fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Black Ghost
Demikianlah,
Malam membungkus kelam dan dingin, dengan hawa yang mengisyaratkan akhir musim panas. Rombongan mereka yang berjumlah 14 orang, berangkat malam itu untuk misi penuh rahasia.
Oliver Pho-Bela berkuda diantara 13 Kesatria Iblis Merah bergerak malam itu, sedikit gugup dan semangat dalam dirinya. Ini kali pertama dia dipercayakan menjadi pemimpin. bahkan pasukan Union di Kaitaia tak mengetahui keberangkatan mereka yang mengambil rute lain, tak mengikuti jalan utama.
Mereka memilih menaiki perahu sungai Kai dengan tujuan hulu sungai yang masuk wilayah Whangarei. Dimana terdapat dermaga utama penghubung dua wilayah. Di dermaga itu ditambatkan perahu besar kekaisaran yang sering dimanfaatkan penguasa Whangarei untuk mengangkut pasukan dan logistik antar wilayah.
Kapal perang itu diberi nama Black Ghost karena warna kapal itu yang berwarna hitam. Mampu mengangkut 10.000 pasukan.
Dermaga Whangarei, memang adalah jalur utama wilayah Pulau Utara di The Horn Land dengan Lemuria. Atau menjadi tempat penambatan kapal di 4 wilayah pulau utara. Kini misi Oliver dan pasukan kecilnya adalah merusak kapal perang itu. Ini adalah misi yang berbahaya mengingat kapal itu, juga dermaga, dijaga ketat oleh pasukan kekaisaran. Namun jika misi ini berhasil, maka gerakan pasukan Whangarei tentu akan terhambat.
Senja semakin pekat. Langit tak berawan berganti menjadi ungu gelap, warna memar lama, kemudian berubah hitam. Bintang mulai bermunculan. Disusul bulan setengah.
Jhon bersyukur atas kehadiran cahaya itu.
“Tak lama lagi kita akan sampai Ser.” Kata Jhon setengah berbisik ditengah gelapnya malam sungai besar Kai saat itu.
“Kita akan menambatkan perahu di ujung hutan.” Kata Oliver.
Saat perahu yang ditumpangi 14 orang itu sampai di tempat tujuan, Serta merta dengan senyap mereka membelah hutan pinus itu. Setelah mengikatkan perahu kecil yang ditumpangi. Mereka tiba di sebuah pondok kecil. Logistik dan senjata segera dipersiapkan dengan cepat. Untuk memburu waktu sebelum fajar tiba.
“Tuan-tuan. Misi ini sangat berbahaya, resikonya adalah nyawa kita..sehingga kita harus membagi tugas kerja sebelum menyeberang menuju kapal itu. Kita akan ciptakan kerusakan parah untuk kapal itu. Aku akan memimpin langsung tim kecil yang akan masuk ke dalam kapal. Nanti aku akan ditemani Jhon, Bell, Duckworth, Turnbull dan Wall. Sementara William Meredith dan Denolly tetap akan di dalam perahu kecil yang akan mengantar kami ke lambung kapal. Sisanya tetap di seberang Sungai. Persiapkan panah untuk mengantisipasi kejaran lawan. Untuk Beale. Fokus untuk mengamankan kuda yang akan di pakai dalam pelarian kita nanti, saat kami kembali.”
Demikian Oliver mengatur para anggota Iblis Merah. Semuanya sepakat. Dan bersiap diri. Mereka ini adalah bekas pejuang kemerdekaan sebelum munculnya perjuangan baru yang di pimpin Owen. Seluruh kemampuan gerilya mereka terlatih saat mengganggu pos-pos Kekaisaran di Kaitaia dan wilayah lain. Namun selama ini perjuangan mereka hanya merupakan gangguan kecil bagi kekaisaran karena tak adanya sosok pemimpin yang kuat.
Selama kelompok ini terbentuk 12 tahun lalu, sudah tiga kali mereka mengganti pemimpin. Dimulai dari West di tahun 01, yang memimpin selama 3 tahun. kemudian digantikan oleh wakilnya Ernest Mangnall yang tewas dalam perang perebutan Kastel Kaitaia. Ernest memimpin Iblis Merah selama 9 tahun. Sampai kemudian digantikan oleh Jhon Bentley saat ini. anggota Red Devil adalah sekumpulan kesatria desertir dan terlatih.
Malam itu, dalam kesunyian malam Sungai Kai yang mempunyai lebar hampir 30 meter. Satu sampan bergerak senyap menggangkut 8 orang. Senjata masing-masing sudah siap. Misi mereka adalah merusak kapal Black Ghost yang mempunyai panjang 100 meter dengan lebar 10 meter. Dengan membakarnya. Minyak sudah disiapkan oleh para penyusup ini.
Menurut informasi. Di dalam kapal saat ini hanya ada 200 orang sudah termasuk para penjaga dan awak kapal. Sementara di area dermaga Whangarei dijaga ketat lebih dari 500 pasukan.
Jika gerakan ini diketahui, otomatis tak ada ruang bagi 8 orang ini untuk bisa selamat. Namun dengan keahlian para anggota Iblis Merah. saat ini mereka sudah berada di lambung kapal dan masing-masing melaksanakan tugas. Sesekali mereka bertemu dengan awak kapal namun dengan keahlian menyamar sosok mereka tidak dikenali dan bahkan sekali sempat diabaikan oleh awak kapal yang lewat karena mengira mereka adalah para koki kapal yang bertugas malam itu.
Namun sekali saja kesalahan terjadi. Fatal bagi Bell dan Wall keduanya dipergoki sedang menyulutan api di lambung kapal dekat bagasi bagian belakang. Saat itu tiba-tiba muncul dua prajurit lawan dan segera mencoba menghentikan tindakan orang asing ini. Karena menyadari mereka sudah diketahui. Keduanya bertindak nekat. bukannya melarikan diri namun justru melanjutkan pembakaran lambung kapal.
Api besar menyala diruangan itu. beberapa prajurit yang datang terhambat dengan asap dan api yang muncul. Mereka yang datang mencoba memadamkan. Justru di serang oleh keduanya. Maka terjadilah pertarungan ditengah kepulan asap dan api. Yang menyebapkan panas dan gangguan pandangan baik bagi penyerang maupun yang diserang. Dengan dikeroyok lebih dari 10 orang. Keduanya terdesak, kemudian tewas ditempat itu. Untuk prajurit penjaga, dua orang juga tewas.
“Ada penyusup di kapal ini. Periksa semua lambung kapal” kata salah seorang perwira yang memimpin pemadaman api saat itu. Mereka membagi tugas, Sebagian bergerak menuju tempat lain, sisanya masih mencoba memadamkan api. dengan mengangkut air dari atas. Namun sesampainya di geladak. Ternyata bukan hanya di satu titik saja yang terbakar namun terdapat 5 titik api besar di kapal itu.
“Padamkan api!! padamkan api!!“ Teriak sang perwira. Kepanikan terjadi. Semua awak kapal dan prajurit yang berada di dermaga segera datang membantu. Namun mereka menemukan beberapa tubuh prajurit juga tergeletak di beberapa ruangan.
“Cari para penyusup!!” kata perwira yang lain. Saat ia akan berteriak untuk kedua kalinya. Disaat itulah ledakan besar terjadi. Tubuh-tubuh terbang bersama percikan api dan benda-benda lain.
Kapal ini sudah terbakar hebat.
Saat kekacauan itu. 4 orang bertopeng berkumpul diujung geladak.
“Ser... Alex dan George tewas..” kata Jhon pada Oliver,
“Ohh…sangat disayangkan. Namun misi kita berhasil. Kita tinggalkan kapal ini.” kata Oliver.
“Tali sudah siap ser, kita tepat di atas perahu penjemput.” kata Dick Duckwort.
“Baik. Kalian silahkan turun duluan aku belakangan.” kata Oliver, ia memantau sekeliling.
Satu persatu mereka turun.
Mereka akhirnya berhasil keluar dari kapal itu, namun saat sampan itu berada ditengah sungai. Perkiraan mereka bahwa lawan akan menyerang dengan panah benar terjadi. ratusan panah terbang membelah malam mencari sasaran, Untunglah Meredith dan Deloney sudah menyiapkan tameng perlindungan dari serangan panah yang datang menghujam sampan itu.
zip! zip! suara anak panah mengenai air dan kayu.
Namun mereka selamat sampai di seberang Sungai.
Yang lain sudah menunggu.
“Sepertinya lawan belum siap melakukan pengejaran saat ini. Kesempatan kita menjauhi mereka. Kita ke barat.” kata Oliver.
Kuda-kuda sudah dipersiapkan Beale. Dan mereka selamat setidaknya untuk saat ini...