Kehidupan Aby berubah ketika dia bertemu dengan seorang gadis yang bernama Rebecca Daud Willie, gadis yang sangat cantik, yang tak lain adalah putri dari mantan kekasih Doni, yang tak lain adalah Ayah Aby sendiri.
Dan bagaimana kisa cinta Abdy?...
pemuda playBoy, kocak yang suka membuat seluruh anggota keluarganya tertawa dengan semua tingkah konyolnya.
Aby dan Abdy mereka berdua adalah putra-putra Dari sepasang suami istri yang benama Nabila dan Doni Atmaja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.7
Musik yang tadinya di putar oleh Abdy kini di matikan, berganti dengan suara Aby yang memulai kata -kata tulusnya untuk sang Mama.
*Happy Birthday Mama
Semoga pangjang umur, sehat selalu, di limpahkan Rezekinya dan tambah jadi Mama terbaik*.
*Amin.
"*Maaf jika aku sering membuat, Mama marah dan kesal, sebenarnya aku tak ingin membuat hatimu terkuka."
"Maaf, belum bisa membahagiakanmu."
"Maaf, aku belum bisa memberikanmu apa -apa, hanya sebuah ucapan Doa yang setiap hari ku panjatkan pada -Nya."
"Dan, bukanlah sesuatu yang mahal. Namun berharga**."
"*Terimakasih, Engkau yang telah menjadikanku manusia dewasa."
"Terimakasih, untuk semua rasa cinta dan kesabaranmu selama ini*."
"Terimakasih atas segala -galanya Mana."
Aby sudah tak tahan lagi menahan rasa harunya, Bahkan tak sanggup lagi melanjutkan kata -katany.
Namun Abdy mengerti apa yang di alami oleh kakaknya saat ini, hingga akhitnya Abdy sendiri yang melangjutkan kata -kata tertunda Aby.
"*Beruntungnya aku, jadi putramu, semoga Allah, selalu melimpahkan kebahagian, dan akan senang tiasa melingdungimu dimana pun Mama berada."
"Amin."
"Selamat Ulang Tahun Mama*."
Ucap Aby dan Abdy bersamaan.
"Wis you all the best Mom."
Ucap Aby dan Abdy bersamaan sambil mendekat ke arah sang Mama, Abdy mendekatkan kue yang sedari tadi di bawanya.
Nabila begitu sangat terharu melihat kasih sayang ke dua putranya.
"Sini sayang."
Sambil merengtangkang ke dua tangannya untuk ke dua putranya.
Aby langsung memeluk sang Mama, sementara Abdy meletakkan kuenya di atas meja yang dari tadi di bawa nya.
"Aku juga," ucap Abdy mendekat pada Nabila sambil tersenyum.
"Kalau ayah, ngak ikut di peluk ni?."
tanya Doni.
"Harus ikut dong," ucap Aby dan Abdy bersamaan.
Mereka berempat berpelukan dengan kasih sayang yang sama, Nabila dan Doni begitu sangat menyayangi ke dua putranya begitupun dengan ke dua putranya.
Nabila melihat sekeliling sambil mencari Bi Lastri.
"Sini Bi" Panggil Nabila mengulurkan tanganya kepada Lastri.
Lastri berjalan mendekat ke arah Nyonya nya, dengan matah yang masih merah akibat menangis.
"Iya Nyonya." Tanya Lastri
"Sini Bi, Bibi itu sudah saya anggap sebagai bagian dari keluarga ini."
Memeluk Lastri.
Mereka berlima berpelukan sambil menangis bahagia.
"Sudah Ma, nangisnya, sekarang waktunya Mama tiup lilin."
Ucap Aby menyalahkan lilin.
Setelah menyalahkan lilin, Nabila dan Doni berjalan ke depan meja di mana letak kue Ulang Tahun Tersebut.
Nabila mulai berdoa dalam hati.
"Ya, Allah, berikanlah pasangan yang baik untuk ke dua putraku, agar kebahagiaan ini, akan selalu ada untuk selamanya." Doa, Nabila dalam hati.
Setelah selesai berdoa Nabila meniup lilin, lalu memotong kue.
Nabila mulai memotong kue Ulang Tahunnya, lalu mulai menyuapi satu persatu anggota keluarganya dan juga, tak lupa menyuapi Bi Lastri.
Setelah acara tiup lilin dan suap menyuapi selesai, Nabila berkata ke pada ke dua putranya.
"Ini adalah Ulang Tahun Mama yang paling berkesan, dan sekarang Mama masih pengen kado dari kalian berdua."
Sambil tersenyum kepada ke dua putra nya yang ada di depanya.
"Mama,bilang saja apapun yang Mama inginkan pasti akan terwujud."
Ucap Aby dan Abdy bersamaan.
"Apapun itu," tanya Nabila serius.
"Apapun itu." Aby serius
Abdy tidak ikut menjawab, melaingkang tersenyum melihat ke arah Aby, Abdy sudah bisa menebak apa keinginan Mamanya.