu penata rias dengan tulus.

Alana menatap pantulan dirinya di cermin besar. Wanita di dalam cermin itu bukan lagi agen intelijen yang tangguh dengan jaket kulit dan senjata di pinggang. Dia tampak seperti sosialita kelas atas yang rapuh.

Pintu kamar terbuka. Arkano masuk dengan setelan jas abu-abu gelap yang sangat mahal. Ia berhenti tepat di belakang Alana, menatap bayangan istrinya di cermin.

Tangan Arkano mendarat di bahu terbuka Alana, mengusapnya perlahan.

"Sempurna," gumam Arkano. Ia mengeluarkan sebuah kotak beludru dari sakunya. Di dalamnya ada kalung berlian dengan mata zamrud yang sangat besar.

Tanpa meminta izin, Arkano memakaikan kalung itu ke leher Alana. Jemarinya yang dingin bersentuhan dengan kulit leher Alana, membuat wanita itu merinding.

"Ingat pesan-pesanku semalam," bisik Arkano tepat di telinga Alana. "Hari ini adalah konferensi pers pengenalan istriku ke publik. Tersenyumlah, bersikaplah seolah kau sangat mencintaiku. Jika kau melakukan satu saja kesalahan..."

Arkano meremas bahu Alana sedikit lebih kencang.

"...maka rekaman percakapan Komisaris Hendra yang ingin melenyapkanmu itu akan tersebar di internet, dan kau akan menjadi target nomor satu di seluruh negeri tanpa perlindungan siapa pun."

Alana menelan ludah. "Kamu benar-benar licik."

"Aku lebih suka disebut sebagai pebisnis yang cerdik," balas Arkano dengan seringai tipis.

Lantai bawah mansion sudah dipenuhi oleh wartawan dari berbagai media ternama. Lampu flash kamera menyambar-nyambar saat Arkano menuruni tangga besar sambil menggandeng tangan Alana.

Alana merasakan telapak tangannya berkeringat. Ia bisa merasakan tatapan ratusan orang yang menilai dirinya. Di antara kerumunan itu, matanya tiba-tiba menangkap sosok yang sangat ia kenal.

Seorang pria mengenakan kacamata hitam berdiri di sudut ruangan, berpura-pura menjadi fotografer. Itu adalah Rian, rekan satu timnya di kepolisian. Rian menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh tanya.

Jantung Alana berdegup kencang. Rian ada di sini! Apa ini kesempatan untuk memberikan kode bantuan?

Namun, seolah bisa membaca pikiran Alana, Arkano menarik pinggang Alana mendekat, membuat tubuh mereka menempel rapat. Arkano mengecup kening Alana di depan semua wartawan, memicu suara riuh dan jepretan kamera yang menggila.

"Jangan coba-coba, Sayang," bisik Arkano dengan suara yang sangat rendah di tengah riuhnya suasana. "Tatap mataku, atau temanmu itu tidak akan keluar dari rumah ini dengan selamat."

Alana mematung. Arkano tahu. Dia tahu ada polisi lain di sini. Di bawah lampu kristal yang mewah dan senyum palsu yang ia pasang, Alana menyadari satu hal: Sangkar emas ini jauh lebih kuat dari yang ia bayangkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!