NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Balik Kardashev 0,8

Enam bulan bukanlah waktu yang lama dalam skala peradaban. Namun di Laboratorium Alpha, itu adalah satu siklus revolusi penuh.

Prototip reaktor fusi, yang dijuluki "Hati Prometheus", sekarang mendengung dengan suara rendah yang stabil—sebuah basso continuo yang menandai era baru. Berukuran tidak lebih besar dari sebuah kontainer pengiriman, ia menghasilkan 50 megawatt daya bersih, cukup untuk menyalakan seluruh Pulau Pari dan masih memiliki surplus yang dikirim melalui kabel laut tersembunyi ke jaringan listrik daratan, dijual secara diam-diam dengan harga murah ke operator listrik yang putus asa. Uangnya mengalir kembali, membiayai ekspansi.

Leo telah berubah. Pengetahuan yang digandakan dari Dr. Arif hanya permulaan. Dengan identitas bayangan yang bertambah—seorang insinyur material Korea yang terdampar, seorang ahli coding kuantum Rusia yang muak, seorang mantan teknisi CERN yang dipecat—dia telah membangun perpustakaan keterampilan di dalam benaknya. Dia sekarang bisa merasakan cacat dalam paduan logam hanya dengan sentuhan, melihat aliran kode sebagai arsitektur yang hidup, dan memahami mekanika kuantum dengan kejelasan yang hampir bersifat naluriah.

Tapi setiap keterampilan yang didapat meninggalkan bayangan di Vault: salinan hampa dari kesadaran para ahli, tergantung dalam stasis, masing-masing terhubung dengan benang energi yang redup ke entitas yang jauh itu. Vault-nya tidak lagi hanya gudang; itu adalah kuil yang penuh dengan patung-patung arwah yang diam.

Dr. Arif, yang kini lebih berperan sebagai koordinator daripada ilmuwan tunggal, mengawasi tim kecil yang mereka rekrut dengan sangat hati-hati—orang-orang yang hilang, yang muak dengan dunia lama, dan yang siap mempercayai visi "Aeternum Foundation" yang samar-samar. Mereka tinggal di barak yang dibangun dengan cepat di sisi pulau yang lain, dilindungi oleh cerita sampul tentang proyek penelitian energi eksotis yang didanai swasta.

"Output-nya stabil," lapor Dr. Arif, berdiri di depan konsol kontrol Hati Prometheus. Grafik di layar menunjukkan garis hijau yang sempurna—reaksi fusi yang terkendali dan berkelanjutan. "Efisiensi kita mencapai 94%. Itu belum pernah terjadi sebelumnya."

Leo mengangguk, matanya tidak pada layar, tetapi pada data yang lebih besar di tabletnya. "Konsumsi energi global tahun lalu adalah 18 terawatt. Hati Prometheus skala penuh, dengan desain kita yang sekarang, bisa menghasilkan 5 gigawatt per unit. Kita membutuhkan 3.600 unit untuk memenuhi permintaan saat ini."

"Dan kamu bisa membuat komponen intinya—superkonduktor, paduan logam penahan neutron, sistem laser penyalaan—hanya dengan sentuhan," Dr. Arif menyelesaikan. "Biaya modal mendekati nol. Itu akan meruntuhkan ekonomi energi global dalam hitungan bulan."

"Itu bukan tujuan," kata Leo, meletakkan tabletnya. "Tujuannya adalah transisi tanpa gejolak. Kita jual listrik dengan harga cukup rendah untuk membuat batu bara dan gas tidak ekonomis, tapi cukup tinggi untuk mendanai ekspansi kita. Kita ambil alih secara bertahap, dari bawah."

Inilah rencana mereka: mencapai Kardashev 0.8—peradaban yang menguasai sebagian besar energi planetnya dengan sumber yang berkelanjutan—dalam lima tahun. Bukan melalui perang atau paksaan, tetapi melalui superioritas ekonomi yang tak terbantahkan. Aeternum Foundation akan menjadi tulang punggung energi dunia, dan dari sana, mereka bisa mendorong inovasi di bidang transportasi, manufaktur, komputasi.

Tapi ada penghalang: Rafael Wijaya.

Kerajaan Rafael telah berkembang pesat. Dengan menelan Surya Nusantara dan perusahaan energi terbarukan lainnya, Wijaya Consolidated kini mengontrol 40% dari pasar energi terbarukan Indonesia dan memiliki kepentingan besar dalam batu bara dan gas. Dia adalah pilar status quo 0.73. Dan dia mulai memperhatikan.

Laporan intelijen yang dibeli Leo menunjukkan penyelidikan diskrit terhadap "kelompok hijau tak dikenal" yang memasok listrik murah ke jaringan. Rafael belum menghubungkannya dengan Leo—Leo Akira secara resmi masih menjadi orang hilang, mungkin mati—tapi dia mencium ancaman terhadap monopolinya.

"Mereka mengirim penyelidik," kata Leo kepada Dr. Arif setelah pertemuan pagi. "Orang-orang yang sama yang menguburku. Mereka melacak kabel laut kita. Waktunya sudah dekat."

Wajah Dr. Arif menjadi tegang. "Kita belum siap untuk konflik terbuka. Hati Prometheus kedua masih dalam perakitan. Pertahanan kita—"

"Kita tidak akan bertahan," potong Leo. Suaranya tenang, tapi ada kualitas baja di dalamnya. "Kita akan menyerang. Tapi tidak dengan kekerasan." Sebuah senyum tipis muncul di bibirnya. "Kita akan menggandakan sesuatu yang lain."

Malam itu, Leo melakukan perjalanan ke darat, menyamar sebagai pekerja kapal. Dia pergi ke gudang kecil di Ancol, yang penuh dengan dokumen fisik—arsip tua Wijaya Consolidated. Kontaknya, seorang karyawan yang disuap, membawanya ke sebuah ruangan berdebu yang penuh dengan boks berkas. Di antaranya, ada laporan audit internal, email cetak, catatan transfer ke rekening offshore bernomor—jejak korupsi, penyuapan, dan penggelapan yang mendetail.

Leo meletakkan tangannya yang bermarka giok pada tumpukan kertas itu.

Kehendak: GANDAKAN. VARIASIKAN.

Ini adalah perintah yang kompleks. Dia tidak hanya ingin seribu salinan identik. Dia ingin variasi—salinan yang tampak seperti bocoran dari sumber berbeda, dengan anotasi yang berbeda, disusun dalam urutan yang berbeda. Dia ingin tsunami bukti.

Rasa sakitnya luar biasa. Darah mengalir dari hidung dan telinganya. Dia jatuh berlutut, gemetar hebat, sambil mempertahankan fokus. Di dalam Vault, ribuan folder digital terbentuk, masing-masing berisi set dokumen yang sedikit berbeda, siap untuk "dibocorkan" ke media, otoritas pajak, dan organisasi anti-korupsi di seluruh dunia.

Dia juga menggandakan sesuatu yang lain: saham. Sertifikat saham lama di perusahaan cangkang yang dimiliki Rafael. Dia menggandakannya, memodifikasinya dengan cermat, menciptakan salinan yang tampak asli dari saham yang tidak pernah diterbitkan—saham yang, jika diperkenalkan dengan tepat, akan mengencerkan kepemilikan Rafael secara drastis.

Keesokan harinya, dunia Rafael Wijaya mulai berantakan.

Pertama, sebuah laporan investigasi muncul di outlet berita Singapura. Kemudian, data dump anonim membanjiri forum keuangan. Otoritas pajak di tiga negara membuka penyelidikan. Harga saham Wijaya Consolidated anjlok 25% dalam sehari.

Leo, dari kamar aman di Jakarta, menyaksikan kekacauan itu melalui beberapa monitor. Dia melihat siaran pers darurat Rafael, wajahnya yang biasanya sempurna kini pucat dan berkeringat, menyangkal semua tuduhan.

Tidak ada kepuasan. Hanya penilaian yang dingin. Ini adalah penghalang yang disingkirkan.

Tiba-tiba, salah satu monitor—yang terhubung ke umpan keamanan rahasia di sekitar rumah Rafael—menunjukkan aktivitas. Rafael, dengan panik, mengemas sebuah koper kecil. Dia berbicara dengan cepat di telepon, wajahnya berubah menjadi ekspresi kemarahan dan ketakutan murni. Lalu, dia melakukan sesuatu yang menarik: dia membuka brankas tersembunyi di dinding, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil. Dari kejauhan, Leo bisa melihat kilatan hijau samar.

Giok lain.

Jantung Leo berdebar kencang. Rafael juga memiliki satu? Atau… apakah ini bagian dari set yang sama?

Sebelum dia bisa memperhatikan lebih jelas, layarnya menjadi statis. Sinyal terputus.

Leo berdiri dengan cepat. Jika Rafael memiliki giok, dan jika dia mengetahui rahasianya… itu mengubah segalanya. Dia bukan lagi sekadar pesaing bisnis. Dia bisa menjadi ancaman eksistensial.

Telepon satelitnya berdering. Dr. Arif, suaranya panik. "Leo! Sensor di pulau—ada pergerakan. Kapal cepat, tidak berawak, mendekat dari utara. Banyak."

Serangan balasan Rafael. Cepat dan kejam.

Leo menarik napas dalam-dalam. Saatnya telah tiba. Perlindungan diam-diam sudah berakhir. Waktunya telah tiba untuk menunjukkan sedikit dari kekuatan sebenarnya.

Dia berbicara dengan suara yang tenang dan berwibawa ke telepon. "Aktifkan protokol 'Panah Matahari'. Aku dalam perjalanan pulang."

Di Vault, di antara bayangan-bayangan kesadaran dan singularitas mikro, sebuah ruang baru terbuka. Di dalamnya, tersimpan seratus bola kecil dari graphene yang mengandung singularitas mikro, masing-masing dalam wadah penghambat magnetik. Senjata pemusnah yang hanya bisa diciptakan olehnya.

Peradaban akan naik. Tapi terlebih dahulu, sisa-sisa dunia lama harus dibersihkan.

Dan Leo Akira siap menjadi petir pembersih itu.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!