NovelToon NovelToon
ANTARA KETIGA DALANG ITU Dan AKU

ANTARA KETIGA DALANG ITU Dan AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Duniahiburan
Popularitas:15
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

Sekar Arum, gadis desa Plumbon, memiliki cinta yang tak biasa: wayang kulit. Ia rela begadang demi menyaksikan setiap pertunjukan, mengabaikan cemoohan teman-temannya. Baginya, wayang adalah jendela menuju dunia nilai dan kearifan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persahabatan yang Terguncang

Malam itu, Plumbon terasa sepi. Hanya suara jangkrik yang memecah kesunyian, menemani Sekar Arum yang berbaring di kamarnya. Kemenangan yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan, kini terasa hambar. Ia merindukan canda tawa bersama Sinta dan Rini, momen-momen sederhana yang kini terasa begitu jauh.

Ia memikirkan SMAN 1 Eromoko, sekolah tempat mereka bertiga menuntut ilmu. Dulu, sekolah adalah tempat yang menyenangkan, penuh dengan cerita dan pengalaman baru. Namun, sekarang, sekolah terasa seperti medan pertempuran, tempat ia harus menghadapi sikap dingin Sinta setiap hari.

Ia juga memikirkan Abimanyu. Ia mengakui, ia tertarik pada pemuda itu. Namun, ia tidak yakin apakah perasaannya itu akan berbalas. Ia juga tidak ingin perasaannya itu merusak persahabatannya dengan Sinta.

Ia merasa lelah, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Ia ingin melupakan semua masalahnya dan tidur nyenyak. Namun, pikirannya terus melayang, membuatnya semakin sulit untuk terlelap.

Akhirnya, ia berhasil tertidur, tetapi tidurnya tidak nyenyak. Ia bermimpi buruk tentang Sinta yang menjauh, Abimanyu yang tidak peduli, dan dirinya yang sendirian di tengah keramaian GOR Giri Mandala Wonogiri. Ia terbangun dengan napas tersengal-sengal, merasa takut dan cemas.

Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela. Ia membuka jendela dan melihat ke arah langit. Bulan bersinar terang, menerangi ladang tembakau yang menjadi ciri khas desanya. Ia merasa sedikit tenang saat melihat pemandangan itu. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang abadi dan tidak berubah di dunia ini.

Ia kembali ke tempat tidur dan mencoba untuk tidur lagi. Kali ini, ia berhasil tertidur dengan lebih nyenyak. Ia bermimpi tentang hal-hal yang indah, seperti dirinya yang sukses menjadi penulis puisi terkenal, Sinta yang kembali menjadi sahabatnya, dan mereka bertiga yang bisa tertawa bersama lagi di SMAN 1 Eromoko. Ia merasa bahagia dalam mimpinya.

Keesokan harinya, Sekar Arum bangun dengan perasaan yang lebih baik. Ia merasa lebih tenang dan lebih siap untuk menghadapi hari ini. Ia meyakinkan dirinya bahwa ia bisa melewati semua ini. Ia bisa tegar dan kuat. Ia bisa menemukan kebahagiaan dalam dirinya sendiri.

Ia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Ia mengenakan seragam SMAN 1 Eromoko dengan rapi dan menyisir rambutnya dengan rapi. Ia ingin terlihat baik di depan teman-temannya, meskipun hatinya sedang tidak baik-baik saja.

Saat tiba di sekolah, Sekar Arum melihat Sinta sedang berdiri di depan kelas bersama teman-teman yang lain. Sekar Arum menghampiri mereka dan mencoba untuk ikut bergabung dalam obrolan mereka.

Sinta menyambut Sekar Arum dengan senyuman tipis, tetapi ia tidak terlalu banyak berbicara padanya. Ia lebih banyak berbicara dengan teman-teman yang lain. Sikapnya masih sama seperti kemarin, menjaga jarak dan tidak terlalu ramah.

Sekar Arum tidak mempermasalahkannya. Ia sudah terbiasa dengan sikap Sinta yang seperti itu. Ia hanya berusaha untuk tetap bersikap baik pada Sinta dan tidak memaksanya untuk berbicara dengannya. Ia akan membiarkan waktu yang akan menjawab segalanya.

Saat jam istirahat, Sekar Arum mengajak Sinta untuk pergi ke kantin. Ia tahu, Sinta mungkin akan menolak, tetapi ia tetap mencoba.

"Mau ikut ke kantin?" tanya Sekar Arum dengan nada ramah, berusaha menyembunyikan kegugupannya.

Sinta terdiam sejenak, lalu menggelengkan kepalanya.

"Nggak ah," jawabnya singkat, tanpa menatap mata Sekar Arum. "Aku mau ke perpustakaan, mau nyari bahan buat tugas."

Sekar Arum mencoba tersenyum, meski hatinya sedikit kecewa. "Oh, oke," jawabnya. "Yaudah, aku duluan ya."

Sinta hanya mengangguk tanpa menatapnya. Sekar Arum berbalik dan berjalan menuju kantin, merasa sedikit

Baik, mari kita perpanjang adegan di SMAN 1 Eromoko ini, dengan menambahkan detail tentang suasana kantin, interaksi Sekar Arum dengan teman-teman lain, dan perasaannya saat melihat Sinta menjauh.

 Sekar Arum mencoba tersenyum, meski hatinya sedikit kecewa. "Oh, oke," jawabnya. "Yaudah, aku duluan ya."

Sinta hanya mengangguk tanpa menatapnya. Sekar Arum berbalik dan berjalan menuju kantin, merasa sedikit terasing. Kantin SMAN 1 Eromoko ramai seperti biasa. Suara tawa, obrolan, dan denting sendok beradu memenuhi ruangan. Aroma makanan yang menggugah selera bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang khas.

Sekar Arum mengantre untuk membeli nasi pecel, makanan favoritnya. Sambil menunggu, ia melihat sekeliling. Ia melihat teman-temannya yang lain sedang asyik mengobrol dan tertawa. Ia merasa iri pada mereka. Ia ingin bisa bergabung dengan mereka, tetapi ia merasa tidak enak karena Sinta tidak ikut.

Tiba-tiba, seseorang menepuk pundaknya. Sekar Arum menoleh dan melihat Rini, sahabatnya yang lain, tersenyum padanya.

"Hei, Sekar," sapa Rini. "Sendirian aja?"

"Iya nih," jawab Sekar Arum. "Sinta lagi ke perpustakaan."

"Oh," kata Rini. "Yaudah, bareng aku aja. Aku juga lagi sendirian."

Sekar Arum tersenyum senang. "Beneran? Makasih ya, Rin," katanya.

Mereka berdua mengambil makanan dan mencari tempat duduk kosong. Mereka duduk di salah satu meja di sudut kantin.

"Gimana lombanya kemarin?" tanya Rini. "Aku nggak bisa dateng, soalnya ada acara keluarga."

"Alhamdulillah, menang," jawab Sekar Arum. "Tapi, rasanya nggak enak, soalnya Sinta kayak... jauh gitu."

Rini mengerutkan kening. "Jauh gimana?" tanyanya.

Sekar Arum menghela napas. "Ya gitu deh. Dia nggak seceria biasanya. Kayak ada yang ditahan gitu. Aku jadi nggak enak sendiri."

Rini meraih tangan Sekar Arum dan menggenggamnya erat. "Udah, jangan dipikirin," katanya dengan nada menenangkan. "Mungkin Sinta lagi ada masalah pribadi yang nggak bisa dia ceritain ke kita. Kamu kan tahu sendiri, Sinta emang orangnya tertutup. Dulu aja, waktu pertama kali masuk SMAN 1 Eromoko dan MOS, dia pendiam banget, kan?"

Sekar Arum tersenyum tipis, mengingat masa-masa awal persahabatan mereka. "Iya, bener juga," katanya. "Dulu, buat ngajak dia ngobrol aja susah banget. Tapi, lama-lama, dia jadi deket banget sama kita, bahkan kayak saudara sendiri."

Rini mengangguk setuju. "Iya, kita udah kayak trisula maut di SMAN 1 Eromoko ini," katanya sambil tertawa kecil. "Ke mana-mana selalu bertiga. Susah seneng selalu bareng. Nggak nyangka, sekarang jadi kayak gini."

Sekar Arum menghela napas lagi. "Aku juga nggak nyangka," katanya. "Aku jadi takut, Rin. Takut persahabatan kita bubar kayak gini aja. Aku nggak mau kehilangan Sinta."

Rini menggenggam tangan Sekar Arum lebih erat. "Hei, dengerin aku," katanya dengan nada serius. "Persahabatan kalian nggak akan bubar gitu aja. Kalian udah terlalu lama..."Hei, dengerin aku," katanya dengan nada serius. "Persahabatan kalian nggak akan bubar gitu aja. Kalian udah terlalu lama bersama, udah terlalu banyak melewati suka duka. Aku yakin, kalian bisa melewati masalah ini. Kita hadapi ini sama-sama. Jangan nyerah, ya!"

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!